
Sebagai seorang adik, Axeloe hanya bisa tersenyum mendengar ucapan keteguhan dari kakaknya ini. Alberto akan terlihat sangat tegas pada saat melakukan kepemimpinan dalam sebuah misi dan visi yang akan dilakukan pada rencananya itu. Namun, Alberto akan terlihat luluh serta lembut jika suatu masalah berhubungan dengan istrinya yang baru saja ditemukannya saat ini.
" Hehehehe pantas saja kau bisa menggantikan posisi Grandfa dalam memimpin semua kepemimpinannya brother,," Ucap Axeloe yang terdengar seperti sedang memuji kehebatan Kakaknya itu.
" Heh, ada saatnya kau harus tegas dalam mengambil suatu keputusan dan ada saatnya juga kau harus lembut terhadap seorang wanita yang terbaik untukmu Axeloe,," Jawab Alberto dengan wajah penuh ketegasan dan keyakinan pada adiknya ini.
" Ya, ya, ya, aku percaya jika kau mengungkapkan ucapanmu ini pada suatu hal kepemimpinan, tapi, aku tidak percaya dengan adanya wanita yang lembut selain Mommy, brother,," Gumam Axeloe yang seakan mengingatkan Alberto akan siapa Mommynya yang sebenarnya selama ini.
Memang benar sifat dan sikap kelembutan dari Friska menandakan bahwa ia seorang wanita pemberani, kuat dan sanggup untuk menahan apapun yang bisa menjadi penghalang baginya itu. Tapi, yang menjadi pertanyaan dan penyesalan Axeloe adalah kenapa sampai saat ini ia tidak tahu apa yang jadi penyebab orang tuanya itu pergi meninggalkannya disaat usianya masih kecil dan tidak mengerti akan semuanya yang sedang terjadi.
" Tenanglah Axeloe, kau memang selalu mengingatkan aku siapa Mommy kita sebenarnya,," Gumam Alberto sedikit menepuk bahu adiknya untuk memberikan sebuah keyakinan.
" Memang saat itu kita masih berusia kecil dan tidak mengerti akan apapun yang telah terjadi, tapi, disaat kita sudah dewasa seperti ini satu persatu semua rahasia akan terungkap dengan sendirinya,," Ucap Alberto lagi yang terdengar seperti sedang memberikan sebuah secercah harapan besar bagi Axeloe dan pastinya bagi kedua saudara ini.
" Apakah yang kau katakan ini ada hubungannya dengan rahasia besar pada kepergian Mommy kita Kak ?" Tanya Axeloe seakan mengerti apa maksud dari perkataan Alberto.
" Ya, untuk saat ini satu persatu rahasia sudah sedikit terungkap, oleh sebab itu, kembalinya kau ke kediaman ini membuatku semakin bersemangat untuk memberikan tugas ini padamu adikku,," Ucap Alberto sambil memperlihatkan senyuman sinis di wajahnya.
" Dan orang itu tidak mungkin bisa melakukannya sendiri tanpa adanya bantuan orang lain dalam rencananya ini,," Bilang Alberto lagi yang mempertegas pemikirannya terhadap rahasia kepergian Mommynya.
" Aku tahu itu Kak, tidak mungkin orang sanggup melakukan sebuah rencana besar dalam menyingkirkan Mommy kita dari dunia ini, jika tidak adanya bantuan dari orang dalam ataupun sebuah konspirasi yang tersimpan hingga membuat Mommy kita menjadi korbannya,," Gumam Axeloe lagi dengan matanya yang terlihat begitu bersemangat untuk segera menenggelamkan semua orang yang terlibat dalam rahasia kepergian Mommynya itu.
" Kau benar adikku dan salah satu rahasia kecil ini sudah berhasil didapatkan oleh Kakak iparmu sendiri yaitu Ziya,," Bilang Alberto lagi pada Axeloe hingga membuat Axeloe menatapnya dengan tatapan serius dan tidak percaya akan hal itu.
" Maksudmu, Ziya berhasil mendapatkan salah satu rahasia kepergian Mommy kita,," Gumam Axeloe dengan wajah tercengang.
" Apakah kau menceritakan semua kejadian yang pernah terjadi pada Mommy ini pada Ziya ?" Tanya Axeloe dengan wajah tercengangnya itu.
" Ya, aku mempercayainya, sehingga tidak ada rahasia yang kusimpan darinya Axeloe,," Jawab Alberto dengan wajah penuh senyuman.
