
Bag. 280 - Pelacakan
Pastinya Alberto begitu penasaran dengan sosok orang yang sengaja mengendap secara perlahan-lahan dan begitu berani sekali masuk ke dalam kamar Ziya meskipun ia tahu bahwa di dalam kediaman Alberto pasti banyak sekali orang yang lewat serta pengawal yang sedang menjaga. Tapi, memang saat itu tepat di depan kamarnya Ziya tidak ada penjagaan ketat dari para pengawal.
" Siapa dia ?" Gumam Alberto lagi sambil menyipitkan matanya dan menatap tajam sosok orang dibalik jubah besar yang sengaja masuk dengan beraninya ke dalam kamarnya Ziya.
Oleh sebab itu dengan begitu mudah orang yang menggunakan jubah hitam masuk ke dalam kamarnya Ziya. Tanpa adanya kecurigaan dari pengawal manapun dan Alberto bisa melihat dengan jelas bahwa terlihat dari bentuk tubuh sosok orang dibalik jubah tersebut bukanlah laki-laki melainkan seorang perempuan.
" Kalau dilihat dari tampilannya, bukan seorang laki-laki,," Ucap Alberto lagi yang sedang menerka siapa orang berjubah hitam itu.
" Heeemmm, aku tahu, pasti itu tidak lain lagi adalah seorang wanita dan dia pasti orang suruhan,," Ucap Alberto yang sudah tahu pasti bahwa orang menggunakan jubah hitam itu adalah orang suruhan dari musuh dalam selimut di kediamannya ini.
" Heeehhh,, kau pikir dengan kau masuk menggunakan jubah tanpa orang mengetahui siapa engkau, kau bisa lolos dari genggamanku, hah !" Ucap Alberto yang terlihat geram pada sosok orang berjubah hitam dengan sengaja masuk ke dalam kamar Ziya hingga membuat Ziya pingsan.
" Dengan segera pasti aku akan mendapatkan kau, ja-lang,," Ucap Alberto tambah geram dengan orang yang berjubah hitam di dalam rekaman cctv yang memperlihatkan kamar Ziya secara jelas.
Setelah mengetahui siapa orang yang telah membuat Ziya pingsan, walaupun belum diketahui secara pasti orang itu siapa dan suruhan siapa. Yang pastinya di dalam benak Alberto sudah tersirat dengan jelas bahwa wanita itu adalah tidak lain lagi dari suruhan Gladys ibu tirinya yang selama ini musuh dan juga duri dalam daging di kediaman keluarganya.
Setelah selesai memantau perkembangan kondisi dari cctv yang telah merekam keadaan kamarnya Ziya walaupun belum mengetahui pasti orang yang masuk ke dalam kamar itu siapa. Alberto langsung saja mengalihkan pikirannya menuju ke tingkah laku Gladys yang menerima telepon dengan tindakannya begitu serius sekali. Sehingga membuat Alberto penasaran apa yang sedang dibicarakannya di dalam teleponnya itu.
Namun, Alberto tidak bisa mengetahui apa yang tengah dibicarakan oleh Gladys dengan orang yang ada di dalam teleponnya itu. Karena, sistem dari pemantau suara yang telah ia pasang semua di setiap sudut kediamannya ini tepat sekali di sekitar dekat tempatnya Gladys tidak berfungsi, sehingga membuat Alberto cukup sulit untuk mengetahui pembicaraan Gladys dengan orang yang ada di dalam teleponnya.
" Siapa yang sedang meneleponnya ?" Tanya Alberto dengan hati yang begitu penasaran akan kelakuan Gladys di layar rekaman cctv terlihat begitu serius sekali menanggapi pembicaraan tengah berlangsung dengannya saat di telepon.
" Aku harus segera mengatasi wanita itu, kalau tidak keluarga besar yang selama ini aku lindungi akan selalu mendapatkan bahaya,," Ucap Alberto yang begitu geram sekali dengan kelakuan Gladys saat menerima telepon namun suaranya tidak bisa terpantau penuh oleh sistem pengatur suara yang selama ini ia letakkan.
