Mafia And Angel

Mafia And Angel
Maaf 3



Zavier meminum wine yang berada di atas meja dan mengambil laptopnya sehingga memangku laptop itu di pangkuannya. Dengan gaya santainya, Zavier mengirim data Zoya kepada Alberto temannya itu.


" Oke, sudah selesai, aku akan keluar, untuk menghilangkan penat di otakku,," Ucap Zavier yang terkekeh sendiri saat dia mengucapkan menghilangkan penat di otaknya.


Seperti ucapan Alberto yang seringkali mengatakan itu pada dirinya.


" Oke, Dude semoga kau puas dengan hasilnya." Ucap Zavier yang mematikan puntung ro-kok di sebuah asbak yang berada di atas meja.


Setelah merasa cukup puas dengan hasil yang diperolehnya itu, Zavier segera mematikan laptopnya dan segera masuk ke kamar mandi untuk melakukan piknik di negara Australia yang saat ini ia kunjungi.


Sangat rugi baginya apabila dia tidak menjelajahi keindahan dari negara Australia ini. Zavier meninggalkan laptopnya dan segera melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Hari ini Zavier ingin melakukan kesenangan terhadap matanya yaitu melihat-lihat pantai yang berada di Australia ini.


Mungkin sedikit berbeda dengan pantai yang berada di Perancis negaranya itu.


Sementara itu, Zoya yang telah selesai mandi dan hanya ditutupi oleh handuk yang melilit di tubuhnya itu, melangkahkan kakinya keluar dari kamar mandi dan menuju ke lemari pakaiannya. Dengan senyuman nakal yang terukir di wajah Jimmy, Jimmy segera bangun dari duduknya dan memeluk Zoya dari belakang hingga menge-cup bahu Zoya dan mere-mas lembut puncak gunung Zoya.


Zoya yang merasa terganggu itu, mendorong lembut tubuh Jimmy.


" Iiihhh,, Jim,, mandi sana,," Bilang Zoya yang menolak lembut perlakuan Jimmy padanya.


Jimmy terkekeh melihat Zoya yang sangat serius sekali memilih baju yang akan dipakainya saat mereka keluar nanti.


" Hehehe,, Yeah,, aku mandi dulu Baby,, Wait Me,," Ucap Jimmy yang menge-cup lembut leher Zoya.


" Hemm,, Hurry up,," Bilang Zoya yang menyuruh Jimmy cepat untuk mandinya.


Jimmy segera melangkahkan kakinya sambil mengedipkan matanya pada Zoya. Zoya tersenyum melihat tingkah laku Jimmy yang seperti anak remaja pada kekasihnya.


Setelah selesai mengambil pakaiannya dan merasa cukup nyaman untuk dipakainya keluar. Zoya pun membuka handuk yang dipakainya dan segera memakai baju kasual yang akan dipakainya.


Setelah merasa rapi dan melihatnya di pantulan cermin, Zoya mulai duduk di depan meja rias dan mulai untuk melakukan keahlian dirinya dalam mengubah wajah cantiknya ini menjadi wajah indah yang begitu mempesona dan memukau.


" Heemm,, perfect,," Bilang Zoya yang menatap wajahnya di pantulan cermin.


Setelah merasa cukup dengan wajah dan tubuhnya itu, membuat Zoya sendiri memanggil pelayan untuk membawakan minuman untuk dirinya. Zoya keluar dari kamarnya dan segera memanggil pelayan.


" Waiters,," Suara Zoya yang terdengar memangil seorang pelayan di mansion ini.


Memang benar Zoya tidak mengenali siapa saja yang menjadi pelayan di mansion ini. Bagi Zoya pelayan di mansion ini cukup mentaati perintah darinya dan keinginannya itu.


Seorang pelayan datang menghadap Zoya dan membungkukkan tubuhnya menghormati Zoya.


" Yes, Madam, ada yang bisa dibantu,," Ucap pelayan tersebut kepada Zoya.


Zoya melihat bahwa pelayan perempuan itu baru dan selama dua bulan lebih dia tinggal di tempat ini, belum ada pelayan baru ini.


" Kamu pelayan baru,," Tanya Zoya menyelidiki pelayan baru itu.


" Betul, Madam,," Jawab pelayan baru itu sambil mengangguk.


