
Bag. 279 - Salah Menyebutkan Panggilan
Karena, Nyonya yang sebenarnya dari awal sampai saat ini dan seterusnya serta diakui kesalahan yang pernah ia lakukan hanyalah Ziya bukan Zoya. Oleh sebab itu, Alberto langsung saja menghentikan ucapannya Zavier. Dan seketika Zavier terdiam sejenak, setelah itu barulah Zavier menyambungkan ucapannya.
" Sebenarnya hal yang terjadi adalah teman pria yang sedang bersama dengan Zoya, tidak diketahui keberadaannya,," Bilang Zavier dengan pernyataan yang terdengar cukup serius bagi Alberto.
" What happened ?" Tanya Alberto singkat.
" Kau tahu, Jimmy teman pria Zoya yang sengaja pergi bersama ke Australia, dan pengusaha sukses dari Perancis juga ?" Tanya Zavier lagi pada Alberto seolah sedang mengingatkan Alberto dengan sosok Jimmy temannya Zoya.
" Ya, I know,," Jawaban Alberto lagi dengan singkat.
" Lalu ?" Tanya Alberto lagi yang masih tetap berdiri di tempatnya saat ini.
" Disaat operasi rencana sedang berlangsung, jelas sekali bahwa Jimmy juga dibawa ke markas persembunyian milik Roserish,," Jawab Zavier dengan suara terdengar begitu serius.
" Tetapi, disaat aku dan tim operasi, memeriksa semua ruangan markas Roserish sama sekali tidak menemukan dimana keberadaan Jimmy,," Sambung Zavier lagi.
" Apakah kemungkinan, Jimmy merupakan ada hubungan sesuatu dengan keluarga Roserish ?" Tanya Zavier balik pada Alberto.
Benar sekali yang dikatakan oleh Zavier, karena, disaat Zavier dan timnya sedang melakukan operasi rencana misi dari Alberto. Disaat itu Jimmy juga dibawa oleh tim Roserish, beserta dengan Zoya. Namun, disaat Zavier sudah berhasil melumpuhkan semua lawannya di dalam markas besar milik Roserish yang berada di negara Australia.
Zavier sama sekali tidak menemukan dimana letak keberadaan dari temannya Zoya. Oleh sebab itu, Zavier sedikit bingung dan langsung menanyakan perihal kebingungannya kepada Tuan Besar sekaligus temannya yang memiliki pemikiran brilian. Untuk sejenak Alberto memikirkannya terlebih dahulu apa yang telah disampaikan oleh Zavier. Karena, masalah yang disampaikan oleh Zavier ini merupakan masalah yang cukup serius dan harus ia tanggapi dengan sesegera mungkin.
" Selesaikan dulu, misi pertama, setelah aku mendapatkan jawabannya, kita akan segera membahas masalah ini,," Jawab Alberto dengan suaranya yang terdengar bijak dan juga sigap menanggapi masalah yang disampaikan oleh Zavier.
" Oke, jika aku telah tiba aku segera menghubungi kau,," Bilang Zavier yang segera mengerti akan maksud dari jawaban Alberto.
" Heeemmm, ya,," Jawab Alberto balik menanggapi ucapan Zavier.
Seperti biasa setelah selesai menyampaikan apa yang ingin dilaporkannya kepada Alberto, Zavier selalu memutuskan panggilan teleponnya meskipun yang menelepon itu bukanlah dirinya melainkan orang yang terlebih dahulu menghubunginya. Oleh sebab itu, semua teman Zavier sudah mengetahui bagaimana sifat asli dari temannya yang satu ini.
Setelah selesai menghubungi temannya itu, barulah Alberto melangkahkan kakinya kembali menuju ke ruangan khusus miliknya dalam memantau semua kondisi keadaan kediamannya itu. Karena, Alberto ingin mengetahui siapa orang yang telah berani masuk ke dalam kamar Ziya, tanpa diketahui oleh semua pengawal yang sudah standby di depan kamarnya dan bahkan di luar ruangan.
Karena, tidak mungkin Ziya bisa pingsan begitu saja tanpa adanya orang yang tengah mengganggu dirinya atau orang tersebut tengah mengagetkan dirinya yang sedang sendirian di kamarnya tersebut. Namun, ketika Alberto akan melangkah menuju ke ruangan pemantau, Alberto teringat akan ucapan Zavier yang memberitahukan padanya bahwa teman pria Zoya menghilang disaat Zavier tengah melakukan operasi.
