
Setelah mendapatkan kaset rekaman CCTV yang diminta oleh Alberto itu, dengan segera karyawan di ruangan CCTV ini memutarnya kembali dan memperlihatkannya dengan jelas bagaimana Ziya bekerja di perusahaannya ini sekitar empat bulan yang lalu.
Saat CCTV sedang diputar terlihatlah dengan jelas suasana empat bulan yang lalu, dimana saat itu Ziya sedang bekerja di perusahaan ini hanya sebagai supervisor dari rombongan salesman produk yang menjual barang langsung kepada konsumen seperti apotek rumah sakit, apotek-apotek lainnya.
Mata Alberto menatap jelas bagaimana keadaan Ziya saat itu yang baru saja pulang dari luar kantor dan kembali ke lobby utama dan menuju ke ruangan miliknya.
" Coba perjelas layarnya, bisa,," Pinta Alberto pada karyawan di bagian ruangan CCTV.
" Bisa Tuan,," Jawab karyawan itu sambil memprogram CCTV.
Setelah karyawan itu selesai memprogram layar CCTV menjadi lebih jelas. Tampaklah wajah Ziya yang terlihat jelas di dalam layar itu, saat itu Alberto bisa melihat bagaimana dandanan Ziya dalam aktivitasnya sehari-hari untuk bekerja.
" Heemmm,, Ternyata, dia sangat polos dan begitu alami,," Ucap Alberto dalam hatinya sambil tersenyum menatap wajah Ziya di dalam layar CCTV.
" Wajahnya sama sekali tidak terpoles sedikitpun dengan make up yang sering digunakan oleh Zoya." Pikir Alberto pada dandanan Ziya yang secara alami itu.
Ziya saat itu baru saja kembali ke kantornya setelah dari apotek rumah sakit dan terlihat sangat jelas bagaimana Ziya begitu bahagia saat mendapatkan sebuah pekerjaan di kantor ini. Saat itu Ziya sedang tertawa bersama rombongannya saat kembali lagi ke kantornya ini.
" Ternyata dia dulu, begitu ceria dan semenjak dia masuk ke dalam kediamanku, wajah cerianya bisa terlihat saat ia bermain bersama Demian." Gumam Alberto dalam hati sambil menatap senyum ceria Ziya di dalam layar rekaman CCTV.
" Apakah wajah ceria itu bisa juga ditunjukkan untukku Ziya,," Ucap Alberto yang berharap agar wajah ceria Ziya seperti saat ia bekerja dulu juga ditunjukkan pada Alberto.
Saat Alberto sedang fokus melihat Ziya yang baru saja kembali ke kantornya, dengan dandanan seperti itu, Alberto merasa bingung dengan pekerjaan Ziya awalnya apa di kantor ini. Sehingga membuat Alberto segera menanyakan pekerjaan apa yang dilakukan Ziya dengan dandanan biasa saja seperti itu.
" Kau lihat wanita itu,," Tanya Alberto kepada karyawan di ruangan CCTV ini sambil menunjuk Ziya dan teman-temannya itu.
" Ya, Tuan, ada apa,,"Jawab karyawan itu pada Alberto dan segera bertanya balik.
" Kau tahu dia bekerja bagian apa,," Tanya Alberto lagi pada karyawannya.
" Oohhh,, karyawan ini Tuan,," Tanya orang itu lagi sambil memastikan kembali wanita yang telah ditunjuk Alberto itu.
" Heemm,," Jawab Alberto singkat sambil mengangguk.
" Setahu saya, kalau karyawan yang menggunakan seragam ini adalah karyawan bagian supervisor Tuan," Jawab karyawan itu dengan Alberto.
Alberto sedikit menyatukan kedua alisnya saat ini merasa tidak percaya bahwa dulunya Ziya bekerja hanya sebagai supervisor sebelum dirinya menjadi kepala bagian keuangan.
" Supervisor,," Ucap Alberto singkat seperti tidak percaya.
" Ya, Tuan," Jawab karyawan itu menganggukkan kepalanya pada Alberto.
Supervisor adalah seorang kepala atau pemimpin dari rombongan salesman produk suatu perusahaan.
