
Sambil menggendong Demi Ziya melangkahkan kakinya menuju ke arah taman yang ditunjukkan oleh Demian kepadanya. Taman ini begitu indah dan asri, sehingga Demian lebih memilih tempat ini untuk dirinya bermain.
Ziya sungguh bahagia bisa bermain bersama keponakan lucunya ini. Berapa bahagianya Ziya apabila dirinya yang telah melahirkan Demian saat ini.
Pastinya dirinya sekarang sudah memiliki seorang putra yang sangat cerdas seperti Demian. Ziya selalu menciumi pipi Demian karena terlalu gemas pada wajah lucu Demian.
Ziya yang merasa bahagia saat bersama Demian di sebuah taman yang ada di area kediaman istana Alexandre. Tertawa bersama sambil menyuapi makanan untuk Demian.
" Mommy mau es klim,," Ucap Demian yang manja kepada Ziya.
" Demi mau es krim,," Tanya Ziya yang menyambut Demian ke pangkuannya.
" He'em,, yang banyak,," Ucap Demian sambil membentangkan tangannya saat menyebut kata banyak.
" Hehe, mau rasa apa sayang,," Tanya Ziya lembut sambil mengecup pipi Demian.
" Mau coklat, vanilla sama stlobeli,," Jawab Demi yang selalu tidak bisa menyebutkan huruf R.
" Hehe iya sayang,, sebentar ya, Mommy bilang sama pelayan untuk ambil es krim Demi,," Bilang Ziya lembut pada Demi.
" He'eh,," Ucap Demian yang mengangguk.
Saat itu Ziya langsung meminta Vena untuk menyuruh pengasuh Demian untuk mengambil es krim di dapur seperti yang disebutkan oleh Demian.
" Vena, bilang sama Baby sitter nya Demian, tolong ambilkan es krim rasa vanilla, cokelat dan stroberi." Ucap Ziya yang menyebutkan varian rasa es krim Demian suka.
" Baik Nyonya,," Jawab Vena mengangguk.
Vena pun melangkahkan kakinya menuju ke arah tempat pengasuh Demian yang sedang mengumpulkan mainan Demian di taman.
Ziya melihat bahwa Vena sedang berbicara dengan pengasuh Demian saat ini.
" Demi mau apalagi,," Tanya Ziya yang begitu lembut pada Demian.
" Demi maunya disuapin oleh Mommy,," Bilang Demi manja.
" Baik Mommy akan suapin,," Ucap Ziya yang mengangguk membuat Demian sangat senang.
" Holeee,, Mommy mau suapi Demi,, Thanks Mom,," Ucap Demi yang bergembira sambil menciumi pipi Ziya hingga basah.
Ziya sangat suka sekali apabila dicium oleh Demian seperti ini. Sangat terasa sekali kehangatan yang terjadi di antara mereka berdua.
Tak lama kemudian pengasuh Demian membawa tiga mangkuk es krim yang masih ditutup dan bersegel ke taman. Demi tersenyum dan teriak gembira saat pengasuhnya memberikan es krim kepada Ziya.
" Holeee,, es klim nya datang,," Bilang Demian yang bersorak gembira.
" Ini Nyonya,," Ucap Baby Sitter Demian.
" Terima kasih,," Jawab Ziya yang menerima es krim pesanan Demian.
Ziya pun langsung membuka penutup dan segel dari mangkuk es krim tersebut. Dan membuat Demi sangat ingin langsung menyantap es krim yang ada di depannya ini.
" Aaakk,, Mom," Bilang Demi yang membuka mulutnya di depan Ziya.
" Hahaha,, sabar sayang,," Ucap Ziya yang tertawa kecil melihat Demian yang tidak sabaran ingin segera menyantap habis es krim yang ada di tangannya.
Setelah selesai membuka es krim, Ziya langsung meminta Demian untuk membuka mulutnya.
" Aaakk,, Sayang,," Ucap Ziya yang mulutnya juga menganga.
Mulut Demian sangat besar sekali terbuka, sehingga membuat sendokan es krim yang begitu banyak, semuanya masuk dan dilahap ke dalam mulut Demian.
Membuat Ziya tertawa atas tingkah laku putranya ini.
" Eeemmm,,, Delicious,," Ucap Demi sambil mengecap es krimnya.
" Hahahhah,, kamu lucu sekali sayang,, jadi gemes Mommy,," Ucap Ziya yang mencubit lembut pipi Demian.
" Lagi Mom,," Bilang Demian manja yang meminta es krimnya lagi.
" Yes, My Son,," Ucap Ziya mengangguk dan menyendokkan lebih banyak lagi es krim yang berada di tangannya.
Mulut Demian pastinya terbuka sangat lebar.
Keceriaan Demian dan Ziya saat ini membuat siapapun yang melihatnya akan merasa senang dan merasa iri.