Karena, menurut laporan dari Zavier, saat timnya Zavier sedang menjalankan operasi untuk segera mendapatkan Zoya dari tangannya klan Roserish. Saat itu Zavier bisa melihat dengan jelas bagaimana tindakan timnya Roserish menangkap Zoya dan juga teman prianya yaitu Jimmy. Tapi, kenapa Jimmy bisa tidak ada lagi di tempat markas besar persembunyian milik Roserish yang dipimpin oleh adiknya itu.
" Jimmy menghilang ?" Tanya Alberto dengan suara yang begitu kecil dan semua pengawal yang berada di dekatnya sama sekali tidak mendengar suara Alberto yang tengah bergumam sendiri itu.
Pastinya Alberto juga merasa aneh dan penasaran atas hilangnya Jimmy temannya Zoya. Hingga Alberto harus berpikir juga mengenai kehilangan Jimmy menurut laporan dari Zavier. Di dalam pikiran Alberto saat ini yang berputar adalah mengenai Jimmy, mengenai orang yang masuk ke dalam kamarnya Ziya, mengenai sistem suara di kediamannya yang tengah terputus sehingga membuat Alberto tidak bisa mendengar jelas suara dari Gladys yang tengah serius saat menelepon seseorang.
" Heeehhh, sepertinya, aku harus segera mengetahui siapa itu Jimmy sebenarnya ?" Tanya Alberto lagi di tengah jalannya yang sedang menuju ke ruangan pemantau.
" Karena, tidak mungkin, Jimmy bisa menghilang begitu saja, ketika, ia berada di markas Roserish,," Ucap Alberto kembali dengan pikirannya yang diliputi banyak pertanyaan serta rasa penasaran.
" Apakah Jimmy memiliki hubungan dengan Roserish ?" Tanya Alberto lagi dalam hatinya.
" Aku akan cari tahu tentangnya, setelah urusan ini selesai," Ucap Alberto lagi yang masih tengah melangkah menuju ke ruangannya.
Setelah sampai di depan ruangan pemantau alias ruangan cctv, barulah Alberto meminta pengawalnya yang bernama Frengky untuk segera memanggil Friek untuk diberikan sebuah perintah kembali.
" Frengky,," Ucap Alberto yang tengah menghentikan langkah kakinya disaat tiba tepat di depan ruang pemantau.
" Ya Tuan,," Jawab Frengky dengan sigap ketika Alberto menyebut namanya saat menghentikan langkahnya tepat di depan ruangan.
" Panggil Friek dan anggotanya yang lain,," Pinta Alberto kepada Frengky yang sudah standby di hadapannya saat ini.
" Baik Tuan,," Jawab Frengky sambil menganggukkan kepalanya.
Setelah memberikan sebuah perintah kepada pengawalnya barulah Alberto masuk ke dalam ruangannya sendirian tanpa ditemani oleh satupun pengawal. Karena, Alberto hanya ingin dikawal oleh pengawalnya ketika ia berada diluar ruangan pribadi. Sedangkan, Frengky dengan segera menghubungi Friek saudaranya untuk langsung menghadap Alberto. Pastinya tidak lain dari perintah yang akan diberikan oleh tuan besar mereka.
Saat ini Alberto sudah berada di dalam ruangan cctv, hal itu ia lakukan karena, ia ingin tahu siapa yang telah masuk ke dalam kamarnya Ziya dan juga siapa yang telah masuk ke dalam ruangan rahasia milik Axeloe seperti apa informasi yang Ziya dapatkan dari Vena.
Setelah selesai menekan semua tombol yang ada di hadapannya itu dengan segera mata Alberto langsung tertuju ke sebuah tempat yang begitu jelas dan tertarik untuk diperhatikannya saat ini. Tidak lain lagi adalah depan kamar Ziya dan terlihat memang seperti seseorang yang sedang menyelinap ke kamarnya Ziya menggunakan jubah besar menutupi tubuhnya.
" Siapa dia ?" Tanya Alberto dengan matanya yang tertuju kepada sosok orang menggunakan jubah hitam dengan perlahan mengendap masuk ke dalam kamarnya Ziya.
Pastinya Alberto begitu penasaran dengan sosok orang yang sengaja mengendap secara perlahan-lahan dan begitu berani sekali masuk ke dalam kamar Ziya meskipun ia tahu bahwa di dalam kediaman Alberto pasti banyak sekali orang yang lewat serta pengawal yang sedang menjaga. Tapi, memang saat itu tepat di depan kamarnya Ziya tidak ada penjagaan ketat dari para pengawal.
****