Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 4 Juli



Seketika Martin teringat akan ucapan Claire yang ingin memberikan sebuah hukuman kepada semua pelayan perempuan di dalam kediamannya ini yang seolah-olah berpura-pura tidak mendengar suara teriakannya. Dengan segera pula Martin menanyakan dimana lokasi Claire saat ini yang tengah mengumpulkan semua pelayan wanita itu.


" Mereka semua dipanggil oleh Claire dan sekarang dimana ?" Tanya Martin lagi pada pelayan pria itu.


" Di area kolam renang, Tuan,," Jawab pelayan itu dengan jelas.


Tentu saja setelah tahu dimana keberadaan semua pelayan wanita yang telah dipanggil oleh Claire itu, Martin segera berlari menuju ke area kolam renang, karena, Martin tidak mau membuat keributan di dalam kediamannya ini. Apalagi sekarang sudah ada Claire tentu saja sebuah keributan akan terjadi, karena, sudah jelas sekali bagaimana sifat dari saudara sepupunya itu.


" Claire ini sifatnya sama seperti Mommy,," Ucap Martin yang tengah menggerutu Claire disaat ia hendak pergi menuju ke tempat Claire di area kolam renang.


Benar sekali apa yang telah diucapkan oleh Martin saat ini menggerutu sendiri mengenai sifat Claire yang begitu mirip dengan sifat Mommynya. Karena, sifat Mommynya Claire itu begitu buruk, bagi Martin sendiri. Walaupun itu Mommynya sendiri, tapi, Martin sama sekali tidak pernah berani membantah perintah dari Mommynya itu.


Saat ini Martin tengah melangkahkan kakinya menuju ke arah bagian belakang area kolam renang dan benar sekali ketika Martin sampai di area kolam renang. Martin bisa mendengarkan bagaimana suara Claire yang sedang marah dan tengah memarahi semua pelayannya itu.


" Berani-beraninya kau memberikan sebuah jawaban seperti itu, Hah!!" Ucap Claire yang tengah membentak semua pelayan wanita di hadapannya.


Ketika Claire ingin melakukan sesuatu terhadap ketua pelayan itu dengan segera Martin berlari dan menghalangi tangan Claire, sehingga membuat Claire kaget dengan perlakuan Martin yang melarangnya untuk memberikan pelajaran kepada ketua pelayan yang begitu berani dalam memberikan sebuah jawaban untuknya.


Tapi sayang ketika tangannya Claire itu hendak melayang mengenai wajah ketua pelayan dengan segera Martin datang menghalangi tangan Claire yang akan melayang itu. Betapa terkejutnya Claire ketika melihat tangannya Martin yang sedang menghalangi tangannya sendiri.


" Cukup Claire,," Ucap Martin yang menghalang tangannya Claire saat ingin memberikan sebuah pelajaran kepada ketua pelayan.


" Kau,," Gumam Claire kaget ketika tangannya terhalang oleh tangan Martin.


Awalnya Claire memang terkejut dengan kelakuan Martin yang tengah menghalangi tangannya saat ingin memberikan sebuah pelajaran kepada ketua pelayan itu. Namun, ketika menyadari ucapan Martin yang tengah membela para pelayannya itu. Hal itu membuat Claire semakin menjadi jengkel dengan kelakuan Martin ini.


" Jangan lakukan ini," Ucap Martin lagi yang masih memegang tangan Claire.


" Memangnya kenapa aku tidak boleh memberi mereka semua pelajaran ?" Tanya Claire dengan wajah kesalnya pada Martin.


" Bukannya tidak boleh Claire, mereka tidak bersalah,," Jawab Martin lembut sambil meredakan emosi Claire yang sedang memuncak.


" Mereka tidak bersalah, kau bilang, Heehh!!" Jawab Claire dengan nada suara yang terdengar mencaci ucapan pembelaan dari Martin.


" Justru, aku memanggil mereka semua kesini, karena mereka telah bersalah padaku,," Sambung Claire lagi dengan nada suara yang meninggi menjelaskan tentang apa yang sedang dilakukannya itu pada Martin.


