Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 171 - Berkumpulnya Ketiga Saudara



Betapa terkejutnya Gladys ketika mendengarkan suara Axeloe yang baru sampai ke kediamannya Alexandre saat ini. Sementara itu Alexa baru mengetahui bahwa hari ini kakaknya Axeloe telah kembali dari luar negeri. Tentu saja membuat Alexa bertambah senang ketika melihat kakaknya kembali. Terdengarlah suara obrolan keceriaan dan kerinduan yang mendalam dari Madam Christin terhadap cucunya Axeloe.


" Bagaimana kabarmu disana ?" Tanya Madam Christin terhadap cucunya Axeloe.


" Seperti yang kau lihat Grandma, Axeloe selalu sehat,," Ucap Axeloe sambil tersenyum yang membuat Madam Christin tertawa.


" Bagus, oh ya apakah anak kelinci ini, mendalami ilmu kedokteran di sana ?" Tanya Madam Christin lagi pada Axeloe yang memanggil cucunya ini dengan panggilan yang terdengar sangat lucu.


Ziya sedikit menyunggingkan senyumannya ketika mendengar ucapan Madam Christin yang mengatakan Axeloe dengan panggilan anak kelinci, sepertinya, Axeloe terlihat sungguh akrab dan menyayangi Neneknya ini.


" Heemmm, tentu saja,," Jawab Axeloe mengangguk dan tidak terlihat risih ketika Neneknya memanggil dirinya anak kelinci.


" Dan kau tahu Grandma, selama Axeloe disana, Axeloe sungguh menyukai suatu hal yang menantang seperti membedah otak, jantung,," Ucap Axeloe yang membuat Madam Christin sedikit membulatkan matanya.


" Sudah, jangan katakan itu, mari masuk kita makan malam bersama,," Bilang Madam Christin yang mengajak cucu-cucunya ini untuk makan malam bersama.


" Oke Grandma,," Jawab Axeloe mengangguk dan tetap merangkul pundak Neneknya.


Alberto, Axeloe, Ziya dan juga Madam Christin segera melangkahkan kakinya masuk ke dalam kediaman dan langsung menuju ke arah ruang makan. Sementara itu, Alexa yang sudah berada di ruang tengah segera langsung memeluk erat tubuh kakaknya ini. Axeloe tidak bisa menolak dengan pelukan dari adiknya ini. Karena, walau bagaimanapun Mommy dari adiknya ini, Alexa tetaplah adik kandungnya dan memiliki darah keturunan yang sama yaitu keturunan Alexandre.


" Kak Axeloe,," Bilang Alexa yang spontan memeluk tubuh Axeloe.


Axeloe sedikit kaget ketika melihat adiknya yang sudah dewasa memeluknya itu. Saat mereka kecil, sebenarnya Alberto dan Axeloe tidak menyukai adiknya ini, karena, bukan seibu dengan mereka, namun, ketika adiknya ini menangis, saat itulah Alberto dan Axeloe menganggap kehadiran dari adiknya ini.


" Hai, adik Perempuanku yang paling cantik,," Ucap Axeloe sambil membalaskan pelukan yang dilakukan adiknya itu.


" Hihihihihihi terima kasih kak selalu memuji kecantikan Lexa,," Gumam Alexa yang masih berada di dalam pelukan kakaknya.


Setelah saling memeluk dan melepaskan rindu antara Axeloe dan Alexa. Dengan wajah cerianya Alexa banyak memberikan pertanyaan pada kakaknya yang satu ini.


" Kenapa lama sekali tidak pulang ?" Tanya Alexa setelah melepaskan pelukannya terhadap Axeloe.


" Heemm, karena, memang kakak sengaja, supaya kau semakin rindu sama Kakak,," Gumam Axeloe yang sengaja menjawil hidung Alexa.


" Heemmm, dasar,," Jawab Alexa sedikit cemberut.


" Namun adikku ini terlihat sudah dewasa dan semakin cantik,," Ucap Axeloe yang memuji keadaan adiknya saat ini.


" Heemm, pastinya," Jawab Alexa yakin dan membanggakan dirinya sendiri.


" Dan apakah kakak tahu, jika Alexa akan menjadi Mafia perempuan pertama di dunia ini seperti kalian kak." Bilang Alexa yang membuat Axeloe semakin jahil padanya.


Karena, mendengarkan ucapan Alexa yang ingin juga menjadi seorang Mafia seperti para kakaknya itu, sehingga membuat Axeloe segera menjewer telinga adik perempuannya ini.


