
Tentu saja Martin langsung menyahut jawaban Claire ketika Claire menghentikan pertanyaannya seketika terhadap ketua pelayan supaya Claire bisa meredam amarahnya yang sedang memuncak. Karena, jika tidak diberikan jawaban secara langsung pastinya emosi Claire akan sulit untuk diredam oleh Martin.
Dengan memberikan sebuah jawaban pada Claire walaupun singkat tapi bisa meredam amarah Claire yang sedang memuncak, akhirnya Martin bisa tenang juga untuk menanyakan perihal jawaban dari pelayannya yang membuat Claire begitu marah.
" Baiklah Claire, saya akan menanyakannya terlebih dahulu pada pelayan yang telah kau tunjuk ini,," Ucap Martin lagi seraya meredam emosi Claire yang tengah memuncak.
" Heehh, oke," Jawab Claire sambil menyilangkan kedua tangannya tepat di depan bagian dada.
Setelah berhasil meredam amarah yang sedang memuncak pada diri Claire, barulah Martin bisa kembali fokus dengan hal yang harus dilakukannya saat ini juga. Jika tidak maka akan terjadilah sebuah keributan di dalam kediamannya ini.
" Baiklah, saya bertanya lagi dengan kau yang telah ditunjuk oleh Claire,," Ucap Martin kembali menoleh ke arah ketua pelayan yang memberikan sikap hormatnya kepada Martin dan juga Claire.
" Ya Tuan,," Jawab ketua pelayan itu sambil mengangguk mengerti.
" Langsung saja, saya tidak mau banyak tanya, apa yang telah kau jawab atas pertanyaan Madam Claire padamu ?" Tanya Martin kepada pelayan yang ada di hadapannya itu dengan bijak.
Sebelum memberikan sebuah jawaban, ketua pelayan itu menundukkan sedikit badannya memberikan hormat terlebih dahulu kepada Martin dan begitu juga yang ia lakukan terhadap Claire saat ia ditanya langsung oleh Claire. Hanya Claire seolah tidak memperdulikan sikap hormat yang dilakukan oleh para pelayan di dalam kediaman Martin ini.
" Maaf Tuan dan Madam Claire sebelumnya, jika jawaban yang saya jawab tadi salah,," Ucap ketua pelayan itu yang tetap memberikan rasa hormatnya kepada dua majikannya itu.
" Ya, jelas kau salah,," Sahut Claire yang sengaja mengeluarkan kata-kata cukup kasar kepada pelayan tersebut.
Dengan sengaja Claire menyahut jawaban yang baru saja dijawab oleh ketua pelayan itu dengan sahutan jawaban yang terdengar begitu kasar. Karena ingin melerai ucapan kasar dari Claire akhirnya dengan lembut Martin memberikan sebuah kode pada ketua pelayan untuk langsung saja menjawab pertanyaan darinya tentang apa yang telah dijawabnya pada saat Claire bertanya dengannya tadi.
" Langsung saja, tidak usah minta maaf dulu,," Sahut Martin lagi ketika Claire memotong jawaban yang baru saja diucap oleh ketua pelayan itu.
" Baik Tuan,," Jawab ketua pelayan itu sambil menundukkan kepalanya pada Martin.
Jelas sekali hal yang dilakukan Martin sangat benar karena, jika pelayan itu menjawab kembali ucapan Claire yang tengah menyanggah ucapannya maka akan terjadi lagi sebuah peristiwa keributan yang akan dilakukan oleh Claire, karena, tahu sendiri, dengan sifat Claire yang hanya mau menang sendiri itu. Jika Claire merasa bahwa dirinya itu lebih tinggi maka dia akan bisa melakukan apa saja terhadap orang yang dianggapnya sepele.
Namun orang seperti Claire ini akan kalah jika ia menghadapi keberanian serta kebijakan seseorang lebih tinggi darinya. Dengan sangat pasti dirinyalah yang akan kalah. Oleh sebab itu dengan bergerak cepat Martin menyela ucapan Claire yang telah menyahut ucapan pelayan itu dengan sebuah pertanyaan secara langsung.
