Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 13 Agustus



Seketika Zavier merasa lega disaat ia menebak siapa orang yang telah berhasil melakukan tindakan besar seperti ini. Karena, sebenarnya penyelamatan tubuhnya Jimmy tidak ada di dalam rencana mereka oleh sebab itu Zavier merasa bahwa tindakan yang dilakukan oleh Will cukup bagus juga untuk dilakukan. Bahwa sebenarnya Jimmy juga termasuk ke dalam masalah yang telah terjadi di antara Alberto dan Zoya meskipun Alberto tidak menghiraukan siapa itu sebenarnya Jimmy.


" Lebih baik aku segera menghubunginya,," Ucap Zavier yang ingin langsung menghubungi Will asisten pribadinya yang selama ini memang Zavier tempatkan di dalam kelompok mafia Roserish agar bisa mendapatkan informasi apa saja dari kelompok mafia tersebut.


Disaat Zavier ingin mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celananya itu. Untuk sesaat Zavier dihentikan oleh tindakannya sendiri ketika ia ingin menelepon Will asisten pribadinya itu. Karena, ia tidak tahu harus bagaimana yang seharusnya ia lakukan, apakah ia harus menelepon Will ataukah tidak.


Dan akhirnya Zavier mengambil sebuah keputusan untuk tidak menelepon Will karena, ia juga merasa heran kenapa Will tidak memberitahukannya mengenai dimana keberadaan Jimmy saat ia menggeledah semua ruangan markas Roserish. Jika memang benar Will tahu akan keberadaan Jimmy pastinya Will langsung memberitahukan hal ini kepada Zavier.


" Tapi tunggu sebentar,," Ucap Zavier yang menghentikan tindakannya untuk menghubungi Will.


" Jika memang dia yang telah menyimpan tubuhnya Jimmy, pasti saat aku sampai disana dia langsung memberitahuku mengenai keberadaan Jimmy,," Gumam Zavier sambil memikirkan kembali mengenai apa saja laporan yang telah diberikan oleh Will padanya.


Karena saat Zavier telah berhasil masuk ke dalam markas besar milik Roserish saat itu memang terlihat bahwa satu persatu orang sudah dilumpuhkan oleh Will meskipun tidak terlalu banyak dan juga ruang lingkup pelumpuhan yang dilakukan oleh Will tidak terlalu besar. Sehingga membuat Zavier juga cukup mudah untuk masuk ke dalam markas itu.


Dan saat itu juga Will hanya memberikan sebuah laporan kepada Zavier hanya mengenai keberadaan Zoya tidak bersangkutan dengan keberadaan Jimmy yang sekarang posisinya entah kemana. Oleh sebab itu Zavier berpikir jika ia akan bertanya kepada Will mengenai keberadaan Jimmy yang hilang entah dimana tempatnya. Rasanya itu kurang tepat dan kurang bagus jika ditanyakan secara langsung.


Karena memang sudah jelas sekali bahwa di dalam misi yang telah diberikan oleh Alberto kepada Zavier hanya mencari tahu dan mengintai serta mengawasi pergerakan yang selama ini dilakukan Zoya bukan untuk menangkap ataupun melakukan tindakan yang tidak ada di dalam perintah Alberto yaitu tentang keberadaan Jimmy. Oleh sebab itu Zavier tidak ingin menanyakan hal ini kepada Will meskipun hasilnya adalah sebuah fakta yaitu Will pasti mengetahui dimana keberadaan Jimmy saat ini.


" Tapi kenapa dia tidak memberitahukan hal ini padaku ?" Tanya Zavier pada dirinya sendiri yang merasa curiga dan aneh atas tindakan Will dalam melaporkan hasil dari misi mereka yang sudah berhasil mereka capai.


" Apakah dia benar-benar tidak tahu mengenai hal ini ?" Tanya Zavier lagi pada dirinya sendiri yang merasa bingung juga dengan pikirannya mengenai Will.


" Atau apakah ada hal yang disembunyikannya dariku ?" Tanya Zavier lagi yang semakin membuat dirinya berada dalam sebuah kebimbangan.


