
Setelah Vena menyetujui keinginan Ziya untuk membuka membuat suatu rencana terhadap Martin, ketika Vena sedang keluar dari kamarnya Ziya untuk mengambil beberapa keperluan Ziya yang berada di kamar pribadinya Alberto, Ziya kembali membuka pintu balkon kamarnya dan melihat keadaan di luar. Ziya berharap supaya malam ini Alberto cepat kembali dari kantornya, saat Ziya sedang menatap ke arah luar, Ziya melihat beberapa mobil masuk ke dalam kawasan istana Alberto.
Dari kejauhan Ziya meneliti mobil yang masuk itu, di antaranya mobil yang sering digunakan Demian, mobil yang digunakan untuk mengantar Krystal, mobil yang digunakan untuk mengantar Isabelle dan satunya lagi mobil khusus untuk mengantar adik perempuan Alberto yaitu Alexa. Ziya dan Alexa tidak terlalu dekat, karena, Ziya belum mengetahui bagaimana karakter dari Alexa adik perempuan Alberto.
Ziya tersenyum ketika melihat mobil yang sering digunakan untuk mengantar putranya pergi ke sekolah. Sesaat Ziya melambaikan tangannya kepada Demian yang baru saja turun dari mobil.
" Mommy," Teriak Demian dari bawah.
Ziya melihat bahwa Demian dengan segera berlari menuju ke tempatnya, saat Demian telah pergi dari tempat itu, Ziya masih melihat beberapa orang lagi turun dari mobilnya, Ziya sedikit memberikan senyuman kepada Krystal yang melihatnya dari bawah, lalu, Krystal seperti cuek dan mengalihkan pandangannya ke tempat lain.
" Heemm, dia putri Alberto orang yang cukup sulit aku dekati." Bilang Ziya berkata sendiri sambil menatap Krystal di bawah.
Lalu, Ziya melihat wajah Isabelle terlihat seperti sedang murung, Ziya terpikir bahwa sepertinya saat ini ia lebih dahulu mendekati Isabelle, karena, anak ini terlihat mudah untuk diambil hatinya. Dan, terakhir Ziya melihat Alexa dari kejauhan yang terlihat sangat membenci dirinya, Ziya sudah memberikan senyuman manisnya, namun, apa yang didapatkan Ziya hanya wajah kecut yang dibalas oleh Alexa.
" Hihihi, sabar, walaupun Alexa lebih tua dariku, tapi, dia adalah satu-satunya adik Alberto," Ucap Ziya tersenyum sendiri melihat kelakuan Alexa yang terlihat seperti anak kecil.
" Jadi, aku harus mendekati semua orang yang berada di rumah ini, supaya mereka tahu bahwa Zoya sama sekali tidak buruk, aku akan mengembalikan nama baik Zoya melalui sifat dan karakter yang ku perlihatkan untuk kalian semua, bahwa sebenarnya Zoya tidak sejahat seperti kalian pikir,," Bilang Ziya tersenyum melihat tingkah laku semua wanita di rumah ini.
Saat, Ziya ingin kembali lagi ke dalam kamarnya, Ziya tidak melihat bahwa Martin dengan sengaja memperhatikan gerak-geriknya dan dengan senyuman nakalnya, Martin seperti terlihat sedang membuat sesuatu untuk dirinya melakukan suatu rencana malam ini nanti.
Ziya masuk ke dalam kamarnya dan terdengar dari pintu luar Demian sudah mengetuk pintu kamarnya, dengan segera Ziya membuka pintu kamarnya dan terlihatlah Demian langsung saja melompat ke dalam gendongan Ziya.
" Selamat datang sayang,," Ucap Ziya yang merentangkan tangannya.
Karena, terlihat Ziya sedang merentangkan tangannya dengan segera Demian melompat ke dalam gendongan Ziya.
" Mommy hahaha," Teriak Demian langsung saja melompat ke dalam gendongan Ziya.
" Hahaha,, anak Mommy, bagaimana di sekolah sayang,," Ucap Ziya yang berbicara dengan Demian bertanya langsung tentang keadaan sekolahnya.
Suara Ziya yang berbicara lembut dengan Demian itu sangat terdengar di lantai bawah juga suara Demian tertawa begitu terdengar oleh orang-orang yang baru saja lewat pastinya terdengar oleh ketiga wanita yang melangkahkan kakinya menuju ke tempatnya masing-masing yaitu Alexa, Krystal dan Isabelle.