" Bahwa sebenarnya saya menjawab pertanyaan dari Madam Claire dengan jawaban sama seperti apa yang telah Tuan selama ini perintahkan. Kami akan selalu mematuhi apa saja perintah dari majikan kami seperti Tuan dan Madam serta akan menuruti keinginan semua tindakan hukuman yang akan dilakukan oleh majikan kami jika kami jelas terbukti telah bersalah,,," Jawab ketua pelayan itu secara detail dan jelas sesuai dengan jawaban yang telah ia jawab pada saat Claire bertanya dengannya tadi.
" Ya, benar sekali, terus kesalahannya dimana ?" Tanya Martin lagi kepada ketua pelayan itu.
" Ti, tidak tahu, Tuan,," Jawab ketua pelayan itu sambil menggelengkan kepalanya dengan perlahan menandakan bahwa dirinya juga tidak tahu dengan maksud Claire yang ingin memu.kul wajahnya.
Karena, melihat ketua pelayan yang ada di hadapannya itu seolah sedang menggelengkan kepala dan juga mimik wajah yang memang benar kebingungan mengenai perihal kesalahan yang terjadi letaknya dimana. Sehingga membuat Martin langsung menoleh ke arah Claire dan menaiki kedua alisnya seolah ingin bertanya dimana letak kesalahan para pelayannya ini.
" Memang benar jawaban yang telah ia jawab," Ucap Martin seolah tengah membela dan membenarkan jawaban yang telah dijawab oleh ketua pelayannya itu.
" Lalu, Claire dimana letak kesalahannya ?" Tanya Martin lagi pada Claire yang terlihat jelas bahwa Martin tengah membela semua pelayan di dalam kediamannya.
Dengan mimik wajah kesalnya Claire segera menjawab pertanyaan dari Martin dan mengatakan bahwa Martin jelas-jelas telah membela para pelayannya itu dibandingkan dirinya yang hampir saja kehilangan nyawa.
" Aakkhh,, kau terlalu membelanya,," Bilang Claire dengan wajah marahnya.
" Jelas sekali itu jawaban yang salah," Sambung Claire lagi yang masih tetap menyalahkan jawaban dari ketua pelayan itu.
" Kenapa kau lebih membelanya dengan jawabannya seperti itu ?" Tanya Claire lagi dengan wajah kesalnya.
" Bukannya aku membela para pelayan ini, tapi, memang aku sendirilah yang telah memberikan mereka sebuah komitmen seperti itu jika ingin bekerja di dalam kediaman ini,," Jawab Martin langsung yang membuat Claire mendongakkan wajahnya menatap Martin dengan tak percaya.
" Hahahaha, mana ada seorang majikan memberikan sebuah komitmen kepada para pelayannya seperti itu,," Sahut Claire lagi sambil tertawa seolah tengah mengejek Martin yang sedang membela pelayannya.
" Kalau kau memberi sebuah komitmen seperti itu maka akan membuat semua pelayan kau ini akan besar kepala,," Bilang Claire lagi sambil menunjuk ke arah semua pelayan yang ada di hadapan mereka.
" Heehh,, tidak seperti itu Claire,," Jawab Martin langsung.
" Dan intinya mereka tidak bersalah apapun, kenapa kau mengumpulkan mereka semua dengan begitu saja di tempat ini ?" Tanya Martin lagi pada Claire.
" Karena, mereka semua bersalah, oleh sebab itu aku akan memberikan hukuman kepada mereka semua,," Jawab Claire sambil menatap tajam kepada semua pelayan yang tengah menundukkan kepalanya di hadapannya itu.
" Bukannya aku sudah katakan mereka sama sekali tidak bersalah,," Ucap Martin sekali lagi yang telah membantah ucapan Claire.
Martin sekali lagi membantah ucapan Claire yang tengah menyatakan perilaku dan juga perbuatan serta jawaban dari ketua pelayan dan juga semua pelayan itu sama sekali tidak bersalah. Namun, Claire masih saja bersikeras ingin memberikan sebuah hukuman kepada semua pelayan itu.
****