
Namun disaat pengawal itu ingin keluar dari ruangannya itu, Zoya langsung mencegah langkahnya dan bertanya tentang keadaan Jimmy, karena, sedari tadi Zoya tidak melihat bahwa Jimmy sudah dimasukkan ke dalam ruangan gelap bersama dengannya itu.
" Tunggu !!" Panggil Zoya kepada pengawal itu.
" Ya,," Jawab pengawal itu seolah menoleh dalam keadaan tatapan dingin.
" Apakah Jimmy selamat ?" Tanya Zoya menuju ke intinya langsung.
" Anda bisa menggunakan kursi anda untuk mencapai ke arah tempat Jimmy. Anda bisa melihatnya sendiri Nyonya,," Gumam pengawal itu dengan tatapan masih dingin.
" Tempat Jimmy ada di sebelah kiri Anda Nyonya,," Ucap pengawal itu lagi memberitahukan tempat posisi keberadaan Jimmy.
Sebenarnya pengawal itu tidak mau memberitahu Zoya tentang keadaan Jimmy yang sudah sekarat, karena, peluru tembak yang digunakan oleh pengawal pribadi Helen mengenai bagian punggung Jimmy dan masuk ke dalam tubuhnya.
" Baik terima kasih,," Jawab Zoya dengan segera menggeser ke arah kiri menurut petunjuk dari pengawal yang telah dikirimkan oleh salah satu sahabat Alberto.
Saat pengawal itu pergi dan menutup pintu ruangan gelap itu barulah Zoya menggerakkan kursinya ke arah samping kiri tubuhnya itu sesuai dengan petunjuk dari pengawal tadi. Walaupun cukup sulit untuk menggapai ke tempatnya Jimmy, yang terpenting bagi Zoya adalah bisa menemui Jimmy seorang pria yang selama ini telah menjaga, melindungi dan bahkan membantunya itu.
" Jim, aku tahu kalau kau ada disini, tolong beritahu aku kau ada dimana, Jim ?" Tanya Zoya sambil merengek mencari keberadaan Jimmy.
" Pengawal itu berkata keberadaan Jimmy ada di sebelah kiri, ya, aku harus ke sebelah kiri,," Gumam Zoya sambil bersikeras menggeserkan kursinya.
Walaupun di dalam ruangan yang gelap, Zoya sama sekali tidak pernah menyerah untuk menemukan keberadaan Jimmy hanya ada sedikit cahaya yang masuk ke dalam ruangan itu.
" Aakkhhh itu pasti Jimmy,," Gumam Zoya ketika samar-samar melihat keberadaan Jimmy.
Dan, akhirnya Zoya bisa melihat dimana keberadaan Jimmy terlihat jelas dari celah cahaya yang masuk ke dalam ruangannya itu. Dengan segera Zoya berjalan menuju ke tempat Jimmy yang sedang berbaring, setelah sampai di tempat tidurnya Jimmy, dengan segera Zoya melepaskan tali ikatan yang mengikat salah satu tangannya menggunakan giginya.
" Eehhh, bagaimana aku bisa menggapai tubuhnya Jimmy kalau tanganku terikat seperti ini,," Gumam Zoya sambil memikirkan sesuatu hal agar bisa melepaskan tali yang sedang mengikat tangannya itu.
" Lebih baik aku lepaskan dulu, nanti akan aku pasang lagi,," Ucap Zoya sambil melepaskan tangannya dari ikatan tali menggunakan giginya sendiri.
Setelah terlepas ikatan talinya dengan segera Zoya berlari mendekati Jimmy yang sedang terbaring lemah itu. Betapa terkejutnya Zoya ketika melihat kondisi tubuh Jimmy yang lemah dan tidak berdaya serta darah yang terus mengalir deras dari punggung belakangnya.
" Jim,, ini aku Zoya,," Ucap Zoya sambil memeluk erat tubuh Jimmy.
" Baby,," Suara Jimmy yang terdengar begitu lemah sekali.
" Iya, iya ini aku Jimmy,," Ucap Zoya lagi sambil memeluk erat tubuh Jimmy.
" Baby, apakah kau terluka ?" Tanya Jimmy yang masih mengkhawatirkan keadaan Zoya.
" Tidak, aku tidak apa-apa, Jim,," Jawab Zoya sambil menggelengkan kepalanya menatap wajah Jimmy yang terlihat begitu lemah sekali.