" Heh!! Dasar wanita penjilat,," Bilang Alexa ketus saat mendengar suara Ziya yang berbicara tulus menyambut kedatangan putranya.
Alexa segera melangkahkan kakinya menuju kamarnya sendiri yang berada di Istana kedua, sedangkan Krystal sedikit mendengarkan suara pembicaraan Ziya terhadap Demian. Krystal berpikir sepertinya Mommy Zoya saat ini memang telah berubah, tidak seperti dulu yang mengacuhkan Demian.
" Sepertinya, wanita itu terdengar tulus menyayangi anaknya," Ucap Krystal yang masih menguping pembicaraan Ziya dan Demian.
" Maksudnya Kak ?" Tanya Isabelle yang wajahnya terlihat penasaran dengan ucapan Kakak perempuannya.
" Hah!! tidak,," Bilang Krystal yang segera berlalu pergi.
Tinggallah Isabelle sendiri yang masih berada di bawah dan mendengarkan semua pembicaraan yang dilakukan oleh Ziya dan Demian.
" Anak Mommy, mau makan ?" Tanya Ziya kepada Demian.
" He'eh Mom, tapi, Demi maunya makanan yang dimasak oleh Mommy,," Ucap Demian yang meminta langsung pada Ziya.
" Demi mau makan masakan Mommy, oke,, Come kita turun ke bawah,," Bilang Ziya pada Demian.
" Holeee,," Ucap Demian yang berseru gembira.
Saat Ziya sedang mengobrol asyik bersama Demian putranya itu, ternyata ada beberapa wanita yang selalu mendengar dan melihat gerak-geriknya saat berada di luar dari kamar seperti ini.
Terutama, Isabelle yang merasa iri dengan Demian. Karena, selama ini Demian juga sama seperti dirinya jauh dari kasih sayang orang tua, apalagi Isabelle tidak pernah merasakan kepedulian dari Daddynya Alberto dan juga Mommy kandungnya, namun di rumah Daddynya ini juga sama sekali tidak ada yang menyayangi dirinya. Isabelle ingin sekali merasakan betapa indahnya mendapatkan kasih sayang seorang Ibu, walaupun itu bukan Ibu kandungnya, seperti Demian saat ini bisa bahagia dengan Mommynya sendiri.
" Bella juga ingin mendapatkan kasih sayang seperti itu,," Gumam Isabelle yang masih mendengarkan pembicaraan yang dilakukan oleh Ziya dan Demian.
" Tapi, tidak mungkin, wanita itu tidak mungkin menyayangi kami, dia hanya berpura-pura menyayangi Demian, supaya dia tidak diusir oleh Daddy. Untuk apa aku mendengarkan ucapan palsunya,," Ucap Isabelle lagi yang segera melangkahkan kakinya pergi dari tempat itu.
Karena, Demian sengaja meminta makanan yang dibuat oleh dirinya itu dengan penuh semangat Ziya menggendong Demian untuk pergi ke dapur. Ziya segera menuruni tangga dan melangkahkan kakinya menuju arah dapur, Ziya seakan lupa dengan kamarnya sendiri, sehingga dengan begitu saja Ziya melakukan sesuatu untuk membuat Demian putranya ini bahagia.
Ziya yang diiringi beberapa pengawal dan juga Melly langsung pergi ke arah dapur. Saat itu, Ziya melihat Isabelle baru saja pergi dari tempat dirinya yang sedang menguping. Ziya segera memanggil Isabelle untuk mengikutinya ke dapur makan bersama dengan Demian. Karena, bagi Ziya Isabelle merupakan salah satu putri kecil Alberto.
" Bella,," Panggil Ziya terhadap Isabelle.
Isabelle sebenarnya mendengar panggilan dari Ziya, namun, Isabelle pura-pura tidak mendengar suara panggilan dari Ziya dengan segera melangkahkan kakinya menuju ke Istana kedua.
Namun, dengan senyuman manisnya Ziya segera mengejar langkah kaki Isabelle dan berhenti tepat di depan wajah Isabelle. Pastinya Isabelle kaget dengan kelakuan Ziya yang cepat sekali mengejar langkah dirinya itu.
" Bella, berhenti,," Bilang Ziya saat dirinya telah berada di hadapan Bella.
Ziya tersenyum saat melihat wajah Isabelle kaget ketika dirinya telah berada tepat di depan wajah Isabelle.
" Ada apa ?" Tanya Isabelle langsung pada Ziya.