" Memangnya mereka semua salah apa padamu, sehingga kau memanggil mereka semua datang kesini menghadapmu ?" Tanya Martin dengan lembut pada Claire, supaya emosi Claire tidak terlalu tinggi.


" Dengan gaya arogan bagaimana, mereka saja semuanya mematuhi perintah kau, disaat kau meminta mereka semua datang kesini mereka datang,," Bilang Martin pada Claire dengan keadaan yang telah terjadi sekarang.


" Terus jawaban apa dari mereka yang telah membuat kau sampai ingin menghukum mereka semua disini ?" Tanya Martin pada sepupunya.


Dengan wajah kesalnya, Claire menjawab pertanyaan Martin tentang apa yang telah dilakukan oleh para pelayan di dalam kediamannya itu hingga membuat Claire menjadi begitu marah dan juga kesal dengan pencegahan yang telah dilakukan oleh Martin sendiri.


" Mereka telah menjawab dengan tidak sopan dan jawaban mereka telah mengada-ada,," Jawab Claire dengan wajah masamnya dan jelas sekali terlihat bahwa ia begitu tidak menyukai para pelayan di dalam kediaman Martin ini.


" Yes, I know,," Jawab Martin masih dengan nada yang begitu lembut terhadap Claire.


" Lalu jawaban apa dari mereka yang telah membuat kau sampai marah sebesar ini ?" Tanya Martin lagi pada Claire.


" Kau mau tahu, tanya saja sama pelayan tidak tahu sopan santun ini,," Jawab Claire sambil menunjuk langsung ke arah ketua pelayan yang ada di hadapannya.


Sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dengan lembut dan sedikit mengeluarkan nafasnya, karena, Martin merasa bahwa sebenarnya, pelayannya itu pasti menjawab pertanyaan dari Claire dengan benar dan sama seperti apa yang telah ia berikan sesuai dengan peraturan yang ia buat selama ini terhadap semua pelayannya itu.


" Oke baik, kau duduk dulu supaya hatimu ini bisa tenang,," Bilang Martin kepada Claire.


" Heehh, aku tidak mau duduk, aku masih marah pada semua pelayan kau ini,," Bilang Claire yang menepis tangan Martin, disaat Martin memintanya duduk.


" Heehh, baiklah,," Jawab Martin singkat.


Lalu tanpa banyak kata lagi yang akan diuraikan oleh Martin dalam menghadapi permasalahan yang sedang dihadapinya saat ini. Martin langsung saja bertanya kepada para pelayan yang telah ditunjukkan oleh Claire, dan langsung menanyakan jawaban langsung dari pelayannya itu.


" Baiklah saya langsung bertanya pada kau, karena, kau yang telah ditunjuk oleh Claire dengan jawaban yang tidak sesuai menurutnya Claire, maka,," Bilang Martin terhadap pelayannya namun terhenti ketika ia menyebutkan bahwa jawaban dari pelayan tersebut tidak sesuai menurut Claire.


" Bukan tidak sesuai, tapi memang jawabannya dia yang salah, karena, seenaknya saja menjawab pertanyaan dari saya seorang majikannya,," Sahut Claire yang terdengar bahwa ia begitu marah atas jawaban dari ketua pelayan ini.


Sambil menghela nafasnya seolah mengerti akan ucapan Claire yang tetap saja menyalahkan jawaban dari pelayannya itu, akhirnya Martin kembali dengan nada lembutnya membujuk Claire supaya emosi Claire tidak terlalu tinggi terhadap para pelayan di dalam kediamannya. Ya, seperti di awal bahwa Martin tidak ingin adanya keributan di dalam kediamannya ini.


" Baiklah jawabannya salah,," Jawab Martin dengan nada rendah yang langsung menyahut ucapan Claire.


Tentu saja Martin langsung menyahut jawaban Claire ketika Claire menghentikan pertanyaannya seketika terhadap ketua pelayan supaya Claire bisa meredam amarahnya yang sedang memuncak. Karena, jika tidak diberikan jawaban secara langsung pastinya emosi Claire akan sulit untuk diredam oleh Martin.


****