Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 3 Agustus



Claire telah berpikir bahwa dari penglihatan dan juga pengamatannya itu Nichole bukanlah orang-orang yang bekerja di dalam dunia mafia seperti Alberto dan juga Aunty-nya melainkan hanya seorang pebisnis biasa yang memiliki banyak saingan sehingga dengan beraninya pesaingnya itu ingin mencari tahu informasi tentang perusahaan Nichole sendiri melalui Martin.


" Dan terlihat sepertinya dia hanyalah seorang pebisnis biasa dengan usahanya tidak berhubungan dengan dunia mafia,," Ucap Claire terakhir ketika merasakan Nichole bukanlah dari dunia mafia.


" Heehh lebih baik aku tidur dulu,," Ungkap Claire dengan tubuhnya yang baru saja ia rebahkan di atas tempat tidur.


" Karena, sedari tadi otakku ini sudah banyak dipenuhi dengan masalah-masalah yang kacau dan juga rumit,," Umpat Claire sambil memegang kepalanya dengan kedua tangannya itu.


" Setelah bangun dari tidurku ini barulah aku memikirkan bagaimana caranya agar aku bisa mencari tahu siapa sebenarnya orang yang telah berani mengirimkan mata-mata ke tempat ini," Sambung Claire lagi sambil memejamkan matanya.


Claire merasa cukup puas dengan kepenatan yang ia rasakan hari ini karena, di pagi harinya Claire bertemu langsung dengan Axeloe dan saat itu wajah Axeloe begitu membuatnya merasa sangat ketakutan. Yang kedua di siang harinya ia mengetahui Aunty kesayangannya yang selama ini ia percaya yaitu Gladys telah membuka rahasia besarnya bahwa ia selama ini hanyalah umpan yang digunakan oleh Aunty-nya.


Ketiga disaat ia memutuskan untuk keluar dari kediaman Alexandre karena sudah mendapatkan sebuah rasa ketidakadilan terhadap dirinya dari Aunty-nya sendiri itu dengan sengaja Axeloe kembali mengganggu kegiatannya yang sedang kabur dari rumah megah milik Albert sembari membawa semua barang-barang berharga miliknya namun, disaat kendaraannya sudah sampai di depan gerbang dengan sengaja Axeloe memerintahkan anak buahnya untuk mencegah Claire agar tidak bisa membawa semua barang berharga miliknya.


Dan yang keempat karena sudah dicegah oleh Axeloe saat ia ingin membawa keluar semua barang-barangnya itu tiba-tiba muncullah seorang anak gadis yang memang selama ini adalah musuh di dsl selimut baginya yaitu Krystal yang dengan sengaja telah mengejeknya saat ia sedang keluar dari kediaman Alberto tanpa membawa apa-apa dari kediaman itu.


" Hooaaammm !!" Suara yang baru saja keluar dari mulutnya Claire.


" Lebih baik aku tidur dulu, karena sudah begitu banyak masalah yang aku hadapi hari ini," Ucap Claire sambil memejamkan matanya.


Oleh sebab itu, karena, merasa cukup penat dengan masalah yang ia hadapi sedari pagi hingga sore ini saat ia datang ke tempatnya Martin yaitu kediamannya Nichole. Akhirnya Claire bisa untuk beristirahat sejenak dan melepaskan rasa penat dalam tubuhnya serta yang paling utama adalah kepenatan yang terjadi pada pikirannya.


Sementara itu disisi lain di dalam perjalanan yang tengah Zavier lakukan yaitu dari Australia dan ingin kembali ke negaranya yaitu Perancis. Terlihat saat ini Zoya tengah berada di dalam sebuah kamar yang cukup luas, meskipun Zoya saat ini adalah seorang tahanan yang memang sengaja ditahan oleh Alberto.


Tapi, Ziya sama sekali tidak mendapatkan hal-hal buruk dari rombongan anggota anak buahnya Zavier. Dengan sengaja Zavier menggunakan kapal pribadi milik perusahaan Alberto sebagai kendaraan mereka untuk kembali ke negaranya yaitu Perancis. Di dalam kamar di atas kapal pesiar mewah milik Alberto ini Zoya sudah hapal betul dengan seluk-beluk kapalnya.