Karena, merasa memang hal ini tidak ada di dalam misi mereka oleh sebab itu untuk apa Zavier bertanya lagi kepada Will jika nantinya jawaban Will mengatakan bahwa ia tidak tahu dimana keberadaan Jimmy dan hal itu membuat tindakan dari rencananya Zavier menjadi berantakan atau kacau.


Oleh sebab itu Zavier sudah berpikir bahwa ia tidak akan menanyakan hal ini kepada Will jika ia ingin melakukan tindakan ini secara pribadi ataupun rahasia. Karena nantinya jika ia bertanya kepada Will maka rencana yang akan dilakukannya ini tidak akan berhasil dan pastinya akan menimbulkan suatu kejanggalan.


" Tunggu sebentar, lebih baik aku tidak menghubunginya terlebih dahulu untuk menanyakan perihal ini,," Ucap Zavier yang seketika berpikir untuk tidak menghubungi Will terlebih dahulu dan menanyakan perihal keberadaan Jimmy.


" Lebih baik aku tanyakan dulu dimana posisinya saat ini,," Gumam Zavier yang sudah menemukan sebuah pertanyaan untuk ditanyakan langsung terhadap Will sang asisten pribadinya yang dikenal memiliki kehebatan taktik dan juga strategi begitu hebat.


Akhirnya Zavier tetap mengeluarkan ponselnya yang ia letakkan di dalam saku celananya dan segera menghubungi nomor ponsel asistennya yaitu Will yang saat ini diketahui oleh Zavier masih berada di Australia. Sebenarnya Zavier hanya ingin mengetahui jawaban dari Will mengenai apa saja yang ia ketahui dan tidak diketahui oleh Zavier saat ia berhasil masuk ke dalam ruang markas besar milik Roserish.


" Oke aku telepon dia terlebih dahulu untuk mengetahui apa yang tengah ia lakukan,," Gumam Zavier sambil melihat layar ponselnya dan segera menghubungi nomor telepon asisten pribadinya yaitu Will.


Dering pertama belum tersambung pada nomor ponsel temannya.


" Heemmm, kemana dia ?" Tanya Zavier pada layar ponselnya ketika melihat nomor ponsel asistennya itu tidak tersambung.


Dering kedua akhirnya tersambung juga dengan segera Zavier bertanya kepada Will asistennya mengenai apa yang tengah dilakukannya saat ini.


" Halo ya Tuan,," Suara yang terdengar dari ponsel Zavier.


Dan dari suara itu terdengar bahwa begitu khas sekali dengan suara Will yang merupakan asisten pribadi ataupun asisten rahasia dari Zavier. Seketika membuat Zavier mengulas senyumannya ketika mendengarkan suara yang barusan saja terdengar dari ponselnya.


Di sisi lain yaitu tepatnya di negara Australia, terlihatlah di sebuah gedung besar yang merupakan gedung rahasia milik seseorang dari kelompok mafia juga dan saat ini terlihat seperti baru saja keluar dari sebuah ruangan rahasia. Pria itu merupakan adalah asisten pribadi dari Zavier yaitu Will, terlihat saat ini Will baru saja keluar dari ruangan pribadi miliknya.


Entah apa yang sedang dilakukan oleh Will dari dalam ruangan rahasianya itu dan begitu jelas sekali terlihat bahwa nafas Will saat ini sedang terengah-engah disaat ia keluar dari ruangan rahasianya itu.


" Huuuhhhh akhirnya bisa selesai juga,," Ucap Will sambil menghela nafasnya yang terdengar cukup jelas.


" Baiklah karena sudah selesai melakukan pekerjaan ini lebih baik aku keluar dulu untuk membuat laporan,," Gumam Will saat ingin melangkah keluar dari ruangan rahasianya itu.


Dan ketika Will baru saja menyelesaikan pekerjaannya itu dan akan dilanjutkan dengan membuat laporan kepada tuan besarnya yaitu Zavier dan tuan besarnya yang satu lagi yaitu tuan besar rahasianya itu Will segera melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu. Lalu, ketika Will ingin membuka gagang pintu tiba-tiba ponselnya yang ia letakkan di dalam saku celananya bergetar sehingga membuat Will langsung mengambil ponselnya dan melihat siapa yang sedang meneleponnya itu.


