
Betapa terkejutnya Gladys ketika melihat Claire dengan wajah memerah marah dan menatap tajam pada dirinya itu yang spontan keluar dari tempat persembunyiannya begitu dekat sekali dengan posisinya saat ini.
" Claire !" Seru Gladys ketika kaget melihat Claire yang sudah berada di dalam kamarnya.
" Sejak kapan kau ada disini ?" Tanya Gladys dengan wajah yang kaget ketika melihat Claire.
" Heh!! sudah lama Aunty,," Ucap Claire sambil menaikkan ujung bibirnya.
" Kenapa kaget ketika menyadari Claire sudah ada di dalam kamar ini,," Ucap Claire lagi sambil melangkahkan kakinya mendekati Gladys.
Melihat wajah Claire seperti itu, tentu saja Gladys merasa bingung untuk menghadapi perasaan keponakannya saat ini. Kenapa tidak, karena, terlihat dari wajahnya Claire yang memerah marah dan juga menatapnya tajam, sepertinya Claire telah mendengarkan semua pembicaraannya kepada Roserish.
" Ya, jelas Aunty kaget, Claire,," Jawab Gladys dengan gaya santainya.
Dengan segera Gladys memutuskan sambungan teleponnya kepada Roserish, dimana saat ini pembicaraannya sudah sedikit terungkap oleh Claire dan di dalam benaknya Gladys sepertinya sungguh terlihat di matanya Claire. Saat ini Claire sungguh merasa kesal dan juga kecewa dengan kelakuan yang dilakukan Auntynya itu padanya.
" Nanti aku hubungi lagi,," Ucap Gladys di teleponnya.
" Heemmm, selesaikan dulu permasalahan yang terjadi di antara kau dan juga keponakanmu itu,," Ucap Roserish yang hanya bisa terdengar oleh Gladys.
" Heemm, baik,," Jawab Gladys sambil mematikan teleponnya.
Saat ini Gladys telah menyelesaikan teleponnya terhadap Roserish temannya itu dan Gladys berpura-pura melupakan semua ucapan yang telah diucapkannya kepada Roserish barusan yang menyatakan akan melupakan janjinya kepada Claire serta membantu Helen untuk mendapatkan Alberto.
" Gawat, dari tatapan matanya sungguh terlihat sepertinya Claire sudah mengetahui semua rahasia besar yang ku bicarakan kepada Roserish,," Ucap Gladys dalam hatinya sambil berpura-pura tersenyum kepada Claire.
Dan, seolah-olah saat ini Gladys kembali terlihat sedang memanjakan keponakannya itu, namun, karena, Claire sendiri merasa kesal dan juga sudah kecewa dengan ungkapan yang disampaikan oleh Auntynya itu, sehingga membuat Claire sama sekali tidak lagi memperdulikan sikap Auntynya yang bersandiwara memanjakan dirinya itu.
" Claire, sejak kapan kau ada disana hah ?" Tanya Gladys kepada Claire sambil berdiri melangkahkan kakinya mendekati Claire.
" Semenjak sebelum Aunty bertelepon ria kepada temannya Aunty itu,," Jawab Claire dengan wajah sinisnya.
" Hehehe, lagian juga kau sudah sering datang ke kamar Aunty ini, jadi tidak masalah jika kau masuk tanpa sepengetahuan Aunty,," Bilang Gladys dengan gaya santainya.
" Cuma yang jadi masalah kenapa kau sengaja bersembunyi disana Claire,," Ucap Gladys lagi sambil menunjukkan arah dimana tempat Claire bersembunyi dan juga keluar dari persembunyiannya itu.
" Karena, semenjak Aunty bermain sendiri di belakangku, semenjak itu juga aku mulai mencurigai Aunty,," Bilang Claire dengan gaya beraninya membentak keras Gladys Auntynya sendiri.
Betapa tercengangnya Gladys saat mendengar perkataan Claire yang sedang membentaknya itu. Namun, ucapan Claire itu sama sekali tidak memberikan ketakutan untuk Gladys mendekati Claire. Ketika Gladys akan melangkahkan kakinya mendekati Claire, seolah ingin memberikan sebuah belaian kasih sayangnya itu, membuat Claire mencegah tindakan Gladys yang akan mendekatinya itu.
" Jangan mendekat padaku,," Seru Claire yang terlihat memang tidak sudi untuk didekati oleh Gladys.
