
Namun, anak buah yang memang sengaja diberikan pelatihan darinya itu khusus membantunya disaat ia sedang mendapatkan sebuah misi yang besar dan harus dilakukan oleh orang banyak bukan hanya dirinya sendiri. Itulah Zavier seorang ahli detektif yang memiliki pemikiran serta cara yang begitu tepat dalam menyelesaikan misi apapun.
Setelah, Zavier membuka pintu kamar yang memang dikhususkan untuk Zoya dan Zavier bisa melihat dengan matanya sendiri tentang keadaan Zoya yang ia dengar bahwa Zoya sendirilah yang pastinya berteriak diatas kapal ini. Karena, tidak ada wanita lain selain Zoya yang berada di dalam area privacy dari kapal mewah ini.
Saat masuk ke dalam ruang kamar pribadi yang memang sedang digunakan untuk menahan Zoya. Dengan sangat hati-hati Zavier melangkahkan kakinya masuk ke dalam sambil melihat ke arah kanan dan juga kiri bagaimana suasana di dalam ruangan itu.
Begitu jelas sekali terlihat bahwa saat ini di dalam ruangan yang memang sedang digunakan untuk menahan Zoya tidak terlalu hancur berantakan malah ruangan itu masih saja terlihat seperti biasanya, hanya saja suara tangisan dan juga teriakan yang dilakukan oleh Zoya begitu kuat hingga membuat semua orang yang berada di dekat ruangannya itu terkejut dan pastinya khawatir dengan keadaan ataupun yang sedang terjadi pada orang yang tengah menjadi tahanan mereka itu.
" Tidak ada yang terjadi,," Gumam Zavier disaat ia melangkah masuk ke dalam ruangan kamar Zoya sambil melirik kiri dan juga kanan.
" Terlihat seperti biasa-biasa saja,," Sambung Zavier lagi dengan suara kecilnya sambil tetap melangkah masuk ke dalam ruangan kamarnya Zoya.
" Baiklah, bagian luar masih terlihat aman,," Ucap Zavier sambil melangkahkan kakinya lagi untuk segera masuk ke dalam ruang tidur Zoya.
Karena merasa bagian luar sudah cukup aman dan tidak terlihat bahwa saat ini masih belum terjadi apa-apa, sehingga membuat Zavier masih berpikir cukup tenang dalam menghadapi Zoya yang tengah berteriak itu. Pastinya saat ini Zoya sedang berteriak keras dan menghancurkan sebagian isi di dalam ruang tidur tempatnya yang sedang ditahan itu.
Karena, Zavier sudah begitu paham dengan sikap serta sifat dari istri sahabatnya itu tentuu saja Zavier bisa mengatur keadaan serta emosi dalam menghadapi Zoya nanti. Dengan begitu perlahan, Zavier membuka pintu ruang tidur kamarnya Zoya menggunakan kunci khusus yang memang telah dimiliki olehnya selama ia mendapatkan misi dan juga tugas dari sahabatnya itu yaitu Alberto.
Setelah berhasil membuka pintu ruang tidur Zoya, Zavier hanya bisa melongo melihat Zoya secara langsung tengah menangis tersedu-sedu sambil menggoreskan kukunya yang cukup panjang ke bagian dinding kapal, hingga membuat dinding kapal itu sedikit terkelupas dan yang pastinya atas tindakan yang dilakukan oleh Zoya itu membuat kulit jari Zoya terluka atas apa yang sedang dilakukannya itu.
Zoya tidak merasakan sedikitpun kesakitan yang sedang ia lakukan itu, karena, Zoya masih saja terbenam di dalam kesedihannya yang mendalam mengingat semua apa yang telah dilakukannya bersama dengan Jimmy selama ini.
Bagaimana kenangannya selama ini bersama dengan Jimmy !
Bagaimana cara Jimmy dalam memperlakukan dirinya yang begitu indah !
Bagaimana Jimmya membuatnya merasa menjadi wanita yang paling bahagia di dunia !
