Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 223 - Mencari Keberadaan Rahasia



Disaat ini Alberto sedang menerima panggilan yang dilakukan oleh Madam Christin. Pastinya, Axeloe tidak akan bisa menerima serta akan terlihat sangat kesal jika ucapannya terpotong karena, ada yang telah berani mengganggu pembicaraannya itu.


" Siapa yang telah berani mengganggu,," Ucap Axeloe di tengah pembicaraannya itu.


" Grandma,," Gumam Alberto ketika mengetahui siapa yang sedang meneleponnya itu.


" Grandma,," Gumam Axeloe sendiri seketika hatinya langsung melunak saat mendengar ucapan Alberto yang menyatakan bahwa Madam Christin sedang menghubunginya saat ini.


Tapi, karena saat ini yang menelepon adalah Grandmanya sendiri, oleh sebab itu, Axeloe segera menganggukkan kepalanya ketika mendengar ucapan Alberto yang menyebutkan nama Grandmanya itu.


" Segera terima Kak," Ucap Axeloe pada Alberto, namun, Alberto telah lama menerima telepon tersebut.


" Ya, ada apa Grandma ?" Tanya Alberto saat menerima panggilan dalam teleponnya.


" Daddy, ini Krystal,," Ucap Krystal yang terdengar dari ponselnya Alberto.


" Krystal, ada apa ?" Tanya Alberto dengan wajahnya yang terlihat kembali santai.


Disaat Alberto menyebutkan nama Krystal tentu saja hal itu membuat Axeloe terlihat sedikit geram dengan kelakuan keponakan perempuannya itu. Karena, dengan sengaja telah membuyarkan pembicaraan serius di antara dirinya dan Alberto. Namun, Axeloe tidak terlalu kesal atas kelakuan keponakannya ini dikarenakan, Krystal juga tidak tahu bahwa mereka berdua sedang membicarakan suatu hal.


" Krystal,," Seru Axeloe sambil menggelengkan kepalanya dan kembali fokus dengan penelitiannya.


" Kenapa kau sengaja menghubungi Daddy melalui ponsel Grandma ?" Tanya Alberto lagi pada Krystal.


" Sebenarnya, Grandma sendiri yang mengizinkan Krystal menelepon Daddy melalui ponselnya, karena, jika Krystal menelepon Daddy melalui ponsel Krystal, sama sekali tidak diterima oleh Daddy,," Ucap Krystal yang ucapannya sendiri terdengar seperti sebuah kritikan.


" Heemm, karena ponsel Daddy yang satunya ketinggalan di ruang kerja,," Jawab Alberto untuk mencairkan suasana.


" Oh baiklah, maafkan Krystal jika Krystal mengganggu,," Ucap Krystal yang terdengar seperti sedang membujuk Daddynya ini.


" Tidak apa-apa, katakan kau mau apa hingga menghubungi Daddy seperti ini ?" Tanya Alberto lagi pada Krystal putrinya yang baru saja merasa dekat dengannya itu.


" Hihihi, Krystal hanya ingin menyampaikan sebuah informasi kepada Daddy, apakah boleh ?" Tanya Krystal yang terdengar seperti sedang membuat Alberto berpikir dan bertanya-tanya akan maksud dari ucapannya itu.


" Katakan apa itu ?" Tanya Alberto langsung pada Krystal.


" Heemm, terima kasih Daddy, karena, Daddy sudah membuat Krystal bangga serta bahagia, akhirnya wanita jahat itu terusir dari kediaman Daddy,," Ucap Krystal yang terdengar begitu bahagia namun sebuah pernyataan kebingungan bagi Alberto.


" Apa maksudmu, Krystal ?" Tanya Alberto sendiri dengan wajah bingungnya.


" Heemm, masa Daddy tidak tahu, bahwa Claire yang selama ini mengaku sebagai kekasih Daddy sudah keluar dengan sendirinya dari kediaman Daddy,," Bilang Krystal hingga membuat Alberto baru mengerti akan maksud dari ucapan putrinya itu.


" Claire telah keluar dengan sendirinya dari kediaman ini,," Gumam Alberto dengan suara penasarannya hingga membuat Axeloe menyahut ucapannya itu.


" Ya, kau benar Kak, Claire memang sudah pergi hari ini dari kediaman ini,," Ucap Axeloe yang menyahut pernyataan Alberto.