Dan, terlihat Madam Christin tersenyum melihat kelakuan para cucunya ini, walaupun mereka ini memiliki Ibu kandung yang berbeda namun, sejak kecil mereka selalu akrab.


Saat Madam Christin sedang tersenyum melihat keindahan dari kelakuan para cucunya ini, Gladys terlihat sedikit cemas, namun ia merasa menang ketika melihat Axeloe yang akrab dengan putrinya, bahkan ia merasa akan mendapatkan sebuah tontonan yang menarik dari sikap Axeloe yang belum menanggapi sikap Ziya. Bahwa waktu dulu saat Alberto menikah dengan Zoya, Axeloe tertawa marah karena, tidak menyetujui tindakan kakaknya ini menikahi seorang gadis yang tidak memiliki iktikad baik.


" Heemm, sepertinya aku masih memiliki kekuatan untuk tetap bertahan di tempat ini." Gumam Gladys dalam hati merasa menang ketika melihat putrinya Alexa yang begitu akrab dengan Axeloe.


" Untuk sementara ini, aku tidak akan melakukan apa-apa, karena, ada pengacau yang lebih sadis dibandingkan Alberto." Gumam Gladys lagi dalam hati sambil tersenyum.


" Dan aku akan mendapatkan sebuah tontonan yang menarik ketika Axeloe menanggapi sikap dari wanita itu,," Ucap Gladys lagi dalam hati sambil menatap sinis terhadap Ziya.


Ziya yang sedang berdiri di samping Alberto hanya tersenyum melihat keakraban yang dilakukan oleh kedua saudara ini. Dan, juga sepertinya Axeloe sudah mengetahui siapa sebenarnya Ziya yang bersandiwara menjadi Zoya. Jadi, tidak terlihat oleh Axeloe untuk membenci orang yang berada di samping kakaknya itu.


Sementara itu, Gladys hanya bisa tersenyum manis tepat di hadapan Axeloe, karena, memiliki kekuatan dari Putri yang ia miliki ini. Saat Gladys menyapa Axeloe begitu terlihat sekali di wajah Axeloe yang masih tetap tidak menyukai adanya perempuan ini di kediaman Alexandre. Dan, sungguh terlihat Axeloe sama sekali tidak menanggapi senyuman dan sapaan yang dilakukan oleh Gladys padanya.


" Selamat datang, Axeloe,," Ucap Gladys yang terlihat bersandiwara tersenyum menyambut kedatangan Axeloe.


" Ayo Grandma, Axeloe sudah lapar, karena, sudah lama tidak menikmati masakan Grandma,," Gumam Axeloe yang kembali merangkul pundak Neneknya.


Madam Christin seketika tertawa kecil saat mendengar ucapan Axeloe yang sudah lama tidak menikmati masakan Neneknya, padahal masakan ini bukanlah masakannya melainkan persiapan yang dilakukan oleh Ziya istrinya Alberto saat ini.


" Hahahaha, kau ini bisa saja ya, ini semua bukanlah masakan Grandma tapi, persiapan yang dilakukan oleh Kakak iparmu itu,," Ucap Madam Christin yang membuat Gladys dan juga Alexa kaget.


Saat, Madam Christin menjelaskan keadaan yang ada dalam suasana ruang makan ini, membuat Axeloe dan Alberto mengangguk senang sambil tersenyum, namun, betapa terkejutnya Gladys dan Alexa yang mendengarkan penuturan dari Madam Christin itu.


" Apa, tidak mungkin dia,," Gumam Gladys dalam hati yang terkejut ketika mendengarkan penjelasan mertuanya.


" Heemmm, benarkah Grandma ?" Tanya Axeloe melirik ke arah wajah Ziya dan Ziya hanya bisa tersenyum ketika mendengar ucapan dari Madam Christin yang memuji tindakannya ini.


Seketika Gladys menunggu waktu yang tepat untuk melihat tontonan menarik, namun, terlihat Axeloe malah tersenyum melihat wajah Ziya bukanlah kebencian yang terlihat pada wajahnya.


" Kenapa dia tersenyum melihat wanita itu,," Gumam Gladys dalam hati yang merasa tidak percaya akan sikap Axeloe kepada Ziya.


" Heemmm, dan kau tahu, betapa jahilnya kakakmu ini, sampai-sampai dia sengaja tidak memberitahu Grandma jika kau akan kembali hari ini,," Ungkap Grandma Christin yang wajahnya terlihat sedikit cemberut menatap Alberto.