Hal itu semua yang sedang diingat dan juga dikenang oleh Zoya saat ini. Sambil ia menangisi kepergian yang telah disaksikan oleh matanya sendiri bagaimana orang suruhan dari Roserish itu telah membuat Jimmy pergi dalam keadaan yang begitu ke.jam hingga membuat Zoya begitu meratapi kepergian Jimmy yang selama ini telah membuat hidupnya bahagia.
Dan disaat Zavier masuk ke dalam kamar itu memang awalnya Zavier melongo disaat melihat apa yang tengah Zoya lakukan. Namun seketika Zavier langsung saja menghampiri Ziya dan meminta Zoya untuk tidak menyakiti dirinya sendiri atas apa yang telah ia lakukan terhadap Jimmy. Ya, meskipun itu adalah sebagai penyesalan yang tengah Zoya rasakan saat ini.
" Zoya, jangan lakukan ini,," Seru Zavier dengan langsung menarik tangan Zoya untuk tidak lagi menyakiti dirinya sendiri dengan mencabik-cabik dinding kapal hingga membuat jari-jari tangannya itu mengeluarkan dar-ah dan terluka.
Zoya sama sekali tidak menghiraukan perkataan serta apa yang dilakukan oleh Zavier yang tengah menghentikan tindakannya itu. Dan Zoya juga masih tetap saja bersikeras menarik tangannya dari pegangan Zavier yang sedang mencegahnya untuk melakukan tindakannya itu.
" Lepaskan aku,," Teriak Zoya dengan suaranya yang terdengar sedikit parau.
" Tidak, aku tidak akan melepaskannya,," Ucap Zavier yang masih tetap menahan tangan Ziya untuk melakukan apa yang telah dilakukannya barusan.
" Lepaskan tanganku, aku mohon,," Ucap Zoya sambil menangis.
" Aku tidak akan melepaskannya, jika kau masih melakukan hal seperti ini,," Bilang Zavier lagi dengan suaranya yang terdengar cukup tegas hingga membuat Zoya semakin menangis dan menjadi-jadi.
" Hiks, hiks, tolong lepaskan aku,," Ucap Zoya lagi yang masih saja tetap memohon dan meminta tolong kepada Zavier untuk melepaskan tangannya.
" Aku sudah bilang pada kau, Nyonya Zoya, bahwa tangan ini tidak akan aku lepaskan, jika kau bisa berhenti untuk menyakiti dirimu sendiri,," Bilang Zavier lagi dengan jelas kepada Zoya.
Karena mendengar penjelasan dari Zavier begitu mendalam bagi Zoya, hingga hal itu membuat Zoya meminta tolong kepada Zavier untuk memastikan kemana mayat Jimmy yang sudah pergi meninggalkan dirinya dan saat mereka berada di dalam markas besar milik Roserish yang ada di negara Australia itu dibawa kemana.
" Hiks, hiks, aku belum menerima bahwa Jimmy saat ini sudah pergi,," Jawab Zoya pada Zavier dengan suaranya yang parau.
Sehingga dengan suara parau Zoya itu membuat Zavier tidak bisa mendengar dengan jelas apa yang sedang dibicarakan oleh Zoya saat ini pada dirinya. Oleh sebab itu, Zavier hanya bisa tetap memegang tangan Zoya dengan cukup erat dan memberikan sebuah peringatan pada Zoya untuk tidak melakukan tindakan apa-apa yang bisa membuat dirinya terluka.
" Aku tidak dengar apa yang sedang kau katakan itu,," Ucap Zavier dengan suaranya yang terdengar cukup jelas bagi Zoya.
" Aku hanya bisa memberikan memperingati kau bahwa kau tidak usah menyakiti dirimu sendiri dengan cara seperti ini,," Bilang Zavier lagi pada Zoya hingga membuat Zoya sedikit tenang dari tangisannya itu.
" Aku harap kau bisa menerima kenyataan yang ada, bahwa sebenarnya kau tidak bisa menolak keadaan yang telah terjadi saat ini pada kau dan juga teman dekatmu itu yaitu Jimmy,," Ucap Zavier lagu dengan jelas hingga membuat Zoya menghentikan tangisannya.
