
Karena, tubuh Zoya sudah begitu lemah sekali, walaupun Zoya berhasil keluar dari ruangan tempat penahanan dirinya itu, namun, seharian ini Zoya sama sekali tidak diberikan asupan makanan sehingga membuat tubuhnya melemah. Serta yang paling membuat tubuhnya merasa sakit adalah sik.saan pukulan yang dilakukan oleh pengawal Mellina begitu keras dan kejam terhadap dirinya itu.
" Kenapa pandanganku tiba-tiba seperti ini,," Gumam Zoya dalam hatinya namun sama sekali tidak ditampakkannya tepat di hadapan Will maupun pengawalnya Zavier.
Dan akhirnya, Zoya sendiri tidak sanggup lagi berdiri hingga membuat tubuhnya kehilangan keseimbangan serta terjatuh tidak sadarkan diri. Untunglah Will segera menangkap tubuh Zoya yang terjatuh pingsan, karena, faktor tubuhnya yang sangat lemah sekali. Dengan segera Will meminta pengawalnya Zavier untuk membawa Zoya masuk ke dalam kendaraan yang telah disiapkan oleh Zavier.
" Aahhh, ya ampun Nyonya !" Seru Will seketika kaget melihat Zoya yang terkulai lemah dan untung saja langsung ditanggapinya.
" Ada apa dengan Nyonya Zoya ?" Tanya pengawal pribadi Zavier kepada Will, karena, pengawalnya Zavier juga sedang memeriksa keadaan Mellina yang sedang dalam pengaruh obat bius.
" Nyonya Zoya pingsan,," Jawab Will langsung.
" Ya sudah, sekarang segera bawa Nyonya Zoya langsung ke dalam mobil Tuan Zavier,," Ucap pengawal Zavier kepada Will dan Will langsung saja mengangguk menyetujui.
" Heemm, kau benar !" Jawab Will mengangguk.
" Dan wanita itu bagaimana, tidak mungkin kita berdua tinggalkan begitu saja ?" Tanya pengawal Zavier kepada Will.
" Begini saja, aku mempercayaimu atas keselamatan Nyonya Zoya, dan wanita itu untuk sementara aku awasi terlebih dahulu," Ucap Will memberikan sebuah ide kepada pengawalnya Zavier.
" Setelah kau selesai memberikan Nyonya Zoya kepada Tuan Zavier, maka kau kembali lagi kesini untuk membawa wanita itu,," Sambung Will lagi dalam memberikan ide terbaik saat ini.
" Aahhh, ide yang bagus, baik aku akan segera datang kembali setelah mengantarkan Nyonya Zoya,," Ucap pengawalnya Zavier kepada Will.
" Kerjakan,," Ucap Will untuk mempertegas ide yang telah ia berikan kepada pengawalnya Zavier.
" Hem,," Jawab pengawal Zavier dengan anggukan.
Disaat pengawal pribadi Zavier sedang disibukkan dengan keadaan Zoya yang tiba-tiba tidak sadarkan diri karena, faktor tubuhnya yang melemah. Dan saat ini juga pengawalnya Zavier sedang akan mengangkat tubuhnya Zoya yang tergeletak dalam pangkuan Will tidak sengaja terdengar suara panggilan dari teleponnya dan pengawal itu sendiri mengetahui bahwa yang meneleponnya tidak lain lagi adalah majikannya yaitu Zavier.
" Sepertinya, Tuan Zavier menelepon !" Seru pengawal Zavier mengurungkan tindakannya untuk mengangkat tubuh Zoya.
Dengan segera Will langsung saja memasukkan tangannya ke dalam saku baju pengawal Zavier saat mendengar suara panggilan telepon yang masuk. Setelah mengambil ponselnya dengan segera Will melihat siapa yang telah menelepon pengawal Zavier saudara jauhnya itu.
" Benar, Tuan Zavier !!" Seru Will dengan segera menerima panggilan tersebut.
Sedangkan, Zavier sendiri saat ini sedang menghubungi dimana keberadaan pengawal pribadinya itu untuk mengetahui bagaimana kondisi tugas yang telah diberikan kepadanya dalam menyelamatkan Zoya. Apakah sudah berhasil atau belum ?
" Ya, Tuan,," Ucap pengawalnya Zavier saat menerima panggilan dari majikannya.
" Posisi saat ini dimana ?" Tanya Zavier langsung pada intinya dengan isi pertanyaan sebuah kode yang telah mereka sepakati.