" Heemmm baguslah, kalau seperti itu, Baby, aku berharap semoga kau selalu dilindungi oleh tuhan, Baby,," Gumam Jimmy sambil menahan sakit di belakang tubuhnya tepatnya di bagian tembakan yang dilakukan oleh pengawal brutal itu.
" Ya, aku selalu dilindungi karena, ada kau Jim, terima kasih karena, kau sudah melindungiku,," Ucap Zoya sambil mengecup erat kening Jimmy.
" Terima kasih Baby, karena, untuk pertama kalinya kau menciumi keningku seperti ini,," Ucap Jimmy sambil tersenyum memandangi wajah Zoya.
" Aku akan melakukan apapun yang kau inginkan, Jimmy, jangan takut kita akan selamat,," Gumam Zoya sambil memeluk erat tubuh Jimmy.
" Aku tidak pernah takut, jika kau selamat Baby,," Gumam Jimmy sambil menyentuh lembut wajah Zoya.
" Baby, bolehkah aku bertanya satu hal padamu ?" Tanya Jimmy dengan tubuhnya yang lemah.
" Ya, tanyakan saja Jim,," Ucap Zoya memberikan izin kepada Jimmy langsung.
" Aku tahu jika selama ini kau tidak pernah mencintaiku, aku juga tahu jika selama ini cinta yang ada di hati ini sudah dimiliki oleh seseorang dan aku mengerti jika kau begitu lembut denganku, karena, kau menghormatiku serta kau menghargaiku, aku berterima kasih padamu, Baby, karena, hanya kaulah seorang wanita yang bisa membuka hatiku untuk cinta. Walaupun kau tidak pernah bisa untuk mencintaiku setulus hatimu, tapi, aku tahu kau memperlakukanku setulus hatimu Baby dan aku juga tahu bahwa kau hanya menganggapku sebagai seorang ayah, ibu, teman, kekasih dan bahkan semuanya, hanya satu yang tidak pernah kau anggap dariku adalah kau tidak pernah mencintaiku Zoya." Gumam Jimmy sambil menahan rasa sakit di belakang tubuhnya.
" Tidak, tidak aku tidak pernah seperti itu Jimm, aku sangat menyayangimu,," Jawab Zoya menangis di hadapan Jimmy.
" Aku tidak pernah memaksamu untuk mencintaiku Baby, tapi, untuk hari ini aku minta pengakuan darimu, apakah kau mencintaiku ?" Tanya Jimmy dengan wajah penuh harap.
Disaat Jimmy bertanya seperti itu, Zoya masih memikirkan apakah hatinya mencintai Jimmy, padahal di dalam hatinya sudah memiliki sebuah ruangan hanya untuk satu orang saja. Namun, karena, selama ini Jimmy tidak pernah menanyakan dirinya tentang hal cinta. Oleh sebab itu dengan segera Zoya menjawabkan pertanyaan Jimmy ini untuk dirinya.
" Ya, Jim, aku mencintaimu,," Jawab Zoya untuk memberikan semangat kepada Jimmy.
" Terima kasih, Baby, aku tahu jawaban ini hanya untuk memberikan semangat dan keyakinan padaku, namun, di dalam hatimu ini sudah tertutup untuk pria lainnya termasuk aku," Ucap Jimmy sambil tersenyum dan membuat Zoya menangis.
" Jangan bicara seperti itu, Jim, aku memang tulus mencintaimu,," Gumam Zoya yang terdengar menangis sesenggukan di hadapan Jimmy.
" Jangan menangis, walaupun aku sudah tidak berada di sampingmu lagi, percayalah bahwa aku akan tetap ada di hatimu ini, aku akan selalu bersamamu untuk membuatmu merasa bahagia, Jimmy tidak akan pernah pergi dari kehidupan Zoya." Gumam Jimmy sambil menghapus air mata Zoya.
" Tidak Jimmy, tidak, kau tidak akan pernah pergi dari hidupku, siapa yang akan menemaniku, selain kau Jimmy,," Ucap Zoya lagi dengan beruraikan air mata yang begitu deras sekali.
" Pria yang ada di hatimu ini, yang akan selalu membuatmu bahagia selama-lamanya," Jawab Jimmy dengan senyumannya.