Tapi, kali ini Zoya tidak bisa lagi memiliki niat untuk kabur dari penahanan yang sedang dilakukan oleh Zavier. Memang sebenarnya Zoya mengenali siapa itu Zavier bagi Alberto, oleh sebab itu, Zoya merasa sedikit aman ketika dirinya berhasil diselamatkan oleh anggota anak buah Zavier dan juga pastinya Will yang selama ini telah membantunya saat ia sedang dikurung oleh klan mafia Roserish.


Disaat itu, Zoya tidak bisa membayangkan bagaimana kehidupannya apabila ia tidak berhasil diselamatkan oleh anggotanya Zavier, serta Will yang juga merupakan anak buahnya Zavier. Namun disaat itu, begitu jelas sekali terlihat bahwa Will bukan hanya sekedar orang kepercayaannya Zavier melainkan orang kepercayaan dari kelompok temannya Alberto.


Hanya saja, begitu terlihat jelas bahwa Will sedang bekerja di bawah kepercayaannya Zavier. Tapi di sisi lain Will bekerja dengan tulus atas kepercayaan seseorang pada dirinya. Oleh sebab itu, disaat Zoya berada di dalam ruang penahanan tepatnya di sebuah gedung yaitu markas besar milik klan mafia Roserish, Zoya merasa terlindungi karena adanya Will yang lebih dahulu membantu dan melindungi Zoya.


Di ata kapal tepatnya di dalam kamarnya itu Zoya tidak diperbolehkan oleh anggota anak buahnya Zavier keluar dari tempatnya. Karena, semua anggota anak buah Zavier ini sudah tahu dan paham bagaimana sikap dan juga sifat yang dimiliki oleh Zoya. Bahwa Zoya bisa saja kabur dari tangannya Zavier jika Zoya ingin melakukannya.


Hanya saja saat ini Zoya tidak ingin melakukan hal itu yaitu kabur dari tangannya Zavier karena, ia tengah dirundung kesedihan yang begitu mendalam ketika ia mengalami sendiri bagaimana kepergian Jimmy di depan matanya yang begitu membuatnya merasa bersalah.


Jelas saja Zoya merasa bersalah dengan kepergian Jimmy yang begitu menyedihkan itu, karena, Jimmy adalah orang yang baik yang tidak tahu apa-apa mengenai kesalahan Zoya terhadap Alberto. Tapi kenapa harus Jimmy yang menjadi korban kesalahannya itu, padahal selama ini Jimmy tidak pernah melakukan hal-hal yang buruk kepada Zoya. Jimmy selalu membuat hari-hari Zoya terasa begitu bahagia dan juga terasa begitu dicintai, oleh sebab itu Zoya merasa begitu bersalah atas dirinya selama ini pada Jimmy.


Sudah jelas sekali disaat terakhir perpisahan yang terjadi di antara Jimmy dan Zoya tepatnya di dalam ruangan penahanan markas besar milik klan mafia Roserish. Jimmy pernah bertanya apakah selama ini Zoya mencintainya dengan tulus dan demi pernyataan terakhir Zoya kepada Jimmy tentu saja Zoya langsung menjawab bahwa ia selama ini memang tidak mencintai Jimmy.


Hanya saja selama ini Zoya begitu menghormati kebaikan dan ketulusan Jimmy padanya. Meskipun Jimmy juga sadar bahwa apapun yang tengah mereka lakukan disaat mereka sedang berduaan itu hanyalah ilusi belaka yang sengaja dilakukan oleh Zoya. Tapi, meskipun itu hanyalah ilusi biasa Jimmy tetap menerima perlakuan Zoya padanya dengan begitu lapang dada.


Oleh sebab itu betapa sakitnya hati Zoya saat ini ketika mengingat kembali perlakuan dan juga sikap yang ia berikan pada Jimmy. Sudah jelas sekali Jimmy begitu menyayangi dan juga mencintainya tapi sayangnya Zoya tidak pernah sekalipun membalas Cinta dan sayang Jimmy dengan setulus hati.