" Tuan Zavier ?" Tanya Will pada dirinya sendiri ketika melihat siapa orang yang telah menghubunginya.


" Kenapa Tuan Zavier meneleponku bukannya misi yang telah kami lakukan telah selesai,," Ucap Will sambil menatap layar ponselnya.


Karena dering pertama belum diangkat oleh Will dan waktu ia menerima panggilan tersebut sudah habis, lalu disaat dering kedua dari ponselnya itu tanpa ragu-ragu dengan segera Will menerima panggilan dari Zavier untuknya yang secara tiba-tiba.


" Halo Will, kau sedang dimana ?" Tanya Zavier pada Will langsung.


" Saya sedang berada di markas Tuan,," Jawab Will dengan jujur ketika ditanya langsung oleh Zavier padanya.


" Markas kita ?" Tanya Zavier singkat pada Will.


" Ya tuan,," Jawab Will jujur sambil menganggukkan kepalanya.


" Oke,," Jawab Zavier singkat.


Ketika sudah selesai memberikan sebuah pertanyaan dan juga jawaban kepada Will, lalu supaya tidak adanya kecanggungan yang terjadi, akhirnya Zavier memberikan kembali sebuah perintah kepada Will untuk segera dilakukan, supaya Zavier mendapatkan sebuah jawaban ataupun kode dari Will secara tiba-tiba dan tidak terlalu diketahui oleh Will bahwa Zavier saat ini tengah mencari suatu hal dari Will sendiri.


" Oke Will aku ada tugas untuk kau lakukan,," Ucap Zavier yang memecahkan keheningan di antara perbincangan mereka berdua.


" Ya apa itu Tuan,," Sambut Will dengan segera untuk menerima langsung perintah apa yang akan diberikan oleh Zavier padanya.


" Sekarang aku sedang menunggu laporan dari kau mengenai keadaan orang-orang yang tersisa dari klan Roserish,," Ucap Zavier dalam teleponnya yang memberikan sebuah perintah kepada Will.


" Baik Tuan ini sedang saya kerjakan laporannya mengenai hasil dari keadaan orang-orang yang tersisa dari markas besar milik klan Roserish,," Jawab Will dengan benar memang setelah ia melakukan tugas rahasianya itu, sebenarnya ia ingin menuju ke ruangan kerjanya dan membuat laporan untuk segera dilaporkan kepada Zavier.


" Dan satu lagi bagaimana kondisi dari markas milik Roserish setelah kita berhasil melumpuhkannya, Will ?" Tanya Zavier kepada Will mengenai bagaimana keadaan dari markas besar milik Roserish yang telah berhasil mereka lumpuhkan dan hancurkan.


" Kalau kondisi markas milik klan Roserish untuk sekarang sudah tidak beroperasi lagi Tuan, semenjak kita berhasil melumpuhkannya,," Jawab Will secara langsung kepada Zavier mengenai kondisi dari markas besar milik Roserish.


Benar sekali mengenai apa yang telah dilaporkan oleh Will pada Zavier bahwa markas besar milik Roserish yang ada di Australia untuk saat ini sama sekali tidak beroperasi sedikitpun, karena, semenjak berhasil dilumpuhkan oleh tim nya Zavier markas besar itu sama sekali tidak bisa melakukan hal apapun. Oleh sebab itu, hal yang dilaporkan oleh Will saat ini pafa Zavier merupakan jawaban yang benar dan juga sebuah kejujuran.


Dan Zavier juga dapat mengetahui apa yang telah dilaporkan oleh Will padanya adalah sebuah hal yang benar terjadi. Oleh sebab itu laporan ini hanya dianggukkan begitu saja oleh Zavier. Karena bukanlah hal yang penting untuk ia ketahui dan ia tanyakan, hanyalah sebuah alasan dalam pembicaraan yang sedang terjadi di antara mereka.


