Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 276 - Kecemasan Ziya



Jelas sekali jika Ziya terkejut kaget ketika mendengar jawaban dari Vena mengenai Axeloe yang telah membawanya pergi keluar lama dari pengawasan Ziya. Betapa kagetnya Ziya ketika mendengar jawaban Vena yang menyatakan bahwa Vena telah dibawa oleh Axeloe ke dalam kamar pribadinya.


" Sebenarnya Tuan Axeloe membawa saya ke dalam ruangan khusus milik Tuan Axeloe Nyonya, yaitu kamar pribadinya,," Ungkap Vena sambil menundukkan wajahnya, karena merasa sedikit malu ketika menatap langsung wajahnya Ziya.


" Haahh!!!" Suara Ziya yang merespon jawaban Vena.


Betapa terkejutnya Ziya ketika mendengar jawaban dari Vena yang mengatakan bahwa setelah Vena pergi keluar dari kamarnya itu, ternyata Vena sengaja dibawa oleh Axeloe ke dalam kamarnya. Ziya tahi bagaimana sikap Axeloe, Ziya sangat mencemaskan keadaan Vena pastinya. Karena, Vena merupakan seorang gadis yang polos dan Ziya tidak ingin jika Axeloe hanya memanfaatkan kepolosan Vena dalam nafs.unya semata.


" Apa, Vena, Axeloe membawamu, ke dalam kamarnya ?" Tanya Ziya lagi kepada Vena dengan wajah yang begitu kaget.


" Iya, Nyonya,," Jawab Vena secara langsung sambil menganggukkan kepalanya di hadapan Ziya.


" Tapi, Tuan Axeloe tidak melakukan apa-apa pada saya, Nyonya,," Sambung Vena lagi secara langsung ketika melihat Ziya yang begitu kaget atas pernyataan jawabannya itu.


Pastinya dengan secara langsung Vena menyambungkan jawabannya kepada Ziya, karena, Vena bisa melihat dengan jelas bagaimana reaksi mata Ziya ketika Vena menjawab pertanyaan darinya bahwa memang benar adanya Vena telah dibawa oleh Axeloe ke dalam ruangan khusus miliknya yaitu ke dalam kamarnya.


" Benarkah, Axeloe tidak melakukan apapun padamu, Vena ?" Tanya Ziya lagi memastikan keadaan Vena yang sebenarnya.


" Iya, Nyonya, saya menjawabnya dengan jujur, bahwa Tuan Axeloe tidak melakukan apapun pada diri saya,," Jawab Vena lagi demi meyakinkan hati Ziya mengenai keadaannya itu.


" Betulkah, Vena, jika itu benar, aku merasa lega mendengarnya,," Bilang Ziya lagi sambil tersenyum dan juga mempercayai ucapan Vena.


" Iya Nyonya, saya tidak berani untuk membohongi Nyonya,," Ucap Vena yang terlihat memang benar tidak ada kebohongan di matanya.


" Oleh sebab itu, saya berkata sedetail mungkin, karena, Nyonya merupakan majikan yang terbaik bagi saya, jadi tidak mungkin saya berani untuk membohongi Nyonya,," Sambung Vena lagi sambil memberikan sebuah tatapan penuh keyakinan pada Ziya.


Dengan lembut dan tulus Ziya menganggukkan kepalanya mempercayai dan meyakini ucapan Vena yang memang benar begitu jujur padanya itu. Dan tidak lupa Ziya, memberikan keyakinan kepada Vena bahwa Axeloe tidak akan melakukan tindakan yang buruk terhadap dirinya. Karena, bisa dilihat dengan jelas walaupun Axeloe menunjukkan sikap acuh, cuek dan juga sama sekali tidak suka jika banyak orang yang mendekati dirinya itu.


Namun, Axeloe juga memiliki sifat yang begitu baik sama seperti Alberto sang kakak pemimpin dari semua klan mafia kelas dunia. Apabila orang baru mengenalnya maka orang berpikir bahwa Axeloe dan juga Alberto adalah dua saudara kandung yang memiliki sifat kejam dan tidak memiliki rasa perikemanusiaan. Oleh sebab itu Ziya bisa meyakini ucapan Vena tentang apa yang disampaikan oleh Vena padanya itu.


" Dan jangan sampai gadis polos seperti kau ini, menjadi salah satu sasaran hasrat naf.su Axeloe," Ucap Ziya yang begitu terlihat bahwa ia cukup mengkhawatirkan keadaan Vena ketika Vena dibawa pergi oleh Axeloe ke ruangan khusus miliknya.


