
Benar sekali yang dikatakan oleh Vena bahwa perasaan sayang serta perasaan cinta yang ditunjukkan oleh Alberto kepada Ziya memang terlihat begitu jelas bagi semua orang yang berada di dalam kediaman ini. Dan bukan hanya diketahui oleh semua orang di dalam kediaman ini saja melainkan semua publik bahkan sudah tahu bagaimana cara Alberto menyayangi istrinya itu.
" Heemmm, kau pandai sekali Vena dalam menilai perasaan seseorang,," Ucap Ziya sembari mengulum senyumnya yang sangat menawan.
" Tentu saja saya tahu Nyonya, bisa dilihat dengan jelas bahwa perlakuan Tuan Alberto yang sangat mengkhususkan diri Nyonya itu sudah cukup untuk meyakinkan kami semua sebagai saksi di dalam kediaman ini, bahwa memang benar Tuan Alberto sungguh mencintai serta menyayangi Nyonya,," Sambung Vena lagi memberikan sebuah jawaban yang jelas sekali terdengar bahwa saat ini Vena sedang memuji rasa cinta dan juga rasa sayang yang dimiliki oleh Tuan Besarnya itu kepada majikannya ini.
" Ya, ya, aku percaya Vena, jika kamu merasa bahwa perlakuan Alberto padaku itu memang benar jika dirinya menyayangi dan mencintaiku, pastinya aku sungguh merasa bahagia saat ini,," Jawab Ziya sambil tersenyum merekah.
" Aku memang sangat bahagia dan mempercayai pendapat darimu, Vena, tapi, perasaan ini masih ada yang mengganjal,," Gumam Ziya dalam hatinya yang masih tersenyum kepada Vena.
Karena, memang benar apa yang telah disampaikan oleh Vena itu. Bahwa saat ini Alberto memang menyayangi Ziya, namun, hati Ziya saat ini masih terasa berat akan adanya masalah yang sudah cukup lama mengganjal hatinya itu. Sebenarnya, Ziya ingin sekali menyampaikan maksud dari hatinya kepada Alberto, tapi, kenapa setiap kali Ziya ingin menyampaikan niat hatinya itu selalu saja tidak bisa terungkapkan sedikitpun.
" Kenapa aku masih merasa takut untuk meminta Alberto memaafkan perlakuan dari Zoya dan juga Paman Erwin,," Ungkap Ziya yang selama ini mendesak perasaannya hingga membuatnya selalu terpikirkan akan keselamatan kembarannya itu serta keluarganya sendiri.
Oleh sebab itu, permasalahan yang tengah mengganjal hatinya itu membuat Ziya selalu merasa tidak nyaman, walaupun ia sudah merasa bahagia dan tenang ketika tinggal dan menetap di dalam kediaman Alexandre. Tanpa harus adanya rasa takut lagi akan identitas dirinya itu. Karena, Tuan Besar dari semua penghuni yang ada di dalam kediaman ini sudah mengetahui dirinya yang sebenarnya.
Tapi, masih saja membuat Ziya merasa takut dan belum yakin untuk menyampaikannya langsung kepada Alberto. Saat ini pikiran Ziya kembali berkecamuk akan perasaan yang telah lama mengganjal hatinya. Namun, tiba-tiba Ziya tersadar karena, tidak sengaja ditanya oleh Vena mengenai dirinya yang tidak sadarkan diri.
" Maaf Nyonya, saya boleh bertanya ?" Tanya Vena yang seketika membuyarkan lamunan Ziya sesaat.
" Iya ada apa Vena ?" Tanya Ziya balik pada Vena seolah tidak terlihat bahwa ia sedikit kaget akan suara Vena yang menanyainya itu.
Seketika pikiran Ziya membuyar karena, mendengar suara Vena yang tengah menanyainya sesuatu, jadi, Ziya seolah tidak memikirkan apapun kecuali hanya mendengar pertanyaan dari Vena saja.
****