
Dengan spontan Ziya senang karena, Demian sedang mencarinya. Otomatis hal itu membuat Ziya begitu bahagia saat ini bisa terlepas dari jerat Alberto. Walaupun hanya sementara waktu, intinya Ziya bisa terlepas dari perlakuan Alberto yang begitu mendalam dalam kehidupan rumah tangga.
Perasaan Ziya yang sangat bahagia karena Alberto mengurungkan niatnya untuk melakukan hubungan suami istri.
Dan bisa bernafas lega setelah Alberto mendapatkan telepon dari bodyguardnya bahwa bodyguard Demian melapor, Demian putra kesayangannya itu sedang menangis dan tepat sekali sedang mencari Ziya.
" Ya ampuunnn aku lupa,, kalau Demian memintaku untuk tidur bersamanya,," Bilang Ziya setelah mendengar ucapan Alberto yang memberitahu bahwa Demian yang menangis mencari Ziya.
" Benarkah,, kenapa bisa sampai lupa ?" Tanya Alberto yang mengundurkan waktu Ziya untuk cepat-cepat keluar dari kamarnya.
" Bukan,, maksudnya, setelah aku mandi, aku mau langsung ke kamar Demi,," Bilang Ziya yang mulai turun dari tempat tidurnya.
Lalu dengan respon cepat, Alberto menarik pinggang Ziya, karena kaget Ziya langsung jatuh tepat di pangkuan Alberto. Ziya ingin sekali bergerak menolak, tapi niat itu diurungkannya, karena Ziya tahu pelukan Alberto ini tidak mungkin lama.
" Sepertinya kau lebih ingin menghabiskan waktumu bersama Demi ?" Tanya Alberto yang masih memangku dan memeluk tubuh Ziya.
" Ya, karena Demian adalah Putraku, jadi wajar kalau aku harus menempel dengan Putraku." Jawab Ziya yang masih bergerak ingin lepas dari Alberto,
" Alberto lepaskan aku, nanti Demi tambah nangis,," Pinta Ziya yang sedikit merengek pada Alberto.
" Kenapa kemaren kau tega meninggalkannya ?" Tanya Alberto serius menatap wajah Ziya.
Ziya hanya bisa menelan salivanya, karena bukan dia yang sengaja meninggalkan anaknya sendiri, melainkan kembarannya itu.
" Kalau Demi, itu anakku tidak mungkin aku meninggalkannya seperti itu, itu bukan aku tapi istrimu Zoya,," Bilang Ziya dalam hati.
" Kenapa diam ?" Tanya Albert yang membuat Ziya menoleh ke arahnya.
" Itu tidak mungkin terjadi lagi,, karena aku sangat menyayanginya,," Bilang Ziya serius pada Alberto.
Alberto sudah mengetahui bahwa dirinya adalah Ziya bukan Zoya, oleh sebab itu Alberto merespon biasa-biasa saja, cuma Alberto tidak mengetahui bahwa Ziya ini bernama Ziya.
" Bagus, kalau begitu,, dan ingat jangan pernah membuat Demian menangis lagi, aku akan membunuhmu kalau itu sampai terjadi,," Bilang Alberto yang menatap tajam wajah Ziya.
Ziya hanya diam tanpa kata, lalu Alberto melepaskan pelukannya. Ziya pun bangkit dari duduknya dan melangkahkan kakinya menuju ke pintu kamar.
Begitu juga Alberto, yang mengikuti langkah kaki Ziya, Ziya merasa aneh, kenapa Alberto mengikutinya. Setelah sampai di pintu dan membuka pintu itu Ziya berbalik dan tepat sekali berhadapan dengan Alberto.
" Kenapa kau mengikutiku ?" Tanya Ziya yang melihat Alberto mengiringi langkahnya.
" Memangnya aku dilarang mengikutimu ?" Tanya Alberto yakin.
" Bukan begitu maksudnya,, ya sudahlah,," Ucap Ziya yang pasrah diikuti oleh Alberto.
Saat Ziya keluar kamar, Ziya melihat sangat jelas sekali bahwa banyak sekali bodyguard Alberto yang menunggu tuannya ini di depan pintu kamarnya.
Ziya hanya menggelengkan kepalanya, melihat kelakuan bodyguard Alberto yang sangat melindungi Alberto ini, bahkan di dalam rumah juga.
Ziya masih melangkahkan kakinya menuju ke kamar Demian. Sesampainya di kamar Demian, seorang bodyguard membuka pintu kamar Demian.
Ziya yang diikuti Alberto masuk ke dalam kamar Demian. Dan disana sudah ada pengasuh Demian, yang sedang membujuk Demian menangis.
Ziya cepat-cepat melangkahkan kakinya menuju ke arah Demian.
" Mommy,," Teriak Demian yang masih menangis.
" Maafin Mommy nak,, Demi kenapa menangis, sayang ?" Tanya Ziya yang memeluk Demian sambil mengelus tubuh Demian.
" Mommy kenapa tinggalin Demi, Mommy udah janji gak pelnah tinggalin Demi lagi,," Tanya Demi sambil menangis.
