Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 73 - Rencana Jahat !!!



Sebelumnya,,


Tepatnya dimana saat Martin ditangkap oleh Alberto, disaat itu juga Alexa adiknya Alberto dan juga adiknya Martin berkunjung ke ruangan Martin saat itu. Alexa tidak tahu permasalahannya kenapa Alberto tiba-tiba mendatangi Martin yang saat itu mau keluar dari kamarnya.


Alexa pastinya sangat kaget sekali saat melihat Alberto yang sedang mengacungkan pistolnya tepat di depan kening Martin dan saat itu Alexa juga melihat Martin begitu ketakutan sekali dari wajahnya.


Saat Alexa berteriak mencegah tindakan Alberto itu, untunglah Alberto hendak menghentikan tindakannya itu karena, masih mendengar dan menyayangi sikap adik perempuan satu-satunya itu. Tapi, setelah Alexa mengetahui bahwa Alberto menangkap Martin itu karena, ketahuan bahwa Martin telah mengganggu Zoya istrinya Alberto.


Disaat itu Alexa membela Martin atas kesalahan yang dituduhkan Alberto kepadanya, karena, semua orang penghuni di kediaman besar Alexandre ini tahu bagaimana sifat dan karakter Zoya selama menjadi Nyonya besar Alberto.


Tapi, tak disangka Alberto tidak terima atas ucapan Alexa yang menuduh dirinya sengaja mengatakan bahwa Alberto menangkap Martin yang tidak memiliki kesalahan apapun. Membuat emosi Alberto naik dan menampar wajah Alexa saat itu juga, sebenarnya Alberto tidak ingin menampar wajah adik perempuannya ini, tapi ucapan yang dilontarkan oleh Alexa begitu tajam menilai kehadiran Ziya dalam kehidupan mereka itu.


Karena, Alexa sama sekali belum mengetahui bagaimana sikap dan sifat Ziya aslinya.


Karena, mendapatkan tamparan langsung dari Kakak yang begitu menyayanginya itu membuat Alexa marah dan segera memberitahu Mommy nya yaitu Mommy Gladys untuk segera menolong Martin.


Claire dan Gladys yang sedang duduk-duduk bersantai ria di sebuah taman area kediaman Alexandre yang begitu besar ini, membuat dua wanita ini bagaikan majikan yang terlihat begitu angkuh dan menikmati indahnya kehidupan menjadi orang kaya, terhormat dan bahkan tidak kekurangan sedikitpun.


Enak sekali ya,,


Bersantai ria, menjadi Nyonya besar dan Nona besar, menjadi majikan yang begitu dilayani oleh pembantunya. Wah, wah, wah kehidupan yang begitu indah.


" Aunty, aku sudah tidak sabar lagi untuk segera mengeluarkan wanita ja-lang itu dari rumah ini,," Ucap Claire dengan tatapan matanya yang memiliki sebuah rencana besar.


" Heeemm,, Calm down, Baby,," Bilang Gladys yang menenangkan hati Claire saat ini.


" Kau pikir, Aunty tidak memiliki rasa sabar lagi untuk mengeluarkan wanita ja-lang itu dari rumah ini,," Bilang Gladys lagi yang sama-sama memiliki pemikiran jahat di dalam otaknya itu.


" Aunty, lihat sendiri, bukan, bagaimana cara Alberto kepadaku tempo hari, dia sengaja ingin menembak kepalaku, gara-gara wanita ja-lang itu,," Bilang Claire yang sangat dendam pada Ziya.


Seakan Alberto yang ingin menembak kepalanya itu, oleh karena, Alberto termakan rayuan Ziya. Padahal sama sekali bukan karena, itu, Alberto ingin menakuti Gladys dan Claire karena mereka telah berani melakukan rencana jahat terhadap Ziya. Ziya yang saat ini bisa mengambil hati dan perasaan Alberto yang telah lama tertutup atas kehadiran perempuan manapun.


" Heeem,, benar sekali ucapanmu,," Bilang Gladys yang mengingatkan disaat Claire kepalanya diletakkan sebuah jeruk lalu ditembak langsung oleh Alberto tanpa aba-aba lagi.


Membuat Gladys bertanya-tanya dalam hati siapa sebenarnya Zoya yang saat ini bisa membuat Alberto yang dulunya tidak perduli menjadi perduli dengan kehadiran dirinya saat ini.


