Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 177 - Terungkap



Saat ini Ziya berlari menuju ke suatu tempat dimana gedung itu merupakan sebuah hotel yang sangat megah. Dengan sepenuh hatinya Ziya harus bisa lari menjauhkan dirinya dan bersembunyi dari kejaran beberapa orang yang bertubuh besar. Memang saat ini Ziya sedang berlari melewati beberapa koridor beberapa lantai hotel.


" Kenapa, aku tidak bisa melawan mereka,," Gumam Ziya yang masih berlari dengan nafas yang terengah-engah.


" Mama tolong Ziya, mereka semua dengan sengaja mencelakakan Ziya,," Ucap Ziya lagi sambil berlari menuju ke sebuah tempat yang paling aman.


Sebenarnya Ziya sudah bisa melawan dan menghajar semua orang yang telah melakukan tindakan licik kepada tubuhnya. Karena, pengaruh obat bius yang sengaja diberikan oleh seseorang pada tubuhnya itu, membuat tubuh Ziya sendiri lemah dan mengurangi kekuatan dalam tubuhnya.


" Oh God, bagaimana caranya aku bisa terlepas dari pengaruh obat bius ini,," Ucap Ziya sambil menangisi tubuhnya yang masih sempat berlari.


Untuk sesaat langkah kaki Ziya tidak sanggup lagi untuk menahan tubuhnya, sehingga membuat Ziya menabrak seseorang yang sedang berjalan dengan langkah sedikit gontai, terlihat dari wajah pria itu juga seperti sedang menahan sesuatu dalam tubuhnya.


BRAAKK!?


Tubuh Ziya akhirnya menabrak seseorang yang berjalan di depannya. Karena, tubuh pria itu cukup besar, sehingga membuat Ziya tidak mampu untuk menahan tabrakan tubuhnya sendiri pada pria itu dan akhirnya Ziya terjatuh ke lantai tepat di hadapan pria itu.


" Maaf," Ucap Ziya yang memegang kepalanya tanpa melihat lagi siapa orang yang telah ditabraknya itu.


" Tidak apa-apa,," Jawab pria itu yang mengulurkan tangannya membantu Ziya.


Dengan tubuh lemahnya Ziya yang tidak melihat uluran tangan dari pria itu, terdengarlah suara dadi beberapa orang yang mengejar Ziya mengetahui keberadaan Ziya yang sengaja berlari ke koridor suatu tempat di hotel itu, membuat Ziya seketika kaget mendengar suara orang-orang yang sedari tadi telah sengaja mengejar dirinya.


" Itu dia,," Teriak salah satu orang yang mengenali Ziya dan juga menemukan keberadaan Ziya.


Karena, sudah tidak sanggup lagi menahan obat bius itu, apa boleh buat akhirnya Ziya meminta tolong kepada pria yang telah ditabraknya tadi. Sambil menguatkan tubuhnya, Ziya bangkit dan meminta bantuan kepada orang yang telah ditabraknya itu.


" Tuan, tolong saya, mereka semua ingin memper-kosa saya,," Ungkap Ziya langsung kepada pria itu.


Karena, kebetulan pria itu memiliki perasaan yang tidak menyukai sikap orang-orang yang sengaja beramai-ramai untuk melakukan sesuatu tindakan kejahatan. Membuat nalurinya untuk segera membantu wanita yang berada di belakang tubuhnya ini.


" Memangnya mereka siapa ?" Tanya pria itu pada Ziya.


" Saya tidak mengenal mereka Tuan, tolong bantu saya, selamatkan saya, Tuan,," Ucap Ziya yang bersembunyi di belakang tubuh pria itu.


Karena, mendengar suara perempuan yang berada di belakang tubuhnya terdengar seperti sebuah tangisan dan juga keadaan yang sungguh terhimpit, hingga membuat pria itu bersedia untuk membantu perempuan yang bersembunyi di belakang tubuhnya.


" Kau tetap bersembunyi di belakang tubuhku, aku akan membantumu,," Ucap pria itu dengan penuh semangat.