" Saya telah berhasil menyelamatkan Nyonya Zoya dari ruang penahanan, Tuan,," Jawab pengawal Zavier dengan memberikan sebuah jawaban yang jujur.
" Bagus, tetap di tempat posisi kau saat ini, karena, saya sendiri yang akan kesana,," Ucap Zavier dengan memberitahukan tindakan yang akan dilakukan olehnya setelah ia selesai melakukan panggilan ini.
" Baik Tuan,," Jawab pengawal Zavier sambil menganggukkan kepalanya.
Panggilan telepon telah selesai dilakukan dan seperti biasa Zavier memang melakukan panggilan hanya membicarakan suatu hal yang begitu penting dan juga hanya sedikit saja. Sehingga selalu membuat para temannya geram dengan kelakuan Zavier yang selalu melakukan panggilan seperti ini.
Tidak butuh waktu lama untuk mencari posisi keberadaan para anak buahnya, karena, Zavier selalu mengetahui dimana saja posisi anak buahnya itu. Setelah selesai melakukan pekerjaannya mengawasi sendiri apa yang sedang dilakukan oleh para prajuritnya terhadap Derrick adik kandung Mister Roserish yang merupakan Pemimpin terbesar grup mafia Roserish di Perancis dengan segera Zavier keluar dari ruangan langsung menemui pengawal pribadinya itu.
" Pekerjaanku telah selesai dan sekarang, tinggal membawa Zoya kembali ke Perancis,," Ucap Zavier sambil beranjak bangun dari tempat duduknya.
" Huuuhh, ternyata tidak terlalu melelahkan !" Seru Zavier sambil berdengus sendiri setelah melakukan misinya.
Dan, Zavier sendiri berpendapat bahwa saat ia melakukan sistem operasinya ini sama sekali tidak memberikan kelelahan pada tubuhnya, karena, bagi Zavier perang yang dilakukannya ini hanya secuil kuku jari kelingkingnya saja, jadi, begitu wajar sekali jika Zavier menganggap sistem operasinya itu masih terlalu mudah.
" Sepertinya, aku harus meminta sebuah misi dari Alberto yang lebih berat daripada ini,," Gumam Zavier sendiri sambil melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Derrick.
Dan ketika Zavier menyebutkan nama Alberto, Zavier teringat bahwa ia harus melaporkan segera tindakan misi yang telah ia lakukan sudah selesai hanya dalam beberapa menit saja. Namun, Zavier sendiri berpikir bahwa misinya ini belum sepenuhnya berhasil, karena, ia belum membawa Zoya langsung tepat ke hadapan Tuan Besar sekaligus sahabatnya itu.
" Aahhh, ya, Dude !" Seru Zavier ketika ia teringat dengan Alberto saat ia menyebutkan nama temannya itu.
" Sepertinya aku harus menelepon Alberto, supaya ia tahu bahwa misi yang telah ia berikan ini sungguh gampang sekali dan aku ingin meminta sebuah misi yang memiliki tantangan begitu besar,," Ucap Zavier dengan gaya santainya sambil tersenyum ketika sedang berpikir bahwa Alberto pasti akan selalu memberikan pujian padanya.
Dengan segera Zavier mengeluarkan kembali ponselnya yang baru saja ia taruh di dalam saku outfitnya, namun sesaat Zavier teringat bahwa pekerjaannya sama sekali belum selesai. Karena, Zoya belum berada di tangannya saat ini dan sama saja misinya itu belum rampung semua.
" Aahhh, kenapa aku meneleponnya, sedangkan Zoya belum di tanganku, lebih baik aku segera menemui Zoya dan segera membawanya kembali ke Perancis, lalu, setelah itu baru aku menelepon kau Dude,," Ucap Zavier setelah berpikir kembali dan langsung melangkahkan kakinya menuju ke tempat dimana pengawalnya saat ini berada sesuai dengan alat sistem pelacak yang telah ia letakkan kepada semua para prajuritnya itu.
Tidak butuh waktu lama akhirnya Zavier telah sampai ke sebuah ruangan khusus yang terlihat begitu besar dan sepertinya ruangan ini merupakan sebuah ruangan milik seorang pemimpin grup mafia Roserish juga. Saat Zavier melangkah mendekati ruangan tersebut dari kejauhan tampaklah para prajuritnya sedang menyelesaikan pekerjaannya masing-masing dalam meringkus semua pengawal yang ada di dalam ruangan ini.