Alberto merasa kasihan atas kondisi Ziya dulunya bekerja hanya sebagai supervisor di perusahaannya ini. Alberto begitu kagum atas sikap Ziya yang sama sekali tidak menolak pekerjaan apapun itu, asalkan pekerjaannya itu benar dan bisa membanggakan kedua orang tuanya, Ziya sudah merasa bangga sekali.
" Oh God, ternyata dia dulu hanya bekerja sebagai supervisor di perusahaan milikku yang sekecil ini dan jabatan itu membuat dirinya begitu bahagia,," Gumam Alberto yang merasa kasihan akan perjuangan hidup Ziya dulu saat belum bersama dengannya.
Sesaat Alberto menatap wajah Ziya lebih jelas lagi dan menelitinya secara seksama, ternyata wajah Ziya dulunya tidak terlalu mirip dengan dandanan Zoya seperti biasanya. Karena, Zoya selalu berdandan yang mencolok, sedangkan, Ziya sepertinya terlihat hanya menggunakan make up ala kadarnya saja.
" Ternyata dia dulu tidak terlihat mirip dengan Zoya hanya sekilas saja wajahnya itu mirip, karena dengan caranya berdandan juga sangat beda sekali dengan Zoya, pantas saja semua orang tidak terlalu menghiraukan wajahnya yang mirip dengan Zoya. Karena, orang tidak akan mengira bahwa mereka adalah kembar." Gumam Alberto dalam hatinya.
Saat Alberto sedang fokus melihat hasil rekaman yang ditampilkan oleh CCTV saat ini, tiba-tiba ponselnya berbunyi dan Alberto segera mengambil ponsel itu. Lalu, setelah melihat nama. yang ada di layar ponsel barulah Alberto memerintahkan kepada karyawannya untuk menghentikan sementara rekaman CCTV.
" Heemm, Daniel,," Ucap Alberto yang melihat nomor Daniel meneleponnya.
Alberto dengan segera mengangkat teleponnya itu.
" Halo, Dude,," Terdengar suara Daniel yang terlebih dahulu menyapanya.
" Heemm," Jawab Alberto dengan suara dinginnya.
" Oh ya,, sekarang pekerjaanku di rumah sakit belum selesai, bagaimana kalau tambah waktu sekitar satu jam lagi,," Ucap Daniel yang meminta konsekuensi waktu dari Alberto.
" Heemmm,, oke,," Jawab Alberto dengan segera, karena, posisinya saat ini dirinya masih berada di kantornya dan masih melihat layar rekaman CCTV tentang Ziya.
" Ok Dude,, thank you," Ucap Daniel yang terdengar begitu senang.
" Heemm," Jawab Alberto lagi dengan suara khasnya.
" Aku sangat merindukanmu hahahha,," Ucap Daniel terakhir sebelum memutuskan teleponnya sambil terkekeh pada Alberto.
" Dasar gila,," Umpat Alberto kesal pada Daniel yang selalu saja menggoda dirinya itu.
Setelah selesai bertelepon ria dengan Daniel temannya itu, Alberto segera memperhatikan lagi rekaman CCTV yang menampilkan wajah Ziya.
Saat rekaman CCTV itu memperlihatkan gambaran tentang Ziya yang kembali ke ruangannya, membuat Alberto ingin segera meminta rekaman CCTV ruangan di tempat Ziya bekerja.
" Kau lihat ruangan wanita itu masuk, apakah di ruangan itu ada rekamannya juga,," Tanya Alberto yang begitu penasaran akan diri Ziya selama bekerja di kantor perusahaannya ini.
" Ya, ada semua, Tuan, di setiap ruangan pasti akan diletakkan kamera CCTV," Jawab karyawan itu pada Alberto.
" Ambilkan," Perintah Alberto pada karyawan ini.
Setelah mendapatkannya dengan segera karyawan itu memberikannya pada Alberto dan memutar kaset rekaman CCTV di dalam ruang kerja Ziya.
" Ini Tuan,," Ucap karyawan itu pada Alberto sambil menunjukkan kaset rekaman CCTV di tangannya.
" Segera putar,," Pinta Alberto segera.
Alberto melihat dengan jelas bahwa ruangan itu begitu kecil dan cuma ada dua meja. Saat itu, Alberto begitu penasaran siapa yang menjadi karyawan satunya lagi di sebelah meja Ziya.