" Heemm,, Bella cantik mau ikut Mommy dan Demian tidak,," Ucap Ziya yang mulai berbicara lembut dengan Isabelle.
Setelah menjawab ajakan Ziya dengan ketus, Isabelle segera melangkahkan kakinya melewati tubuh Ziya secara langsung. Namun, Ziya tidak putus asa untuk mengambil hati putri Alberto yang satu ini, karena, menurut Ziya sendiri Isabelle terlihat memiliki hati yang lembut tidak seperti Kakaknya yaitu Krystal.
Sambil menggendong Demian, Ziya segera menahan langkah kaki Isabelle dan memperlihatkan lagi senyuman manisnya.
" Benar tidak mau ikut Mommy dan Demian membuat kue,," Ucap Ziya lagi untuk memancing perut Isabelle.
Karena, Ziya tahu pasti anak cantik dan menawan seperti Isabelle akan mudah tergiur dengan memberikan kelembutan seperti mengajaknya untuk makan bersama dengan Demian.
" Come Kak Belle, ikut Demian, kita akan melihat Mommy masak kue untuk Demian dan Kak Belle." Bilang Demian yang mengajak Isabelle untuk melihat Ziya memasak makanan untuk mereka.
Isabelle sebenarnya mau mengikuti ajakan Demian, namun, Isabelle belum mau mendekati Ziya yang selama ini dianggapnya sebagai Zoya seorang wanita yang tidak memiliki sifat dan sikap baik terhadapnya. Tapi, kenapa kali ini sikapnya berbalik dengan sifat Zoya yang tidak memiliki rasa peduli terhadap Putrinya Alberto.
" Tidak, aku tidak mau, aku tidak lapar,," Bilang Isabelle yang segera berlalu pergi meninggalkan Ziya dan Demian.
Setelah mendengar ucapan Isabelle yang tidak mau mengikuti Ziya dan Demian itu, membuat Ziya hanya bisa tersenyum pasrah dengan kelakuan dua putri Alberto ini. Mungkin, belum saatnya untuk sekarang Ziya mendapatkan hati lembut dari kedua putri Alberto itu.
" Ya sudah sayang, kalau Kak Belle tidak mau, biar Demian saja yang menghabiskan semuanya." Ucap Ziya yang melirik kearah langkah kaki Isabelle.
Ziya melihat bagaimana reaksi dari Isabelle saat Ziya mengatakan suatu hal yang dilakukannya itu hanya untuk Demian semua. Dan, Ziya tersenyum ketika langkah kaki Isabelle terhenti. Lalu, Ziya segera mengalihkan pandangannya ke arah Demian dan sangat terlihat bahwa Isabelle menoleh ke arahnya. Ziya sangat mengetahui bahwa sepertinya Isabelle sudah tergerak hatinya untuk membolehkannya memberikan kasih sayang yang sangat dibutuhkan oleh kedua putri Alberto itu.
" Ayo sayang, kita ke dapur,," Ucap Ziya segera melangkahkan kakinya menuju ke arah dapur.
Isabelle yang mendengar langkah kaki Ziya sudah pergi ke arah dapur dengan segera Isabelle melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya sendiri. Isabelle merasa iri dengan Demian, karena, Demian sudah mendapatkan seorang Ibu yang memberikannya kasih sayang, Isabelle juga ingin mendapatkan kasih sayang dari seorang Mommy seperti Ziya. Namun, karena, masih mempercayai hasutan yang dikatakan oleh Claire bahwa Ziya itu adalah wanita yang jahat, oleh sebab itu, Isabelle segera pergi meninggalkan tempatnya tadi.
" Heemm, sebenarnya aku juga ingin sekali merasakan kasih sayang dari Mommy Zoya, tapi,," Ucap Isabelle yang merasa ingin mendapatkan kasih sayang dari Ziya.
" Tapi, menurut Aunty Claire dia wanita yang jahat, lebih baik aku tidak perlu menginginkan kasih sayang darinya,," Ucap Isabelle lagi setelah mengingat semua hasutan yang dilakukan oleh Claire terhadap dirinya selama ini.
Ziya segera melakukan aktivitasnya yaitu memasak makanan untuk dimakan oleh Demian. Ziya sengaja memasak kue yang terlihat begitu nikmat dan indah sekali, terlihat di wajah Demian ngiler dengan kue yang telah dibuat oleh Ziya.
" Taraaa,, sudah jadi sayang,," Bilang Ziya yang tersenyum senang sambil menunjukkan kue tart coklat di tangannya.