Ziya hanya mengangguk saat mendengarkan ucapan yang disampaikan pria di depan tubuhnya ini. Ziya sama sekali tidak mengenali siapa pria yang memiliki tubuh sangat indah dan juga tegap itu, Ziya hanya samar-samar melihat wajah pria itu, wajahnya terlihat sangat tampan, hingga membuat Ziya ingin pergi dari tempat itu, namun, karena pengaruh dari obat bius yang luar biasa, sehingga membuat Ziya akhirnya tak sadarkan diri dan jatuh ke lantai.


Sementara itu, pria yang dipinta oleh Ziya menolong dirinya itu, dengan sangat gagah berani melawan semua orang yang telah mengejar Ziya.


" Itu dia,," Ucap pemimpin semua orang yang mengejar Ziya.


" Jangan pernah berani menyentuh dia,," Ucap pria itu dengan gagah dan perkasa.


" Kami tidak ada urusan denganmu," Bilang pemimpin dari orang yang telah mengejar Ziya.


" Jika kau berani menyentuhnya, maka kau harus berurusan denganku," Ucap pria itu dengan gaya dinginnya.


" Kami semua tidak mengenalmu, untuk apa kau ikut campur urusan kami,," Teriak satu orang lagi dari sekelompok orang yang mengejar Ziya tadi.


" Kau akan tahu siapa aku, sudah ku katakan, jika kau berani menyentuh wanita itu, maka nyawa kalian akan menjadi sasaran empuk untukku malam ini,," Ungkap pria itu dengan tatapan tajamnya.


Karena, merasa bahwa pria yang melindungi Ziya itu, sangat berani dan juga terlihat memiliki kekuatan yang sangat besar, membuat seseorang anak buah dari sekelompok pengejar Ziya tadi maju dan melawan pria itu.


BRRUUKKK !!?


Tubuh orang yang sengaja melawan pria penolong Ziya akhirnya terjatuh ke lantai.


Dengan sekali tarikan dan juga terjangan orang yang mengejar Ziya itu jatuh ke lantai hingga membuat pria yang membantu Ziya mengeluarkan senjata api yang berada di pinggangnya dan mengacungkan pistol tersebut tepat di kepala orang yang berada di lantai saat ini.


" Jika kau ingin selamat maka pergi jauh dari tempat ini, tapi, jika kalian semua ingin mati, silahkan mengantri untuk maju,," Bilang pria itu dengan beraninya.


Tiba-tiba, pemimpin dari sekelompok orang yang mengejar Ziya mendapatkan sebuah panggilan seseorang terhadap dirinya. Sehingga menyebabkan semua orang pengejar Ziya tadi lebih memilih mundur dan membiarkan Ziya lepas dari cengkraman mereka dalam kondisi tubuh sedang tidak sadarkan diri itu.


" Segera kembali," Ucap seseorang di belakang tubuh sang pemimpin.


" Oke,," Jawabnya dengan suara kecil.


Karena, sudah mendapatkan perintah untuk kembali dan tidak jadi untuk mengejar Ziya lagi, pemimpin itu dengan senang hati mundur dari hadapan pria yang mengalahkan salah satu anak buahnya.


" Oke, karena, kami tidak mau berurusan dengan kau, kami tidak akan pernah menyerahkan nyawa kami pada orang sepertimu, mari kita kembali," Ucap pemimpin itu kepada pria yang membantu Ziya.


Semua orang yang mengejar Ziya sengaja meninggalkan Ziya yang terbaring lemah di atas lantai. Sehingga membuat pria itu tetap memperhatikan gerak-gerik kepergian sekelompok orang yang mengejar perempuan penabrak tubuhnya itu. Setelah merasa cukup aman, pria itu langsung memeriksa keadaan tubuh Ziya yang terbaring lemah di atas lantai.


" Oh God, dia pingsan," Gumam pria itu saat melihat kondisi Ziya terbaring lemah di atas lantai.


Pria itu dengan segera membungkukkan tubuhnya dan memeriksa keadaan Ziya. Setelah menyingkap rambut yang menutupi wajah perempuan itu, pria itu melihat wajahnya dengan sangat jelas dan penuh ketelitian, ternyata pria itu seperti mengenali wajah perempuan ini. Karena, perempuan ini sungguh mirip dan sama dengan model yang terkenal pada masa sekarang.


" Zoya,," Ungkap pria itu saat melihat wajah Ziya yang terbuka dari rambutnya.


