
Alberto segera melangkahkan kakinya keluar dari ruang rapat ini dan langsung menuju ke ruang kerja khusus untuk dirinya. Alberto segera memerintahkan asisten pribadinya untuk memberitahu kepala divisi bagian pengaturan kontrak kerja sama membuat surat penerimaan kontrak kerja sama dengan perusahaan Gerald Grup.
" Katakan pada kepala divisi bagian pengaturan kontrak kerja sama untuk membuat surat pemberitahuan penerimaan kontrak kerja dengan perusahaan Mr. Gerald,," Ucap Alberto yang memerintahkan sekretaris dan asisten pribadinya untuk membuat surat penerimaan kontrak kerja sama dengan perusahaan miliknya.
" Baik Tuan,," Jawab asisten dan sekretaris Alberto bersamaan.
Setelah sekretaris dan asistennya keluar dari ruangannya itu, Alberto kembali mengeluarkan ponselnya, karena, ingin memerintahkan seorang asisten pribadinya yang berada di kediaman untuk meletakkan kembali surat pemecatan di kamarnya Claire. Karena, sudah lebih dari tiga surat pemecatan yang diletakkan di kamar itu sama sekali tidak dibaca oleh Claire.
" Halo, Friek,," Ucap Alberto yang membuat panggilan terhadap asisten pribadinya.
Friek adalah adik kandung dari Frengky yang dulunya merupakan asisten pribadinya juga, namun saat ini Friek telah dipindah tugaskan oleh Alberto untuk melindungi dan mengawali Ziya kemanapun Ziya pergi.
Oleh sebab itu, saat ini Friek selalu berada di dalam kediaman Alberto tidak lagi mengikuti dan mengawal Alberto yang selalu keluar dari kediaman. Jika Alberto ingin melakukan pemeriksaan di dalam kediamannya, Alberto terlebih dahulu menghubungi Friek yang telah ditugaskan hanya untuk menjaga Ziya.
Sementara itu, Ziya juga tidak pergi kemana-mana seperti Zoya dulu, yang selalu saja keluar dari rumahnya. Tapi, saat ini karena, Alberto memiliki istri yang lain dan istrinya ini hanya betah berada di rumah sambil melakukan sesuatu hal yang membuat aktivitasnya semakin banyak seperti melakukan penelitian terhadap tanaman, mengajak Demian bermain, merawat putrinya Alberto dan juga mengasah kemampuannya dalam bertarung.
" Ya, Tuan,," Jawab Friek yang menerima telepon dari Tuan Besarnya.
" Apakah selama ini kau sudah meletakkan surat pemecatan di kamarnya Claire." Ucap Alberto yang bertanya kepada Friek.
" Sudah, Tuan, saya sudah meletakkannya tiga kali surat itu tepat di meja kamarnya Nona Claire." Ucap Friek yang telah selesai melakukan tugasnya.
Karena, memang benar Friek telah melakukan tugas yang diperintahkan oleh Alberto untuk meletakkan surat pemecatan di kamarnya Claire selama ini.
" Tapi, kenapa tidak ada respon darinya ?" Tanya Alberto pada Friek yang merasa penasaran dengan surat pemecatan darinya itu untuk Claire.
" Iya Tuan, sebentar Tuan saya akan memeriksakannya lagi, apakah surat itu sudah dibacanya atau belum,," Ucap Friek pada Alberto untuk memeriksakan kembali surat yang diletakkannya itu apakah sudah dibuka atau belum.
" Ya, kau periksa saja dulu, nanti kau hubungi saya langsung, jika kau sudah selesai memeriksanya." Ucap Alberto yang memberikan waktu kepada Friek.
" Baik Tuan, jika saya sudah selesai memeriksanya saya akan langsung menghubungi Tuan,," Bilang Friek pada Tuan Besarnya itu.
Setelah selesai menelepon Friek, Alberto meletakkan ponselnya di atas meja kembali, lalu, tiba-tiba asisten pribadinya masuk ke dalam tanpa mengetuk pintu kembali dan membuat Alberto terlihat sangat geram akan kelakuan asistennya itu yang tidak biasa bersikap seperti itu saat masuk ke dalam ruangannya.
