Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 43 - Buka, Tidak !!



Sambil tersenyum tipis Alberto melihat Ziya dengan wajahnya sedikit kesal ketika, ia sedang berbicara dengan Vena, lalu terlihat bahwa Vena hanya mengantarnya di bagian pintu depan kamar Alberto tanpa masuk ke dalam kamar tersebut.


Bisa dilihat di dalam kamarnya yang begitu besar Alberto yang telah bersiap-siap duduk di sofa memikirkan suatu hal yang dulu ia pernah alami, sehingga membuat dirinya sangat membenci sosok wanita.


Karena, sewaktu dulu saat Alberto di usia baru menginjak 20 tahun, Alberto yang masih ingin sekali mengembangkan kemampuan dan bakatnya itu tertunda karena, Grandfa alias Daddy nya Vasco sengaja menjodohkan dirinya dengan putri dari seorang teman dari Grandfa nya itu, hal itu menyebabkan keresahan dan kekecewaan bagi Alberto sendiri.


Alberto masih merasakan dan mengingat masa-masa mudanya dulu saat pertama ia menelan pil pahit dari kenyataan yang ada.


Di usia mudanya itu, ia telah dijodohkan dan ia harus mengecap pahitnya kehidupan rumah tangga, karena ia mengetahui bahwa istri yang telah dijodohkan untuk dirinya telah hamil terlebih dahulu sebelum ia menikahinya, tetapi, walaupun istrinya itu telah hamil duluan, Alberto masih tetap menerima istri pertamanya itu dan putri pertamanya yang telah ia besarkan sampai saat ini ialah Krystal.


Karena, merasa Alberto selalu sibuk dalam bisnisnya diluar, istri pertamanya itu melakukan hal yang sama lagi yaitu berselingkuh di belakang Alberto sehingga menyebabkan Alberto kembali diinjak harga dirinya oleh istri pertamanya tersebut. Dari hasil perselingkuhan istrinya itu menyebabkan Alberto dengan sengaja mengambil semua putri dari istri pertamanya dari hasil perselingkuhannya itu yaitu Isabelle.


Oleh sebab itu, fakta yang telah ada di depan mata Alberto adalah kedua putri yang telah dibesarkannya ialah bukan putri kandungnya, sehingga menyebabkan Alberto tidak terlalu memperdulikan kedua putri tersebut. Selama ini, Alberto hanya bersikap dingin, cuek bahkan tidak pernah sekalipun Alberto berbicara dengan kedua putrinya itu.


Yang Alberto lakukan hanyalah menyediakan semua fasilitas yang super mewah, super lengkap, super duper pokoknya, semuanya ada telah tersedia untuk kedua putrinya itu. Satu hal yang tidak pernah Alberto berikan kepada putrinya itu yaitu kasih sayang darinya, hal itulah yang tidak pernah ia berikan selama ini kepada kedua putrinya yaitu Krystal dan Isabelle.


Karena, terlalu sibuk dalam dunia mafia dan dunia bisnisnya itu menyebabkan dirinya terkenal di dalam negara ini. Sehingga dengan sangat mudah sekali baginya untuk mengambil hak asuh dari mantan istri pertamanya itu. Karena, ia sengaja melakukan ini untuk memberikan hukuman bagi mantan istrinya itu.


Setelah mengalami kepedihan dan kepahitan pada pernikahan pertamanya itu menyebabkan Alberto yang sekarang ini hidup penuh dalam kebencian sehingga telah membuat seorang Alberto ini bagaikan iblis tampan yang sangat berbahaya.


Ditambah lagi dengan kehadiran Zoya saat ia sedang dilanda kebencian terhadap wanita menambah berat lagi kebenciannya terhadap wanita. Karena, tidak lain Zoya juga sama seperti mantan istri pertamanya yang rela pergi bersama selingkuhannya dibandingkan tinggal bersamanya menjadi seorang Ibu yang benar terhadap putra dan putrinya itu.


Alberto tidak memperlakukan Zoya secara keji, karena ia telah berpikir bahwa Zoya adalah seorang Ibu yang telah melahirkan putra semata wayangnya yaitu Demian yang hingga sampai saat ini akan tetap menjadi ahli warisnya dalam semua aset keluarga Alexandre ini.


Sehingga menyebabkan Alberto tidak terlalu membenci Zoya, walaupun Zoya telah kabur bersama laki-laki lain saat ini.


Sesaat Alberto menaikkan ujung bibirnya, karena, telah memikirkan sesuatu yang cukup hebat baginya. Ada seorang perempuan yang berani masuk dalam kehidupannya tanpa ia ketahui apa maksud dari perempuan tersebut yang tidak lain adalah Ziya.


" Apa kau sama seperti mereka, yang lebih senang menghabiskan waktu di luaran sana,," Bilang Alberto sambil menuangkan wine ke dalam gelas yang ada di atas meja.