Zoya merasa tidak yakin akan adanya pelayan baru di mansion Jimmy saat ini. Zoya merasa kemungkinan pelayan baru itu adalah mata-mata dari Alberto atau mata-mata dari Papi nya Erwin.


****


Bag. 58 - Data Zoya


Zoya yang masih bersama Jimmy sedang bersantai di pinggiran kolam renang, berbaring di atas tempat santai. Sambil menikmati pemandangan indahnya awan dan langit yang berhias menarik di atas pandangannya ini. Tepatnya saat ini tubuh Zoya yang hanya ditutupi oleh bikini renang dan Jimmy sendiri hanya memakai short kecil khas yang sering dipakai oleh seorang pria.


" Baby,, apakah Alberto tidak mencari mu,," Tanya Jimmy pada Zoya yang berada di sampingnya.


" Heemm,, pasti dia mencari ku, tapi aku tidak akan kembali ke sana." Bilang Zoya yang merasa tidak ingin kembali lagi dimana awalnya dia sangat menginginkan kekayaan dan kemewahan dari Alberto.


" Ya, aku tahu itu, Baby, tapi apabila dia memaksamu untuk kembali, apakah kau bersedia.?" Tanya Jimmy yang begitu takut akan kehilangan Zoya yang telah berhasil ia dapatkan itu.


Namanya juga Zoyani Princess Andricha seorang model dan aktris yang begitu cantik bagaikan bidadari, terkenal, memiliki bentuk tubuh indah, siapa juga yang tidak menginginkan wanita seperti ini. Kaum pria mana yang tidak sanggup merelakan nyawanya demi mendapatkan seorang Zoya yang bisa berada di sampingnya. Seperti Jimmy, yang rela mati-matian membantu Zoya untuk bebas dari istana Alexandre dan kabur bersama dengannya seperti saat ini.


" Hemm,, aku masih memikirkannya,," Ucap Zoya dengan gaya angkuhnya.


Karena, ucapan yang dilontarkan oleh Zoya masih menimbang-nimbang dan berpikir apakah dia bersedia untuk kembali ke istana Alexandre. Membuat Jimmy merasa bahwa suatu saat dirinya akan kehilangan Zoya. Jimmy sangat tahu bagaimana kuat dan hebatnya seorang Alberto di negara asalnya itu. Tinggal memerintah beberapa orang maka dengan sekejap keinginannya Alberto akan terkabul saat itu juga. Apalagi sekedar mencari istri aslinya itu Zoya, sangat gampang dan mudah bagi Alberto untuk kembali mendapatkan istrinya itu.


" Aku juga merasa heran, kenapa tidak ada tanda-tanda dari perintahannya Alberto untuk mencari diriku,," Gumam Zoya yang berpikir di dalam hati.


Tapi, Zoya sendiri merasa aneh kenapa, Alberto tidak mencari dirinya, padahal dia sudah pergi dan kabur dari rumah lebih dari dua bulan itu. Zoya sendiri berpikir dan merasa bahwa Alberto selama ini tidak memperdulikan kehadiran dirinya di rumah itu, menganggap Alberto melupakan akan dirinya itu, sehingga membuat dirinya tidak penting bagi Alberto untuk mencari dirinya.


" Aakkhh,, baguslah kalau dia tidak pernah mencari keberadaan ku lagi." Ucap Zoya dalam hati.


Lebih baik Zoya mengatakan pikirannya itu dalam hatinya sendiri, dibandingkan dia bicarakan langsung pada Jimmy, walaupun Zoya begitu mempercayai adanya Jimmy yang bersamanya itu, tapi Zoya tidak ingin Jimmy tahu masalah yang telah dihadapinya.


Dan Jimmy melihat, menatap wajah Zoya dengan keseriusan dari raut ekspresi wajah Zoya. Zoya pun berbalik ke arahnya, Zoya tidak ingin membuat Jimmy merasa kecewa akan dirinya apabila tertangkap oleh mata-mata Alberto maka dia kemungkinan akan kembali lagi ke istana Alexandre itu atau tidak. Tapi, Zoya sudah berpikir sampai kapanpun dirinya tidak akan kembali ke rumah itu lagi.