" Tapi Kak, apakah nantinya tidak akan menjadi sebuah masalah jika Ziya mengetahui semua rahasia ini ?" Tanya Axeloe lagi pada Alberto untuk mengetahui bagaimana reaksi Alberto ketika banyak orang yang mengetahui rahasianya itu.
" Semua rahasia ini aman terkendali adikku, kau mempercayai dirimu sendiri bukan ?" Tanya Alberto pada Axeloe hingga membuat Axeloe menganggukkan kepalanya.
" Ya, tentu saja, siapa yang tidak percaya dengan dirinya sendiri,," Jawab Axeloe tegas.
" Oleh sebab itu, walaupun aku merasa aku tidak pernah mempercayai diriku sendiri, bahwa rahasia ini akan berhasil diungkap oleh kita berdua, maka dari itu aku menceritakan semua rahasia ini padanya dan hasilnya sangat membuatku terkejut, Axeloe,," Ucap Alberto sambil menatap Axeloe dengan keseriusan atas ceritanya itu.
" Dalam beberapa hari setelah aku menceritakan hal ini pada Ziya, apakah kau tahu, dengan mudahnya Ziya berhasil mendapatkan suatu rahasia dari Martin anak kesayangan Gladys,," Ucap Alberto lagi dengan wajah seriusnya hingga membuat Axeloe tercengang kaget.
" Martin !!" Seru Axeloe dengan wajah tercengang.
" Yeah Martin, melalui Martin adalah tombak awal Ziya berhasil mendapatkan sebuah pintu awal rahasia ini agar bisa terbongkar semuanya hingga sampai ke akar-akarnya,," Ucap Alberto lagi dengan senyuman sinis di wajahnya.
" Jika benar yang kau ceritakan ini Kak, maka bayanganku saat itu tidak salah lagi disaat ia sedang mengintai Ziya selama ini bahwa Ziya bukanlah anak dari Erwin yang sesungguhnya,," Ucap Axeloe dengan tatapan serius dan membuat Alberto mengerutkan keningnya merasa penasaran dengan maksud yang disampaikan oleh Axeloe saat ini.
" Memangnya apa lagi yang kau ketahui tentang Ziya, jika bayanganmu mengatakan bahwa Ziya dan juga Zoya bukanlah anak kandung dari Erwin berarti dia anak siapa ?" Tanya Alberto dengan wajah penasarannya.
" Menurut bayangan yang aku percaya untuk selalu mengintai Ziya, dia bilang tidak pernah mengetahui siapa sebenarnya orang tua Ziya itu, hanya sekali dia pernah melihat bahwa Ziya dan Zoya bukanlah putri kandung dari Erwin, itu juga diketahuinya ketika Erwin pernah berkata kepada dokter yang sedang mengawasi pergerakan Ziya disaat ia sedang mengandung,," Ucap Axeloe yang memberitahukan kepada Alberto siapa Ziya sebenarnya.
" Begini saja, Kak, karena, selama ini telah aku teliti sepertinya Ziya sangat mencintaimu, kau bisa bertanya langsung padanya siapa orang tua mereka yang sebenarnya,," Bilang Axeloe seakan memberi sebuah pendapat untuk Alberto.
" Heh, aku tahu jika dia sangat mencintaiku, tapi, hal itu tidak akan mudah aku dapatkan, Axeloe, karena, keselamatan keluarganya yang selama ini ia rahasiakan dariku begitu kuat tersimpan,," Ucap Alberto sambil tersenyum kecut saat menceritakan keteguhan hati Ziya dalam rahasia dirinya itu.
" Jika benar begitu, lebih baik saat ini kita harus segera menyuntikkan obat ini padanya Kak, sebelum adanya suatu hal yang akan terjadi pada dirinya,," Ucap Axeloe yang seraya mengingatkan Alberto untuk segera melakukan tindakannya itu.
" Kau benar, Axeloe, sebuah tindakan benar akan menghasilkan suatu hal yang sempurna jika tepat dilakukan,," Ucap Alberto yang terdengar begitu meyakinkan penemuan Axeloe agar bisa menghilangkan semua obat dosis tinggi di dalam tubuh Ziya.
" Baiklah jika kau sudah siap untuk menerima hasilnya, lebih baik kita segera melakukannya,," Ucap Axeloe sambil menyimpan botol obat itu ke dalam tasnya.