" Hei, Claire sayang, kau itu keponakan tersayang Aunty, jadi tidak mungkin Aunty bermain di belakangmu,," Ucap Gladys dengan gaya lembutnya.
" Heh! setelah mendengar semua penjelasan kau ini, aku baru menyadari bahwa selama ini kau hanya memanfaatkan aku saja untuk mendapatkan Alberto," Bentak Claire lagi dengan wajah yang penuh kemarahan terhadap Auntynya.
" Dan, setelah kau mendapatkan Alberto, dengan senang hati kau memberikan Alberto kepada Helen anak Roserish pria teman dekatmu itu Aunty,," Ucap Claire lagi dengan wajah yang masih marah.
" Hah!! Claire, Aunty sama sekali tidak mau melakukan hal itu, di dalam hati Aunty tulus untuk membantumu mendapatkan Alberto,,"
" Aunty hanya bersandiwara saja kepada Mister Roserish, supaya dia bisa melindungi kita,,
" I'm not believe you," Umpat Claire yang melangkah mundur menjauhi Auntynya.
" Claire, dengarkan penjelasan Aunty dulu, sebenarnya itu hanyalah sandiwara yang dilakukan oleh Aunty untuk Roserish, percayalah Claire,," Bilang Gladys yang semakin menambah perkataannya untuk meyakinkan Claire.
" Heh!! Aku sudah jelaskan, sampai kapanpun aku tidak akan lagi mempercayai kau,," Umpat Claire sambil memberikan kecaman pedas tepat di hadapan Gladys.
Bagaikan disambar petir wajahnya Gladys saat melihat keponakannya Claire yang selama ini tidak pernah berani melawan perkataannya itu dan baru kali ini Claire dengan beraninya melawan sambil menunjuk wajah Gladys.
" Claire, dengarkan dulu, Aunty mohon." Teriak Gladys sambil mengejar langkah kaki Claire.
Dan, terlihat bahwa di wajah Claire hanya ada kemarahan yang besar terhadap Auntynya sendiri. Karena, sudah merasa mendapatkan pengkhianatan yang jelas terhadap dirinya. Benar-benar sungguh tega sikap dan perbuatan yang dilakukan oleh Gladys terhadap keponakannya sendiri. Dimana keponakannya itu begitu mempercayai dirinya, apapun yang dilakukan oleh Auntynya itu, Claire selalu mendukungnya, namun, apa yang didapatkan oleh Claire hanyalah sebuah pengkhianatan mutlak yang dilakukan oleh Auntynya.
" Pantas saja jika Martin pergi meninggalkannya,," Umpat Claire sambil melangkahkan kakinya cepat keluar dari ruang kamar Gladys saat itu.
Dan, ketika Claire melangkahkan kakinya dengan sangat cepat saat keluar dari ruangan kamar Auntynya itu, tidak sengaja Alexa juga mau masuk ke dalam kamar Mommynya itu untuk membicarakan suatu hal tentang keberadaan Martin kakaknya itu.
Seketika, hal itu membuat Claire dan juga Alexa saling bertabrakan sehingga membuat tubuhnya sama-sama terjatuh ke atas lantai.
" Aduhhh,," Gerutu Claire ketika bertabrakan dengan Alexa.
" Aduhhh,," Ucap Alexa sambil mengelus lengannya yang terasa sedikit sakit ketika bertabrakan dengan Claire.
Dengan segera Claire bangkit dari tempatnya dan melihat siapa orang yang tertabrak oleh dirinya itu. Ketika melihat Alexa yang terjatuh di depannya itu membuat Claire ingin menyambut kembali tubuhnya Alexa. Namun, ketika Claire melihat Gladys sudah ada di antara mereka berdua, akhirnya Claire meninggalkan Alexa dan juga Gladys dengan wajah cemberutnya.
" Heh!!" Gerutu Claire sambil berdiri meninggalkan Alexa dan juga Gladys.
" Oh My God putri Mommy Sayang,," Seru Gladys ketika melihat Alexa dan Claire saling bertabrakan.
Dengan segera Gladys mengulurkan tangannya untuk kedua gadis di hadapannya ini, namun dengan sengaja Claire berdiri sendiri tanpa menghiraukan bantuan yang sedang diberikan oleh Gladys saat itu padanya. Dan, Alexa sendiri menyambut uluran tangan dari Mommynya itu sambil membersihkan bagian punggungnya yang sedikit terasa kotor.