Karena, sudah mengetahui bahwa perempuan yang meminta tolong padanya itu adalah seorang wanita yang terkenal pada masa itu, sehingga membuat pria itu dengan segera mengangkat tubuh Ziya dan melangkahkan kakinya menuju ke kamar hotel yang telah ada di dalam lantai ini.


" Oh God aku harus bagaimana, tubuhku juga terasa lemah, karena, pengaruh dari minuman itu,," Umpat Pria itu dengan kesal atas minuman yang telah diminumkannya sebelum ia kembali ini.


Walaupun tubuh pria itu juga sedang mengalami sebuah reaksi dari suatu obat. Dan, menyebabkan tubuhnya juga lemah, namun, demi membantu wanita yang digendongnya ini, pria itu tetap semangat dan menguatkan tubuhnya untuk membawa Ziya sampai ke tempat yang aman. Ya, walaupun dia tidak tahu dimana kamar gadis ini di dalam hotel yang sama dengannya ini.


" Dimana kamar wanita ini, apakah dia juga menginap di hotel ini." Ucap pria itu sambil menatap wajah Ziya yang juga bingung harus membawanya kemana.


Karena, tidak mengetahui dimana tempat kamar wanita yang berada di dalam gendongannya itu, akhirnya pria itupun tetap memberikan bantuan kepada Ziya. Dengan setulus hati pria itu membawa Ziya ke dalam kamarnya sendiri, saat sampai di sebuah kamar yang megah dan mewah. Pria itu meletakkan tubuh Ziya di atas tempat tidurnya sendiri. Dengan lembut ia meletakkan tubuh Ziya di atas tempat tidur.


" Untuk sementara kau berada di kamarku dulu,," Ucap pria itu sambil meletakkan Ziya ke atas tempat tidur.


Dan, setelah meletakkan tubuh Ziya ke atas tempat tidur, pria itu kembali memberikan suatu arahan kepada Ziya, walaupun Ziya tidak mendengarkan suaranya sedikitpun.


" Kalau kau sudah sadar, aku akan segera mengantarmu ke tempat yang aman,," Ucap pria itu lagi sambil pergi meninggalkan tempat tidurnya.


Setelah meletakkan tubuh wanita yang telah diselamatkannya itu, pria itu segera melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu dan menutupi pintu kamar hotel miliknya. Namun, sesaat dengan tiba-tiba membuat tubuh pria itu mengalami sebuah reaksi panas dan naf-su bira-hi yang begitu kuat hingga dirinya sendiri tidak mampu menahan beban dari reaksi panas tersebut.


" Kenapa tubuhku seperti ini,," Ucap pria itu yang merasakan suatu sensasi panas dalam tubuhnya.


Sesaat iapun mulai teringat akan sesuatu yang telah terjadi saat dirinya menghadiri sebuah pesta di ballroom hotel ini. Saat itu, ia teringat bahwa ia mengambil satu gelas minuman dan ia langsung saja menghabiskannya, setelah meminum minuman itu, membuat tubuhnya menjadi lemah dan juga sedikit pusing.


" Kenapa setelah minum minuman tadi, tubuhku jadi seperti ini,," Ucap pria itu mengingat kembali apa yang telah diminumkan olehnya sendiri.


" Sepertinya, ada yang memang sengaja melakukan ini padaku, sengaja meletakkan obat ke dalam minumanku,," Ungkap pria itu dengan penuh kemarahan.


" Sepertinya, mereka yang telah menaruhkan obat ke dalam minuman itu dengan sengaja ingin menjebak tubuhku agar aku bisa terjebak dan tidur dengan mereka, dasar kurang ajar,," Teriak pria itu yang menendang kaki meja sehingga membuat suara hentakan yang cukup keras terdengar di dalam kamar itu.


" Bagaimana ini, aku harus segera mencari cara agar reaksi obat ini cepat menghilang dari tubuhku,," Ucap pria itu sambil melangkahkan kakinya menuju ke ruang kamar pribadi hotel ini.


Saat pria itu melewati tempat tidur, ia melihat seorang wanita cantik yang masih tertidur pulas di tempat itu. Karena, tubuhnya sedang mengalami reaksi panas dan rang.sangan yang sangat kuat, akhirnya pria itu mendekati tubuh Ziya dan sedikit menyentuh tangan Ziya.