Dan sungguh wajar jika Ziya mengkhawatirkan keadaan Vena yang sudah dibawa pergi oleh Axeloe beberapa jam yang lalu. Sebenarnya, Ziya hanya takut dan khawatir jika nanti Axeloe melakukan suatu hal yang buruk terhadap Vena. Karena, Vena merupakan asisten terbaik baginya dan juga teman terbaiknya selama ia berada di kediaman ini.


Tanpa adanya Vena, kemungkinan besar Ziya tidak akan bisa menahan dirinya untuk tetap tinggal di dalam kediaman Alexandre yang telah dihuni oleh beberapa orang yang begitu buruk dan memiliki kepribadian ja.hat, sehingga hal itu menyebabkan Ziya begitu merasa tertekan dan membuat Ziya akhirnya bisa bertahan untuk tetap berada di dalam kediaman Alexandre ini.


" Aku tidak mau itu, karena, kau bekerja disini merupakan tanggung jawabku, Vena,," Bilang Ziya sekali lagi pada Vena seraya mengatakan hal yang sebenarnya dari hatinya yang terdalam terhadap Vena.


" Ya Nyonya, Vena mengerti, oleh sebab itu, apapun yang terjadi terhadap diri Vena, Vena akan selalu membicarakannya terlebih dahulu kepada Nyonya,," Ucap Vena dengan setulus hati pada Ziya.


" Karena, Vena merupakan tanggung jawab Nyonya, dan Nyonya juga merupakan tanggung jawab Vena,," Sambung Vena kembali sambil memberikan sebuah senyuman indah nan tulus kepada majikannya.


" Heemm, aku tahu itu, karena, kau merupakan gadis yang polos dan juga baik, oleh sebab itu, kau selalu berada di dalam lingkungan yang baik dan juga lingkungan itu akan selalu senantiasa menjaga orang seperti kau Vena,," Bilang Ziya yang tulus kepada Vena seraya bahwa Vena bukanlah majikannya melainkan saudara kandungnya sendiri.


" Dan juga, aku tahu Axeloe tidak seburuk seperti apa yang selama ini ada dalam pikiran orang,," Sambung Ziya lagi masih menjelaskan karakter dan juga sifat Axeloe kepada Vena.


" Karena, Axeloe adalah saudara kandung dari Alberto, dan Alberto memiliki sifat yang baik walau terlihat begitu kejam serta arogan, namun, kau juga tahu bagaimana cara dan sikap Alberto kepada setiap orang yang mengenali dirinya,," Ucap Ziya yang disambut oleh Vena dengan anggukan kebenaran dari perkataannya itu.


" Ya Nyonya, Vena sependapat dengan Nyonya, oleh sebab itu, Vena yakin jika Tuan Axeloe tidak akan melakukan sebuah tindakan buruk terhadap Vena, karena, Vena begitu mengenal saudara kandungnya yaitu suami Nyonya Tuan besar Alberto,," Jawab Vena lagi seraya memuji kebaikan Alberto yang memang terlihat tegas namun aslinya memiliki sifat yang begitu lembut terhadap wanita yang dicintainya.


Karena, sudah saling menyampaikan dan menceritakan apa yang menjadi kecemasan Ziya disaat Vena pergi mengikuti perintah dari Axeloe. Sehingga membuat Ziya merasa lega setelah mendengar pernyataan yang disampaikan oleh Vena dengan sesungguhnya dan juga detail. Sehingga membuat Vena juga merasa senang karena, memiliki seorang majikan yang begitu baik dan juga memikirkan keadaan dirinya itu.


Untuk saat ini, Ziya dan Vena mulai fokus membicarakan kembali mengenai apa yang telah terjadi kepada mereka berdua pagi ini. Dimana pagi ini Vena telah mendapatkan seseorang misterius mengendap-endap masuk ke dalam ruangan rahasia milik Axeloe. Sedangkan, Ziya telah diikuti dan dikejutkan oleh orang misterius sama persis seperti apa yang disampaikan oleh Vena padanya mengenai orang misterius yang telah dilihat oleh Vena pagi ini.


Jadi, saat ini Ziya dan Vena akan memulai membuat sebuah rencana yang akan dilakukannya secara bersama demi mengungkapkan siapa orang misterius yang telah mengganggu aktivitas mereka berdua.


****