" Sepertinya ini ruangan pemimpin juga !" Ucap Zavier terlihat sedang meneliti ruangan yang sedang ia telusuri.
Terlihat ada beberapa pengawal yang sedang melewatinya sambil meringkus pengawal lainnya dan tentu saja prajuritnya langsung memberikan hormat kepada Zavier walau masih memegang erat orang yang sedang dibekuknya saat ini.
" Tuan,," Ucap beberapa prajurit Zavier ketika melewati dirinya.
" Hemm," Jawab Zavier sambil menganggukkan kepalanya.
" Selamat malam, Tuan Zavier,," Sapa pengawal pribadinya yang langsung menghampiri dirinya itu.
" Malam,," Jawab Zavier singkat.
" Memangnya ini ruangan tempat penahanan Zoya ?" Tanya Zavier karena ia belum tahu bahwa ruangan yang sedang ia masuki itu adalah ruangan milik Mellina.
" Bukan Tuan, ini ruangan khusus pemimpin wanita yang bernama Mellina." Jawab pengawal Zavier.
" Oohhh, ternyata seorang wanita yang sengaja mengintai Zoya waktu itu adalah Mellina,," Gumam Zavier ketika mengingat seorang wanita yang sedang mengikuti pergerakan Zoya bersama Jimmy kemanapun mereka sedang pergi.
" Betul sekali, Tuan, Mellina adalah wanita yang disaat itu pernah dilihat oleh saya sendiri sedang mengintai dan mengikuti jejak keberadaan Nyonya Zoya ketika sedang di danau,," Jawab pengawal Zavier mengingat kembali apa yang telah ia lakukan waktu itu kepada Mellina.
" Heemmm, ternyata dia orang suruhan Derrick yang berpura-pura menjadi pembantu di dalam mansionnya Jimmy,," Gumam Zavier mengingat siapa saja pembantu baru di mansionnya Jimmy.
Zavier bisa mengingat siapa itu Mellina ketika ia sendiri sedang menyelundup masuk ke dalam kediaman Jimmy dimana saat itu Zoya dan Jimmy masih berada di mansionnya. Dan disaat itu juga Zavier melihat seorang wanita bersandiwara menjadi pembantu baru tepatnya di mansion Jimmy sengaja untuk mengawasi pergerakan Zoya.
Namun, di dalam pikiran Zavier saat ini adalah untuk apa keluarga Roserish sengaja menangkap Zoya dan pastinya akan membuat suatu masalah besar yang akan terjadi. Karena, Zavier sendiri belum mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada keluarga Roserish terhadap keluarga Andricha serta keluarga besar Alexandre.
Pastinya dari ketiga sahabat Alberto itu yang lebih banyak mengetahui apa saja yang terjadi dalam kehidupan Alberto di masa kecil dahulu adalah Daniel dan juga Samuel. Karena, Zavier sendiri menjadi sahabatnya Alberto ketika usianya sudah beranjak sepuluh tahun, sedangkan Daniel dan Samuel mereka telah bersahabat dari usia mereka sangat kecil. Jadi, sangat wajar sekali jika hanya Daniel dan Samuel saja yang mengetahui rahasia kehidupan Alberto sedari kecil.
" Pantas saja, aku melihatnya di mansion Jimmy,," Gumam Zavier lagi dalam hati ketika mengetahui kebenaran bahwa Mellina merupakan orang suruhan dari grup mafia Roserish untuk mengawasi pergerakan Zoya.
" Memangnya, apa yang terjadi terhadap Alberto dan Roserish, kenapa Roserish berani mengacaukan misi dan tindakan Alberto terhadap keluarga Andricha yaitu Erwin," Gumam Zavier lagi dalam hatinya seketika penasaran dengan suatu hal yang akan terjadi.
" Aku harus mencari tahu ini,," Ucap Zavier lagi dalam benaknya itu.
Disaat Zavier sedang memikirkan sesuatu tentang apa yang diinginkan oleh Roserish dengan sengaja menculik Zoya dari tangannya Alberto. Yang sengaja pergerakan Zoya selama ini hanya diawasi oleh dirinya, karena, Alberto tahu tidak akan ada yang mau mengganggu tindakannya dalam melakukan suatu hal apapun. Namun, kenapa saat ini grup mafia Roserish sengaja melakukan tindakan yang telah berani bermain di belakangnya itu.