" Heemm,, Jimm,, sampai kapanpun aku tidak akan pernah kembali lagi kesana, ya walaupun aku masih memikirkannya apakah aku harus kembali, tapi yang aku inginkan saat ini adalah tetap bersama denganmu, Jim,," Bilang Zoya yang memberikan keyakinan dan keseriusan atas jawabannya itu.


Karena, mendengar ucapan Zoya yang begitu meyakinkan dirinya itu. Sehingga di wajah Jimmy telah terukir senyuman indah yang begitu memukau sehingga dengan cepat Jimmy menge-cup lembut bibir Zoya yang berada di sampingnya saat ini.


" Thanks, Baby, sampai kapanpun, aku tidak akan membiarkan dirimu kembali lagi ke tempat itu." Ucap Jimmy lembut yang memeluk Zoya.


" Jika kau ingin, kita akan pergi kemana saja, yang kau inginkan,," Ucap Jimmy yang membuat Zoya merasa begitu dicintai saat ini.


" Eemmm,, terima kasih banyak Jimmy, selama ini kau telah membantuku,," Ucap Zoya yang mengelus lembut rambut-rambut halus yang tumbuh di bagian rahang wajah Jimmy.


Memang terlihat tidak begitu tampan bagi Zoya seorang pria yang bersama dengannya saat ini. Sangat jauh perbandingannya dengan ketampanan Alberto. Tapi, yang membuat Zoya betah bersama Jimmy adalah kasih sayang, perhatian yang didapatkannya dari Jimmy yang telah diberikan semuanya kepada diri Zoya itu.


Sehingga membuat Zoya merasa nyaman akan dirinya bersama Jimmy.


" Baby, apa kau tidak ingin kita keluar dari mansion ini,," Tanya Jimmy yang membuat pikiran Zoya sedikit tergelitik menginginkan kata-kata keluar yang diucapkan oleh Jimmy.


Zoya sedikit berpikir, sepertinya akan aman untuk dirinya keluar dari mansion dan berjalan-jalan menjelajahi negara Australia ini.


" Eemm,, Good Idea Jimmy,, I like it,, Let's go,," Ucap Zoya yang segera bangun dari baring santainya itu.


Melihat wajah Zoya yang bahagia akan ajakannya itu, membuat Jimmy ikut bangun dan mengikuti langkah Zoya menuju kamar mereka.


Jimmy dan Zoya melangkah bersama sambil bergandengan tangan. Sebelum menuju kamarnya dengan sengaja Jimmy mengangkat tubuh Zoya, sehingga Zoya telah berada dalam gendongannya ini.


" Akkhhh, Jimmy,," Teriak Zoya kaget saat ini dirinya telah berada di gendongan Jimmy.


" Tak akan ku izinkan kau pergi jauh dariku, Baby,," Bilang Jimmy yang berbisik lembut di telinga Zoya.


Zoya tersenyum lembut dan segera melingkarkan kedua tangannya di leher Jimmy. Membuat Jimmy semakin ingin mendapatkan tubuh Zoya saat ini. Dengan melangkah perlahan tapi pasti menuju ke kamarnya itu, tidak lupa bagi Jimmy untuk menautkan bibirnya ke bibir lembut Zoya.


Begitu juga dengan Zoya, yang membalas kecu-pan lembut yang dilakukan Jimmy padanya. Kecu-pan yang mereka lakukan semakin lama semakin dalam dan semakin panas, sehingga membuat adek kecil milik Jimmy yang dibawah bangkit dan menginginkan pelepasan yang tepat, dan yang pastinya adalah milik Zoya. Zoya tidak menyadari bahwa dirinya saat ini sudah berada di kamar, dengan sangat lembut Jimmy telah meletakkan Zoya di atas tempat tidurnya. Sambil tetap menge-cup lembut bibir Zoya, tangan Jimmy telah menjelajah kesana kemari menyentuh, meraba dan mencari-cari bagian inti tubuh Zoya.


Zoya tercekat, saat tubuhnya merasakan hal asing yang menyentuh bagian bawahnya. Zoya teringat dan sadar bahwa dirinya saat ini sudah dikuasai oleh Jimmy. Dengan segera Zoya menolak dan menepis keinginan Jimmy yang telah berkobar-kobar itu.


" Heemmm,, sayanggg,, setelah kita pulang nanti, ya,," Bilang Zoya yang menolak lembut keinginan Jimmy.