" Aunty, mengira,, sepertinya wanita itu berbeda dengan dirinya dulu,," Bilang Gladys yang mengira bahwa menurut pendapatnya kehadiran Ziya saat ini sangat beda sekali dengan sikap dan cara Zoya terdahulu.


" What happened, Aunty,,?" Tanya Claire yang begitu penasaran terhadap pemikiran Gladys saat ini.


" Ya, maksudnya,, sikap dan caranya itu sungguh berbeda dengan sikap dan caranya saat dimana ia dulu sebelum pergi dari rumah ini,," Bilang Gladys yang menjelaskan keadaan sikap Ziya saat ini.


Claire seperti sedang memikirkan sesuatu maksud yang dijelaskan oleh Gladys saat ini.


" It's True,, Aunty,, Aku merasa bahwa wanita itu berbeda dengan ja-lang yang dulu,," Ucap Claire menatap ke depan dengan tatapan mata yang sangat tajam.


" Namun, Claire, We Don't Worry, masih banyak cara dan rencana yang belum kita lakukan untuk melempar wanita ja-lang itu jauh dari tempat ini,," Bilang Gladys yang tersenyum sinis pada Claire.


Sedangkan Claire mengedipkan matanya pada Gladys, seakan mengerti maksud dari perkataan Gladys saat ini.


" It's True, Aunty, Kau sungguh pintar dan pastinya licik,," Bilang Claire yang memuji kelicikan dan kepintaran Gladys dalam mengatur siasat untuk melakukan rencananya itu.


" Siapa dulu, Your Aunty,, Gladys,," Ucap Gladys yang membanggakan dirinya sendiri.


Terlihat Claire dan Gladys sedang tertawa bersama lalu menyeruput secangkir teh yang telah disuguhkan di atas meja tepat di hadapan mereka.


Terdengar bunyi suara ponsel Gladys, menandakan seseorang telah menelepon dirinya. Dengan gaya anggunnya Gladys segera mengambil ponsel yang ia letakkan di atas meja di hadapannya.


" Siapa yang menelepon ?" Ucap Gladys yang melihat layar ponselnya.


Gladys melihat layar ponselnya siapakah orang yang telah meneleponnya itu ?


Claire hanya bersantai ria sambil menyeruput teh miliknya.


" My Princess "


" Oww,, My Princess,," Ucap Gladys yang segera mengangkat teleponnya.


" What happened My Baby,," Bilang Gladys mengangkat teleponnya.


" Where, Mommy,," Tanya Alexa langsung kepada Gladys.


" Mommy sedang berada di taman bersama Claire,, ada apa, Baby,," Jawab Gladys yang menjelaskan tempatnya ada dimana.


" Mommy,, di taman,, cepat kembali, Gawat,," Bilang Alexa secara langsung kepadanya Gladys saat itu.


Pastinya Gladys kaget mendengar Alexa yang menelepon menyebutkan "Gawat" di sela teleponnya itu.


" Gawat,, Kenapa, sayang,?" Tanya Gladys yang wajahnya sedikit berubah menjadi penasaran.


Claire yang mendengar ucapan Gladys menyebutkan kata gawat, membuat telinga Claire ikut mendengarkan apa yang dimaksud oleh Alexa saat ini.


" Mommy, cepat kembali, Lexa tidak bisa menjelaskannya melalui telepon,," Bilang Alexa yang menjelaskan keadaan saat ini.


" Ya, Baby, Mommy paham, tapi sebutkan dulu intinya apa,,?" Tanya Gladys yang begitu penasaran terhadap ucapan Alexa yang menyebutkan gawat itu.


Alexa cukup lama terdiam lalu menyebutkan bahwa Martin telah tertangkap oleh Alberto dan langsung ditahan di dalam ruangan penyekapan miliknya itu.


" Kak Martin,," Ucap Alexa yang memikirkan ucapannya itu lalu segera menyambungkannya.


Gladys yang sangat kaget atas ucapan Alexa menyebutkan nama Martin itu terdiam sejenak sebelum Alexa menyambungkan omongannya itu.


" Martin,, Martin kenapa ?" Tanya Gladys yang suaranya sedikit meninggi mendengarkan nama Martin itu.


Pastinya juga terlihat di wajah Claire saat ini yang mengkhawatirkan keadaan Martin saat namanya diucapkan oleh Gladys saat ini.


" Kak Martin, Kak Martin, ditangkap oleh Kak Alberto, Mom,," Bilang Alexa dengan suara yang sangat kecil sekali dan terbata-bata sehingga membuat Gladys sangat kaget atas ucapannya itu.