Ketika Axeloe akan melangkahkan kakinya untuk segera keluar dari ruangan penelitiannya itu. Tiba-tiba Alberto teringat akan suatu keadaan yang sedang terjadi pada Zoya saat ini. Di dalam pikiran Alberto apakah obat yang telah dihasilkan oleh Axeloe itu berpengaruh pada tubuhnya yang baru saja mengalami suatu hal baru itu.
" Tunggu sebentar Axeloe,," Panggil Alberto yang terdengar sedang mencegah Axeloe.
" Ada apa ?" Tanya Axeloe dengan segera menghentikan langkahnya itu.
" Hahahaha, aku hampir lupa akan hal itu !" Seru Axeloe seketika menepuk jidatnya sendiri.
" Sebenarnya yang terjadi pada istrimu saat ini adalah Ziya akan memberikanku keponakan lagi, brother,," Jawab Axeloe dengan ungkapan yang berbelit-belit hingga membuat Alberto sedikit mengerutkan keningnya.
" Maksudmu ?" Tanya Alberto yang memang jelas bingung sendiri.
" Hahahaha, masa kau tidak tahu bagaimana perubahan seorang istri apabila sedang hamil muda,," Jawab Axeloe lagi sambil menyunggingkan senyumannya.
" Hamil, maksudmu Ziya hamil, Axeloe ?" Tanya Alberto lagi dengan wajah penasarannya.
" Iya Kak, Kak Ziya sedang mengandung anakmu calon adik untuk Demian,," Jelas Axeloe lagi hingga membuat Alberto seketika tertawa gembira.
" Aahhh benarkah Axeloe ?" Tanya Alberto lagi dengan wajah masih belum percaya.
" Iya Kak, selamat kau akan memiliki anak lagi,," Jawab Axeloe sambil mengulurkan tangannya mengucapkan sebuah kata selamat pada kakaknya ini akan suatu hal yang membuat hidup kakaknya begitu bahagia sekali.
" Aaaahhhhh terima kasih Axeloe, terima kasih Tuhan, ternyata kau sangat menyayangiku,," Seru Alberto di dalam ruangan penelitian Axeloe ini dengan wajah penuh kegembiraan.
Axeloe bisa melihat dengan jelas bagaimana kebahagiaan yang sedang terpancar dari wajah kakaknya saat ini, sungguh terlihat sekali bahwa Alberto kaget, bahagia, haru semua bercampur aduk menjadi satu dalam hatinya saat ini. Ingin sekali rasanya Alberto segera bergegas pergi dan memeluk Ziya seerat mungkin serta menggendong tubuh Ziya kemana-mana memanjakan tubuh itu dengan apa saja yang Ziya inginkan.
" Axeloe aku ingin sekali bertemu dengannya mengatakan hal ini padanya bahwa ia tidak boleh melakukan apapun yang bisa membuatnya lelah atau berbahaya,," Ucap Alberto dengan wajah penuh kegembiraan dan seakan melupakan suatu hal yang sudah dibawa oleh Axeloe saat ini yaitu obat penawarnya itu.
" Tunggu Kak,," Panggil Axeloe pada Alberto yang segera melangkahkan kakinya dari ruangannya itu.
" Ada apa, Axeloe, aku ingin segera memeluk Ziya saat ini juga,," Ucap Alberto dengan wajahnya yang masih terlihat bahagia.
" Bukannya kita harus menyuntikkan obat ini pada Ziya sekarang ?" Tanya Axeloe lagi pada Alberto dan mengingatkan Alberto akan tujuan utama mereka selama ini.
" Menyuntikkan obat ini, tunggu sebentar Axeloe,," Ucap Alberto yang terlihat sedang memikirkan sesuatu.
" Apakah obat ini tidak akan membahayakan dirinya dan juga calon anakku ?" Tanya Alberto dengan wajahnya sedikit merasa khawatir pada keselamatan Ziya.
" Karena, serum penawar ini merupakan hasil dari penelitianku, maka aku begitu yakin, obat ini tidak akan membuatnya dalam keadaan berbahaya,," Jawab Axeloe tegas dengan hasil penemuannya itu.
Dan terlihat saat ini Alberto sedang mengambil sebuah keputusan penting dalam keselamatan nyawa istrinya serta calon anaknya yang sedang berada di dalam kandungan Ziya saat ini. Alberto memang begitu ingin membuat Ziya bisa sembuh dan teringat kembali akan memorinya yang selama ini menghilang. Namun, Alberto juga tidak ingin membuat Ziya dalam suatu masalah yaitu sebuah bahaya yang akan menimpa tubuhnya.
