Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 1 Agustus



Karena, sudah begitu banyak sekali penjelasan yang disampaikan oleh Martin terhadap Claire mengenai apa saja yang ingin di tanyakannya itu, barulah Martin bisa untuk membuka akses pengaman di dalam kamarnya Claire ini. Dan Claire bisa mengetahui atas semua informasi yang baru saja dijelaskan oleh Martin padanya.


Namun, ketika Martin ingin membuka akses pengamanan di dalam kamarnya Claire itu tiba-tiba Claire lagi-lagi menghentikan tindakannya. Dan hal itu pastinya membuat pekerjaan Martin terhenti sejenak untuk mendengarkan alasan tersendiri dari Claire yang tengah menghentikan pekerjaannya itu.


" Eh, Martin tunggu sebentar,," Bilang Claire lagi yang menghentikan tindakan Martin untuk membuka akses pengaman di dalam kamarnya itu.


" Ya ada apa Claire ?" Tanya Martin lagi sambil menoleh ke arah Claire yang sedang menghentikan tindakannya itu.


" Aku mau tanya, apakah kau tahu siapa orang yang telah mengirimkan mata-mata di dalam kediaman Nichole ini ?" Tanya Claire langsung pada Martin ketika tangannya Martin ingin menekan tombol alat yang sudah stay itu.


" Kenapa kau menanyakan hal itu Claire ?" Tanya Martin kepada Claire sambil mengerutkan dahinya.


" Heemmm, aku hanya ingin tahu saja, memangnya siapa orang yang telah berani mengirimkan mata-mata di dalam kediaman ini hanya untuk tahu pergerakan yang tengah kau lakukan dan juga Nichole,," Jawab Claire sambil memberikan sebuah pertanyaan balik pada Martin.


" Heeemm, entahlah Claire, jika kau menanyakan hal itu padaku, aku juga belum tahu Claire,, Jawab Martin langsung pada Claire mengenai pertanyaan yang membuat Claire masih penasaran.


" Karena, aku juga belum terlalu lama berada di dalam kediaman ini,," Sambung Martin lagi dengan benar ucapan yang sama sekali tidak berbohong.


" Jadi, aku tidak tahu siapa orang yang telah sengaja mengirimkan mata-mata di dalam kediaman ini, karena, sebenarnya aku juga curiga dengan pergerakan dari beberapa pelayan yang ada di dalam kediaman ini,," Ucap Martin lagi yang memang sebenarnya ia tidak tahu siapa orang yang telah sengaja mengirimkan mata-mata di dalam kediaman Nichole itu.


Memang benar sekali apa yang telah dijelaskan oleh Martin kepada Claire karena, sebenarnya Martin juga tidak tahu siapa orang yang telah berani mengirim mata-mata dengan sengaja di dalam kediaman Nichole ini.


Karena, merasa curiga dengan tindakan dan gerak-gerik yang dilakukan oleh beberapa pelayan oleh sebab itu Martin sedikit paham bahwa di dalam kediaman ini bukanlah pelayan biasa yang tengah bekerja dan mendapatkan uang dari hasil kerjanya sebagai pelayan melainkan seorang mata-mata yang dengan sengaja dipekerjakan di dalam kediaman ini.


" Awalnya aku pikir mereka memang pelayan yang telah diperkerjakan oleh Nichole untuk melayaniku di dalam kediaman ini,," Ucap Martin lagi dengan jelas pada Claire yang tengah mendengar penjelasannya dengan seksama.


" Namun, setelah aku mencurigai sedikit demi sedikit pergerakan yang tengah mereka lakukan oleh sebab itu aku berpikir bahwa separuh dari mereka adalah mata-mata yang telah dikirim oleh seseorang untuk memantau aktivitas Nichole dan juga aku sendiri pastinya,," Jawab Martin pada Claire dengan jelas.


" Oohh jadi begitu ceritanya, intinya kau juga tidak tahu siapa yang telah mengirim mereka untuk memantau pergerakan yang dilakukan oleh kau dan juga Nichole ?" Tanya Claire lagi setelah paham dengan semua penjelasan yang telah dijelaskan oleh Martin.