" Apa yang kau lakukan ?" Tanya Alberto yang terdengar sangat marah saat asisten pribadinya itu main selonong saja masuk ke dalam ruang kerjanya.
" Maaf Tuan, ini ada Nona,,," Bilang asisten pribadi Alberto yang terputus.
Perkataan dari asisten Alberto terputus karena, tiba-tiba ada seorang tamu wanita yang sengaja masuk ke dalam ruang pribadi Alberto tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Alberto terlihat biasa saja ketika melihat wajah Claire yang ternyata menjadi tamu tanpa di undang masuk ke dalam ruangannya ini.
" Alberto, apakah aku masuk harus meminta izin terlebih dahulu dari asisten pribadimu itu ?" Tanya Claire yang menunjukkan wajah asisten Alberto di hadapan Alberto sendiri.
Alberto sangat geram ketika mendengar ucapan Claire yang masih merasa berani menghadapi dirinya ini, padahal sudah berapa kali Alberto mengatakan bahwa ia tidak menyukai sifat Claire yang terlihat sok akrab dengan dirinya.
Lalu, dengan gaya angkuhnya Alberto memerintahkan kepada asistennya untuk menjelaskan sikap sopan santun saat berada di kantornya ini.
" Asisten, jelaskan dengan wanita ini bagaimana aturan yang berlaku saat berada di dalam kantor ini." Ucap Alberto yang hanya menatap wajah asistennya itu.
Alberto dengan sengaja tidak mengajak wajah Claire karena, ia sudah terlalu muak dengan wajah perempuan ini. Yang memiliki sikap tidak tahu malu dan selalu ingin menempel dengan dirinya.
" Saat di dalam kantor semua orang ataupun karyawan wajib,," Ucap asisten pribadi Alberto yang ingin menjelaskan peraturan yang berlaku saat di dalam kantor.
Saat, asisten Alberto ingin menjelaskan suatu peraturan yang berlaku dan wajib diterapkan saat berada di kantor, Claire segera memberikan sebuah kode menggunakan telapak tangannya untuk menghentikan ucapan yang disampaikan oleh asisten itu.
" Stop, aku sudah tahu,," Ucap Claire yang sengaja tidak mau mendengarkan perkataan dari asisten pribadi Alberto ini.
" Kalau kau sudah tahu, kenapa kau masih bertanya denganku,," Ucap Alberto dengan wajah sinisnya.
" Eemmm,, Alberto masa aku harus meminta izin dia dulu untuk masuk ke dalam ruanganmu,," Ucap Claire yang terlihat sangat manja di depan hadapan Alberto.
" Tentu saja, memangnya kau siapa di tempat ini,," Ucap Alberto dengan perkataan yang terdengar tajam.
Betapa malunya wajah Claire ketika Alberto mengatakan bahwa siapa dirinya di kantor ini, bukannya selama ini dia adalah sekretaris pribadi Alberto selama ini, kenapa, Alberto menyebutkan dirinya seperti itu.
" Maksudmu, apa Alberto ?" Tanya Claire dengan wajah terkejutnya saat mendengar ucapan Alberto yang mengatakan dirinya seperti itu.
" Heemmm,, sepertinya kau tidak membaca surat dari kantor Alexandre Grup A." Ucap Alberto yang membuat Claire merasa bingung.
" Surat, surat apa ?" Tanya Claire dengan wajah penasarannya.
" Kau kembali saja ke kediaman, setelah kau baca surat yang telah aku kirimkan selama ini untuk dirimu, bahwa semenjak kau tidak pernah datang lagi ke kantor semenjak itu juga kau telah dipecat dari kantor ini menjadi sekretaris pribadiku dan juga aku tidak membutuhkan sekretaris pribadi dalam pekerjaan ku,," Ucap Alberto yang membuat wajah Claire sangat terkejut saat mendengar ucapan yang disampaikan oleh Alberto.
Bagaikan disambar petir saat Claire mendengarkan perkataan Alberto bahwa dirinya sudah dipecat dari kantor sebagai sekretaris pribadi Alberto dan dia juga sudah tidak bisa lagi untuk bekerja dengan Alberto di dalam kantor maupun dimanapun Alberto pergi.