Dan disaat Jimmy sudah pergi barulah Zoya bisa merasakan betapa sakitnya disaat ia kehilangan Jimmy dalam hidupnya. Karena, selama ini tidak ada laki-laki lain yang begitu besar rasa cinta dan juga rasa sayangnya terhadap Zoya. Dan selama ini juga laki-laki lain itu hanya menginginkan Zoya agar bisa mendapatkan tubuh dan juga paras cantiknya itu.


Sungguh berbeda dengan Jimmy yang begitu tulus serta besarnya cinta yang ia miliki dan ia tumpahkan semuanya pada seorang wanita yaitu hanya pada Zoya. Serta Zoya juga sudah tahu bahwa selama hidup Jimmy, Jimmy tidak memiliki seorang wanita yang bisa mengulik perasaannya kecuali Zoya seseorang, tapi, kenapa dengan sikap dan perilaku keras kepala Zoya.


Zoya sama sekali tidak pernah menganggap Jimmy itu ada untuknya, hanya karena, Zoya sudah memiliki seorang laki-laki dalam hatinya yang selama ini Zoya sendiri tidak tahu laki-laki itu siapa ?


Dan bodohnya lagi setelah kepergian Jimmy yang terjadi tepatnya di hadapan Zoya barulah Zoya merasakan kehilangan yang begitu pahit dalam kehidupannya. Karena, Zoya juga tidak bisa lagi bertemu dengan orang yang memiliki sikap dan juga sifat baik serta tulus padanya seperti Jimmy, tidak ada lagi orang yang bisa memberikan kehangatan serta kebahagiaan seperti Jimmy. Karena, saat ini Jimmy sudah pergi selama-lamanya dari kehidupan yang selalu terasa sepi dalam diri Zoya.


Karena, merasa tidak ada lagi sosok pria yang selalu melindungi dirinya dan juga memberikan kebahagiaan padanya itu sambil menguraikan air matanya yang telah menyesali atas sikapnya itu dengan spontan Zoya berteriak di dalam kamarnya sehingga suara teriakan yang keluar dari mulutnya bisa di dengar oleh Zavier yang saat ini sedang berada di atas kamarnya Zoya tepatnya di bagian atas kapal.


" Aaarrrgghhhh,," Suara teriakan yang dilakukan oleh Zoya di dalam kamarnya ketika mengenang kembali sikap Jimmy padanya.


" Kenapa kau tega meninggalkan aku sendiri seperti ini, Jim,," Ucap Zoya lagi merasa menyesal karena sudah melibatkan Jimmy dalam masalah kehidupannya.


" Aku takut Jim,," Sambung Zoya sambil menangis tersedu-sedu.


Sementara itu di atas kamarnya Zoya yaitu bagian atas kapal, saat ini Zavier sedang duduk santai sambil menelepon Alberto dan memberikan laporan kepada temannya itu mengenai pencapaian misi yang telah berhasil dan sudah ia selesaikan dengan sempurna.


" Aku hanya ingin memberitahukan pada kau Dude, bahwa misiku telah berhasil,," Ucap Zavier sambil tersenyum tipis pada Alberto yang sedang ia hubungi melalui teleponnya itu.


" Heemmm, bagus jika itu laporan dari kau Zavier,," Jawab Alberto dengan suaranya yang terdengar begitu jelas dalam ponselnya Zavier.


" Tapi, ingat kau tidak akan lupa bagaimana tahap selanjutnya bukan ?" Tanya Alberto lagi pada Zavier yang suaranya terdengar begitu jelas di ponselnya itu.


" Ya, tentu saja aku tahu, Dude,," Jawab Zavier seolah ia selain ingat akan misi selanjutnya yang telah ditentukan oleh Alberto.


" Bagus," Ucap Alberto singkat.


" Oke Dude, untuk selanjutnya dengan cepat aku akan segera memberikan laporannya,," Ucap Zavier yang terakhir kalinya sebelum ia memutuskan panggilan telepon darinya itu.


Setelah melakukan pembicaraan kepada Alberto melalui panggilan teleponnya tiba-tiba, Zavier dikagetkan dengan suara teriakan dari Zoya yang begitu kencang sekali terdengar, sehingga membuat Zavier dengan segera berlari menuju ke arah bawah untuk mengetahui apa yang sedang terjadi pada Zoya.


