
Jelas saja Alberto mengetahui ruangan yang dimaksud oleh Ziya. Tapi yang menjadi persoalan saat ini adalah ruangan mana yang telah dimasukkan oleh orang misterius itu, sehingga membuat Alberto harus segera kembali ke ruangan cctv di ruang kerjanya untuk mengetahui apa yang telah dilakukan oleh orang misterius seperti apa yang diceritakan oleh Ziya.
" Karena, semua ruangan disana adalah ruangan penelitian milik Axeloe,," Ucap Alberto lagi pada Ziya sambil mencari tahu ruangan mana yang telah dimasukkan oleh orang misterius itu.
" Ruangan penelitian,," Gumam Ziya terlihat seperti sedang memikirkan suatu hal yang telah di alaminya barusan.
Karena, disaat Alberto dan juga Vena tidak ada di dalam kamarnya ini, dan kebetulan saat itu pintu kamar Ziya tidak terkunci sehingga membuat semua orang yang memiliki niat jahat bisa masuk kapanpun. Oleh sebab itu, dengan sangat mudahnya orang itu masuk ke dalam kamar Ziya, sehingga menyebabkan Ziya kaget dan jatuh pingsan.
" Sama seperti apa yang telah aku alami,," Gumam Ziya dengan suara yang sangat kecil sehingga membuat Alberto tidak terlalu dengar akan ucapan yang telah diucapkannya barusan.
" Heemmm apa sayang ?" Tanya Alberto kepada Ziya setelah sedikit mendengar gumaman Ziya yang suaranya terdengar begitu kecil sekali.
" Tidak ada Alberto,," Jawab Ziya singkat.
" Takutnya nanti orang misterius itu telah berencana melakukan suatu tindakan yang bisa membahayakan keselamatan semua orang di dalam kediaman ini, Alberto,," Ucap Ziya dengan wajahnya yang terlihat akan kekhawatirannya serta rasa simpati terhadap suaminya ini.
Sangat wajar sekali jika Ziya memiliki rasa simpati serta rasa khawatir terhadap Alberto. Karena, apa yang ingin dicapai dan didapatkan oleh orang-orang yang telah menelusup ke dalam kehidupannya sedari ia kecil hingga ia sedewasa ini. Apa karena, masih ada kaitannya dengan kema.tian dari Ibunya itu sehingga membuat beberapa orang ingin sekali melakukan tindakan yang buruk terhadap keluarga Alexandre ini.
" Heemmm, terima kasih sayang, jangan takut itu tidak akan terjadi, jika, orang misterius itu memiliki suatu rencana yang jahat maka pelakunya akan cepat aku dapatkan, tapi jika sebaliknya, maka dia akan aku lepaskan,," Ucap Alberto yang terdengar sedang memberikan sebuah keyakinan dan juga perlindungan terhadap Ziya.
" Iya Alberto, aku tahu kalau kau bisa mendapatkannya,," Gumam Ziya lembut sambil menganggukkan kepalanya menatap wajah Alberto.
" Tapi, aku ingin kau selalu berhati-hati dalam melakukan tindakan apapun,," Ucap Ziya lagi hingga membuat Alberto mengulas senyuman lembutnya.
" Iya sayang, kelemahanku ada dalam dirimu ini, jika kau kuat maka aku akan selalu kuat, tapi, jika kau lemah maka aku akan tetap kuat agar bisa melindungi kau dan juga anak-anak kita,," Ucap Alberto lembut sambil menarik tubuh Ziya untuk masuk ke dalam pelukan hangat yang diberikannya khusus hanya untuk istrinya ini.
" Heemmm terima kasih, Alberto,," Ucap Ziya dengan suara lembut di dalam pelukan Alberto.
Dengan lembut Alberto menarik tubuh Ziya untuk masuk ke dalam pelukannya dan dengan sengaja Alberto menyandarkan kepala Ziya tepat di bawah dagunya serta bersandar di bagian dada bidangnya itu. Betapa bahagianya saat ini Ziya rasakan, walaupun begitu banyak masalah yang selalu dihadapinya namun, semakin sering Ziya menyampaikannya kepada Alberto semakin berangsur membaik pula masalah yang akan dihadapi itu.
