
Saat ini Isabelle memang sengaja untuk bermain bersama Ziya dan juga Demian di kamar pribadinya Ziya. Karena, sudah merasa nyaman dengan wanita yang memberikan kasih sayang padanya itu, membuat Isabelle sangat lengket dengan Mommy Ziya ini.
Terlihat dari wajah Demian yang merasa sedikit bertanya kenapa sekarang, Isabelle kakak perempuannya ini mendekati Mommynya, padahal kemarin-kemarin Isabelle selalu mencaci maki Mommynya dan membuat Mommynya merasa sedih.
" Kak Belle, kenapa ada disini juga ?" Tanya Demian langsung pada Isabelle.
" Karena, kakak mau dengerin cerita dongeng juga dari Mommy,," Jawab Isabelle yang tersenyum menatap Demian.
" Tapi, kenapa kemalin kak Isabelle malahin Mommy," Bilang Demian dengan perkataan yang sangat lucu.
" Heemmm, karena, karena,," Jawab Isabelle yang bingung mau mengatakan hal apa pada adiknya ini.
Saat Demian menanyai Isabelle tentang pertanyaan yang berhubungan dengan kelakuannya kemarin, hingga membuat Ziya merasa sedikit sedih, membuat Isabelle sendiri juga bingung akan menjawab dengan perkataan seperti apa pada adiknya ini.
Sesaat Ziya datang dari kamar mandi sambil tersenyum melihat tingkah laku Demian yang sengaja memberikan pertanyaan pada kakaknya mengenai hal kemarin.
" Demi, sayang, kemarin kak Belle lagi sakit, dan juga lelah pulang dari sekolah, makanya kak Belle kemarin berkata seperti itu, jadi, kak Belle tidak berniat untuk menyakiti Mommy,," Bilang Ziya lembut pada Demian sambil menjelaskan bahwa sebenarnya Belle memang tidak ingin mengeluarkan kata-kata yang tidak sopan.
Karena, selama ini Isabelle terpengaruh atas ucapan yang selalu diberikan dan selalu dipaksa untuk tidak menyukai adanya Zoya maupun Ziya dari pihak yang tidak menyukai adanya kedua wanita ini. Oleh sebab itulah membuat Isabelle akhirnya menjadi seorang anak remaja yang perkataannya tidak pernah terdengar adanya kesopanan, sehingga membuat Ziya merasa kasihan kepada dua putri ini.
Tapi, Ziya cukup beruntung bisa cepat mendapatkan kesempatan untuk menyentuh hati gadis remaja ini hingga membuatnya luluh akan sikap yang diberikan Ziya kepadanya.
" Heemmm, benar sekali Demian, apa saja yang dijelaskan dari Mommy itu benar semuanya, terima kasih Mommy,," Ucap Isabelle yang tersenyum melihat wajah Ziya dan juga menunduk melihat wajah Demian sambil tersenyum.
" Iya sayang,, jadi Demian dan Kak Belle harus bisa akur untuk selalu menjaga persaudaraan bersama ya,," Bilang Ziya pada kedua anak di hadapannya ini.
" Heemm, oke Mom,," Jawab Demian penuh semangat.
Dan, terlihat dari wajah Isabelle menyesali dengan sikapnya yang selama ini menganggap Ziya adalah wanita yang jahat dan tidak akan pernah bisa untuk memperdulikan dirinya. Oleh sebab itu, Isabelle selalu berkata ketus dan tidak sopan terhadap Ziya selama ini.
" Mommy, maafkan Belle jika selama ini Belle tidak sopan dan selalu berkata ketus pada Mommy,," Ucap Isabelle yang membuat Ziya tersenyum sambil melangkah mendekatinya.
" Heemm,, hal yang sudah terjadi jangan diingatkan lagi, yang penting sekarang Isabelle harus melakukan sesuatu yang baik dan jangan lagi mengeluarkan perkataan yang ketus terhadap siapapun, oke,," Bilang Ziya yang memberikan pemahaman kepada putri Alberto ini.
" Oke Mom, Belle akan menuruti ucapan Mommy,," Ucap Isabelle sambil tersenyum.
Ziya melihat tubuh Isabelle sudah membaik dan keadaan fisiknya juga telah sehat sempurna. Jadi, Ziya berpikir lebih baik Isabelle saat ini sudah bisa untuk pergi sekolah dan melakukan aktivitasnya seperti biasa lagi.
" Oh ya, Belle, bagaimana dengan keadaan tubuhnya saat ini ?" Tanya Ziya kepada Isabelle.
" Sudah sehat Mom,," Jawab Isabelle jujur.