Alberto pun lalu menikmati satu gelas wine yang ada di tangannya itu, sambil memandangi pemandangan dibalik jendela kamarnya yang tidak lain adalah sosok Ziya yang melangkah memasuki kamarnya.


Saat Ziya ingin membuka gagang pintu kamar Alberto, dalam dua kali tarikan dan hembusan nafas akhirnya Ziya melakukannya juga.


Sedangkan orang yang berada di dalam melihat semua kelakuan Ziya yang masih bingung untuk membuka atau tidak pintu tersebut.


" Fuuhh,, buka, tidak, buka, tidak,," Ucap Ziya kebingungan sambil menoleh ke kiri dan ke kanan.


Sementara itu Alberto di dalam tersenyum melihat tingkah laku Ziya seperti anak kecil yang seakan tahu bahwa masuk ke dalam kamarnya adalah sebuah hukuman yang akan dia dapatkan.


" Aakkhh, buka saja apapun yang terjadi, aku akan menghadapinya,," Gumam Ziya dengan suara rutukannya.


Akhirnya, Ziya pun membuka gagang pintu kamar tersebut. Membuat Alberto menyunggingkan senyumannya dengan sempurna. Sosok Ziya yang ditunggu-tunggu oleh Alberto pun telah melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar pribadi Alberto ini.


Ziya sengaja melangkahkan kakinya dengan gaya angkuh Zoya tanpa memperhatikan sang pemilik kamar sedang duduk santai di sofa dekat tempat tidur tersebut. Ziya pun melakukan suatu hal dengan sengaja tidak menoleh dan memandang wajah Alberto.


Alberto tersenyum senang karena, baru kali ini ia mengizinkan dan membiarkan seorang perempuan masuk ke dalam kamarnya dan tidur di ranjangnya. Selama ini banyak perempuan yang rela merendahkan harga dirinya hanya demi kehangatan dan kepintaran tubuh Alberto semata di atas ranjang pastinya.


Jantung Ziya berdegup dengan kencang dan menggila karena, ia sangat berani sekali saat ini berbaring di ranjang tempat tidur Alberto yaitu suami saudara kembarnya itu sendiri.


" Oh God,,, aku harus bagaimana,," Ucap Ziya dalam hati yang sedang merutuki kebodohannya sendiri.


" Bodoh, bodoh,, Mama bantu Ziya,," Ucap Ziya lagi di dalam batinnya yang berteriak ketakutan.


Tapi entah mengapa, semenjak kehadiran sosok perempuan yang memiliki warna coklat di matanya itu membuat dirinya sangat penasaran dan Alberto seperti pernah menemui perempuan ini, tapi entah dimana. Alberto bingung sendiri dengan pikirannya itu.


Oleh sebab itu dengan sengaja, Alberto menginginkan perempuan ini yang tidak lain adalah Ziya untuk tidur bersama dengannya malam ini.


Setelah selesai menikmati wine nya. Alberto meletakkan gelas wine ke atas meja. Lalu karena, hentakan bunyi dari penyatuan gelas dan meja menyebabkan Ziya sedikit kaget. Dan pastinya memiliki sebuah arti bahwa Alberto telah selesai dengan waktu santainya menikmati nikmatnya minuman yang saat itu sedang menemaninya.


" Hah! Sepertinya dia sudah selesai minum,," Gumam Ziya dalam hati dengan ekspresi cemasnya dan segera memejamkan matanya.


Terdengar suara langkahan kakinya Alberto yang perlahan-lahan melangkah mendekati tempat tidurnya dan pastinya Ziya begitu jelas sekali mendengar suara langkah kaki Alberto yang melangkah mendekati dirinya di tempat tidur.


" Gila,, dia mendekatiku,, aku bagaimana, pura-pura tidur,, " Celoteh Ziya yang merasa cemas akan kedatangan Alberto.


Lalu, Ziya berdoa dan memejamkan matanya supaya Alberto tidak akan menyentuhnya di saat ini. Tetapi sayangnya apa yang diharapkannya itu tidak terjadi. Alberto malah semakin mendekati dirinya dan bahkan sekarang Alberto naik ke atas ranjang lalu mendekap tubuh Ziya dengan erat.


Karena, dekapan itu membuat Ziya kaget tapi tidak bisa berteriak, karena, percuma saja berteriak tidak akan ada yang membantu dirinya.


Toh, ini istana Alberto, jadi apapun yang akan dilakukan Alberto tidak akan ada orang yang akan melarangnya.


***


Aduh Thor, tanggung ?


Entar ya Shay Readers,, 😘


Thor juga merasa tanggung kok, cuma sedikit lagi fase hareudang,,πŸ₯°πŸ˜πŸ˜


Oke lanjut Thor,,


AsiyaaappπŸ€—πŸ€—πŸ€£πŸ€£


Diharapkan membaca bersama pasangan ya biar bisa πŸ€—πŸ€—πŸ˜πŸ˜πŸ€£πŸ€£πŸ‘πŸ‘


Author


🌹Vira Lydia 🌹