Setelah Alberto mengetahui bahwa sebenarnya Erwin tahu Alberto sengaja membiarkan Ziya tetap menjadi istrinya dan Zoya sengaja hanya diawasi saja pergerakannya. Serta, Erwin sendiri sengaja sedang mencari keberadaan Zoya dan akan melakukan suatu tindakan lagi terhadap Alberto. Saat itu juga pihak Roserish ikut campur untuk melakukan suatu tindakan permainan terhadap Alberto. Sehingga membuat Zavier sendiri berpikir tentang masalah apa yang sebenarnya telah terjadi.
Lalu, secara tiba-tiba Zavier dikagetkan oleh suara pengawalnya yang sengaja membicarakan tentang keadaan Zoya saat ini.
" Tuan, maafkan keteledoran saya atas keadaan Nyonya Zoya,," Ucap pengawalnya Zavier sambil memberitahukan tentang keadaan Zoya.
Namun, Zavier masih saja terbenam dalam pikirannya memikirkan permasalahan rumit yang sedang terjadi kepada sahabatnya itu. Dan, sekali lagi pengawalnya Zavier kembali mengucapkan perkataannya, namun, Zavier belum mendengarkan perkataannya itu, sehingga membuat pengawalnya ini langsung saja memberikan sapaan kepada Zavier supaya Zavier bisa kembali fokus pada misinya kali ini.
" Tuan, maafkan keteledoran saya atas keadaan Nyonya Zoya,," Ucap pengawal Zavier sekali lagi menyampaikan suatu informasi darinya itu tentang Zoya.
" Hah ! sepertinya Tuan Zavier sedang memikirkan sesuatu, kenapa ucapan saya tidak terdengar olehnya,," Gumam pengawal Zavier ini.
" Lebih baik saya kagetkan saja,," Ucap pengawalnya ini sambil melakukan tindakannya itu.
" Tuan, Tuan,," Sapa pengawalnya Zavier sambil menyenggol lengan Zavier yang sedang melamun itu.
" Aakhh ya,," Jawab Zavier dengan wajah sedikit kaget karena, memang ia sedang memikirkan sesuatu hal rumit.
" Maafkan saya Tuan, jika perlakuan saya membuyarkan lamunan Tuan,," Ucap pengawalnya itu sambil tersenyum.
" Tidak apa-apa,," Jawab Zavier sambil menganggukkan kepalanya.
" Ada apa ?" Tanya Zavier tegas.
" Maafkan saya Tuan, karena, keteledoran saya terhadap Nyonya Zoya,," Ucap pengawal Zavier dengan wajah sedikit ditundukkan dan terlihat dari wajah Zavier sedikit cemas.
" Memangnya ada apa dengan Zoya ?" Tanya Zavier langsung.
" Nyonya Zoya pingsan, karena, kondisi tubuhnya banyak bekas luka pukulan dari para pengawal disini, Tuan,," Jawab pengawal Zavier dengan memberitahukan keadaan Zoya saat ini.
" Dimana Zoya sekarang ?" Tanya Zavier ketika teringat dengan misi yang sebenarnya yaitu membawa Zoya kembali ke dalam genggaman tangan Alberto.
" Mari Tuan,," Ajak pengawalnya terhadap Zavier.
Dengan segera Zavier mengikuti ajakan yang dilakukan oleh pengawalnya itu terhadap dirinya. Dengan langkah kaki yang begitu cepat, akhirnya Zavier bisa bertemu langsung dan melihat bagaimana keadaan Zoya yang sebenarnya.
" Mari masuk Tuan,," Ajak pengawalnya Zavier lagi sambil memberikan jalan kepada Zavier untuk masuk ke dalam ruangan.
" Zoya !" Seru Zavier ketika melihat keadaan tubuh Zoya yang jelas sekali terlihat banyak bekas luka memar di wajah maupun di tubuhnya.
" Segera bawa wanita itu ke dalam mobil tawanan dan tetap berikan penjagaan,," Ucap Zavier yang sengaja memerintahkan pengawal pribadinya serta para pengawalnya untuk membawa Mellina.
" Siap Tuan,," Jawab pengawal pribadi Zavier dengan segera.
Sedangkan Zavier sendiri langsung mengangkat tubuh Zoya dengan segera langsung melangkahkan kakinya keluar dari ruangan indah milik Mellina ini. Sedangkan, pengawalnya Zavier sendiri memerintahkan para prajuritnya untuk mengangkat tubuh Mellina. Dan, ia sendiri sedang mencari keberadaan Will yang sudah tidak terlihat lagi di dalam ruangan itu ketika Zavier masuk ke dalam ruangan.
****