" Lalu, Krystal sendiri bagaimana dia bisa tahu bahwa Claire hari ini pergi ?" Tanya Alberto kepada adiknya yang sedang sibuk dengan penelitiannya itu.


" Heh,, sengaja aku menghentikan tindakan Claire yang sengaja akan pergi dan kabur dari kediaman ini dengan membawa semua barang-barang berharga tanpa adanya Krystal di balik ini semua brother,," Jawab Axeloe dengan senyumannya yang terlihat begitu jelas namun ada sisi sinis dari senyuman itu.


" Maksudnya ?" Tanya Alberto lagi pada Axeloe.


" Coba kau tanya sendiri pada putrimu yang terlihat begitu jelas akan kepintaran strateginya itu,," Ucap Axeloe yang terdengar seperti sedang memberikan sebuah pujian kepada Krystal.


" Hihihihihihi, Uncle Axeloe memang pandai membuat Krystal senang,," Sahut Krystal dari dalam ponsel Axeloe.


Alberto hanya bernafas lega saja saat ini, karena, dengan begitu mudahnya kelakuan dari seorang adiknya serta salah satu putrinya itu telah berhasil membuat kehidupan istrinya merasa aman. Karena, selama ini memang Claire sudah diusir olehnya namun, Claire masih saja berada di kediamannya dikarenakan di kediamannya itu masih ada Gladys yang merupakan sebuah titik dasar bagi Alberto untuk mendapatkan semua bukti rahasia kehidupannya terdahulu.


Walaupun, Claire memiliki banyak bukti kesalahan di dalam kediamannya ini, namun, jika Claire pergi dari kediamannya itu secara tiba-tiba, tidak mungkin hanya karena, perlakuan yang dilakukan oleh Krystal serta adanya bantuan dari Axeloe bisa membuatnya pergi begitu saja dengan meninggalkan semua barang-barang berharganya itu.


Alberto sendiri merasa ada suatu hal yang telah membuat Claire pergi dengan sendirinya dari kediamannya itu dan kepergiannya itu bukanlah karena, ia memiliki sebuah kesalahan yang ia lakukan terhadap Krystal maupun Ziya selama ini. Dan pastinya Claire sendiri memiliki sebuah rahasia yang telah terjadi kepada Auntynya sendiri.


" Tidak mungkin, wanita itu pergi dengan sendirinya dari kediaman ini,," Gumam Alberto dalam hatinya sambil memikirkan kembali maksud dari ucapan Krystal yang menyatakan bahwa ia telah berhasil mengeluarkan Claire dari kediamannya itu.


" Pasti ada sebuah masalah yang telah terjadi di antara wanita itu dengan Gladys,," Ucap Alberto dalam hatinya yang terpikirkan akan suatu hal yang telah terjadi di antara Claire dan Gladys.


" Sepertinya, aku harus mencari tahu kenapa Claire pergi begitu saja dari kediaman ini, padahal ia sendiri tidak akan pergi disaat aku sudah mengusirnya, namun, tanpa adanya sebuah pergerakan yang dilakukan olehku serta siapapun orang di dalam kediaman ini, tapi, kenapa dengan tiba-tiba dia pergi begitu saja dari kediaman ini dan bisa meninggalkan semua barang-barang berharga miliknya itu,," Ucap Alberto yang sedikit menelaah informasi dari Krystal saat ini padanya.


" Apa mungkin Claire sedang berseteru pada Gladys ?" Tanya Alberto dalam hatinya sendiri.


Dan pernyataannya Alberto ini sendiri belum diungkapkannya kepada adiknya Axeloe, karena, Alberto tidak mau mengganggu Axeloe yang terlihat sedang sibuk melakukan pekerjaannya dalam meneliti sebuah obat yang akan digunakan kepada istrinya itu.


" Maksudnya ?" Tanya Axeloe dengan ekspresi wajah santai namun penuh pertanyaan.


Walaupun Axeloe terlihat sedang menanyakan sebuah pertanyaan kepada Alberto, namun, disaat Alberto ingin menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Axeloe itu telah diputuskan oleh suara Krystal yang terdengar dari ponselnya yang juga memberikan sebuah pertanyaan kepadanya. Hingga akhirnya Alberto lebih mendahului menjawab pertanyaan Krystal yang terdengar begitu jelas dari ponselnya itu


" Maksudnya Daddy ?" Tanya Krystal juga di dalam teleponnya.


" Tidak ada, Krystal,," Jawab Alberto dengan lugas.


