Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag.



Begitu jelas sekali terlihat bahwa Ziya saat ini sedang membicarakan suatu hal yang begitu penting dan pembicaraan Ziya kali ini memang sudah lama mengganjal dalam hatinya serta pikirannya sehingga membuat Alberto begitu serius mendengarkan ucapan demi ucapan dari sang istri tercinta.


" Ya, katakan saja sayang, tidak perlu takut untuk menyampaikannya ?" Tanya Alberto lagi yang jelas sekali terlihat bahwa Alberto merasa tidak sabaran lagi dengan keluh kesah Ziya padanya.


Karena, saat ini Ziya terlihat begitu hati-hati dalam memulai percakapannya kepada Alberto. Sehingga hal itu menimbulkan rasa tidak sabar dari Alberto dan karena melihat Alberto yang sudah tidak sabar lagi menunggu apa yang ingin disampaikan oleh Ziya. Dan Ziya sendiri tersenyum melihat kelakuan Alberto yang ternyata bersikap lucu jika sedang bersama dengan Ziya.


" Heeemmm, kenapa kau jadi bertingkah seperti ini sayang, sungguh lucu dan menggemaskan,," Ucap Ziya kepada Alberto sambil memencet hidung suaminya yang berada di hadapannya.


" Heemmm, terima kasih sayang, tapi, katakan saja apa yang ingin kau sampaikan itu," Bilang Alberto lagi dengan meyakinkan Ziya atas ucapannya nanti.


" Baiklah,, kalau begitu akan aku sampaikan padamu, suatu hal yang selama ini mengganjal pikiran dan hatiku,," Jawab Ziya lagi sambil mengelus lembut wajah Alberto.


Dengan gaya yang terlihat begitu serius dan begitu penasaran untuk mendengarkan perkataan yang akan disampaikan oleh Ziya, akhirnya Ziya menyampaikan apa yang ingin dikatakannya selama ini kepada Alberto mengenai keadaan dirinya dan juga keadaan kembarannya yaitu Zoya. Karena, sudah cukup lama Ziya tinggal bersama dengan Alberto dan Alberto juga tahu siapa Ziya sebenarnya.


" Alberto, sebenarnya aku ingin membicarakan tentang aku dan juga,," Ucap Ziya mulai membuka pembicaraannya lagi.


" Dan juga siapa, sayang, katakan saja ?" Tanya Alberto lagi dengan wajah yang begitu tidak sabaran.


" Alberto, baiklah sebelum aku menceritakan hal yang serius padamu aku ingin kau berjanji padaku jangan pernah kau marah ataupun kecewa denganku, jika aku menginginkan hal ini darimu,," Bilang Ziya dengan wajah yang terlihat begitu tulus dan sangat meyakinkan Alberto.


" Dan satu lagi apapun yang kau pinta dariku apapun itu aku berjanji aku tidak akan pernah kecewa padamu apalagi sampai marah denganmu Istriku,," Ucap Alberto lagi dengan tatapan mata yang begitu sendu nan indah.


" Apakah kau bisa untuk mempercayai ucapan janji dariku, sayang ?" Tanya Alberto lagi pada Ziya sambil mengelus-eluskan tangannya Ziya ke wajahnya sendiri.


Betapa lembutnya kelakuan Alberto saat ini memperlakukan Ziya sebagaimana yang telah diucapkannya untuk Ziya. Bahwa Alberto sudah berjanji untuk selalu membahagiakan Ziya dan tidak akan pernah lagi memperlakukan Ziya seperti awal Ziya datang ke kediamannya. Tentu saja tindakan yang telah dilakukan oleh Alberto dan juga ucapan Alberto itu membuat Ziya semakin luluh dan juga mempercayainya dengan setulus hati.


" Heemmm, Alberto semenjak aku datang kesini, awalnya aku sangat berhati-hati denganmu, tapi, karena, sikapmu yang selalu memperlakukanku dengan kelembutan yang tiada Tara, sehingga membuatku mempercayaimu setulus hatiku, Alberto,," Jawab Ziya dengan lembut dan pelupuk mata yang berbinar karena, Ziya merasa bahwa sikap Alberto saat ini memang sangat berbeda dengan sikapnya pertama kali mereka bertemu.


" I love you my heart,," Ucap Alberto dengan penuh kelembutan sambil mendekatkan wajahnya dengan wajah Ziya.


Karena, melihat mata Ziya yang sedikit lagi akan menumpahkan air matanya, dengan perlakuan lembut Alberto menyentuh leher bagian belakang Ziya dan Alberto berniat untuk memberikan sebuah keyakinan pada Ziya bahwa memang benar adanya ia saat ini begitu menyayangi wanita kesayangannya yang ada di hadapannya saat ini.


Dengan perlakuan yang begitu lembut, Alberto mulai menekan leher Ziya agar ia bisa mendaratkan ciuman bibirnya pada bibir wanita di hadapannya yang begitu membuatnya merasa candu dan juga tergila-gila. Ziya sama sekali tidak pernah menolak dengan tindakan yang selalu dilakukan Alberto padanya, karena, Ziya juga mengakui dalam hatinya bahwa ia sangat menyukai apapun tindakan Alberto pada tubuhnya.


CUUUPPPP!!!


Ciuman lembut yang di daratkan oleh Alberto begitu indah dirasakan oleh Ziya, karena, mata Ziya saat itu memang sudah ingin menumpahkan air matanya, sehingga di saat Ziya menerima ciuman dari Alberto air matanya tertumpah pula karena, Ziya merasakan kenikmatan ciuman dari suaminya sampai menutup matanya.