" Waahhhhh,, Mommy enak sekali, Demian langsung makan ya,," Bilang Demian langsung mencolek kue tart coklat yang diberikan oleh Ziya.
" Iya sayang, Mommy buatkan khusus untuk anak Mommy tercinta,," Ucap Ziya yang menciumi pipi Demian yang begitu lucu.
" Hihihihihihi, thank you Mommy,," Bilang Demian juga yang mencium pipi Ziya dengan bibirnya yang penuh akan coklat.
Ziya hanya bisa tertawa melihat kelakuan Demian yang membuatnya selalu semangat dan bahagia. Walaupun Demian bukanlah putranya, namun, Ziya merasa bahwa Demian adalah seorang putra yang telah dilahirkan dirinya sendiri. Ziya selalu berandai-andai bahwa Demian adalah seorang putra yang telah dilahirkannya.
" Iya Sayang, cepat dihabiskan dan suap Mommy juga,," Ucap Ziya segera duduk di kursi dapur sementara itu Demian memang disengaja ia letakkan di atas meja.
" Mommy mau disuap oleh Demian, Aaaaa,," Bilang Demian sambil menyodorkan sendok yang berisi kue untuk Ziya.
Ziya segera membuka mulutnya dan terlihatlah seorang wanita yang sedang mengawasi kelakuan Ziya di dapur bersama Demian saat ini, wanita itu adalah seorang pengintai yang telah diperintahkan oleh Madam Christin untuk mengawasi tingkah laku Ziya selama berada diluar kamarnya.
Wanita pengintai itu telah merekam semua kegiatan yang dilakukan Ziya bersama Demian saat ini, terlihat dalam rekaman itu bahwa Demian selalu tertawa apabila bersama Mommynya ini.
" Mommy, besok kita main panah lagi ya,," Bilang Demian yang mengajak Ziya untuk bermain panah lagi seperti kegiatannya kemarin.
Ziya hanya tersenyum mendengar ucapan yang disampaikan oleh Demian, bagi Ziya membuat Demi bahagia adalah prioritas utama darinya.
Saat ini Vena sedang berada di kamar pribadi Alberto yang telah diperintahkan oleh Ziya untuk mengambil pakaian tidur Alberto. Setelah selesai Vena segera keluar dari kamar itu dan kebetulan Vena berpapasan dengan Frengky, dengan segera Frengky memberi pesan pada Vena bahwa malam ini Alberto tidak pulang.
" Vena," Panggil Frengky pada Vena.
" Ya, Pak Frengky,," Jawab Vena segera menghentikan langkahnya.
" Katakan, pada Nyonya Zoya bahwa Tuan Alberto tidak pulang malam ini, karena, Tuan masih belum menyelesaikan tugas pekerjaannya,," Bilang Frengky langsung pada Vena.
" Oohh baik Tuan,," Jawab Vena mengangguk.
Lalu, setelah Vena mendapatkan pesan dari Frengky dengan segera Vena memberitahu Ziya tentang hal yang telah dipesankan oleh Alberto kepada Frengky. Vena segera melangkahkan kakinya menuju kamar Ziya, namun saat Vena memasuki kamar Ziya, Ziya tidak terlihat di kamarnya, Vena segera keluar dan mencari majikannya itu. Saat Vena sedang menuju kamarnya Demian, pengawal yang telah menjaga kamarnya Demian itu segera menyampaikan suatu pesan bahwa Ziya tidak berada di kamarnya melainkan sudah di dapur bersama Demian.
" Vena, Nyonya Zoya tidak berada di kamar, tapi, sedang bersama Tuan Muda di dapur,," Bilang pengawal itu pada Vena.
" Oohh baiklah," Jawab Vena mengangguk.
" Bagus, ternyata Alberto tidak pulang malam ini, aku akan segera menyelinap masuk ke dalam kamar wanitaku dan memberikan kejutan padanya." Ucap Martin dari kejauhan tampak memperlihatkan senyuman puasnya.
Vena segera melangkahkan kakinya menuju ke lantai bawah, namun, saat itu, Martin telah mendengarkan semua ucapan yang telah disampaikan oleh pengawal pribadi Alberto bahwa malam ini Alberto tidak akan pulang cepat, karena, Alberto masih banyak tugas yang harus diselesaikannya, kesempatan yang bagus untuk Martin.
****
Udah tiga bab hari ini ya My Love Readers 😘