" Ya, benar sekali, oleh sebab itu, aku tetap terus memantau pergerakan para pelayan itu supaya aku bisa mengetahui siapa yang sebenarnya telah mengirim beberapa pelayan itu sebagai mata-mata di kediaman ini,," Jawab Martin mengangguk membenarkan pertanyaan yang disampaikan oleh Claire.


" Setelah aku tahu siapa orang yang telah mengirim mereka, maka, saat itu juga kau bisa untuk memberikan hukuman yang pantas untuk mereka semua,," Bilang Martin kepada Claire yang memiliki sebuah niat bahwa ia akan memberikan sebuah hukuman kepada para pelayan yang memang terbukti adalah mata-mata di dalam kediaman Nichole ini.


Betapa senangnya hati Claire ketika mendengarkan ucapan Martin yang juga memintanya untuk memberikan hukuman kepada para pelayan di dalam kediaman ini jika Martin sudah mendapatkan bukti bahwa mereka semua adalah mata-mata yang memang sengaja dikirim oleh seseorang untuk memantau aktivitas dirinya.


" Apakah itu benar, Martin ?" Tanya Claire pada Martin dengan mata yang penuh harap.


" Ya, karena kau adalah saudaraku, jadi kau berhak juga melampiaskan amarah yang kau simpan untuk memberikan hukuman kepada mereka," Jawab Martin mengangguk untuk memberikan sebuah izin kepada Claire dalam memberikan hukuman.


" Oke deal, jika memang seperti itu, maka aku juga akan membantu kau untuk mencari tahu siapa sebenarnya yang telah mengirim mereka ke dalam kediaman ini,," Ucap Claire dengan penuh semangat untuk ikut membantu Martin dalam rencananya itu.


" Oke, tapi ingat kau harus tetap berhati-hati dan menjaga sikap saat berada di luar kamar ini,," Bilang Martin lagi sambil memberikan sebuah peringatan untuk berhati-hati pada Claire.


" Aku mengerti itu, Martin,," Jawab Claire penuh semangat.


" Baiklah, aku akan membuka akses pengaman di kamar ini, karena aku akan melakukan sebuah tugas di dalam ruanganku sendiri,," Ucap Martin lagi pada Claire, karena, pembicaraan yang tengah mereka lakukan telah selesai.


" Oke, kalau begitu aku akan melakukan aktivitasku sendiri,," Bilang Claire menjawab ucapan Martin.


Karena, merasa telah selesai membicarakan hal yang paling penting untuk tinggal di dalam kediaman Nichole ini. Akhirnya Martin menekan tombol pembuka akses kamar milik Claire, setelah selesai menekan tombol itu terbukalah akses pengaman di dalam kamarnya Claire dan kembali seperti semula lagi.


Setelah terbuka semuanya barulah Martin meminta izin pada Claire untuk keluar dari dalam kamar dan sekali lagi memberikan peringatan kepada Claire untuk selalu menjaga sikap serta berhati-hati di dalam kediaman Nichole ini.


" Baiklah sistem pengamanan di dalam kamar kau ini telah kembali normal,," Ucap Martin sambil menunjuk ke semua ruangan kamar yang memang terlihat sudah kembali seperti semula pada Claire.


" Aku akan melakukan tugasku dan kau jangan lupa untuk selalu berhati-hati di dalam kediaman ini saat kau berada di luar kamar,," Bilang Martin lagi yang masih saja memberi sebuah peringatan kepada Claire untuk selalu menjaga sikapnya saat berada di luar kamarnya.


" Heemm, Oke Martin, aku mengerti,," Jawab Claire mengangguk seolah memang telah mengerti dengan ucapan yang selalu diperingatkan oleh Martin itu.


" Oke, kalau begitu aku keluar,," Bilang Martin lagi sambil memasukkan alat di dalam genggamannya itu ke dalam saku jasnya kembali.


Karena sudah selesai melakukan pembicaraan dan Claire juga sudah paham atas maksud dari penjelasan Martin. Dan saat ini akses pengaman di dalam kamar Claire sudah dibuka dan kembali normal seperti semula. Tentu saja Martin langsung melangkahkan kakinya keluar dar kamarnya Claire, sementara itu, Claire sendiri yang masih menggunakan kimono handuk menggantikan pakaiannya.