Apa yang terjadi darah dalam tubuhnya berdesir sehingga membuat reaksi rang.sangan itu semakin besar. Walaupun ia masih bisa menahan hasrat dalam tubuhnya itu, namun rang.sangan yang ia dapatkan dari sentuhan tangannya pada tangan Ziya begitu nikmat dan semakin memanas hingga membuat dirinya memberanikan diri untuk melampiaskan nafsu yang ia rasakan saat ini pada seorang wanita yang telah ditolongkannya sendiri.


" Maafkan aku, aku tidak bisa menahan hasrat ini,," Ucap pria itu sambil mendekati wajahnya pada wajah Ziya.


Sesaat Ziya meringis dan perlahan membuka matanya, hal tersebut membuat kekagetan yang terjadi pada wajah pria itu. Tentu saja ia sangat kaget, karena, niatnya ia ingin meminta bantuan dari Ziya untuk melepaskan hasrat yang ada dalam tubuhnya itu, namun, Ziya malah sadar sebelum ia melakukan suatu hasratnya tadi.


" Kau sudah sadar ?" Tanya pria itu sambil menjauhkan tubuhnya pada Ziya.


" Heemm,," Jawab Ziya mengangguk sambil tetap menahan kepalanya yang masih pusing.


Seketika Ziya melihat kondisi saat ini, ternyata ia telah berada di suatu tempat, sehingga dengan perlahan Ziya mengelilingi suasana ruangan yang ada di depan matanya ini. Walaupun masih terasa efek bius dari obat yang telah disuntikkan pada tubuhnya itu, sepertinya saat ini sudah aman bagi Ziya untuk segera pergi dari tempat orang yang telah menolongnya ini.


" Terima kasih telah menolongku, aku ingin segera kembali,," Ucap Ziya kepada pria yang berada di hadapannya itu.


Ziya sama sekali tidak berani menatap wajah orang yang telah menolongnya itu. Karena, ia tahu bahwa wajahnya dan dandanan tubuhnya saat ini pasti terlihat seperti saudara kembarnya yaitu Zoya. Oleh sebab itu, Ziya tidak mau menatap langsung pria yang telah menolongnya ini.


Saat Ziya ingin segera turun dari tempat tidur itu, pria yang telah menolongnya tadi dengan sengaja menahan tangan Ziya, sehingga membuat Ziya merasa kaget dan semakin takut akan tindakan pria yang telah menjadi dewa penolongnya ini.


" Kau tidak bisa pergi dari tempatku ini, karena, diluar pasti mereka akan mengejarmu lagi,," Ucap pria itu yang sengaja menakuti Ziya untuk segera pergi meninggalkan ruangannya.


" Saya melihat sendiri kalau Tuan sudah mengalahkan mereka, tidak mungkin mereka masih mengejarku,," Ucap Ziya lagi yang masih menundukkan wajahnya di hadapan pria itu.


" Ya, memang aku telah mengalahkan mereka semua dan aku telah menolongmu, tapi, aku mohon kau juga bisa membantuku untuk tidak keluar dari kamar ini,," Ucap pria itu langsung pada Ziya.


" Aku sudah katakan, karena, aku telah menolongmu, aku mohon kau juga bisa menolongku,," Ucap pria itu yang sengaja maju mendekati tubuh Ziya.


Karena, merasa takut dengan kelakuan pria yang telah menjadi dewa penolongnya itu, akhirnya dengan memberanikan diri Ziya bertanya kepada pria itu suatu tindakan apa yang harus dilakukannya untuk membantu pria itu sebagai balas budinya pada pria yang telah menolong dirinya.


" Aku mohon jangan mendekat Tuan,," Ucap Ziya yang mencegah langkah kaki pria itu mendekati tubuhnya.


" Baiklah apa yang harus kulakukan untuk membalas kebaikan Tuan dengan permintaan Tuan terhadapku,," Ucap Ziya yang masih menundukkan wajahnya pada pria itu.


Sesaat pria itu, segera duduk di samping Ziya dan membisikkan sesuatu kepada Ziya yang membuat Ziya sangat terkejut mendengarnya.