" Maaf sayang, Mommy tadi bangun terus Mommy mandi, setelah mandi Mommy ingin langsung kesini, maafin Mommy ya telat,," Bilang Ziya yang ucapannya sangat diperhatikan oleh Alberto begitu juga dengan pengasuh Demi.
" Demi takut, Mommy tinggalin Demi lagi ?" Tanya Demi yang sudah reda menangisnya.
" Tidak sayang,, Demi jangan takut ya, Mommy tidak akan pernah ninggalin Demi lagi,," Ucap Ziya yang langsung mengecup kening Demi.
Alberto yang hanya mendengar bujukan Ziya terhadap Demian, menggelengkan kepalanya menatap aksi Ziya yang penuh tanda tanya itu.
Apakah Ziya benar-benar tulus menyayangi Demi ?
Atau sama seperti Zoya yang hanya memanfaatkan Demian, karena untuk mendapatkan uang !!
" Baik Nyonya,," Ucap pengasuh Demian yang langsung melangkahkan kakinya keluar kamar Demian.
Alberto yang masih diam, melihat Ziya yang sangat dekat dengan anaknya itu, merasa belum percaya atas sikap Ziya sekarang ini.
" Anak laki-laki tidak boleh menangis,," Ucap Yang menunduk dan menatap wajah Demian.
Demian cemberut melihat Alberto, mengucapkan hal kenapa anak laki-laki tidak boleh menangis.
" Memangnya kenapa, Dad ?" Tanya Demian.
" Karena anak laki-laki harus kuat, tidak boleh menangis sedikitpun." Ucap Alberto yang memandang wajah Demian.
" Memangnya tidak boleh kalau anak laki-laki menangisi Mommy nya ?" Tanya Ziya di sela pembicaraan Alberto dan Demian.
" Tidak boleh, karena laki-laki harus kuat dan tegas dalam hidupnya." Ucap Alberto yang menoleh dan menatap wajah Ziya dengan tajam.
" Demi tidak akan nangis lagi, asalkan Mommy selalu belsama Demi,," Ucap Demian yang langsung memeluk Ziya.
" Iya sayang,, benar sekali,, Mommy tidak akan kemana-mana, kecuali selalu bersama Demi.." Bilang Ziya yang membalas pelukan Demi.
Alberto masih saja melihat dan menatap aksi dari Ziya pada Demi. Lalu, Alberto ingin membisikkan sesuatu pada Ziya.
" Semoga kau, tidak berubah seperti kemarin pada Demi,," Bisik Alberto yang membuat Ziya menoleh ke arahnya.
Setelah melihat wajah Alberto sebentar, Ziya kembali melihat wajah Demi yang memeluknya.
Tak lama kemudian, pengasuh Demi datang membawa segelas susu untuk Demian.
" Ini Nyonya,," Bilang pengasuh pada Ziya.
Ziya ingin menerima susu pemberian dari pengasuh, tapi Alberto langsung melarangnya.
" Tunggu,," Ucap Alberto.
Ziya yang heran melihat Alberto mencegah dirinya menerima susu tersebut. Secara tidak langsung Ziya menurunkan tangannya.
" Kamu coba dulu susunya,," Bilang Alberto pada pengasuh Demian.
Ziya merasa takjub pada Alberto yang sangat mementingkan keselamatan putranya ini, Ziya tersenyum sesaat melihat Alberto yang sangat menyayangi Demian.
" Baik Tuan." Ucap pengasuh.
Pengasuh itupun langsung menuangkan susu Demian ke gelas kosong yang memang selalu dibawanya dua. Karena, pengasuh ini sangat tahu bahwa Tuan Alberto tidak mau terjadi kesalahan pada Putra tunggalnya itu.
Setelah selesai menuangkan dan meminumkannya, Alberto menunggu waktu sekitar 10 menit dalam reaksi susu tersebut.
Dan ternyata setelah 10 menit reaksi susu itu tidak ada pada pengasuh Demian. Karena, tidak ada reaksi sedikitpun Alberto menyuruh pengasuh untuk memberikan susu itu kepada Ziya.
" Berikan kepada Nyonya." Bilang Alberto yang selalu memiliki wajah wibawanya kepada semua pelayan di rumah ini.
Ziya yang masih takjub atas pemikiran hebat Alberto, merasa dirinya masih muda untuk terlalu percaya pada orang lain.
" Ini Nyonya, Susu Tuan Muda Demian." Bilang pengasuh memberi susu pada tangan Ziya.
Dengan senang hati Ziya menerima susu tersebut dan memberikannya pada Demian.
" Ini susu Demi, sudah minum susu nanti bobo sama Mommy ya,," Bilang Ziya yang memberikan susu pada Demi.
" Yes, Mom,," Bilang Demian senang.
" Eitss tunggu dulu, Mommy boleh minum sedikit susunya,," Bilang Ziya yang memastikan kalau susu tersebut tidak ada racun.
Apabila benar ada racun maka bukan hanya Demi saja yang keracunan, tapi dirinya juga, ia tidak mau terjadi apa-apa hanya pada Demi.
" Boleh Mom,," Bilang Demian yang tersenyum memandang Ziya.
Ziya langsung meminum seperempat susu Demian, dan Alberto sangat melihat Ziya meminum susu tersebut. Alberto tersenyum melihat kelakuan Ziya yang juga menjaga Demi.
****