" Apaaaaa,,, ditangkap,," Ucapan yang keluar dari mulut Gladys saat ini sehingga membuat Claire ikut-ikutan kaget.


Claire yang mendengarkan nama Martin telah ditangkap oleh Alberto, pastinya sangat mencemaskan keadaan Martin saat ini.


Kenapa bisa ditangkap ?


Pikir Claire dan Gladys saat ini.


Dengan segera, Claire dan Gladys meninggalkan taman dan pastinya segera berlari masuk ke dalam rumahnya begitu penasaran maksud dari ucapan yang telah diucapkan oleh Alexa yang begitu membuatnya kaget itu.


Terdengar suara langkah kaki Gladys yang diikuti Claire mendatangi kamarnya saat ini, saat membuka pintu kamarnya terlihat Alexa sudah berada di sana. Dengan segera Gladys masuk dan menghampiri Alexa, sementara Claire menutup dan mengunci pintu kamarnya ini.


" Sayang, maksudnya apa, Mommy sama sekali tidak mengerti,," Tanya Gladys yang mendekatkan langkahnya ke arah Alexa.


" Mommy, Kak Martin dituduh oleh Kak Alberto telah mengganggu istrinya." Jelas Alexa kepada Mommynya.


Gladys merasakan hal yang janggal atas ucapan Alexa saat ini.


" Maksudmu,, Mommy tidak mengerti,," Tanya Gladys yang masih saja tidak mengerti akan ucapan Alexa.


" Yaahh,, masa Mommy tidak mengerti kalau, Kak Martin telah ditangkap Kak Alberto hari ini atas kejadian yang telah terjadi di kamar Alberto.


Gladys semakin bingung atas maksud dari pembicaraan Alexa saat ini.


" Hah!! kejadian di kamar Alberto, kejadian apa,," Tanya Gladys lagi yang penasaran itu.


" Aduhhh,, Mommy,, masa Mommy tidak tahu kalau sebelum tertangkapnya Kak Martin oleh Kak Alberto, Kak Martin telah berani-beraninya masuk diam-diam ke dalam kamar Kak Alberto dan mengganggu wanita itu,," Ucap Alexa yang menjelaskan pada Gladys.


Gladys dan Claire saling berhadapan wajah dengan mulut yang menganga itu. Memang saat kejadian itu mereka berdua tidak ada di rumah melainkan sedang menikmati pemandangan indah di sebuah taman rumah Alexandre yang begitu jauh dari posisi kamarnya Alberto.


Jadi, sangat wajar sekali apabila Claire dan Gladys tidak mengetahui kejadian dan keadaan yang telah terjadi.


" Yaa,, Mommy memang tidak tahu,, terus kenapa Alberto menangkap Martin, apa salah Martin,,?" Tanya Gladys yang tidak tahu menahu kenapa Martin ditangani itu.


" Ya, karena, Kak Martin telah mencelakakan wanita itu." Ucap Alexa yang membuat mulut Gladys seketika langsung menganga.


" Apa,,?" Ucapan yang keluar dari mulut Gladys dan Claire secara bersamaan.


" Bukannya wanita ja-lang itu suka sama laki-laki, tapi, kenapa dia menuduh Martin mencelakakan dia,," Bilang Claire yang berkata di sela percakapan Gladys dan Alexa


" Ini pasti ada yang tidak beres Aunty,," Bilang Claire lagi yang menerka keadaan Ziya saat itu.


" Pasti,, ini pasti akal-akalan busuk wanita ja-lang itu,," Bilang Gladys yang menatap tajam ke arah jendela dan menginginkan nyawa Ziya secara langsung untuk segera dihabiskan.


" Aku sudah bilang, lebih baik kita cepat melakukan rencana kita, Aunty, sebelum ja-lang itu merajalela dan menjadi-jadi sikap angkuhnya di rumah ini,," Ucap Claire yang menambah panas di hati dan pikiran Gladys saat ini.


" Kau, benar,, kita harus segera melaksanakan rencana kita,," Jawab Gladys yang berbalik tersenyum sinis kepada Claire.


Alexa yang tidak tahu menahu rencana Mommy dan Sepupunya itu, merasa bahwa tindakan pikiran Mommynya saat ini salah. Dibandingkan harus melakukan rencananya itu lebih baik saat ini Mommynya segera membantu Kakaknya Martin agar bisa keluar dari tempat ruangan penahanan milik Alberto.