Gladys merasa tidak enak sendiri ketika melihat wajah Claire yang mengabaikan dirinya itu, sehingga membuat Alexa bingung dengan kelakuan Claire yang tidak seperti biasanya itu.
" Eemmm, Mom apa yang terjadi pada Claire ?" Tanya Alexa sambil memandangi tingkah laku Claire yang telah meninggalkan mereka dengan wajah cueknya.
" Kenapa Claire sepertinya sedang marah kepada Mommy ?" Tanya Alexa lagi yang merasa penasaran dengan sikap Claire.
" Entahlah, Mommy tidak tahu juga, Sayang,," Jawab Gladys dengan entengnya.
" Oohhh,," Gumam Alexa sambil mengangguk.
" Oh ya Alexa kesini mau tanya tentang Kak Martin, dimana dia, kenapa sudah lama tidak ada di kediaman ini ?" Tanya Alexa dengan wajah seriusnya.
" Martin sedang berada di kediaman Mommy Sayang,," Jawab Gladys dengan santai dan begitu jelas sekali bahwa ia sedang berpura-pura.
" Ooohhh, pantas saja Lexa sudah lama tidak melihatnya di kediaman ini,," Ujar Alexa dengan jawaban yang terdengar begitu mempercayai pernyataan daru Mommynya itu.
" Ya sudah kalau begitu, Alexa mau ke kamar Alexa lagi Mom,," Bilang Alexa sambil menciumi pipi kiri dan kanan Mommynya.
" Heemm ya Sayang,," Jawab Gladys sambil membalas ciuman yang dilakukan oleh Alexa.
Ketika melihat Alexa pergi dari tempatnya itu, dengan segera Gladys melangkahkan kakinya menuju ke tempat dimana Claire sedang tinggal di kediaman Alexandre ini.
" Sepertinya, anak itu akan membuat masalah,," Gumam Gladys sambil melangkahkan kakinya cepat menuju ke kamarnya Claire.
" Karena, jika aku tidak bisa menahannya dan membujuknya lagi, maka, semua rahasia yang telah kulakukan selama ini pasti akan terbongkar jika dia tidak lagi mempercayai ucapan dariku,," Ucap Gladys lagi yang merasa khawatir melihat kelakuan Claire yang telah marah padanya itu.
Sambil melangkah dengan cepat untuk menuju ke kamarnya Claire. Saat ini Claire sendiri sudah lama berada di kamarnya sambil melangkah mondar-mandir memikirkan sesuatu hal yang segera harus dilakukannya itu.
" Aku harus bagaimana ?" Ucap Claire yang merasa bingung untuk melakukan sesuatu.
" Apa aku harus pergi dari sini dan tinggal di apartemen keluargaku peninggalan orang tuaku,," Gumam Claire yang terpikirkan dengan tempat tinggal orang tuanya itu.
" Heemm tapi, Apartemen itu kumuh sekali, masa aku harus tinggal disana,," Gerutu Claire yang mengingatkan apartemen peninggalan orang tuanya itu begitu kumuh sekali.
" Apa aku harus menghubungi Martin supaya aku bisa bekerja sama dengannya dalam menuntaskan rencanaku itu terhadap Zoya." Bilang Claire yang teringat akan Martin saat dirinya sedang terjepit ini.
" Yah, aku harus segera menghubungi dirinya,," Ucap Claire sambil mengeluarkan ponselnya untuk segera menghubungi Martin.
Saat Claire sedang menghubungi Martin di dalam kamarnya ini, tidak terasa Gladys yang sedang mengejar dirinya itu ke dalam tempat kamarnya. Dan, dengan pikiran pintarnya Claire sengaja mengunci pintu kamarnya agar Auntynya itu tidak bisa masuk ke dalam kamarnya.
" Oh God, kenapa dikunci,," Gumam Gladys saat membuka pintu kamarnya Claire yang dikunci dari dalam.
" Heemm, sepertinya Claire masih berada di dalam dan tidak pergi untuk meninggalkan aku,," Ucap Gladys sedikit tersenyum karena merasa bahwa Claire tidak pergi meninggalkannya.
Dan, ketika Gladys ingin membuka pintu kamarnya Claire, Gladys cukup tercengang ketika melihat pintu kamar Claire yang terkunci tidak seperti biasanya.
" Hah!! kenapa dikunci,," Seru Gladys saat membuka pintu kamarnya Claire yang terkunci.