" Bantu aku untuk menghilangkan reaksi obat perang.sang ini dengan cara penuhi hasrat tubuhku padamu,," Ucap pria itu sambil mengendus aroma leher Ziya.


" Tidak, aku tidak mau,," Ucap Ziya dengan spontan berdiri menjauhi pria penolongnya.


Saat mendengar ungkapan yang disampaikan oleh pria itu, dengan spontan Ziya terkesiap dan segera berdiri menjauhi tubuh pria yang sengaja membisikkan sesuatu kepadanya. Karena, melihat Ziya spontan berdiri dan menjauhinya, dengan segera pria itu juga berdiri dan berjalan dengan cepat ke tempat Ziya yang sedang berdiri.


" Kau tidak bisa menolak, aku sudah menolongmu, jadi, sebagai gantinya kau juga menolongku," Bilang pria itu yang melangkah mengejar Ziya.


" Tidak itu tidak mungkin, aku mengakui perbuatanmu sangat berjasa padaku, tapi, aku tidak mau membalas perbuatanmu dengan cara itu,," Ucap Ziya yang melangkah menjauhi kejaran pria itu.


Dengan tubuh yang kuat, Ziya segera berlari menuju ke arah pintu untuk keluar dari kamar ini, namun, percuma saja pintu itu sama sekali tidak bisa terbuka. Dengan wajah cemasnya Ziya menggoyang-goyangkan gagang pintu agar bisa terbuka dan mengeluarkan dirinya, namun goyangan tangannya itu tidak lebih cepat dari penangkapan pria itu pada dirinya.


" Bagaimana ini, kenapa tidak bisa dibuka,," Bilang Ziya sambil menggoyangkan keras gagang pintu kamar hotel.


" Percuma saja, gagang pintu itu hanyalah sebuah aksesoris keindahan pintu itu saja, pintu itu tidak bisa terbuka jika tidak memakai kode untuk membukanya,," Ucap pria itu yang sudah berada di belakang tubuh Ziya.


Saat mendengar ucapan penjelasan dari pria itu kepadanya, dengan tubuh yang lemas Ziya berbalik dan mendongakkan wajahnya melihat seseorang yang telah membantunya ini. Sambil menangis, Ziya meminta tolong kepada penyelamatnya ini, untuk melepaskan dirinya. Percuma saja ia berlari jauh melepaskan dirinya dari sekelompok orang yang mengejarnya tadi jika akhirnya dia menemukan penyelamat dan penyelamat itu tetap saja memperlakukan tubuhnya dengan tindakan yang sama dengan orang yang mengejarnya tadi.


" Tidak Tuan aku mohon, jangan lakukan ini padaku,," Ucap Ziya yang menangis sambil menangkupkan kedua tangannya di hadapan wajah pria itu.


Namun, karena, reaksi obat yang begitu kuat, sehingga membuat pria itu hanya bisa melakukan suatu hal yang membuat tubuhnya merasa puas dan bisa menghilangkan reaksi obat ini.


" Kau tidak bisa menolak, kau harus tetap membantuku saat ini juga, jangan salahkan aku jika aku memaksamu menggunakan kekera.san,," Ucap pria itu sambil menarik tangan Ziya.


Saat pria itu menarik tangan Ziya, dengan sangat mudah tubuh Ziya akhirnya masuk ke dalam pelukannya dan membuat nafsu pria itu memuncak.


" Aaaahhhhh jangan Tuan, aku mohon,," Ucap Ziya saat tangannya ditarik oleh pria itu.


" Kau sangat keras kepala Zoya, aku hanya ingin melakukan ini satu kali padamu, jika, tubuhku tidak terpengaruh obat perang.sang itu tidak mungkin aku menyentuhmu," Ucap pria itu dengan sangat tajam menatap wajah Ziya.


Seketika Ziya kaget saat mendengar perkataan pria itu yang menyebutkan dirinya adalah Zoya. Saat itulah Ziya membuka matanya dan melihat pria yang berada di hadapannya saat ini.


" Tuan mengertilah aku bukanlah Zoya, jadi tolong jangan lakukan ini padaku," Teriak Ziya yang masih menahan tubuhnya di dekat pintu.