Jimmy merasa bahwa tindakannya ini salah, dia tahu sekali akan sifat Zoya yang tidak ingin dipaksa itu. Jimmy pun menuruti semua ucapan Zoya, untuk menghentikan kegiatannya ini. Walaupun, hasrat nafsunya menginginkan tubuh Zoya sudah sungguh sangat besar. Tapi, apabila Zoya tidak menginginkannya maka tidak mungkin dirinya memaksa Zoya untuk mengikuti kehendaknya itu.


" Yeah, Oke Baby,," Ucap Jimmy yang segera turun dari tubuh Zoya.


Zoya pun bangun dari tidurnya dan dengan sengaja memainkan adek kecil milik Jimmy yang di bawah. Membuat Jimmy terkekeh mendengar ucapan candaannya itu.


" Sabar ya sayang,, malam nanti kau akan masuk ke dalam sarang mu, yang telah lama menjadi milikmu ini,," Ucap Zoya yang mengelus-elus lembut adek kecil Jimmy yang telah berdiri tegang itu.


Jimmy pun tertawa akan sikap Zoya yang telah mencandai adek kecil milik dirinya itu.


" Eeemmm, Baby, terima kasih, kau selalu bisa bermain dengan milikku ini,," Ucap Jimmy yang bangun dari tidurnya dan menge-cup lembut bahu Zoya.


Zoya pun tersenyum manis dan segera bangkit dari duduknya. Sambil menggulung asal rambutnya ke atas Zoya pun melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.


" Aku mau mandi,, setelah itu kita berangkat,," Ucap Zoya yang pergi dari hadapan Jimmy.


" Yeah Baby,, aku menunggumu,," Jawab Jimmy yang tersenyum manis menatap kepergian Zoya.


Zoya pun masuk ke dalam kamar mandi, dan berdiri di bawah kran shower. Zoya memutar kran shower, sehingga menyemburlah air deras yang membasahi tubuh Zoya.


****


Sementara itu, Zavier yang berada di Australia, dengan semua kepintarannya itu membuat dirinya dengan sangat mudah mencari keberadaan Zoya.


" Oowwhh,, ternyata dia bersama Jimmy, pebisnis muda dari Perancis juga,," Bilang Zavier yang menghisap sebatang ro-kok di sela jarinya itu.


Data Zoya yang telah disadap oleh Zavier saat itu, Zavier mengetahui bahwa Zoya sedang berada di sebuah mansion milik Jimmy, yaitu seseorang yang berasal dari negara Prancis juga, hingga membuat Zavier ingin mengetahui siapa Jimmy ini sebenarnya.


" Baiklah, Alberto berpesan cuma mencari keberadaannya saja, dan tidak membunuh dirinya,, oke aku akan mengirimkan datanya kepada My Dude,, Heheheh,, laki-laki yang tidak mengerti akan wanita yang berada di sampingnya itu." Bilang Zavier yang mengoceh sendiri sambil menatap wajah Ziya di laptopnya ini.


" Sebenarnya dia wanita yang cantik, tapi, kenapa Alberto tidak pernah mengerti akan dirinya." Bilang Zavier yang lagi-lagi merasakan bahwa Alberto sangat lemah terhadap perempuan.


" Dia cuma bisa mengatakan tentang diriku yang akan lemah tentang perasaan seorang wanita. Ternyata dia juga lemah terhadap perasaannya dengan perempuan. Berarti kita sama-sama tidak memiliki perasaan, Dude,," Ucap Zavier yang lagi-lagi berkata sendiri tanpa ada orang yang mendengarkannya saat itu.


Setelah berhasil mendapatkan hasil cyber back up data keberadaan Zoya dan Jimmy, membuat Zavier saat itu dengan segera menyunggingkan senyuman indahnya, Zavier merasa puas atas hasilnya itu. Dengan segera, Zavier mengirim data tentang Zoya yang masih berada di negara asing ini.


" Aku kirimkan dulu, datanya,, supaya Dude ini tidak menggila lagi soal kehilangan istrinya ini." Ucap Zavier yang mengambil laptopnya dan mengubah posisi dirinya yang tadi membungkuk ke depan menatap laptop tapi saat ini dengan santai bersandar di sofa sambil memangku laptopnya.