Dan, Gladys sendiri merasa bahwa Claire saat ini memang sudah tidak mempercayai dirinya lagi. Gladys sendiri hanya merasa bahwa Claire sepertinya hanya merajuk padanya dan tidak akan berani untuk melakukan suatu tindakan lain seperti meninggalkan kediaman Alexandre ini.
" Heemm, apa mungkin Claire memang benar marah padaku,," Gumam Gladys yang merasa pasti bahwa Claire kesal padanya.
" Heemm, aku harus cepat menghubungi Martin, supaya dari luar Martin bisa membantuku,," Bilang Claire sambil meraih ponselnya di atas meja riasnya.
Setelah mendapatkan ponselnya, dengan segera Claire mencari nomor ponsel Martin dan langsung saja menghubunginya. Tidak menunggu waktu lama, walaupun Martin terlihat kesal juga pada sikap Claire yang dahulunya mencoba untuk menyelidiki tentang dirinya itu dengan segera Martin menerima panggilan telepon yang dilakukan oleh Claire.
" Ya, Claire ada apa ?" Tanya Martin saat mengangkat teleponnya.
" Hah! Martin akhirnya kau mengangkat telepon ku,," Ucap Claire dengan tersenyum.
" Heemm, memangnya ada apa ?" Tanya Martin serius.
" Aku membutuhkan bantuan darimu,," Jawab Claire dengan singkat.
" Ya, katakan saja, aku akan membantumu kalau aku bisa Claire,," Bilang Martin yang membuat Claire langsung berseru senang.
" Aaakkkhh benarkah, terima kasih kakak sepupuku sayang,," Seru Claire sambil melompat gembira.
" Heemm, ya sudah katakan saja,," Ucap Martin yang meminta Claire untuk segera menyatakan bantuannya itu.
" Sebelum aku meminta bantuan darimu, aku ingin tahu dimana keberadaanmu saat ini ?" Tanya Claire yang ingin tahu dimana keberadaan Martin.
" Kenapa kau mau tahu dimana keberadaanku ?" Tanya Martin balik pada Claire.
" Ya, karena aku ingin tinggal bersama denganmu, Martin,," Ucap Claire jujur.
" What, kau mau tinggal bersama denganku,," Seru Martin kaget ketika mendengar ucapan Claire yang menyatakan bahwa ia ingin tinggal bersama dengannya.
" Iya memangnya kenapa tidak bisa ?" Tanya Claire lagi dengan wajah cemberutnya.
" Bisa, tapi bukannya kau sudah nyaman tinggal di kediaman Alexandre,," Ungkap Martin yang menanyakan kenyamanan Claire saat tinggal di istana Alexandre.
" Heh!! kau tidak tahu apa hah ?" Umpat Claire kesal pada Martin yang masih menanyakan kenyamanannya saat tinggal di kediaman Alexandre.
Betapa kesalnya Claire ketika mendengarkan pertanyaan Martin yang menanyakan kenyamanannya saat tinggal di kediaman Alexandre. Tentunya akan dijawab oleh Claire pastilah sangat nyaman, disaat Alberto mengusirnya saja Claire tidak mau pergi dari tempat itu, serta penekanan ancaman dari Axeloe saja membuat Claire tidak goyah untuk pergi dari tempat itu. Hanya karena, perseteruan yang terjadi di antara dirinya dan juga Gladys, oleh sebab itu Claire merasa percuma jika ia masih tetap tinggal di tempat ini.
" Heh!! kalau ditanya aku nyaman atau tidak tinggal disini, ya pasti nyaman,," Gumam Claire dengan wajah cemberutnya.
" Siapa juga yang merasa tidak nyaman tinggal di istana seperti ini, hanya orang bodoh yang tidak mau tinggal di tempat ini,," Gerutu Claire lagi dengan suara kecilnya sambil menjauhkan ponsel dari mulutnya itu.
Setelah selesai bergerutu sendiri di dalam kamarnya itu, Claire segera mendekati ponselnya kembali dengan mulut dan telinganya. Karena, Claire juga bisa mendengarkan suara jawaban dari Martin.
" Tidak tahu Claire, memangnya ada apa ?" Tanya Martin lagi yang terdengar begitu penasaran.
" Heemm, sepertinya Martin memang belum mengetahui apa kalau aku dan Aunty baru bertengkar hari ini,," Ucap Claire dalam hatinya sambil memikirkan suatu kejadian yang barusan terjadi.