" Jika kau merasa yakin dengan obat dari hasil penelitian yang kau lakukan ini, baiklah aku mempercayaimu, Axeloe,," Jawab Alberto dengan wajah penuh keyakinan.
" Karena, kau adalah adikku dan aku sangat mempercayaimu, apapun yang kau lakukan terhadap Ziya itu semua adalah sebuah kebaikan yang kau berikan pada hidupku,," Ucap Alberto yang terdengar begitu mempercayai adiknya ini.
Sebenarnya Axeloe ingin sekali memeluk kakaknya ini, karena, walaupun selama ini kakaknya itu pernah tidak mempercayai dan tidak memperdulikan semua ucapan Axeloe. Tapi, kali ini Axeloe bisa mendengar sendiri bagaimana ungkap yang sangat jujur dan penuh keyakinan dari kakaknya ini. Hingga Axeloe hanya bisa tersenyum sambil menganggukkan kepalanya menerima kepercayaan dari kakaknya itu.
" Terima kasih, jika saat ini kau sudah mempercayaiku kembali Kak,," Gumam Axeloe sambil menganggukkan kepalanya.
" Karena, kau adalah adikku satu-satunya Axeloe, tidak ada rasa bahagia dalam hidupku jika tidak bisa membuat adikku ini bahagia,," Ucap Alberto pada Axeloe hingga membuat Axeloe hanya bisa tertawa kecil mendengar ucapan Kakaknya yang tidak pernah ia dengar selama ini.
" Hahaha ternyata saat ini kau bisa mengucapkan sebuah perkataan lembut pada adikmu ini,," Seru Axeloe yang tidak terlalu menghiraukan perkataan kakaknya ini.
Memang jelas terlihat bahwa Alberto sangat menyayangi adiknya ini. Namun, Axeloe saat ini sudah dewasa bukanlah seorang anak kecil lagi, oleh sebab itu, ucapan yang disampaikan langsung dari Alberto itu tidak terlalu dihiraukan oleh Axeloe. Karena, bagi Axeloe saat ini adalah bisa dengan cepat mengungkapkan rahasia kepergian Mommy kesayangannya itu.
" Baiklah kalau begitu, Axeloe sekarang kita harus segera menemui Ziya," Ajak Alberto pada Axeloe untuk segera langsung menemui Ziya saat ini juga.
Dengan segera Axeloe menganggukkan kepalanya dan mengikuti langkah kaki Alberto untuk segera menemui Ziya. Terlihat dari wajah Alberto saat ini begitu bahagia bercampur aduk dengan rasa kecemasan yang sedang terjadi pada dirinya ketika Axeloe saat ini hendak mengobati istrinya itu.
Tapi, rasa takut dan khawatir itu untuk sejenak dilupakan terlebih dahulu bagi Alberto. Karena, keselamatan dan kesembuhan Ziya saja yang menjadi faktor utama bagi Alberto saat ini. Apabila Axeloe sudah berhasil menyembuhkan Ziya dan memori ingatan Ziya kembali normal seperti dahulu lagi.
" Untuk saat ini aku harus berkonsentrasi dalam menyembuhkan rasa sakit yang selalu dialami oleh Ziya,," Gumam Alberto dalam hatinya yang memiliki sebuah tekad kuat untuk menyembuhkan Ziya.
" Setelah Ziya sembuh dari sakitnya itu, maka aku akan segera menyelesaikan semua rahasia yang selama ini aku pendamkan,," Ucap Alberto dengan wajahnya yang terlihat begitu kejam untuk segera memusnahkan semua orang yang pernah terlibat dalam suatu masalah kepergian Mommynya.
Dengan tekad kuat yang dimiliki oleh Alberto saat ini begitu jelas sekali terlihat dari sorot matanya. Dan dari tekadnya itu begitu jelas bahwa setelah selesai ia menyembuhkan penyakit Ziya, maka, Alberto sendiri telah bertekad dengan segera bisa menyelesaikan misi rencana selanjutnya dalam menumpas semua orang yang terlibat di dalam pembu.nuhan terhadap Mommynya itu. Itulah sebuah tekad kuat yang telah lama tumbuh dan terpendam di dalam hatinya selama ini.
****