Wajah Claire sungguh terlihat memerah saat mendapatkan suatu hal yang membuatnya marah dan kesal saat ini. Namun, kekesalannya itu tidak mungkin ia tampakkan karena, saat ini ia sedang berhadapan dengan Alberto, seorang laki-laki yang sangat dibutuhkannya untuk mendapatkan kekayaan dan juga kemewahan. Serta sangat dipastikan Claire tidak akan mungkin mengeluarkan kemarahan besarnya di hadapan Alberto saat ini.
" Aku tidak akan mengulanginya lagi, sekarang silahkan kau keluar dari ruanganku,," Ucap Alberto yang dengan sengaja mengusir Claire dari ruangannya ini.
" Baik,," Ucap Claire yang segera melangkahkan kakinya keluar dari ruang kerja Alberto.
Claire hanya bisa terdiam pasrah ketika mendengarkan ucapan Alberto yang sengaja mengusirnya itu. Namun, hatinya saat ini sungguh sangat marah besar atas ucapan Alberto yang telah berani memecat dirinya itu.
" Awas kau Alberto, kau dengan sengaja mempermalukan aku di hadapan asistenmu bahwa aku sudah dipecat olehmu." Ucap Claire yang melangkahkan kakinya dengan langkahan yang begitu cepat.
Claire terlihat sangat marah dan geram dengan sikap Alberto pada dirinya itu. Claire merasa kesal akan kelakuan Alberto padanya, selama ini kurang apalagi pengabdiannya kepada Alberto. Claire sudah tulus menyukai Alberto, Claire sudah tulus mengikuti semua perintah Alberto dan Claire juga sudah tulus untuk selalu membantu Alberto menjadi sekretaris pribadinya.
Padahal Alberto sama sekali tidak pernah membutuhkan Claire untuk menjadi sekretaris pribadinya, karena, Alberto lebih nyaman bekerja sendiri daripada harus dibantu oleh seorang sekretaris seperti Claire yang seolah merasa pendamping dirinya.
Tapi, balasannya seperti ini, ia kini telah dipecat sebagai sekretaris saat ia tidak mengetahui kapan surat pemecatan itu ada. Claire dengan tergesa-gesa melangkahkan kakinya menuju ke areal parkir untuk mengambil mobilnya. Lalu, dengan kesal, Claire membanting pintu mobilnya dan sengaja menyetir dengan cepat agar cepat sampai di kediaman Alexandre.
Tujuan Claire saat ini adalah langsung melabrak wanita yang telah berhasil mengambil hati Alberto dari genggamannya selama ini.
" Awas kau Zoya, ini semua karena, kau, tidak mungkin aku dipecat jika tidak karena hasutan darimu,," Ucap Claire dengan wajah yang terlihat sangat marah pada Ziya.
Karena, menyetir mobilnya dengan cepat, akhirnya Claire sudah sampai di kediaman Alexandre ini. Claire segera keluar dari mobilnya dan sengaja berteriak memanggil nama Zoya yang ditujukan pada Ziya. Dan, dengan segera Claire melangkahkan kakinya menuju ke lantai atas untuk segera melabrak wanita yang sangat tidak disukainya itu yaitu Ziya.
" Zoya keluar kau,," Teriak Claire dari depan kediaman hingga menaiki tangga lantai ke dua.
Saat Claire berteriak memanggil namanya Zoya, semua pengawal kaget mendengar suara Claire yang begitu besar dan lantang teriak memanggil Nyonya Besar mereka.
" Dimana wanita itu,," Teriak Claire saat ini ketika sudah sampai di depan kamarnya Ziya yang sudah ditahan oleh beberapa pengawal.
" Maaf Nona Claire, Nyonya Zoya sedang bersama Nona Isabelle, jadi, Nona tidak bisa menemuinya." Ucap pengawal itu yang menahan tubuh Claire untuk masuk ke dalam kamarnya Ziya.
Namun, Claire masih saja tetap melawan semua pengawal, hingga Friek segera mendatangi keributan yang terjadi di atas. Friek melihat sepertinya kegaduhan yang sedang terjadi.
" Awas kalian, aku harus membuat perhitungan pada wanita iblis itu,," Bilang Claire lagi yang meronta dan melawan semua pengawal untuk segera masuk ke dalam kamarnya Ziya.