" Siapa orang yang bekerja di sebelahnya." Tanya Alberto di dalam hatinya sambil tetap menatap wajah Ziya yang baru saja masuk ke dalam ruangan itu.
Saat Alberto menatap layar CCTV itu yang dipenuhi dengan kegiatan Ziya, masuklah seseorang lagi ke dalam ruangan Ziya. Karena, saat ini terlihat Ziya sedang duduk menghadap layar laptopnya dan posisi duduknya itu sama sekali tidak melihat adanya orang masuk ke dalam ruangan itu.
" Apa,, ada orang yang masuk," Ucap Alberto dalam hati sambil melotot saat melihat ada seseorang yang mencurigakan masuk ke dalam ruangan itu dan membuat dirinya menjadi cemas atas diri Ziya.
Alberto sedikit tegang saat melihat ada seseorang yang masuk ke dalam ruangan itu memakai baju yang tertutup dari atas kepala sampai ke bawah. Dan terlihat dari gayanya, orang itu sangat mencurigakan, sehingga membuat Alberto tetap menatap kelakuan orang yang masuk ke dalam ruangan itu.
" Ada orang yang masuk, apakah orang itu yang telah sengaja merenggut mahkota milik Ziya." Ucap Alberto dalam hati yang berpikir akan tingkah laku orang yang berada di dalam rekaman CCTV itu.
Alberto masih tetap menatap cemas dan takut di layar kamera CCTV yang sedang memperhatikan jelas gerak-gerik yang dilakukan oleh orang yang mencurigakan itu.
Dalam pikiran Alberto saat ini, sepertinya di waktu yang sangat tepat dia bisa mendapatkan bukti dan hasil dari pencariannya selama ini, karena, selama ini, Alberto juga ingin mengetahui siapa orang yang tega merenggut paksa mahkota milik Ziya yang begitu berharga baginya itu.
Sesaat Alberto masih berdiri menatap layar monitor CCTV untuk mengawasi keadaan Ziya saat itu. Dimana saat itu Ziya sedang mengerjakan laporan dari hasilnya hari ini dan kebetulan telinga Ziya sudah terpasang headset, jadi Ziya sama sekali tidak mendengar siapa yang masuk ke dalam ruangannya itu.
" Aku tidak salah lagi sepertinya orang itu yang telah merenggut mahkota Ziya, karena sangat terlihat dari gerak-geriknya yang begitu membuatku merasa yakin." Gumam Alberto yang meletakkan jari-jarinya di atas bibirnya.
Alberto melihat di dalam layar monitor bahwa orang itu sengaja memperlambat langkahnya untuk menyergap tubuh Ziya. Dan, tiba-tiba orang itu segera menutup mata dan mulut Ziya.
Karena, sikap dari orang yang sengaja menutup mata dan mulut Ziya membuat Alberto berteriak memerintahkan pads karyawan bagian sistem keamanan ini untuk memperjelas layar, supaya bisa terlihat apa yang sedang dilakukannya.
" Hah!! apa ?" Teriak Alberto seketika yang membuat semua karyawan kaget atas ucapannya itu.
" Diperjelas layar monitornya,," Ucap Alberto yang segera memerintahkan semua karyawannya untuk memperjelas layar monitor yang ditatap oleh Alberto itu.
Semua karyawan merasa heran pada sikap Alberto yang begitu kaget saat melihat ruangan Ziya ada seseorang yang masuk ke dalam ruangan itu. Padahal sebenarnya tidak terjadi apa-apa, sampai saat ini semua karyawan biasa-biasa saja.
" Coba pause dan perjelas gambarnya,," Ucap Alberto masih memerintah dengan wajah yang terlihat sangat tegang.
Setelah karyawan itu memberhentikan sementara video rekaman dan memperjelas layarnya. Cukup bagi Alberto untuk menatapnya dengan lebih jelas lagi. Lalu Alberto mengulang kembali video rekaman CCTV itu, setelah terulang terlihat di wajah Alberto bahwa saat ini dirinya sangat cemas dan khawatir dengan keadaan Ziya waktu itu.
Tak lama kemudian Alberto melihat bahwa orang itu bereaksi menutup mata Ziya lalu di layar monitor lagi terlihat jelas orang itu membuat Ziya jadi tertawa.