" Kalau sudah sehat, jadi Belle sudah bisa untuk kembali pergi ke sekolah,," Bilang Ziya lagi pada Isabelle.
" Heemmm, Iya Mom, karena, besok memang Belle mau pergi ke sekolah lagi,," Ucap Isabelle jujur dengan kondisi tubuhnya.
" Dan, bolehkah besok Belle minta diantar oleh Mommy,," Ucap Isabelle lagi yang berharap agar Ziya mau menerima permintaannya.
" Tidak boleh, Kak Belle sudah besal, jadi tidak perlu diantal oleh Mommy ke sekolah,," Bilang Demian yang membuat Ziya tertawa dan juga dengan Isabelle.
" Hahaha, kenapa sayang ?" Tanya Ziya setelah tertawanya.
" Kalena Demi juga mau diantal oleh Mommy,," Ucap Demian jujur dengan wajahnya yang lucu.
Karena, mendengar perkataan Demian yang terdengar sangat lucu sekali, membuat Isabelle memberikan pernyataan yang mengalah terlebih dahulu pada adiknya ini.
" Baiklah, kalau begitu, Mommy mengantar Demian terlebih dulu pergi ke sekolah, setelah itu, baru mengantar Kak Belle juga ke sekolah,," Ucap Isabelle yang menjelaskan secara detail pada adiknya Demian.
" Bagaimana setujukah ?" Tanya Isabelle pada Demian.
Setelah Isabelle memberikan suatu permintaan yang adil kepada adiknya Demian, terlihat dari wajah Demian sedang berpikir akan ucapan yang disampaikan oleh Isabelle.
" Heemm baiklah, Demi setuju,," Bilang Demian mengangguk.
Ziya tersenyum melihat keponakannya ini ternyata memiliki hati yang begitu tulus dan baik. Sehingga membuat Ziya merasa lega akan sifat yang dimiliki oleh putranya ini.
Ketika Ziya, Isabelle dan Demian sedang berbincang bersama di dalam kamarnya, Alberto masuk ke dalam kamarnya Ziya dan melihat ada orang baru yang ikut berkumpul di dalam kamar istrinya ini. Membuat Isabelle merasa sedikit takut ketika melihat wajah Alberto yang datar saat masuk ke dalam kamar pribadi Ziya.
Ketika Alberto masuk, Alberto segera melangkahkan kakinya masuk menuju ke dalam dan segera menggapai tubuh putranya Demian. Tentu saja Demian bersemangat saat digendong oleh Alberto. Saat, Alberto sedang menggendong Demian, Isabelle meminta izin untuk pamit keluar dari kamar Ziya saat ini juga.
" Eemmm, Belle mau izin keluar,," Ucap Isabelle seketika membuat Ziya menahan tangannya.
" Tunggu sebentar sayang,," Bilang Ziya mencegah tindakan Isabelle yang ingin keluar dari kamarnya.
Karena, merasa dicegah oleh Ziya, hingga membuat Isabelle tertahan untuk tidak pergi dari kamar ini.
" Daddy bisa tolong turunkan Demian sebentar,," Ucap Ziya yang meminta suatu hal pada Alberto.
" Heemmm, ada apa ?" Tanya Alberto pada Ziya dan menurunkan tubuh Demian di pangkuan Ziya.
" Eemmm, Mommy mohon sekali ini saja, tolong Daddy peluk Belle sekarang,," Ucap Ziya yang memberikan permintaan aneh pada Alberto.
Ketika, Ziya memberikan suatu perintah pada Alberto yang membuat Isabelle merasa takut akan dinginnya sifat dari Daddynya ini, Alberto menatap wajah Ziya dengan penuh pertanyaan.
" Baiklah, jika itu maumu, sayang,," Ucap Alberto sambil memberikan senyuman pada Ziya.
Sesaat Alberto memberikan pelukan kepada putrinya Isabelle yang selama ini tidak pernah mendapatkan kepedulian darinya. Hal itu membuat Isabelle merasa hangat ketika ia berada di dalam pelukan Daddynya saat ini. Seketika, membuat Isabelle merasa bahagia dan menangis, karena, selama ini yang ia harapkan adalah sebuah kasih sayang yang diberikan oleh Daddynya.
" Daddy,," Ucap Belle sambil menangis dalam pelukan Alberto.
Saat Alberto mendengar tangisan pecah dari Isabelle membuat Alberto merasa tersalurkan rasa kasih sayangnya selama ini kepada putrinya ini. Bukannya Alberto tidak menyayangi putrinya ini, Alberto hanya tidak memperdulikan kehadiran putrinya ini, jika teringat kelakuan yang telah dilakukan oleh Mommynya pada keluarga Alexandre.
****