Ketika mendengar ucapan dari Zavier yang menyebutkan nama Jimmy hal itu tentu saja membuat Zoya sedikit heran dan juga penasaran kenapa Zavier bisa mengetahui dengan jelas bahwa teman dekat yang sedang ada di dalam pikirannya itu adalah Jimmy.
" Tunggu !!" Ucap Zoya yang sengaja menghentikan perkataan Zavier ketika Zavier menyebutkan nama Jimmy.
" Kenapa ?" Tanya Zavier balik pada Zoya dengan tatapan mata yang serius.
" Apa yang barusan kau katakan ?" Tanya Zoya pada Zavier dengan tatapan mata yang serius juga serta memiliki perasaan yang begitu penasaran pada ucapan Zavier mengenai Jimmy.
" Yang barusan aku katakan, maksudnya ?" Tanya Zavier balik pada Zoya yang memang belum mengerti maksud dari pertanyaan Zoya barusan.
" Kau tidak mengerti apa maksud dari pertanyaan ku barusan ?" Tanya Zoya langsung pada Zavier dengan tatapan matanya yang tajam menatap Zavier.
Memang benar sekali Zavier tidak mengerti dan juga tidak memahami apa yang baru saja ditanyakan oleh Zoya padanya. Karena, disaat Zavier ingin menyampaikan sesuatu hal yang serius kepada Zoya mengenai apa yang tidak harus dilakukannya dan menyebutkan nama Jimmy itu, Zoya memang telah menangkap apa yang telah disampaikan oleh Zavier padanya itu.
Oleh sebab itu Zavier tidak mengerti apa yang telah ditanyakan oleh Zoya padanya. Meskipun Zavier tidak mengerti, pastinya Zoya tetap menanyakan perihal kepergian Zavier yang awalnya Zoya mengira bahwa anak buah Alberto lah yang telah menyekap dan juga menahan mereka di markas besar itu.
Meskipun sudah berulang kali saat itu Will menjelaskan pada Zoya bahwa orang yang telah menangkap mereka berdua disaat mereka berdua tengah bermain bersama di pinggir villa yaitu anak buah Roserish yang tengah bertindak. Tapi, selama Zoya hidup di Prancis, Zoya sama sekali tidak mengenali siapa itu Roserish, oleh sebab itu Zoya hanya berpikir keras pastinya Roserish itu adalah orang yang berkomplot dengan Alberto untuk menangkap dirinya dan juga Jimmy.
" Tidak !" Jawab Zavier menatap Zoya dengan tatapan memang tidak mengerti apa yang telah ditanyakan oleh Zoya padanya.
Sambil menghembuskan sedikit nafasnya, Zoya kembali menarik nafasnya dengan perlahan untuk memberikan sebuah pertanyaan lagi pada Zavier mengenai siapa yang telah tega menghabisi dan membuat Jimmy melayang dengan begitu ke -jam tepat di depan matanya. Serta juga siapa itu komplotan mafia yang telah berani menangkap dirinya serta Jimmy juga ikut-ikutan masuk dalam penangkapan itu.
" Huuuuhh,," Suara hembusan nafas yang sengaja dilakukan oleh Zoya tepatnya di dekat Zavier saat ini, tentu saja Zavier bisa mendengar bahwa Zoya saat ini tengah menghembuskan nafasnya lalu menarik nafasnya kembali dan memulai untuk menjelaskan apa yang tengah ditanyakan olehnya.
Setelah menarik kembali nafasnya yang memang merasa cukup lega dan puas barulah Zoya memulai lagi untuk memberikan pertanyaan dan juga penjelasan kepada Zavier mengenai apa yang telah dialami olehnya beserta Jimmy. Meskipun saat ini tangannya masih dalam keadaan terluka, namun Zoya sama sekali tidak merasakan sakit pada bagian lukanya itu.
" Begini, kau baru saja mengatakan bahwa aku tidak boleh melakukan hal yang bisa membuat diriku terluka,," Ucap Zoya sambil menunjukkan jari tangannya yang memang jelas terlihat bahwa jarinya itu berda rah di depan mata Zavier.
" Ya tentu saja,," Jawab Zavier singkat.