" Oh ya, masih ada pertanyaan lain atau sesuatu yang ingin disampaikan ?" Tanya Alberto kepada Krystal tidak seperti biasanya.


" Eemmm tidak ada Dad,," Jawab Krystal singkat.


Namun, tiba-tiba Krystal kembali mengeluarkan suaranya menanyakan suatu hal kepada Alberto yang begitu penting tentang keadaan Ziya saat ini. Karena, sebelum ia pergi dari kediamannya itu memang Krystal melihat dengan jelas bagaimana keadaan Ziya yang sebenarnya.


" Oh ya Dad, memangnya apa yang terjadi pada Mommy Zoya ?" Tanya Krystal langsung pada Alberto.


" Mommy Zoya,," Gumam Alberto di sela teleponnya.


" Iya Mommy Zoya, memangnya apa yang terjadi padanya, apakah Daddy sudah memeriksa keadaan tubuh Mommy Zoya ?" Tanya Krystal lagi pada Alberto hingga membuat Alberto teringat akan tujuannya saat bertemu dengan Axeloe.


Karena, Alberto terpikirkan masalah yang sudah banyak menimpa pikirannya itu. Oleh sebab itu, Alberto seakan terlupakan akan maksud dari tindakannya, untuk segera menanyakan tentang keadaan Ziya. Namun, dikarenakan Alberto menerima panggilan telepon dari Krystal yang menginformasikan tentang kejadian yang tidak diketahuinya saat ini.


" Oh my God, bukannya tujuanku datang kesini mencari Axeloe hanya untuk mendapatkan informasi yang jelas tentang keadaan Ziya sekarang,," Gumam Alberto dalam hatinya.


" Tapi, karena ada informasi dari Krystal, bisa-bisanya aku melupakan tujuan utamaku," Gumam Alberto lagi dalam hatinya.


" Lebih baik aku segera menanyakan keadaan Ziya pada Axeloe, setelah itu aku harus mencari tahu apakah sistem penyadap suara di kediaman ini sedang dihentikan oleh Axeloe,," Gumam Alberto dalam hatinya sambil melihat tindakan Axeloe yang terlihat sedang sibuk dengan urusan penelitiannya itu.


Sehingga membuat Alberto ingin segera mengetahui apa yang sedang dilakukan oleh Gladys disaat ia melihat Gladys dengan kelakuannya yang berubah-ubah saat Gladys sedang menerima telepon dari seseorang. Namun, sebelum menanyakan suatu hal tentang keadaan Ziya secara langsung pada Axeloe, sebelumnya Alberto harus menyelesaikan panggilan telepon yang sedang dilakukan oleh Krystal padanya.


" Krystal, kau mau tahu bagaimana keadaan Mommy Zoya ?" Tanya Alberto kembali pada Krystal tentang pertanyaan yang diajukan Krystal padanya.


" Benar Dad,," Jawab Krystal secara langsung.


" Sekarang Daddy sedang berada di ruangan Uncle Axeloe untuk menanyakan keadaan Mommymu Zoya, karena, setelah kau pergi bersama Grandma keluar dari kediaman, Uncle Axeloe langsung memeriksakan keadaan Mommy, jadi, sekarang Daddy mau menanyakan keadaan Mommymu,," Bilang Alberto panjang lebar sekali ia jelaskan pada Krystal.


" Setelah Uncle Axeloe memberitahukan keadaan yang sebenarnya tentang Mommy Zoya pada Daddy, Daddy berjanji akan segera menyampaikan informasi keadaan Mommy Zoya padamu," Bilang Alberto lagi pada Krystal.


" Oke Dad, Krystal berharap semoga Mommy Zoya memberikan kita semua berita yang terbaik karena, sakitnya itu,," Seru Krystal seakan mengerti apa yang akan diberitahukan oleh Axeloe pada Alberto.


" Semoga saja Krystal,," Gumam Alberto dengan suara lembutnya.


" Dan kau selama bepergian bersama dengan Grandma kau harus bisa membuat Grandma tidak pusing dengan ulah dan kelakuanmu, ingat kau adalah cucu tertua dari keluarga Alexandre jadi kau harus bisa menjaga Grandma serta menjaga sikapmu saat bepergian bersama Grandma,," Ucap Alberto yabg terdengar tegas memberikan sebuah pesan kepada Krystal.


