Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 18 - Pujian Daniel Terhadap Ziya ??



Memang benar yang dikatakan oleh Daniel. Ziya bukanlah Zoya yang acuh tak acuh kepada keluarga Alexandre ini. Tapi inilah Ziya, walaupun dia bisa dan hebat dalam ilmu bela dirinya. Namun, ia tidak akan melawan apabila orang itu setara dengan orang tuanya.


Ziya yang memiliki sifat santun itu tidak mau melakukan hal kasar pada orang yang lebih tua darinya.


Sungguh mulia hati Ziya membuat Daniel saat itu bertanya bagaimana bisa terjadi hal seperti ini.


Daniel yang masih saja merasa simpati terhadap Ziya, membuat Alberto mengatakan bahwa dirinya ingin lebih mengetahui lagi bagaimana sifat asli dari kembaran istrinya tersebut.


" Aku belum tahu bagaimana sifat aslinya,, apakah dia benar tulus dengan putraku atau dia hanya berpura-pura dan memiliki rencana lain bersama si tua gila Erwin itu.." Ucap Alberto yang memandang wajah Ziya lekat.


" Dasar kau,," Jawab Daniel ketus.


Daniel pun langsung segera menjahit luka yang ada di kepala Ziya, sambil mengeluarkan semua alat medis dari tas nya. Daniel memulai proses penjahitan yang cukup banyak di luka ini.


Sambil menjahit luka di kepala Ziya, mulut Daniel masih saja nyerocos tidak berhenti merasa kesal dengan sikap dari sahabatnya ini yang sangat sulit untuk mengenal mana wanita baik dan mana wanita buruk.


" Seharusnya kau usir saja wanita iblis seperti Claire itu, untuk apa kau masih memeliharanya di rumah ini, sedangkan kau saja sudah bosan dan muak melihatnya." Ucap Daniel yang sengaja menasehati Alberto dan semua perkataannya itu memang sangat benar sekali.


" Aku saja datang sekali-kali kesini muak melihatnya,, apalagi kau yang setiap detiknya ditempeli oleh wanita ular itu." Ucap Daniel yang sangat tidak menyukai adanya Claire di samping Alberto selama ini.


" Apa kau menyukainya,, sehingga membuatmu tidak tega membuangnya ?" Tanya Daniel yang membuat Alberto menatap tajam padanya.


Tapi sayangnya Daniel memberikan tatapan yang datar pada Alberto saat ini.


" Gila,,, mana ada wanita yang bisa meluluhkan hatiku,, Apalagi Claire heh! wanita murahan seperti dia tidak secuil pun hatiku bergejolak.." Ucap Alberto menatap tajam sahabatnya itu.


" Nah terus,, kenapa kau masih memeliharanya dan membiarkan dia melakukan ini pada wanita baik ini,," Tanya Daniel menanyakan alasan Alberto yang masih memelihara Claire.


Memang sebenarnya, Alberto menganggap kehadiran Claire di rumah ini sama sekali tidak pernah ada di matanya. Karena, bagi Alberto Claire hanyalah seperti binatang yang sekedar dipelihara kemampuannya.


Cuma sayangnya wanita tidak tahu diri seperti Claire merasa bahwa Alberto yang membuat dirinya tetap menetap di rumah itu menyukai dirinya.


Claire, Claire pikirannya terlalu jauh melampaui batas.


" Belum saatnya aku membuang Claire, karena apabila aku melakukan itu, akan membuat rencana wanita tua gila Gladys itu semakin mudah untuk merebut yang seharusnya menjadi milikku dan Axeloe. Aku masih ingin mempermainkan kebusukan Claire dan Gladys setelah puas aku akan menunjukkan kepada laki-laki tua yaitu Daddy ku sendiri bagaimana perilaku istrinya selama ini.." Ucap Alberto yang merencanakan sesuatu kepada Claire dan Gladys.


" Bagus kalau kau hanya ingin mempermainkannya, tapi ingat jangan sampai kau meneleponku lagi, hanya karena wanita ini terluka atas kelakuan busuk mereka." Peringatan Daniel untuk Alberto.


" Heh! ternyata kau lebih simpati daripada aku,," Bilang Alberto yang sedikit menyunggingkan senyumannya.


" Kalau kau tidak bisa melindungi dirinya dari kebiadaban dua wanita gila itu berikan dia padaku, aku siap menerimanya.." Ucap Daniel serius yang membuat Alberto tersenyum sinis.


" Ternyata kau sungguh ingin bekas milikku.." Ucap Alberto yang membuat Daniel tersenyum sinis.


" Hahahaha memiliki wanita cantik seperti dia tentu saja kebanggaan bagiku, wanita polos dan belum tersentuh oleh laki-laki lain, memiliki catatan yang baik bagi seorang pria. Dia sangat menarik bagiku, zaman sekarang sangat sulit mendapatkan wanita cantik, polos juga belum terjamah seperti dia.." Ucap Daniel yang membuat Alberto merasa risih.


" Jangan harap kau bisa mendekatinya tanpa seizin ku,," Ucap Alberto yang mengingatkan sahabatnya itu.