Martin saat ini sudah keluar dari kamarnya Claire, sementara itu Claire sendiri tengah menggantikan pakaiannya karena ia baru saja selesai dari renangnya di siang hari ini, namun, ketika Claire ingin menggantikan pakaiannya itu tiba-tiba ada orang yang tengah mengetuk pintu kamarnya kembali.


Sambil menghela nafasnya yang sedikit terganggu akan ketukan pintu di luar kamarnya itu akhirnya Claire kembali membukakan pintu kamarnya hanya demi untuk mengetahui siapa yang sengaja mengetuk pintu kamarnya itu.


Tok!!


Tok!!


Tok!!


" Siapa ?" Tanya Claire sambil melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu.


Setelah sampai di dekat pintu dan sebelum membuka pintu itu Claire bertanya-tanya pada dirinya sendiri, siapa yang sengaja datang ke kamarnya, sedangkan ia tidak meminta apa-apa untuk mendapatkan pelayanan di dalam kamarnya ini.


Karena, setelah melakukan renang yang membuat tubuhnya sedikit merasa lelah, setelah mengganti pakaiannya Claire hanya ingin beristirahat sejenak untuk melepas rasa penatnya setelah seharian ini penuh dengan menghadapi beberapa masalah.


" Siapa yang datang?" Tanya Claire dalam hatinya dengan dirinya sendiri.


" Padahal aku tidak memesan apa-apa,," Gumam Claire lagi dalam hatinya yang merasa penasaran dengan orang yang tengah mengetuk pintu kamarnya itu.


Namun, setelah berpikir cukup lama akhirnya Claire membuka pintu kamarnya itu dengan perlahan untuk mengetahui siapa yang tengah datang ke kamarnya tanpa ia pinta sedikitpun.


" Daripada membuatku penasaran lebih baik aku buka saja,," Ucap Claire lagi sambil membuka pintu kamarnya dengan hati-hati.


Setelah dibuka dengan hati-hati barulah Claire mengetahui siapa orang yang tengah datang ke kamarnya itu dan setelah Claire membuka pintu kamarnya itu Claire bisa melihat dengan jelas beberapa pelayan wanita sedang berdiri di hadapannya saat ini sambil membungkukkan badannya memberikan salam hormat pada Claire.


" Para pelayan ini, ada apa dengan mereka, kenapa mereka mengetuk pintu kamarku ?" Tanya Claire dalam hatinya yang merasa heran dengan kelakuan para pelayan di hadapannya ini.


Tentu saja Claire merasa heran dan juga penasaran dengan kelakuan yang dilakukan oleh para pelayan wanita itu dengan sengaja datang ke kamarnya tanpa ia panggil dan juga tanpa ia memintanya. Walaupun seperti itu, Claire selalu teringat akan pesan dari Martin untuk selalu bersikap dengan hati-hati ketika berada di luar kamarnya.


" Baiklah, aku tidak tahu tujuan mereka apa, yang paling penting aku berpura-pura tidak tahu bahwa mereka ini adalah mata-mata,," Gumam Claire lagi dalam hatinya sambil mengubah sikapnya seperti apa yang telah diperingatkan Martin padanya.


" Ya ada apa ?" Tanya Claire kepada para pelayan yang tengah berbaris berjejer di hadapannya.


" Maaf Madam karena telah mengganggu waktunya, disini kami ingin menanyakan kepada Madam, apakah Madam ada yang dibutuhkan atau membutuhkan kami untuk melayani madam ?" Tanya ketua pelayan itu kepada Claire secara langsung.


Setelah mendengarkan penjelasan yang baru saja disampaikan oleh ketua pelayan itu, sambil tersenyum licik Claire sudah mengetahui maksud dari perkataan yang baru saja disampaikan oleh ketua pelayan itu. Claire mengerti bahwa sepertinya ketua pelayan ini ingin memberikan pelayanan padanya agar ia bisa mendapatkan sebuah rahasia dari Claire.