Sementara itu, Vena yang sedang melangkah keluar dari ruangan kamarnya Ziya menuju ke tempat dimana Axeloe berada akhirnya ketemu juga dengan orang yang dicari, kebetulan saat ini Vena dan Axeloe berpapasan dan dengan segera Vena menghentikan langkahnya serta memanggil Axeloe dengan tingkah lakunya sebagai seorang asisten yaitu sopan.
" Maaf Tuan Axeloe,," Sapa Vena kepada Axeloe yang kebetulan berpapasan dengannya.
" Ya, ada apa ?" Tanya Axeloe dengan wajah yang masih terlihat datar sama seperti Alberto.
" Saya sengaja memanggil Tuan Axeloe, karena, Tuan Besar membutuhkan Tuan sekarang,," Bilang Vena dengan jelas pada Axeloe.
" Heemmm, ya memang aku sekarang mau ke sana,," Jawab Axeloe dengan suara yang jelas dan juga langsung melangkah menuju ke ruangan kamar Ziya.
" Baik, Tuan, terima kasih,," Jawab Vena sambil menundukkan tubuhnya memberi hormat kepada Tuan Besar selain Alberto.
Vena mempersilahkan Axeloe melangkah terlebih dahulu untuk masuk ke dalam ruangan kamarnya Ziya. Lalu, barulah Vena sendiri mengikuti langkah Axeloe. Setelah sampai di dalam ruangan kamarnya Ziya, terlihat oleh Axeloe dsn juga Vena bahwa saat ini dua orang pasangan suami istri ini sedang membicarakan suatu hal yang serius.
Dan, Axeloe telah salah berpikir mengenai apa yang ada dalam pikirannya. Bahwa di dalam pikiran Axeloe saat ini pasti sang kakak sedang melakukan suatu hal yang sangat romantis dengan istrinya. Karena, semenjak Alberto mengetahui bahwa Ziya adalah wanita yang selama ini disia-siakannya sejak saat itu juga rasa kasih sayang Alberto tercurahkan semuanya untuk sang istri ini.
Walaupun sebelumnya Alberto memang sudah merasakan suatu hal yang sangat mendalam dengan kedatangan Ziya. Namun pada saat itu, Alberto sama sekali belum mengetahui siapa sebenarnya Ziya. Ya, sebenarnya saat itu Alberto juga langsung menyayangi Ziya semenjak dirinya sudah melakukan hal yang buruk terhadap Ziya. Namun, rasa sayangnya Alberto sungguh berbeda dengan rasa sayang yang ia tumpahkan saat ini.
Karena, melihat keadaan ruangan kamar kakak iparnya ini tidak melakukan sebuah hal yang membuat Axeloe akan mengatakan sesuatu yang berhubungan dengan hal romantis antara pasangan suami dan istri, tapi, akhirnya Axeloe tetap saja sedikit memberikan kesan mengagetkan Ziya dan juga Alberto dengan suaranya yang terdengar sedang berdehem. Sehingga, hal itu membuat Ziya dan juga Alberto secara bersamaan menatap kedatangan Axeloe.
" Eehhemm, sorry mengganggu,," Seru Axeloe di tengah keheningan yang terjadi antara Ziya dan juga Alberto.
" Sama sekali tidak mengganggu,," Jawab Alberto yang mendengar suara kedatangan Axeloe di ruangan kamar istrinya itu.
" Aku sengaja memerintah Vena untuk memanggilmu, aku pikir setelah kau memberitahukan keadaan istriku, kau langsung keluar begitu saja,," Ucap Alberto lagi kepada Axeloe.
" Heemm, ada hal yang ingin aku bicarakan,," Bilang Axeloe dengan suara yang jelas.
" Baik, aku akan ke ruanganmu, Axeloe, kau tunggu aku di sana,," Bilang Alberto kepada Axeloe dengan jelas.
" Oke, aku tunggu,," Ucap Axeloe sambil mengacungkan jempolnya dan sedikit tersenyum melihat Ziya yang sedang tersenyum dengannya.
Karena, sudah mendapatkan sebuah arahan dari sang kakak pastinya dengan segera Axeloe melangkahkan kakinya keluar dari kamar Ziya. Tidak lupa Axeloe memerintahkan Vena untuk mengambil semua peralatan medisnya yang ia letakkan di atas meja dekat dinding kamar itu.
****