Saat mendengarkan ucapan dari Neneknya Alberto hanya bisa tersenyum dan menjelaskan tentang kejutan yang dilakukannya ini demi menyenangkan hati Neneknya.


" Memang Alberto sengaja untuk membuat Grandma terkejut dan bahagia,," Bilang Alberto yang mulai duduk di kursinya.


" Come, Axeloe duduk kita makan bersama,," Ucap Alberto yang mempersilahkan adiknya untuk duduk di sampingnya.


" Oke, Come Grandma,," Ucap Axeloe yang hanya mengajak Neneknya untuk duduk bersama.


Saat dipertengahan menyantap makanannya, Axeloe mulai menanyakan dimana keberadaan semua keponakannya saat ini. Axeloe sama sekali tidak memperdulikan keberadaan Claire maupun Martin, karena, keberadaan mereka tidak terlalu penting untuk Axeloe.


" Oh ya, dimana keponakanku yang paling tampan, Demian ?" Tanya Axeloe seketika pada Alberto.


" Heemm, jika kau mencari keponakanmu itu pada saat ini, kau pasti tidak menemuinya, karena, pasti dia sekarang sudah di kamarnya untuk menyelesaikan tugas sekolahnya Axeloe,," Jawab Alberto sambil menjelaskan kegiatan yang dilakukan oleh Demian.


" Ooohhh baiklah, besok pagi aku akan menemuinya,," Gumam Axeloe mengangguk.


Tak lama kemudian Axeloe kembali menanyakan keponakan perempuannya yang juga tidak terlihat saat ini di ruang makan.


" Lalu, Krystal dan Bella kemana ?" Tanya Axeloe lagi pada Alberto.


Saat ini, Alberto tidak bisa menjawabnya karena, Alberto juga tidak mengetahui apa yang sedang dilakukan oleh kedua putrinya itu. Jadi, dengan memberanikan diri Ziya menjawab pertanyaan dari Axeloe yang menanyakan keberadaan Isabelle dan Krystal. Namun, saat Ziya menjawab keberadaan kedua putrinya itu terlihatlah wajah Isabelle dan juga Demian yang muncul terlebih dahulu di ruang makan ini barulah setelah itu disusul dengan kedatangan dari Krystal.


" Taraaa,, selamat datang Uncle Axeloe,," Ucap Isabelle yang sengaja menggendong Demian.


Sesaat Ziya tersenyum ketika melihat Isabelle yang menggendong tubuh Demian. Begitu juga dengan Axeloe yang begitu terlihat senang ketika melihat wajah dari keponakannya ini. Walaupun Isabelle bukanlah anak kandung dari kakaknya Alberto, namun, dari Isabelle lahir Axeloe sudah melihatnya. Jadi, walaupun Axeloe juga sangat membenci kelakuan Ibunya Isabelle, Axeloe tetap menyayangi keponakan yang tidak memiliki hubungan darah dengannya itu.


" Uncle Axeloe,," Teriak Demian kegirangan ketika melihat Axeloe yang merentangkan tangannya kepadanya.


" Demian,," Ucap Axeloe ketika melihat wajah Demian.


Demian segera turun dari gendongannya Isabelle dan berlari kecil menuju ke arah Axeloe. Axeloe segera mengambil dan mengangkat tubuh Demian ke dalam pangkuannya.


" Keponakan Uncle sudah besar dan juga tampan sekali,," Ucap Axeloe yang memuji Demian di pangkuannya.


" Tentu, kalena Demian milip sama Daddy,," Ucap Demian yang membuat Alberto tersenyum.


" Dan, Belle juga sudah besar, mana Krystal ?" Tanya Axeloe pada Isabelle.


" Terima kasih Uncle,," Ucap Isabelle pada Axeloe yang telah memujinya.


Isabelle tersenyum ketika mendengarkan pujian yang diucapkan oleh Axeloe pada penampilannya saat ini. Saat Axeloe menanyakan dimana keberadaan Krystal, dari luar ruangan Krystal segera muncul dan masuk ke dalam ruangan itu.


" Selamat datang Uncle Axeloe,," Ucap Krystal ceria saat menanggapi kedatangan Pamannya ini.


" Heemmm, Krystal juga semakin tinggi dan lebih dewasa,," Ucap Axeloe yang memuji perubahan semua keponakannya itu.