Hingga dengan segera Alberto menuju ke ruangan Axeloe untuk membicarakan masalah mengenai sistem suara di kediamannya agar ia bisa mengetahui apa saja yang sedang dibicarakan oleh orang lain tanpa harus ia mendengarkannya secara langsung. Walaupun saat ini Claire sudah tidak tinggal di kediamannya ini lagi, namun, ibu tirinya yaitu Gladys pasti banyak sekali trik serta cara untuk melakukan sebuah tindakan yang dapat membuat keluarga besarnya dalam bahaya.
" Walaupun, orang suruhannya sudah tidak ada lagi disini, tapi, aku harus segera membuka kebusukan dia selama ini kepada Daddy yang begitu bodoh dalam menyayangi wanita seperti dia,," Ucap Alberto dengan sangat geram akan tindakan dari Daddy-nya yang begitu menyayangi Gladys hanya karena, Gladys telah memiliki seorang keturunan dengannya yaitu Alexa.
Jika saja Gladys tidak menunjukkan akan dirinya serta putrinya kepada Daddy Alberto, pasti Gladys tidak akan mungkin bisa berada di kediaman besar milik keluarga Alexandre. Karena, Daddy-nya Alberto tidak terlalu kenal siapa itu Gladys dan tidak tahu mengapa, kenapa Gladys bisa memiliki anak dengan Daddy-nya itu yaitu Alexa. Oleh sebab itu walaupun Alberto tidak menyukai kedatangan Gladys dan adanya Gladys di dalam kediamannya ini, namun, Alberto tidak bisa memungkiri rasa sayang yang dimilikinya terhadap Alexa.
Entah mengapa Alberto begitu menyayangi adik perempuannya ini, walaupun Alberto tahu bahwa Alexa bukanlah satu ibu dengannya melainkan lahir dari seorang ibu yang selalu menjadi duri dalam kehidupannya selama ini. Namun, Alberto tidak pernah memperlakukan Gladys dengan perlakuan yang kasar.
Tapi, disaat Gladys memperlakukan Ziya dengan kasar, membuat Ziya dalam bahaya, disaat itu juga Alberto mulai bertindak tegas terhadap Gladys yang selama ini memang ia pendam emosi dan juga pembalasan untuk orang seperti Gladys. Dan saat itu juga Gladys, baru tahu bagaimana sifat asli Alberto jika sudah mengganggu hak milik pribadinya yang begitu ia sayangi.
Selama ini Gladys selalu memperlakukan Zoya kembarannya Ziya dengan ucapan yang sengit dan juga kasar. Namun Alberto tidak pernah memperdulikannya, karena, disaat Zoya menjadi istri Alberto, Alberto sama sekali tidak memilik rasa cinta serta kepercayaan kepada Zoya. Bahwa Zoya itu adalah perempuan yang selama ini telah ia no.dai dan juga ia sia-siakan.
" Kalau kau bermain dengan Zoya, itu tidak terlalu penting bagiku,," Ucap Alberto yang tengah melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Cctv.
" Tapi, kali ini kau selalu mengganggu dan mengacau kehidupan serta keselamatan dari orang yang kucintai,," Ucap Alberto lagi dengan wajah yang geram akan tindakan Gladys dalam memanipulasi dirinya.
" Aku tidak bisa membiarkan kau untuk bersantai-santai lagi di dalam kehidupan keluarga besar Alexndre yang selama ini telah aku bangkitkan kembali,," Sambung Alberto lagi yang masih begitu marah dengan kelakuan Gladys saat ini.
Dengan segera Alberto keluar dari ruangan Cctv setelah memantau semua keadaan di dalam kediamannya. Disaat Alberto akan melangkah keluar dari ruangan Cctv. Friek beserta anak buahnya yang lain membungkuk memberikan hormat kepada Alberto yang baru saja keluar dari ruangannya itu. Sehingga hal itu membuat Alberto segera memberikan perintah kepada Friek untuk anak buahnya agar bisa menjalankan misi rahasianya dalam melacak keberadaan serta identitas data temannya Zoya yang asli.
****