" Aaarrrgghhhh,," Suara teriakan yang memang telah dilakukan oleh Zoya terdengar begitu kencang oleh Zavier.


" Suara siapa itu ?" Tanya Zavier pada dirinya sendiri.


" Apakah suara Zoya ?" Tanya Zavier lagi sambil memperhatikan kembali suara teriakan yang sedang terjadi itu.


Ketika mendengarkan suara teriakan yang tengah dilakukan oleh Zoya di dalam kamarnya saat itu juga Zavier yang sedang berada pada bagian atas kapal pesiar itu tengah menelepon Alberto untuk memberitahukan keberadaan serta keadaan mereka. Tapi, setelah Zavier selesai memberikan laporan yang begitu penting mengenai penangkapan Zoya dan telah berhasil itu.


" Apakah itu suara Zoya ?" Tanya Zavier sambil melangkahkan kakinya dengan tergesa-gesa ke arah bawah bagian kapal.


Tentu saja Zavier langsung turun ke bagian bawah dan berlari menuju ke arah kamar dimana Zoya sedang berada saat ini. Karena, Zavier merasa sedikit cemas jika nantinya terjadi apa-apa pada Zoya, sebab Alberto hanya memberikan perintah kepadanya untuk menangkap kembali Zoya dalam keadaan hidup-hidup, bukan dalam keadaan yang buruk.


" Lebih baik aku periksa saja,," Gumam Zavier yang masih saja melangkahkan kakinya secara cepat menuruni tangga kapal dari atas menuju ke area bawah.


Oleh sebab itu rasa cemas bercampur aduk di dalam pikiran Zavier saat ini. Karena, Zavier takut jika nanti Zoya melakukan hal yang tidak-tidak agar ia bisa lepas dari hukuman yang pastinya ia dapatkan dari Alberto suaminya itu.


" Apa yang terjadi ?" Tanya Zavier pada anak buahnya yang sedang menjaga di depan kamarnya Zoya.


" Maaf Tuan Zavier, sepertinya Nyonya Zoya sedang berteriak, tapi kami tidak tahu apa yang sedang terjadi di dalam," Ucap anak buah Zavier yang sedang menjaga kamarnya Zoya itu.


" Berteriak,," Gumam Zavier yang langsung membuka pintu kamarnya Zoya dengan kunci di dalam saku jasnya.


Dan saat ini akhirnya Zavier sudah berada tepat di depan kamarnya Zoya yang sedang berada, lalu, dengan segera Zavier membuka kunci pintu kamarnya Zoya yang memang kuncinya telah diamankan oleh Zavier terlebih dahulu. Karena, Zavier tidak mau jika nantinya terjadi apa-apa pada Zoya seperti Zoya akan menyakiti dirinya sendiri ataupun kabur dari tangannya itu.


Setelah membuka pintu barulah Zavier bisa melihat apa yang sedang terjadi di dalam kamarnya Zoya. Kenapa Zoya bisa berteriak dengan suara yang begitu keras hingga membuat semua orang yang berada di dalam kamar ini mendengar suara teriakannya itu. Dengan sengaja Zavier tidak mengajak semua anak buahnya untuk mengikutinya masuk ke dalam kamarnya Zoya, karena, ia tidak mau terjadi kesalahan sedikitpun.


Oleh sebab itu, Zavier selalu melakukan tindakannya itu sendiri, karena, ia tidak mau dipusingkan dengan adanya beberapa anak buah yang selalu mengikuti dan mengiringinya itu. Serta Zavier dari dulu awal pertama kali ia melakukan visi misi yang telah diperintahkan oleh Alberto ia selalu melakukannya sendiri dan tidak pernah diiringi oleh beberapa bayangan seperti anak buah yang sudah dilatihnya sendiri.


Namun, anak buah yang memang sengaja diberikan pelatihan darinya itu khusus membantunya disaat ia sedang mendapatkan sebuah misi yang besar dan harus dilakukan oleh orang banyak bukan hanya dirinya sendiri. Itulah Zavier seorang ahli detektif yang memiliki pemikiran serta cara yang begitu tepat dalam menyelesaikan misi apapun.


****