
Sungguh jelas sekali terlihat bahwa Ziya saat ini memang terlihat sedang memikirkan suatu hal yang begitu dalam. Sehingga hal yang telah terjadi padanya sebelum ia pingsan seolah terlupakan begitu saja oleh Ziya. Karena, saat ini Ziya tidak terlalu memikirkan orang yang telah dilihatnya sengaja masuk dan mengendap-endap di dalam kamarnya itu.
Karena, sudah mengetahui apa yang sedang dilakukan oleh Ziya saat ini walaupun tersenyum menatap Alberto, namun, Alberto mengerti akan perasaan yang sedang dirasakan oleh Ziya saat ini, yaitu rasa ketakutan yang mendalam dan juga adanya rasa ingin dilindungi atas apa yang telah terjadi pada dirinya waktu itu. Oleh sebab itu, saat ini Alberto hanya melakukan tindakan yang lembut terhadap Ziya dan menunjukkan bahwa dirinyalah yang saat itu telah bersalah.
" Sayang, walaupun dari wajahmu ini terlihat kau sedang tersenyum padaku, tapi, aku tahu kalau kau sedang memikirkan sesuatu,," Ucap Alberto dalam hatinya sambil mengelus lembut rambut Ziya.
" Sayang,," Ucap Alberto sedikit menyadarkan Ziya dari lamunannya.
" Heemm iya,," Jawab Ziya lembut dan terlihat sekali bahwa matanya saat ini sudah fokus kembali pada Alberto.
" Sayang, kenapa setelah aku tinggal sebentar pergi ke ruangan kerja, kau langsung tidak sadarkan diri ?" Tanya Alberto lembut pada Ziya.
" Heemmm, sebenarnya aku tidak pingsan hanya saja, aku merasakan hal yang janggal terus kaget, begitu,," Jawab Ziya secara jujur pada Alberto, karena terlihat dari sudut matanya yang begitu meyakinkan Alberto.
" Aku percaya sayang, tapi apa yang membuatmu bisa sampai terkejut seperti itu, bukannya kau ingin melakukan penelitian lagi ?" Tanya Alberto lagi kepada Ziya mengenai apa yang menyebabkan Ziya bisa pingsan secara mendadak.
Karena, Alberto telah membuat sebuah pertanyaan kepada Ziya, dan akhirnya Ziya baru teringat akan suatu hal yang ingin disampaikannya kepada Alberto yaitu seseorang misterius yang telah memasuki kamarnya secara diam-diam sekaligus orang yang telah dilihat oleh Vena masuk ke dalam ruangan khusus milik Axeloe.
" Hah, apa itu ?" Tanya Alberto sedikit mengerutkan keningnya saat mendengar perkataan Ziya yang terlihat serius sekali.
" Begini, Alberto sebenarnya, disaat kau keluar dari kamar ini, Vena menceritakan suatu hal yang sangat penting padaku,," Ucap Ziya yang telah terputus sejenak karena Alberto telah memotong perkataannya.
" Vena, maksudnya suatu hal dari Vena itu apa ?" Tanya Alberto yang sengaja memutuskan pembicaraan Ziya.
" Iya, Alberto ini aku baru mau jelaskan, dengarkan dulu,," Bilang Ziya yang terlihat sangat manis sekali sehingga membuat Alberto tidak bisa menahan naf.sunya untuk menggigit bibir lembut yang ada di hadapannya itu.
Cuuupppp!!!
Ciuman lembut dari Alberto telah mendarat tepat di bibirnya Ziya. Hingga hal itu membuat Ziya sedikit kaget dan langsung mengelak ciuman itu supaya tidak terlalu lama. Karena, Ziya saat ini begitu ingin menjelaskan apa saja yang telah dilihat oleh Vena saat ia berada di dapur.
Ciuman lembut dari Alberto telah mendarat tepat di bibirnya Ziya. Hingga hal itu membuat Ziya sedikit kaget dan langsung mengelak ciuman itu supaya tidak terlalu lama. Karena, Ziya saat ini begitu ingin menjelaskan apa saja yang telah dilihat oleh Vena saat ia berada di dapur.