Ya, secara tidak langsung sangat tidak benar sekali seorang Zoya akan tertawa ceria bersama anaknya di sebuah taman seperti ini.
Ada beberapa orang yang menatap perilaku Ziya saat ini dengan curiga. Dan ada juga yang menatap perilaku Ziya saat ini dengan penuh tanda tanya.
Tapi entahlah, itu semua tidak berlaku bagi Ziya. Karena, bagi Ziya saat ini adalah bisa membahagiakan keponakannya yang ditinggal oleh saudara kembarnya pun dia cukup merasa lega dan senang.
Saat Ziya sedang tertawa terbahak-bahak bersama Demian saat ini, membuat Alberto yang sedang berada di ruang atas bisa melihat keadaan di taman sekarang.
Sungguh pemandangan yang indah bagi Alberto yang melihat Demian putranya bermanja dan bermain bersama Ziya seperti saat ini. Lalu, Alberto pun mendapat telepon bahwa ada masalah yang perlu dibahas di kantornya, membuat dirinya sendiri tidak bisa lagi fokus atas pemandangan yang ia lihat saat ini.
Alberto saat itu menerima telepon dari asisten kantor perusahaannya.
" Halo, Tuan,," Bunyi suara asisten pribadi Alberto di dalam teleponnya.
" Halo,," Ucap Alberto yang menerima telepon.
" Tuan, masalahnya sudah diketahui, sekarang Tuan bisa ke kantor untuk membahasnya,," Ucap suara asisten Alberto di dalam ponselnya.
" Ya, aku akan segera ke kantor,," Bilang Alberto serius, seperti biasanya.
Lalu, Alberto menelepon asisten pribadinya dengan menggunakan bluetooth earphone yang ia pasang di telinganya.
" Siapkan mobil, aku akan segera ke kantor,," Bilang Alberto yang memerintahkan kepada asisten pribadinya.
" Baik Tuan,," Ucap asisten Alberto yang selalu siaga atas perintah Alberto saat ini.
Alberto pun melihat lagi apa yang sedang dilakukan oleh putra kesayangannya dengan istri palsunya saat itu.
Lalu, Alberto keluar dari ruangan kerjanya melangkahkan kaki menuju lantai bawah dan segera keluar dari rumah.
Sesaat Alberto ingin melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu utama, Claire yang melihat Alberto sangat tergesa-gesa melangkahkan kakinya itu.
Ikut melangkah mengejar Alberto saat ini.
" Albert,, kau mau kemana ?" Tanya Claire.
" Bukan urusanmu dan bukan urusan kantor,," Jawab Alberto tegas karena Alberto sangat enggan sekali mengajak Claire yang bukan urusan kantor saat ini.
" Ooohhh,, baiklah,," Jawab Claire singkat.
" Tunggu, apakah wanita ja-lang itu ikut,," Ucap Claire yang membuat Alberto menghentikan langkah kakinya.
Alberto menoleh sesaat lalu menatap tajam pada wajah Claire saat ini. Tentu saja bagi Claire tatapan itu sangatlah membunuh sehingga membuat dirinya bungkam dan tidak bisa bicara sepatah katapun.
Setelah, memberi sebuah peringatan kepada Claire. Alberto langsung keluar dari pintu dan melewati taman yang dimana taman tersebut ada Ziya dan Demian yang sedang bermain.
Karena, Alberto sekilas melihat Demian saat bermain dengan Ziya, membuatnya penuh semangat untuk melakukan hal baik.
Demian yang secara tidak sengaja melihat Alberto pergi langsung berlari mengejar arah langkah kaki Alberto dan berteriak memanggil Alberto.
" Daddy," Ucap Demian yang melihat Alberto.
Ziya pun menoleh dan melihat bahwa benar Alberto yang baru saja pulang, sekarang pergi lagi tanpa membawa Claire di sampingnya.
" Daddy,,," Teriak Demian dan langsung berlari menuju ke arah Alberto.
" Sayang, jangan berlari nanti jatuh,," Bilang Ziya yang sama sekali tidak didengar oleh Demian.
Demian masih saja berlari menuju arah tempat Alberto. Alberto tersenyum melihat Demian yang berlari ke arah dirinya. Sedangkan, Ziya cemberut melihat Alberto yang tidak langsung melangkahkan kaki mendekati mereka.
" Heh!! Daddy nya punya kaki yang jenjang, kenapa tidak kesini,, malah membiarkan Demian yang kecil berlari ke arahnya." Umpat Ziya kesal melihat Alberto yang merentangkan tangan menyambut Demian.
Saat itu, memang sangat benar sekali, posisinya cukup jauh bagi Demian untuk berlari menuju ke arah Alberto. Ziya pun langsung mengikuti Demian yang berlari menuju Alberto di tempat yang cukup jauh itu.
****