Tidak semudah itu, karena selama ini Claire telah hidup dan tinggal di dalam kediaman Alexandre jadi ucapan yang baru saja disampaikan oleh ketua pelayan itu sama sekali tidak berlaku untuk Claire dan Claire tidak semudah itu percaya dengan apa yang telah disampaikan oleh ketua pelayan itu.


Dengan lembut Claire menolak maksud dan keinginan yang akan telah diucapkan oleh ketua pelayan itu terhadap Claire. Karena, Claire tidak mau jika rahasia di dalam kehidupannya selama ini terbongkar begitu saja ketika ia terlena dengan buaian dan juga rayuan yang baru saja disampaikan oleh ketua pelayan itu.


" Heemm, sorry, aku sama sekali tidak memanggil kalian dan aku juga tidak pernah dilayani, oleh sebab itu aku tidak terbiasa jika ada pelayan yang melayaniku terima kasih atas tawarannya,," Ucap Claire dengan wajah sedikit lembut saat ia menolak tawaran yang baru saja ditawarkan oleh ketua pelayan itu padanya.


" Oh baiklah kalau begitu kami minta maaf karena sudah mengganggu waktunya Madam,," Ucap ketua pelayan itu sambil mengangguk dan membungkukkan sedikit tubuhnya tanda permintaan maaf terhadap Claire.


" No problem," Jawab Claire singkat.


" Baiklah Madam kami permisi dan jika nantinya Madam membutuhkan sesuatu panggil saja kami, kami siap melayani Madam kapanpun Madam membutuhkannya,," Ucap ketua pelayan itu lagi dengan suara begitu lembut supaya bisa membuat Claire jadi terlena.


" Baik, jika benar seperti itu,," Ucap Claire singkat.


" Kami permisi Madam," Ucap ketua pelayan itu kepada Claire sambil memberikan senyumnya dan menundukkan kepalanya seraya pergi meninggalkan Claire yang masih berdiri di depan pintu kamarnya itu.


" Ya silahkan,," Jawab Claire sambil sedikit menyunggingkan senyumnya atas kepergian para pelayan yang baru saja ada di hadapannya.


Sambil menyunggingkan senyum kecutnya, Claire kembali masuk ke dalam kamarnya sementara itu, para pelayan itu melangkahkan kakinya sedikit menjauh dari kamarnya Claire. Dan ketika Claire sudah kembali masuk ke dalam kamarnya tiba-tiba ketua pelayan itu berbisik-bisik kepada anggotanya menanyakan perihal keadaan di dalam kamar Claire ketika Claire membukakan pintu kamarnya disaat mereka sedang menghadapnya tadi.


" Bagaimana, apakah ada yang kau lihat ?" Tanya ketua pelayan itu kepada anggotanya.


" Saya tidak melihat kecurigaan di dalam kamar itu ketua," Ucap anggota pelayan itu yang memang telah ditugaskan untuk melihat keadaan kamarnya Claire.


" Tidak melihat kecurigaan, berarti kita belum mendapatkan bukti apapun untuk dilaporkan," Ucap ketua pelayan itu kepada anggotanya.


" Ya ketua,," Jawab anggota pelayan itu lagi.


" Ya sudah ayo, lain kali kita pasti bisa mendapatkan kecurigaan ini," Ucap ketua pelayan itu kepada anggotanya.


" Ya ketua," Jawab anggota pelayan itu sambil menganggukkan kepalanya.


Karena, belum mendapatkan perihal apapun yang mencurigakan dari dalam kamarnya Claire, karena, baru saja juga mereka melihat dari mata kepala mereka sendiri bahwa dengan sangat kuat Martin menarik tangannya Claire untuk segera masuk ke dalam kamarnya, oleh sebab itu, setelah Martin keluar dari kamarnya itu.


Dengan segera para pelayan itu menghampiri kamarnya Claire untuk mengetahui apa yang telah terjadi di dalam kamar itu dan pastinya yang terjadi adalah hal yang patut dicurigai oleh mereka semua selaku pelayan di dalam kediaman ini.


****