" Oh iya itu baru terjadi hari ini, bodoh, dasar bodoh,," Umpat Claire sendiri sambil memukul lembut kepalanya sendiri.
" Eemmm tidak mungkin aku mengatakan pada Martin, bahwa aku ingin kabur karena, aku bertengkar omongan pada Aunty Gladys." Ucap Claire sendiri yang masih memikirkan alasannya untuk keluar dari kediaman Alexandre ini.
Tidak mungkin Claire menjawab pertanyaan dari Martin menyatakan bahwa dirinya baru saja bertengkar omongan pada Gladys. Lalu, dengan segera Claire mencari alasan lain untuk bisa mengelak kejadian yang pernah terjadi pada dirinya dan juga Auntynya itu.
" Heemmm, Axeloe sudah kembali Martin,," Jawab Claire dengan mencari alasan lain.
" Apa ?" Seru Martin yang terdengar kaget ketika Claire menyatakan bahwa Axeloe telah kembali.
" Axeloe kembali,," Gumam Martin yang juga kaget mendengar ucapan dari Claire.
" Iya betul sekali, oleh sebab itu aku mau keluar dari kediaman ini dan melakukan rencana saat tinggal bersama denganmu,," Ucap Claire yang akhirnya bisa membuat sebuah alasan terbaik.
" Oh seperti itu, baiklah kalau begitu kau bisa untuk tinggal bersama denganku,," Bilang Martin yang menerima begitu saja alasan Claire padanya.
" Thank you Kakak sepupuku yang baik,," Seru Claire dengan wajah cerianya.
Lalu, Claire kembali teringat bahwa Martin belum memberitahukan dirinya saat ini Martin tinggal di kediaman mana.
" Tapi Martin kau sama sekali belum memberitahuku dimana keberadaanmu,," Bilang Claire penasaran dengan tempat tinggal Martin.
" Apakah kau tinggal di kediaman Luther atau kau tinggal di kediaman Aunty Gladys yang lama ?" Tanya Claire yang sengaja memberikan sebuah jawaban untuk Martin.
" Aku sama sekali tidak tinggal di tempat keduanya,," Jawab Martin dengan santai.
" Apa ? jadi kau saat ini tinggal dimana ?" Tanya Claire lagi penasaran.
" Ketika kau keluar dari kediaman Alexandre aku langsung menjemputmu di luar gerbang daerah kawasan Alexandre oke,," Gumam Martin kepada Claire.
" Oh begitu, oke aku segera bersiap-siap,," Jawab Claire sambil tersenyum dan mengangguk.
" Tapi kau harus berjanji bahwa kau harus menjemputku ketika aku sudah berada di luar lokasi kediaman Alexandre ini,," Bilang Claire yang meminta ungkapan pasti dari Martin.
" Ya, aku berjanji, aku akan segera kesana, sekarang juga,," Jawab Martin terakhir yang membuat Claire tersenyum senang.
" Bagus, aku akan bersiap-siap,," Gumam Claire tersenyum.
Setelah mendapatkan kepastian dalam hal tempat tinggalnya di luar dengan segera Claire merapikan semua pakaiannya untuk dimasukkan ke dalam kopernya itu. Sambil tersenyum senang dan perasaan yang lega barulah Claire bisa mengepak semua barang-barang berharga miliknya ke dalam tasnya. Sementara itu Gladys di luar masih saja menggedor pintu kamar Claire, karena, sejak tadi ponsel Claire tidak bisa tersambung saat ia sedang meneleponnya.
" Iiihhhh kenapa nomor ponsel Claire susah sekali dihubungi,," Gumam Gladys yang berulang kali menelepon Claire.
" Coba sekali lagi,," Ucap Gladys yang mencoba menelepon ulang nomor ponsel Claire.
" Tidak bisa juga,," Gumam Gladys kesal.
" Baik aku akan menggedor pintu kamarnya, pasti dia masih berada di dalam kamar ini,," Ucap Gladys yang langsung saja menggedor pintu kamarnya Claire.
" Claire, Claire, Claire,," Panggil Gladys dari luar sambil menggedor pintu kamar Claire.
Betapa terkejutnya Claire ketika mendengarkan suara dari Gladys yang sedang memanggil namanya dan juga menggedor pintu kamarnya.
" Oh My God,, ternyata dia masih saja mengejarku hanya untuk merayuku kembali," Umpat Claire geram ketika mendengar gedoran dari pintu kamarnya.