" Tapi kenapa dengan sengaja anak buah suruhan dari teman kau itu yaitu Alberto tega membuat Jimmy pergi dengan cara seperti itu ?" Tanya Zoya dengan langsung pada Zavier hingga membuat Zavier sedikit mengerutkan keningnya mengenai apa yang tengah ditanyakan oleh Zoya padanya barusan.
" Suruhan Dude, temanku Alberto, maksudnya ?" Tanya balik Zavier dengan wajah yang bingung dan juga balik menanyakan perihal apa yang telah ditanyakan oleh Zoya padanya.
Karena, memang merasa bingung mengenai penjelasan yang baru saja ditanyakan oleh Zoya padanya itu sehingga membuat Zavier tentu saja untuk menanyakan langsung pada Zoya mengenai pertanyaannya itu. Walaupun saat ini terlihat bahwa di antara Zoya dan juga Zavier belum mengerti tentang apa yang telah dimaksudkan oleh mereka masing-masing.
" Tunggu, kau jangan bertanya dulu padaku mengenai apa yang aku sampaikan ini,," Ucap Ziya tengah memotong pembicaraan yang sedang ditanyakan oleh Zavier padanya itu.
" Baiklah, silahkan kau tanyakan semuanya dan kau jelaskan semuanya,," Jawab Zavier sambil melepaskan tangannya dari tangan Zoya yang sedari tadi tengah dalam genggamannya itu.
" Aku hanya ingin bertanya satu hal,," Ucap Zoya dengan tatapan jelas dan tegas pada Zavier.
" Heemm," Jawab Zavier disambung dengan sebuah anggukan darinya.
" Setelah kalian membu -nuh Jimmy, kemana kalian letakkan tubuh Jimmy sekarang ?" Tanya Zoya pada Zavier hingga membuat Zavier terkejut mengenai apa yang telah ditanyakan oleh Zoya padanya itu.
Karena, rombongan anak buah Zavier sama sekali tidak pernah mendapatkan sebuah pekerjaan darinya untuk melakukan suatu hal yang bukan di luar dari perintahnya. Anak buah Zavier yang memang sengaja saat penyelamatan Zoya telah dikerahkan oleh Zoya untuk menghabisi semua orang yang tengah berada di dalam markas besar milik Roserish di Australia itu.
Tapi, bukan untuk menghabisi Jimmy teman dekat dari Zoya, karena, hal itu tidak ada di dalam perintahnya Zavier, melainkan sebaliknya, Zavier hanya memerintahkan kepada semua orang-orangnya untuk segera menghabisi siapa saja orang yang menghalangi misinya untuk menyelamatkan Zoya beserta teman dekatnya yaitu Jimmy. Kenapa malah saat ini Zoya mengira bahwa Jimmy pergi adalah perlakuan yang memang sengaja dilakukan oleh anak buahnya dan pastinya atas perintahan darinya.
Oleh sebab itu Zavier cukup terkejut mengenai apa yang menjadi pertanyaan dan juga keterangan dari Zoya saat ini padanya sehingga membuat Zavier tentu saja langsung menjawab omongan dari Zoya, tapi sayangnya belum juga Zavier menjelaskan apa yang ingin dijelaskannya pada Zoya. Zoya sudah lebih dulu memotong omongan Zavier sehingga membuat Zavier tidak bisa menyampaikan apa yang telah ia lakukan dan juga Alberto perintahkan padanya itu.
" Itu salah,," Jawab Jimmy langsung pada Zoya ketika mendengar ucapan Zoya yang salah mengambil keterangan dari apa yang telah ia alami sebelumnya saat ia berada di dalam ruang penahanan markas besar milik Roserish.
" Salah ?" Tanya Zoya dengan mata yang tajam menatap Zavier.
Ketika Zavier ingin menjelaskan apa yang tengah disampaikan oleh Zoya saat ini padanya bahwa keterangan yang baru saja Zoya katakan itu adalah keterangan salah dan keterangan belum pasti. Saat itu juga Zoya kembali tidak menerima penjelasan dari Zavier dan masih tetap saja bersikeras dalam pendapatnya sendiri.
****