Lalu, Friek segera naik ke atas tangga dengan segera mendinginkan suasana yang terjadi saat ini.
" Nona Claire, anda tidak bisa memaksa pengawal untuk bertemu dengan Nyonya Zoya. Karena, anda sudah tidak berhak lagi untuk tinggal disini," Ucap Friek yang membuat Claire segera menamparnya.
Ketika, Claire mendengarkan ucapan Friek yang menyatakan bahwa dirinya tidak berhak lagi untuk tinggal di tempat ini, Claire kaget dan langsung ingin menampar wajah Friek yang berani-beraninya membuat pengusiran terhadap dirinya.
" Berani-beraninya kau,," Bilang Claire yang ingin melayangkan tangannya di wajah Friek, namun Friek segera menepis tangannya itu.
" Maaf Nona, anda tidak bisa menampar saya, karena, saya hanya melakukan tugas dari Tuan Besar untuk memberitahukan hal ini pada anda,," Ucap Friek yang masih menahan tangannya Claire.
" Awas kalian semua, lepaskan aku,," Teriak Claire yang merasa kesal pada semua pengawal Alberto saat ini.
Semua pengawal dengan segera melepaskan penahanannya terhadap tubuh Claire dan dengan segera Claire kembali turun ke bawah untuk menuju ke kamarnya Isabelle. Karena, ia telah mendengar bahwa Ziya saat ini sedang bersama dengan Isabelle.
" Bagus, kau juga telah berani mendekati putrinya Alberto se.tan,," Ucap Claire yang segera melangkahkan kakinya menuju ke arah istana kedua.
Saat Claire sedang berada di istana kedua, Claire segera membuka pintu kamarnya Isabelle, ternyata tidak ada satu orangpun di istana itu. Claire semakin marah, karena, ternyata Ziya sedang pergi bersama Isabelle yang ia sendiri tidak mengetahuinya kemana kepergian Ziya saat ini bersama Isabelle.
" Kurang ajar, ternyata mereka tidak ada disini,," Umpat Claire kesal setelah memeriksa ruang kamar Isabelle yang kosong.
Lalu, Claire segera melangkahkan kakinya menuju kamar Auntynya, untuk menceritakan semua hal yang telah terjadi padanya saat ini.
" Aku akan segera meminta bantuan Aunty, supaya aku masih bisa tetap tinggal disini," Ucap Claire dengan tujuan di pikirannya.
Karena, Claire berpikir dia harus tinggal dimana jika benar ia telah diusir dari kediaman Alberto yang begitu megah ini. Tidak mungkin ia tinggal di rumah Auntynya yang rumahnya tidak semewah dan tidak semegah istana ini.
" Aku tidak ingin keluar dari tempat ini, aku harus bisa untuk meyakinkan Alberto, agar aku masih tetap tinggal disini." Ucap Claire yang merasa ketakutan jika ia harus tinggal diluar.
Namun, Claire teringat sepertinya percuma saja saat ini ia meminta bantuan dari Auntynya, karena, Auntynya saja saat itu bisa dikurung oleh Alberto, apalagi saat ink, otomatis Alberto semakin tidak menyukai dirinya. Claire berpikir lebih baik ia melakukan rencananya ini sendiri.
" Tidak, tidak, aku tidak akan mungkin meminta bantuan dari Aunty, karena, Alberto saja sudah tidak menghormati Aunty lagi,," Gumam Claire sambil melangkah mondar-mandir.
" Lebih baik aku harus kembali ke kamar untuk melakukan sesuatu yang terbaik supaya aku bisa membalaskan semua perbuatan ini,," Gumam Claire yang memikirkan sesuatu rencananya nanti.
" Dan akhirnya Alberto sendiri yang memintaku untuk kembali lagi ke rumahnya ini serta menyesali perbuatannya itu yang telah berani memecatku,," Ucap Claire lagi dengan mata yang sangat marah dan bersemangat untuk melakukan rencana jahat terhadap Alberto sendiri.
Lalu, dengan segera Claire melangkahkan kakinya pergi ke kamarnya sendiri untuk memikirkan sesuatu apa yang harus dilakukannya saat ini. Karena, hanya di kamarnya saja ia bisa memikirkan suatu rencana yang terbaik.
****