" Heh!! aku sudah bodoh selama ini dikhianati oleh Aunty sendiri, lebih baik aku tinggalkan saja dia sendiri di tempat ini, daripada aku menjadi korbannya hanya untuk mendapatkan keinginannya sendiri, dasar Aunty tidak memiliki perasaan,," Umpat Claire yang merasa begitu kesal pada Gladys.
Memang Claire begitu kesal pada kelakuan Auntynya itu, karena, dengan sengaja Auntynya itu memperalat dirinya hanya untuk mendapatkan sebuah keuntungan besar. Dan, sebagai seorang keponakan tentu saja Claire tidak mau kalau dijadikan sebagai bahan percobaan dari Auntynya itu. Dan, di dalam pikiran Claire sendiri merasa bahwa ia begitu kecewa dengan tindakan yang dilakukan oleh Auntynya. Lebih baik ia sendiri harus melakukan sebuah rencana lain untuk mendapatkan Alberto dibandingkan harus bekerja sama dengan Gladys dan ujung-ujungnya malah semakin rumit hingga ia harus kehilangan muka lagi untuk mendapatkan Alberto.
" Heh! biarkan saja nanti dia lelah sendiri,," Gumam Claire sambil tersenyum senang dan kembali mengepak barangnya.
" Heemm, mungkin Claire masih marah denganku, lebih baik aku bujuk dia, ketika perasaannya sudah senang kembali,," Gumam Gladys sambil melangkahkan kakinya pergi dari depan kamarnya Claire.
Saat ini Gladys cukup kelelahan untuk bisa membuat Claire keluar dari kamarnya itu, hingga akhirnya Gladys sendiri menyerah dan melangkahkan kakinya pergi dari tempatnya Claire. Sementara itu, Claire sendiri tertawa senang ketika melihat wajah Gladys yang merasa kecewa karena, tidak bisa melakukan rencananya itu lagi saat bersama Claire.
" Bye Aunty,," Gumam Claire tersenyum senang saat melihat Gladys pergi dari tempatnya itu.
" Heemm sepertinya Aunty sudah pergi jauh dari kamar ini, bagus lebih baik aku segera pergi dari tempat ini, supaya Aunty tidak menyadari bahwa aku telah pergi,," Ucap Claire perlahan membuka pintu kamarnya.
Tidak lupa untuk mendapatkan kesempatan yang baik dengan segera Claire keluar dari kamarnya ketika melihat Gladys yang sudah lama pergi dari depan kamarnya itu. Dengan membawa semua barang-barangnya itu Claire segera berjalan menuju ke arah parkiran mobilnya sendiri.
Ketika Claire sedang sibuk memasukkan semua barang-barangnya di dalam bagasi mobilnya itu, Krystal yang baru saja keluar dari kamarnya dan juga sedang membawa koper itu merasa heran dengan kelakuan Claire yang mencurigakan.
" Itu Claire, apa yang sedang dilakukannya ?" Tanya Krystal penasaran saat melihat Claire sedang memasukkan semua tas ke dalam mobilnya.
" Apakah dia mau kabur dari rumah Daddy ini atau dia memang sudah terusir dari tempat ini ?" Tanya Krystal penasaran sambil tersenyum melihat tingkah Claire yang sedang merapikan barangnya itu.
" Heh!? paling wanita itu sudah menyadari bahwa dia tidak pantas untuk tinggal disini," Gumam Krystal lagi dan langsung melangkahkan kakinya menuju ke arah luar rumah.
Saat Krystal sedang melangkahkan kakinya untuk menuju ke arah luar kediamannya itu, seketika Krystal menghentikan langkahnya dan teringat akan sesuatu hal.
" Tapi, tunggu dulu, sepertinya cukup bagus juga jika Krystal memberitahukan tindakan Claire yang ingin kabur dari rumah ini pada Uncle Axeloe, hihihihihihi,," Gumam Krystal tertawa kecil dan langsung menghubungi Axeloe.
" Supaya Uncle Axeloe bisa memberikan dia sebuah pelajaran, jika mau kabur dari tempat ini, Claire tidak akan bisa membawa semua aset pribadi dari kediaman ini, hihihihihihi,," Ucap Krystal lagi dengan kelakuan jahilnya.
Dengan segera Krystal langsung saja mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Axeloe, karena, Krystal memang suka sekali mengganggu Claire semenjak Claire sendiri sudah menahan dirinya untuk tetap membela keputusan Claire dalam mendapatkan perhatian Alberto kembali.
****