" Hehehe, Alberto, Alberto, melihat wanita cantik sama persis seperti Zoya membuat hasratku berpikir, apakah dia lebih hangat daripada wanita penggoda itu. Kau sangat tahu bahwa Istri cantikmu yang wajahnya bagaikan bidadari, menjadi minat semua laki-laki di negara ini, kenapa tidak dengan paras dan tubuhnya yang begitu indah semua laki-laki akan rela melakukan apa saja asalkan bisa mendapatkannya dalam satu malam saja. Tapi,,,, karena Zoya lebih tertarik dengan uangmu makanya dia tertarik padamu dan melakukan segala cara untuk mendapatkanmu." Ucap Daniel yang membuat Alberto menatap Ziya dengan penuh minat.


" Kau bisa saja,, ternyata selama ini kau mempunyai hasrat terhadap Zoya.." Ucap Alberto yang membuat Daniel mengangkat kedua bahunya keatas.


" Sudah cukup kau beri nasehat, pergilah,," Ucapan sebuah usiran dari Alberto terhadap sahabatnya ini yang sedang mengusik pikirannya.


Sementara itu Daniel hanya terkekeh melihat Alberto yang tidak menyukai sarannya itu.


" Baiklah kalau begitu, rawat dia dengan baik, dia harus banyak istirahat, dan sepertinya kau harus menjaga serta mengurungnya di kamarmu agar dia bisa terhindar dari perbuatan jahat dari wanita-wanita iblis yang ada di rumahmu ini." Ucap Daniel yang memberi saran pada Alberto.


" Baik,," Ucap Alberto yang mengiyakan omongan Daniel.


" Dan satu lagi, luka yang ada di kepalanya menyebabkan benturan keras yang akan terjadi mungkin akan terjadi sesuatu di kepalanya, apabila suatu hal terjadi di kepalanya maka aku sarankan bawa dia ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan intensif." Ucap Daniel yang sangat mengetahui seluk-beluk dunia kesehatan.


" Apakah lukanya menyebabkan bahaya baginya nanti ?" Tanya Alberto sedikit mencemaskan keadaan Ziya.


" Untuk sekarang tidak,, tapi kita bisa lihat nanti, kemungkinan akan ada sesuatu yang membuatnya menjadi sangat sakit.." Ucap Daniel yang membuat Alberto sedikit bingung.


" Maksudnya ?" Tanya Alberto memang bingung.


Memang benar semenjak kepala Ziya dipukul oleh Gladys menggunakan guci, darah yang mengalir tidak bisa berhenti. Maka dari itu Daniel menjelaskan keadaan Ziya nantinya.


" Aku belum bisa memastikan apakah itu akan membahayakan baginya. Tapi untuk sekarang jangan khawatir dia tidak apa-apa, jangan lupa setiap hari untuk mengganti perban dan membersihkan luka di kepalanya." Pesan Daniel untuk Alberto.


Alberto menganggukkan kepalanya menandakan mengerti maksud dari omongan Daniel.


" Aku pergi dulu, ini resepnya,," Ucap Daniel sambil memberikan kertas resep pada Alberto.


Lalu dengan sengaja Daniel kembali lagi merayu emosi Alberto.


" Sampai jumpa kembaran Zoya Cantik,," Ucap Daniel yang membuat Alberto melirik tajam padanya.


" Sudah pergilah,," Ucap Alberto kesal pada kelakuan temannya ini.


Daniel pun terkekeh dan melangkahkan kakinya pergi. Sesaat Daniel berhenti dan mendekati Alberto lalu membisikkan sesuatu padanya.


" Aku sarankan kau berhati-hati, karena wanita ini berbeda,, Hatimu akan mudah dikacaukan olehnya,, jika kau tidak tertarik aku siap menerimanya,," Bisik Daniel lalu melangkah pergi keluar kamar Alberto.


Rasanya ingin sekali Alberto melampiaskan kekesalannya itu pada Daniel, tapi dia tahu Daniel orangnya memang seperti itu, selalu saja mempermainkan dirinya dari dulu sampai sekarang.


Lalu, Alberto melangkahkan kakinya mendekati Ziya dan duduk tepat di samping Ziya.


" Benar yang dikatakan Daniel,, kau sangat menarik,," Ucap Alberto yang membuat dirinya memiliki hasrat untuk melakukan sesuatu pada Ziya.


Benar sekali yang dikatakan Daniel, istrinya Zoya merupakan wanita tercantik di negaranya ini, yang bisa membuat siapapun laki-laki akan menginginkan dirinya, namun karena sikap dan perilakunya membuat hati Alberto tidak bergeming pada kecantikan Zoya.


Dan sekarang wanita yang berada di hadapannya ini merupakan wanita yang wajahnya sama dengan kecantikan Zoya yang memiliki ciri khas dari kecantikan matanya itu membuat hati Alberto sedikit bergetar.


Apakah Alberto bisa tersentuh hatinya dengan adanya Ziya sebagai pengganti istrinya ?


****