" Mom,, Mommy salah,, Mommy pikirkan dulu nyawa Kak Martin, baru yang lain." Bilang Alexa dengan nada suara yang meninggi.


Gladys teringat bahwa saat ini nyawa Martin adalah hal utama yang harus diselamatkan olehnya. Bukan hal lain yang tidak terlalu penting baginya itu.


" Yeah,, Baby itu pasti, nyawa Kakakmu adalah hal yang paling utama Mommy tujukan." Ucap Gladys mengusap lembut wajah Alexa.


" Kamu tenang saja, sayang. Dalam sekejap wanita ja-lang itu sendiri yang akan mengeluarkan Martin dari penyekapan yang dilakukan oleh Alberto." Bilang Gladys dengan mata yang tajam karena telah memiliki rencana yang tepat untuk dilakukannya kepada Ziya.


Alexa merasakan Mommynya adalah orang yang pintar itu. Segera memeluk tubuh Mommynya agar bisa cepat menyelamatkan Martin.


" Lexa, harap Mommy cepat melakukannya, Kasihan Kak Martin, Mom,," Ucap Alexa yang merasa bersedih atas kehilangan Martin kakaknya saat ini.


" Baik sayang,," Bilang Gladys yang mengelus lembut rambut Alexa.


Dalam tatapan tajam mata Gladys itu sedang memikirkan sesuatu rencana jahat untuk Alberto sendiri.


" Dasar, kau, Alberto,, berani-beraninya kau bermain denganku, aku lihat apakah kau masih sanggup bermain denganku, dimana saat kau melihat istrimu sudah tidak berdaya." Ucap Gladys dalam hati dengan tatapan yang begitu tajam itu.


Sementara Alexa yang berada dalam pelukan Gladys saat itu dengan lembut melepaskan pelukannya.


" Tenang saja, sayang Mommy dan Kakak berjanji untuk bisa menyelamatkan Martin,," Ucap Claire yang mengusap lembut rambut Alexa.


" Heeemm,," Jawab Alexa singkat dan mengangguk.


Sesaat ponsel milik Alexa berbunyi menandakan telepon dari seseorang. Alexa segera mengangkat teleponnya.


" Halo,," Bilang Alexa mengangkat teleponnya.


" Oh Oke,, Yes," Bilang Alexa lagi terhadap teleponnya.


Sesaat Alexa mematikan teleponnya. Alexa segera meminta izin kepada Mommynya dan menciumi pipi Mommynya.


" Who ?" Tanya Gladys kepada Alexa.


" Friend,," Ucap Alexa sesaat dan segera menciumi pipi Mommynya dan tersenyum melewati Claire.


Alexa pun keluar dari kamar Mommynya dan pergi dari ruangan tersebut. Sementara itu Gladys dan Claire yang hanya tinggal berdua di dalam kamar membuatnya merencanakan sesuatu yang sangat matang saat ini.


" Aunty saatnya kita harus melakukan rencana ini,," Ucap Claire yang berbicara tepat di belakang Gladys.


" It's True, Claire,," Jawab Gladys lalu berbalik arah menghadap Claire.


" Kita harus segera melakukannya, karena, sikap ja-lang itu, Martin tertangkap tanpa alasan yang jelas," Ucap Gladys yang terlihat sangat geram dengan Ziya saat ini.


" Segera, Aunty, karena, nyawa Martin dalam bahaya,," Bilang Claire yang menambah bumbu penyedap emosi Gladys yang meningkat.


Gladys ingat bahwa saat ini Ziya telah memiliki asisten pribadi. Jadi, tidak seharusnya melewati dia untuk melakukan rencana ini, melainkan bisa melalui asisten pribadi Ziya yang akan melakukan rencananya ini.


" Aku akan segera melakukannya, dengan menggunakan asisten pribadi ja-lang itu,," Ucap Gladys dengan tatapan yang tajam.


Claire seolah tidak mengerti tapi sungguh Claire kagum atas kepintaran dan kelicikan pemikiran Auntynya ini dalam menyusun suatu rencana yang mematikan ini.


Claire tersenyum sinis saat mendengar ucapan Gladys yang akan menggunakan Vena sang asisten pribadi Ziya untuk melakukan rencananya ini.


Sungguh rencana yang begitu bagus bagi mereka,,


Dan, sebuah rencana yang mematikan bagi Ziya saat ini.


Sudah mendapatkan musibah yang buruk kemarin, saat ini masih ada saja musibah buruk lagi yang akan menimpa Ziya.


Apakah Ziya bisa sanggup menghadapinya ?


***