" Kenapa dia tertawa, sepertinya dia mengenali orang itu,," Ucap Alberto dalam hati, tidak habis pikir kenapa, sepertinya Ziya terlihat tertawa akan perlakuan orang itu.
Saat Ziya tertawa di dalam layar monitor CCTV itu malah semakin membuat Alberto menjadi penasaran dengan siapa orang yang telah dicurigainya.
" Oohhh,, Sh.it sepertinya dia mengenali orang itu buktinya terlihat dia begitu akrab." Ucap Alberto lagi merasa kesal dan kecewa atas sikap Ziya padanya.
" Mengaku tidak mengerti dan tidak mengetahui orang yang telah menyentuhnya, tapi ternyata dia selama ini sama seperti kembarannya,," Umpat Alberto kesal melihat kelakuan orang itu dengan sengaja memajukan wajahnya dan berbicara dengan Ziya sambil menatap layar laptop.
Saat ini, Alberto berpikir bahwa Ziya memang sengaja melakukan hubungan dengan orang lain dan dia Ziya juga tidak memiliki kesucian lagi, saat dirinya menyentuhnya. Terlihat dari kekesalan Alberto saat menatap layar monitor.
Hanya melihat dua sahabat sedang bercanda saja Alberto sudah cemburu, bagaimana kalau Ziya diambil orang lain.
Karena, melihat reaksi Ziya di dalam monitor itu tertawa dan orang itu juga memajukan kepalanya dan wajahnya sama sekali belum diketahui oleh Alberto, menatap layar laptop di meja Ziya.
" Heh! lihat saja kau Ziya, aku akan membalas perbuatan yang kau lakukan sendiri dan berpura-pura tidak tahu mengaku denganku,," Ucap Alberto kesal pada Ziya yang terlihat di dalam layar monitor CCTV.
Sesaat Alberto tidak mau lagi menatap layar monitor, karena baginya Ziya sudah memiliki laki-laki lain sebelum dirinya. Lalu, karena masih merasa penasaran dengan orang yang wajahnya belum diketahuinya itu, akhirnya Alberto kembali menatap layar monitor dan melihat orang yang ingin diketahuinya itu.
Ternyata orang itu membuat Alberto terbelalak tidak percaya atas pikirannya sendiri.
" HAHH!!" Suara Alberto yang keluar saat matanya terbelalak melihat orang yang di dalam layar sudah membuka jas hujan dan jaketnya.
" Apa,, itu bukannya wanita yang baru saja aku dengar pembicaraannya,," Ucap Alberto terperangah saat melihat orang yang mendekati Ziya itu ternyata perempuan dan merupakan asisten Ziya sendiri.
Alberto sedikit menyunggingkan senyumannya, karena, dia merasa bersalah telah menuduh Ziya dengan hal yang tidak-tidak dan dia sendiri merasa bersalah bahwa terlalu cepat menganggap Ziya murahan.
" Oh My God ternyata itu asistennya Ziya,," Ucap Alberto yang menyunggingkan senyumannya.
" Maafkan aku sayang,, aku telah salah menilai mu,," Ucap Alberto lagi saat memikirkan keadaan Ziya saat ini.
Lalu, terlihat lagi di layar itu, wanita yang sengaja bercanda dengan Ziya duduk tepat di meja sebelah Ziya, bekerja seperti biasanya setelah mengambil data dari tangan Ziya. Alberto tersenyum sendiri melihat wajah Ziya yang selalu tertawa bersama dengan temannya itu. Entah apa yang mereka bicarakan pastinya Ziya saat itu terlihat sangat bahagia.
" Sepertinya aku akan membawa semua video rekaman ini untuk melihat keadaan dia waktu dulu,," Ucap Alberto yang berpikir untuk membawa semua video rekaman di kantor perusahaan tempat Ziya bekerja.
Dengan segera Alberto memerintahkan pengawalnya untuk membawa semua copy video rekaman itu ke dalam mobilnya, karena, dengan sengaja Alberto ingin melihat kegiatan Ziya waktu dulu dan juga Alberto berniat untuk mencari siap yang telah memper-kosa Ziya. Kemungkinan besar dia akan mendapatkan petunjuk dari tempat perusahaannya ini.
***