" Oke laporan kau ini aku terima,," Jawab Zavier singkat saat menerima laporan dari Will.


" Jangan lupa untuk segera memberikan laporan yang aku tanyakan sebelumnya,," Ucap Zavier lagi yang mengingatkan Will untuk memberikan sebuah laporan permintaannya.


" Ya Tuan secepatnya akan saya selesaikan,," Jawab Will menerima sebuah perintah yang memang harus dilakukan dan dikerjakannya.


Seperti biasa yang hal yang sering dilakukan oleh Zavier adalah menghubungi seseorang lalu memutuskannya dengan seenak hatinya sendiri, sehingga membuat siapa saja orang yang berada di dekatnya begitu mengetahui dan juga mengerti akan sikap yang sering dilakukannya itu. Dan Will begitu memahami akan sikap dari Tuan besarnya ini, walaupun selama ini Will tidak lagi berada di dekat atau menjadi bayangannya Zavier.


Tapi Will tetap memahami apa saja sikap dan juga sifat yang dimiliki oleh Zavier, oleh sebab itu Will langsung saja melanjutkan kegiatannya yang memang sebenarnya akan dilanjutkan olehnya yaitu membuat laporan dari beberapa orang yang tersisa di markas besar milik Roserish sesuai dengan keadaan yang ada bahwa pada saat itu orang-orang tersebut tidak mengikuti arahan dari Mellina melainkan bekerjasama dengan Will dalam penyelamatan Zoya saat di dalam ruang penahanan markas.


" Heehh Tuan Zavier seperti biasa setelah selesai menyampaikan perintahnya pasti langsung off,," Gumam Will yang begitu memahami akan sikap dari Tuan besarnya itu yaitu Zavier.


Setelah selesai menerima panggilan yang dilakukan oleh Zavier barulah Will kembali melangkahkan kakinya untuk segera keluar dari ruangan yang saat ini ia sedang berdiri. Sambil memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya disaat Will akan menekan tombol alat pada pintu yang ada dan pintu itupun terbuka.


Disaat Will akan melangkah keluar dari ruangannya itu tiba-tiba Will dikagetkan lagi dengan getaran ponselnya yang baru saja ia masukkan ke dalam saku celana sebelum ia menekan tombol alat pada pintu. Tentu saja dengan segera Will mengambil ponselnya dan mengurungkan niatnya untuk segera melangkahkan kakinya menuju ke arah ruang kerjanya.


" Tuan Zavier !!" Seru Will ketika melihat layar ponselnya yang ternyata adalah Zavier tengah meneleponnya lagi.


Tentu saja dengan segera Will menerima panggilan dari Zavier yang tiba-tiba memanggilnya kembali.


" Ya Tuan,," Jawab Will dengan segera menerima telepon dari Zavier.


" Will,," Suara Zavier yang terdengar dari ponselnya Will dan terhenti seketika karena ada suara dari anak buahnya Will yang tengah menghampiri Will.


Dan ketika Zavier ingin memberikan pertanyaan kepada will tiba-tiba anak buah Will datang mendekati Will dan langsung membuat laporan kepada Will sehingga membuat Will belum siap untuk menerima laporan tersebut, karena, saat itu Will sedang menerima telepon dari Zavier.


" Lapor tuan Will orang yang sudah kita bawa sudah selesai dilakukan sesuai dengan perintah dari Tuan Will,," Ucap anak buah Will yang memberikan laporan langsung kepada Tuan Will tanpa melihat terlebih dahulu Will saat ini sedang menerima panggilan dari tuan Besarnya yaitu Zavier.


Sehingga hal yang dilakukan oleh beberapa anak buah Will ini membuat Zavier yang awalnya ingin menyampaikan suatu hal terhenti begitu saja karena mendengar suara laporan yang disampaikan oleh beberapa anak buahnya Will. Dan hal itu membuat Will sedikit terganggu atas kelakuan dari beberapa anak buahnya itu. Di dalam hati Will pasti akan menimbulkan rasa kecurigaan dari Zavier atas laporan yang dilakukan oleh anak buahnya ini.


****