" Hehehe oke Dad, tenang saja selama Krystal pergi bersama Grandma, Krystal tidak akan berperilaku buruk, Krystal akan berperilaku buruk jika berhadapan dengan orang seperti Grandma Gladys dan Aunty Claire serta kepala sekolah breng.sek itu,," Ucap Krystal seraya mengingat kembali siapa saja orang yang tidak disukainya saat ini begitu jelas sekali terdengar oleh Alberto.


" Heh,, masalah kepala sekolah Helen sudah diselesaikan dan kau tidak perlu merasa kesal lagi dengannya,," Bilang Alberto mengingatkan Krystal untuk tidak berambisi melakukan sesuatu hal terhadap Helen saat Krystal sudah tidak lagi sekolah di sekolahnya Helen.


" Ya, Krystal hanya berjanji tidak memiliki rasa kesal padanya hanya karena, Krystal masih sekolah disana, dan sekarang Krystal sudah keluar dari sekolah itu, Krystal tidak akan pernah bisa melupakan bagaimana sikap dan tindakan yang dilakukan oleh Helen pada Krystal serta Mommy Zoya,," Gumam Krystal yang terdengar oleh Alberto begitu jelas sekali bahwa ia sendiri masih menyimpan rasa dendam terhadap kepala sekolahnya itu.


" Sebagai Putri tertua dari keluarga Alexandre kau boleh melakukan apa saja untuk membalas rasa kesalmu padanya Krystal, tapi kau harus ingat untuk selalu menjaga dirimu dimanapun kau berada,," Ucap Alberto seakan terdengar bahwa ia saat ini adalah seorang Daddy yang sebenarnya bagi Krystal dan anak-anaknya yang lain.


Betapa senangnya Krystal ketika mendengarkan ucapan dari Daddynya bahwa ia telah diberikan sebuah izin untuk melakukan suatu hal yang dapat membalaskan rasa sakitnya serta perlakuan yang tidak adil terhadap dirinya oleh Helen kepala sekolahnya sendiri. Jika, selama ini Krystal mengetahui bahwa Helen begitu tidak adil padanya hanya karena, ia adalah putri tertua dari Alberto dan ibu tirinya adalah Zoya seorang wanita yang merupakan salah satu saingannya untuk mendapatkan Alberto.


Sudah lama pastinya Krystal melawan perlakuan Helen saat itu juga. Namun, karena Krystal masih memiliki sifat sopannya saat di sekolah oleh sebab itu, Krystal tidak mau memberikan sebuah perlawanan kepada kepala sekolahnya itu yang begitu jelas terlihat akan ketidakadilan yang ada pada saat mereka melakukan sidang keluarga hari itu.


" Hah ! serius Dad, Krystal boleh melakukan tindakan apa saja kepada orang seperti Kepala sekolah Helen itu ?" Tanya Krystal lagi dengan wajah bahagianya.


" Boleh, asal kau harus ingat dan lakukan sebuah tindakan yang mulus tanpa adanya sebuah goresan cacat bahwa kau telah melakukan suatu tindakan rasa ketidakadilan yang pernah kau alami akan sikap darinya itu Krystal,," Ucap Alberto yang memberikan sebuah saran serta pendapat pada putrinya itu untuk melakukan suatu hal yang benar dalam membuat tindakan pembelaan akan dirinya yang sudah mendapatkan rasa ketidakadilan dari kepala sekolahnya sendiri.


" Yes !!" Seru Krystal yang terdengar begitu lantang sekali hingga membuat Grandma Christin terbangun dari tidurnya dan juga Axeloe yang sedang melakukan penelitian itu ikut mendengarkan suara keseruan dari Krystal.


Suara Krystal begitu seru sekali ketika dirinya mendapatkan sebuah dukungan dari Daddynya yang ia harapkan selama ini cinta dan rasa pedulinya. Sehingga membuat Alberto sendiri merasa senang juga bisa memberikan sesuatu hal yang dapat membuat Krystal bahagia seperti saat ini. Tidak seperti biasanya Krystal sama sekali tidak pernah membicarakan suatu hal apapun pada Alberto, sehingga kerenggangan yang terjadi semakin lama semakin pasti.


Semenjak hadirnya Ziya di dalam kehidupan Alberto serta ke dalam keluarga besar Alexandre ini, membuat semua orang yang selama ini memiliki hubungan yang buruk terhadap Alberto seakan mencair lembut bagaikan bongkahan batu es yang selama ini membeku.


****