" Aku tidak mau tahu,," Bilang pria itu yang mendekati wajahnya dan mencoba menciumi bibir Ziya.


Saat pria itu menciumi bibir Ziya dengan paksa, Ziya segera melawan dan memberontak memukul dada pria itu, namun kekuatan tubuh Ziya tidak ada bandingannya dengan pria ini. Dan, pria ini berhasil mendapatkan bibir Ziya dengan sangat puas.


" Eeemmmm lepaskan, aku, aku bukan Zoya," Bilang Ziya disela ciuman kasar dari pria itu.


Saat kaki Ziya ingin menendang bagian inti milik pria itu, pria itu malah dengan keahliannya menahan kaki Ziya yang terangkat dan membuat Ziya terperanjat karena kakinya telah ditahan oleh pria itu. Ziya terhenyak tidak bisa melakukan apapun lagi. Dan, disela ciuman yang dilakukan pria itu, Ziya hanya bisa berteriak menolak keinginan pria itu padanya.


" Tuan tolong lepaskan aku, aku bukanlah Zoya," Teriak Ziya saat pria itu melepaskan ciumannya dan mengangkat tubuh Ziya ke dalam gendongannya.


" Jangan lakukan ini padaku, lepaskan aku,," Ucap Ziya yang memberontak saat tubuhnya sudah berada di dalam gendongan.


Dengan segera pria itu meletakkan tubuh Ziya ke atas tempat tidur dan mengunci tubuh Ziya menggunakan tubuhnya. Ziya masih saja tetap memberontak akan perlakuan yang dilakukan oleh pria itu padanya.


" Lepaskan, aku, lepaskan aku,," Teriak Ziya sambil melawan dengan sekuat tenaganya walaupun tubuhnya masih merasakan reaksi dari obat bius.


" Jangan melawan, aku tidak akan melakukannya dengan kasar jika kau tidak melawan padaku,," Ucap pria itu sambil membuka baju dan celananya dengan cepat.


Sementara itu, Ziya masih saja memberontak, memukul dada dan lengan pria itu, namun, tidak ada sedikitpun rasa sakit pada pria ini. Malah pria ini berhasil menahan tubuh bagian bawah Ziya hingga berhasil membuka sehelai dress dari tubuh Ziya. Betapa terkejutnya Ziya ketika tubuhnya sudah tidak ada lagi penutup dari bagian atas sampai bagian bawah.


" Aaaahhhhh Tuan jangan lakukan ini,," Teriak Ziya histeris dengan tangisannya.


" Aku mohon Tuan jangan lakukan ini,," Ucap Ziya yang memohon pada pria yang sedang menciumi dan menji.lati lehernya.


" Jangan rusak kehidupanku, Tuan, hiks,, hiks,," Pinta Ziya lagi di sela tangisannya.


Namun, percuma saja Ziya menangisi tubuhnya yang sudah berhasil dikuasai oleh pria penolongnya itu. Saat ini dengan perlakuan lembut pria itu menji.lati tubuh Ziya dan memainkan gunung kembar yang belum pernah tersentuh itu.


Dengan sebuah tangan yang bermain di gunung kembar kecil bagaikan kuncup bunga yang sedang mekar, pria itu membisikkan suatu kata yang teringat oleh Ziya sampai kapanpun.


" Bantu aku sekali ini saja, aku tidak akan pernah menyakitimu, jika kau membantuku,," Ucap pria itu yang memberikan perintah pada Ziya.


Sambil perlahan memberikan sensasi kenikmatan pada tubuh gadis kecil di hadapannya ini. Pria itu kembali membisikkan sesuatu hal lembut lainnya ke telinga gadis yang begitu sangat cantik itu.


Memang saat ini pikiran pria itu dalam pengaruh obat perang.sang yang masih bereaksi dalam tubuhnya, namun, karena, kecantikan dari gadis kecil yang ada di hadapannya ini membuat tubuhnya semakin bernafsu untuk mendapatkan semua apa yang menjadi keinginannya itu.


" Bantu aku, aku mohon ini tidak akan terasa sakit jika kau menuruti perintahku,," Ucap pria itu kepada Ziya yang tubuhnya terlihat masih polos dan belum tersentuh sekalipun.