Saat semua keluarga sudah berkumpul, terlihat jelas wajah Gladys yang tidak menyukai keakraban dan kehangatan yang terjadi di hadapannya saat ini. Karena, setiap orang yang menyapa Axeloe selalu ditanggapinya langsung, tapi, kenapa saat ia menyapa Axeloe terlihat jelas bahwa dirinya tidak menyukainya.


" Aku tidak menyukai keakraban kalian seperti ini, awas saja kalian semua," Gumam Gladys dalam hati yang terlihat jelas tidak menyukai adanya kehangatan di dalam keluarga ini.


" Tapi, dimana Claire, kenapa dia tidak muncul-muncul,," Ucap Gladys lagi dalam hati yang merasa heran dimana keberadaan keponakannya itu.


Setelah makan malam bersama telah selesai, Alberto membiarkan terlebih dahulu Axeloe untuk berbincang-bincang dengan Neneknya. Karena, sebetulnya Alberto sudah merasa tidak sabar lagi untuk mengetahui apa maksud dari perkataan yang telah disampaikan Zavier selama ini.


" Untuk sementara, aku biarkan dia melepaskan rindu dengan Grandma,," Ucap Alberto dalam hatinya.


Saat Alexa dan juga Krystal kembali ke tempat mereka masing-masing, Isabelle, Demian dan juga Ziya melangkahkan kakinya menuju kamarnya Demian. Setelah selesai berbicara dengan Neneknya dan juga Axeloe di dalam ruangan Madam Christin, Alberto segera melangkahkan kakinya mencari keberadaan Ziya.


" Grandma, Alberto langsung ke atas dan kau Brother silahkan beristirahat, besok kita akan membahas perusahaan Alexandre Grup." Bilang Alberto yang membuat Axeloe hanya mengangguk.


" Oke, Brother,," Jawab Axeloe singkat.


Ketika Alberto melangkahkan kakinya ke arah pintu, Axeloe segera mendekati Alberto dan membisikkan sesuatu hal yang membuat Alberto seketika kaget mendengarkan pernyataannya.


" Aku tahu, kau ingin membahas dia bukan,," Ucap Axeloe yang membuat Alberto sedikit tercengang lalu sesaat menaikkan ujung bibirnya.


" Heh!! memang itu yang kutunggu," Ucap Alberto menepuk pundak adiknya ini.


" Oke, aku tunggu besok penjelasan yang kau berikan tentang dia,," Ucap Alberto lagi dan membuat Axeloe menaikkan ujung bibirnya sendiri.


Axeloe hanya mengangguk dan tersenyum pada Alberto, setelah itu, Alberto langsung meninggalkan ruangan Neneknya ini dan segera menuju ke lantai atas. Di saat ini suasana keluarga Alexandre sedang berbahagia karena, telah kembalinya Axeloe dari luar negeri, namun berbeda lagi dengan Claire yang duduk sendiri di kamarnya memikirkan sesuatu hal yang akan dilakukannya untuk bisa membalas rasa kecewanya pada Alberto.


" Apa yang harus kulakukan,," Gumam Claire yang masih duduk sendiri di dalam kamarnya.


" Bagaimana aku bisa hidup jika aku keluar dari tempat ini," Ucap Claire lagi yang cemas memikirkan kehidupannya ketika ia keluar dari tempat ini.


" Alberto mengatakan bahwa ia telah mengirim tiga surat pemecatan di kamarku, mana ?" Tanya Claire sendiri yang mencari keberadaan surat keterangan pemecatan terhadap dirinya.


Akhirnya Claire menemui surat keterangan pemecatan terhadap dirinya dan semua surat itu ternyata sudah dibukakan oleh dirinya sendiri, namun, saat itu, ia sama sekali tidak membacanya.


" Oohhh jadi surat ini, surat keterangan pemecatan untukku," Gumam Claire yang tidak percaya dengan surat keterangan di tangannya itu.


" Aku tidak mau tahu, walaupun aku sudah mendapatkan surat ini, aku akan tetap tinggal disini,," Ucap Claire yang bersikeras untuk tetap tinggal di tempat ini.


Walaupun Claire sudah mendapatkan surat keterangan pemecatan terhadap dirinya sendiri, namun, Claire berpura-pura tidak merasa takut untuk tetap tinggal disini, karena, hanya disinilah tempat yang bisa membuatnya menikmati kemewahan dan kemegahan dunia.


Dan, saat ini juga Gladys masuk ke dalam kamar Claire, karena, dari siang tadi ia mencari keponakannya ini, namun tidak menemukannya, hingga malam ini barulah Gladys bisa menemui keponakannya ini.


****