Mafia And Angel

Mafia And Angel
Draft



Karena, Vena sudah dipancing oleh Axeloe untuk mendongakkan kepalanya akhirnya Vena melakukan hal itu juga dan yang terjadi saat ini adalah Vena terdiam sejenak saat matanya bertemu dengan mata Axeloe dalam posisi yang begitu dekat sekali. Sehingga membuat Axeloe sedikit menyunggingkan senyumannya dan semakin menambah kebungkaman mulut Vena karena takjub dengan keindahan yang ada di hadapannya saat ini.


" Heemmm, matanya indah, wajahnya ternyata cukup cantik,," Gumam Axeloe dalam hatinya sambil menyunggingkan sedikit senyumannya saat menatap langsung wajah Vena dari jarak yang begitu dekat sekali.


Sedangkan Vena sendiri masih terdiam dan terpaku dalam pikirannya yang sedang memuji ketampanan dari sosok Axeloe apabila melihatnya dari jarak yang begitu dekat seperti saat ini mereka lakukan.


" Oh My God, ternyata Tuan Axeloe begitu tampan sekali,," Gumam Vena saat matanya bertemu dengan tatapan mata Axeloe yang begitu memukau.


Dengan sengaja Axeloe membuyarkan lamunan Vena yang sedang memuji ketampanannya itu dengan berbicara terlebih dahulu sehingga membuat Vena yang masih terdiam sedikit kaget dan langsung mengalihkan pandangannya ke tempat lain.


" Kenapa diam lagi ?" Tanya Axeloe kembali pada Vena.


" Aakkhh itu, apa, begini Tuan,," Jawab Vena sedikit belepotan dan bercampur aduk saat tindakannya yang sedang melamun dikagetkan oleh Axeloe.


" Itu, apa begini, memangnya kau mau bicara apa ?" Tanya Axeloe lagi yang masih berkutat dalam ucapan gelagapan dari Vena.


" Ya sudah tidak usah banyak pertanyaan dan juga pikiran, ikut aku sekarang ke ruangan khususku,," Ucap Axeloe sembari memutar tubuhnya untuk segera berlalu dari tempat itu.


" Haaahh!! maksudnya ke ruangan khusus kemana Tuan ?" Tanya Vena lagi pada Axeloe.


" Tidak usah banyak tanya, ikuti aku saja, ayo,," Jawab Axeloe lagi dengan suara tegas.


Walaupun Vena tidak tahu, Axeloe akan membawanya ke ruangan mana, mau tidak mau Vena menuruti perintah dari Axeloe yang akan mengajaknya ke ruangan khusus. Sebenarnya Vena juga masih penasaran dengan ruangan khusus yang dimaksudkan oleh Axeloe itu.


" Ruangan khusus dimana ?" Tanya Vena dalam hatinya yang masih bingung dengan ucapan Axeloe.


" Lebih baik, aku ikuti saja, semoga saja Tuan Axeloe tidak memiliki rencana buruk terhadapku,," Gumam Vena dalam hati yang memiliki sebuah harapan untuk dirinya.


Dan ternyata benar sambil melangkahkan kakinya menuju ke ruangan khusus yang dimaksudkan oleh Axeloe adalah kamarnya sendiri, hal itu membuat Axeloe semakin merasa senang sekali, karena, baru kali ini bertemu dengan wanita yang tidak menginginkan kehangatan tubuhnya. Apabila di luaran sana banyak sekali wanita yang memperebutkan kehangatan tubuh Axeloe, tapi saat Axeloe kembali ke kediaman Alexandre seorang asisten seperti Vena saja tidak menginginkan dirinya.


" Ternyata kau juga kagum dengan wajahku, Vena,," Gumam Axeloe sambil tersenyum dan terus melangkah menuju ke kamarnya.


" Apakah saat kita berada di kamar nanti, kau juga sama seperti wanita lainnya menginginkan tubuhku ini untuk memberikan kehangatan padamu,," Gumam Axeloe lagi yang masih tersenyum nakal melihat langkah Vena yang sedang mengiringinya itu.


" Baiklah, aku akan menantang kau, apakah kau masih polos saat berada di dalam ruangan tertutup,," Ucap Axeloe lagi yang masih penasaran dengan sikap Vena.


Jelas saja Axeloe penasaran dengan sikap Vena yang terlihat begitu polos sekali. Karena, sudah beberapa hari Axeloe kembali ke kediaman Alexandre ini, Axeloe jarang sekali melihat Vena berkeliaran di dalam kediaman ini. Sedangkan pelayan wanita yang masih gadis selalu takjub jika melihat Axeloe sedang keluar dari kamarnya.


****