" Aku akan bertanggung jawab padamu, karena, aku telah melakukan ini padamu,," Ucap pria itu lagi di telinga Ziya dengan sangat lembut.


Saat mendengar perkataan pria itu, sambil menangis tersedu-sedu, Ziya hanya bisa pasrah dan tidak bisa lagi menolak keinginan dari pria yang telah menolongnya ini. Dengan buaian yang lembut dan tidak menyakiti tubuhnya, pria itu dengan sangat perlahan memasukkan inti milik dirinya ke bagian inti milik Ziya yang begitu kecil dan sangat sempit sekali.


Saat kepala inti itu mau masuk ke bagian inti luar milik Ziya. Ziya berteriak, meronta dan melawan sambil memukul kasar tubuh pria itu, namun pria itu masih saja tetap melakukan apa yang ada dalam pikirannya yaitu memuaskan hasrat tubuhnya karena, pengaruh dari obat yang ada dalam tubuhnya itu.


" Aaaahhhhh sa,, kit,," Teriak Ziya ketika bagian inti miliknya akan dimasukkan bagian inti milik pria itu.


" Tuan, aku mohon jangan lakukan ini padaku, aku tidak mau, sakit,, aku mohon lepaskan aku,," Teriak Ziya sambil memukul tubuh pria itu dan meronta melawan tubuh pria itu yang telah mengunci dirinya.


Namun, pria itu tetap saja melakukan perbuatannya yang menyakiti perasaan dan pikiran Ziya seorang gadis kecil yang telah dibantunya itu. Pria itu sama sekali tidak menghiraukan ucapan dan perlawanan yang dilakukan Ziya terhadapnya,


semakin Ziya memberontak dan melawan dirinya. Pria itu dengan sangat kasar memasukkan bagian inti milik dirinya ke dalam bagian inti milik Ziya yang belum pernah tersentuh sedikitpun.


" Aku sudah katakan, ini tidak akan sakit jika kau menuruti perintahku,," Bilang pria itu sambil mendorong kasar bagian inti miliknya ke dalam bagian inti milik Ziya.


" Aaakkkhh sakit, aku mohon Tuan, aku mohon jangan lakukan ini padaku, aku tidak pernah melakukan ini pada siapapun, aku mohon Tuan, aku mohon,," Ucap Ziya yang hanya bisa memohon sambil menangis tersedu-sedu dihadapan pria penolongnya.


Walaupun Ziya sudah berulang kali memohon dan meminta tolong kepada pria penolongnya itu. Pria itu sama sekali tidak menghiraukan ucapan permohonan yang dilontarkan Ziya terhadapnya. Dengan dua kali hentakan akhirnya bagian inti pria itu berhasil masuk ke dalam bagian inti milik Ziya. Dan, betapa senangnya pria itu merasakan sebuah sensasi yang begitu indah, nikmat setelah berhasil lolos memasuki ruangan yang begitu diinginkannya itu. Pria itu merasakan suatu sensasi hangat yang berupa cairan menghantam bagian inti miliknya. Pria itu tahu bahwa gadis kecil cantik yang berada di hadapannya ini masih suci dan belum tersentuh sekalipun.


" Terima kasih,," Ucap pria itu setelah berhasil mendapatkan apa yang diinginkannya.


" Aaaakkkhhhh,,, Sakit,,,,, Mama,,,," Teriak Ziya sekuat tenaga setelah merasakan bagian tubuh bawahnya yang sudah terkoyak sempurna dan menangis secara histeris.


Namun, disela ucapan terima kasih dari pria itu. Betapa terkejutnya Ziya ketika tubuhnya di bagian bawah merasakan sebuah robekan yang begitu pedih dan menyayat hatinya. Ziya hanya bisa berteriak sekuat tenaga dengan kedua tangan menarik apa saja benda untuk menahan rasa sakit pada tubuhnya di bagian bawah itu serta bibirnya sendiri yang ia gigit karena, merasa kecewa akan tubuhnya yang sudah tidak suci lagi.


Saat ini Ziya hanya bisa menangisi tubuhnya yang sudah hampa dan layu ini, disaat wajah pria itu menatap lembut wajahnya dengan tatapan penuh kebencian Ziya menatap dengan lekat wajah pria yang telah merenggut mahkota berharga miliknya itu.


Betapa bencinya Ziya menatap wajah pria yang berada di atas tubuhnya ini. Dengan tubuh yang lemah dan air mata yang terus mengalir pria itu sungguh sangat lama bermain dan mengalunkan punggungnya untuk memberikan irama kenikmatan yang diinginkan dirinya pada tubuh Ziya. Namun, hal itu tidak untuk Ziya, awalnya Ziya sungguh berterima kasih dan berhutang budi kepada pria ini. Namun perasaan terima kasih dan juga hutang budi itu hilang seketika, setelah pria itu berhasil merenggut mahkota berharga miliknya yang selalu menjadi kebanggaan tersendiri oleh seorang perempuan.


Saat ini dengan tatapan kosong, Ziya hanya bisa pasrah dan mengucapkan kata-kata yang keluar dari mulutnya sebuah ungkapan kesedihan dan sungguh menyayat hati.


" Mama,, maaf, kan Zi, Zi, Ziya, Ziya ti, tidak bisa menjaga di, diri Ziya lagi, maafkan Ziya,," Gumam Ziya yang menatap dengan tatapan kosong.


Pria itu sama sekali tidak mendengarkan ucapan yang dikatakan oleh Ziya saat ini, karena, pria itu masih menikmati keindahan yang luar biasa saat ini pada tubuhnya. Sungguh suatu keberuntungan pada dirinya saat tubuhnya sedang merasakan efek dari obat perang.sang dirinya mendapatkan suatu hal yang begitu indah dan juga nikmat.


Pria itu masih saja mendominasi tubuh Ziya yang melemah dan mengikuti keinginannya saat ini. Tanpa perlawanan sedikitpun dari Ziya, sehingga membuat pria itu melihat kondisi wanita yang berada di bawah tubuhnya itu. Ia jelas melihat mata gadis ini begitu indah, alis yang terukir begitu mempesona, serta bibir yang berdarah karena gigitannya Ziya sendiripun ia bersihkan juga terlihat begitu membuatnya terbuai.


Pria itu seketika menyunggingkan senyumannya ketika melihat tubuh Ziya yang menatap wajahnya dengan tatapan kosong. Dengan air mata yang mengalir deras, pria itu sengaja menciumi kedua mata Ziya bahwa ia akan bertanggung jawab dengan apa yang telah dilakukannya ini.


" Jangan menangis, aku akan bertanggung jawab,," Ucap pria itu sambil menciumi kedua mata Ziya.


Namun, Ziya sama sekali tidak mendengarkan perkataan yang diungkapkan oleh pria itu kepadanya. Saat ini, Ziya berada di dalam kehampaan hidup dan kekosongan yang ada dalam pikirannya.


Setelah mencapai puncaknya, pria itu menghentakkan tubuhnya dan menyemburkan benih indah ke dalam tubuh Ziya. Walaupun pria itu, mengakhiri perlakuannya pada tubuh Ziya dan mengeluarkan inti miliknya dari tubuh Ziya dengan sangat lembut. Dan, pria itu sendiri melihat dengan jelas betapa banyaknya darah yang menetes di tempat tidur, pria itu tersenyum dan merasa puas setelah berhasil mendapatkan sebuah sensasi kenikmatan yang diinginkan oleh tubuhnya ini.


Sesaat Ziya menolehkan wajahnya ke arah samping dan melihat jelas siapa pria itu, dengan tubuhnya yang penuh keringat bercucuran, Ziya berteriak kaget dan terbangun dari tidurnya. Ziya membuka matanya dan kaget bahwa ia merasakan sebuah mimpi yang begitu sangat nyata terjadi pada dirinya. Dan, di dalam mimpi itu ia bisa mengingat dengan jelas wajah pria yang telah melakukan pemerkos.aan pada dirinya.


" Al, ber,, to,," Teriak Ziya saat terbangun dari tidurnya.


Karena, terkejut Ziya segera duduk dari tidurnya itu dan menatap ke arah depan dengan napas yang terengah-engah, Ziya melihat bahwa saat ini dirinya sedang berada di dalam kamar pribadinya bersama Demian.


****