" Tunggu sebentar, aku akan meminta bantuan dari pengawal yang telah membantuku barusan, kau akan selamat, tidak akan terjadi apa-apa padamu Jim,," Ucap Zoya sambil melepaskan pelukannya dan beranjak dari tempat duduknya.
Ketika Zoya akan beranjak dari tempat duduknya itu, dengan sekuat tenaganya Jimmy langsung menarik tangan Zoya, karena, percuma saja jika Zoya mencari seseorang untuk mendapatkan pertolongan ataupun bantuan, karena, tidak akan ada yang bisa membantu Jimmy dalam melewati masa kritisnya ini.
" Tidak perlu, Zoya, nyawaku tidak akan lama lagi, karena, mereka telah menembak bagian punggungku,," Ucap Jimmy yang menarik tangan Zoya dan membuat Zoya tercengang.
" Apa ?" Gumam Zoya tercengang ketika mendengarkan ucapan Jimmy.
Karena, merasa penasaran dengan segera Zoya kembali memeluk tubuh Jimmy dan meraba bagian belakang tubuhnya Jimmy dan ternyata benar, darah segar mengalir deras merembes ke seluruh tempat tidur membuat Zoya histeris menangisi keadaan Jimmy.
" Haah!! Oh God, kenapa bisa seperti ini,," Gumam Zoya yang memegang seluruh bagian punggungnya Jimmy.
" Mereka sudah tahu bagaimana cara melumpuhkan aku,," Gumam Jimmy sambil tersenyum menatap wajah Zoya.
" Mereka begitu biadab, aku akan membalas perbuatan mereka semua, Jim jangan tinggalkan aku,," Gumam Zoya sambil memeluk erat tubuh Jimmy.
Karena, melihat wajah Zoya yang bersedih menatapnya itu sambil memeluk tubuhnya dengan erat. Sehingga membuat Jimmy langsung menyeka air mata Zoya yang mengalir deras itu. Dan, tersenyum senang ketika mendengarkan ucapan Zoya yang berniat ingin membalaskan dendam ini kepada semua orang yang telah melakukannya kepada Jimmy.
" Jangan bersedih My Baby,," Ucap Jimmy sambil menghapus air mata Zoya.
" Aku ingin di saat detik-detik terakhir kehidupanku ini kau tersenyum bahagia menatap kepergianku,," Ucap Jimmy sambil tersenyum.
" Baby, apakah aku boleh menceritakan sesuatu cerita kepadamu ?" Tanya Jimmy dengan tubuh lemahnya.
" Ya, katakan saja Jim, aku akan setia mendengarkannya," Jawab Zoya sambil memaksakan senyumannya tersungging di hadapan Jimmy.
" Terima kasih, karena kau bersedia untuk mendengarkan ceritaku, maafkan aku jika ceritaku ini nantinya membuatmu selalu berpikir akan diriku, Baby,," Gumam Jimmy sambil mengelus wajah Zoya dengan lembut.
" Heemm, Jim,," Jawab Zoya mengangguk.
Sebenarnya Zoya sama sekali tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Jimmy saat ini. Karena, bagi Zoya yang terpenting adalah bisa menjadi pendengar setia bagi Jimmy di dalam sisa kehidupannya ini. Walaupun, nantinya akan menjadi penyesalan Zoya setelah mendengarkan cerita itu, namun, Zoya tidak pernah berpikir seperti itu terhadap pengakuan dari Jimmy.
" Baby, maafkan aku jika aku selama ini telah melakukan kesalahan padamu, karena, aku selama ini selalu membuat hidupmu merasa tertekan saat bersama denganku," Ucap Jimmy yang mengawali pembicaraannya.
" Sama sekali tidak Jim,," Jawab Zoya masih menitikkan air matanya.
" Hah!! jadi kau mengetahui itu ?" Tanya Zoya dengan mulut yang tercengang.
" Heemm, ya Baby dan jika obat itu terminum oleh siapapun akan berhalusinasi bahwa mereka sudah melakukan hubungan int.im kepadamu," Ungkap Jimmy dengan wajahnya penuh senyuman.
" Padahal sebenarnya kau sama sekali tidak pernah melakukan itu Baby, aku tahu bahwa kau selama ini tidak pernah disentuh oleh pria manapun, aku juga tahu bahwa kau wanita yang masih suci dan bahkan Alberto suamimu sendiri, tidak pernah menyentuh tubuhmu dan setiap hari juga aku selalu meminta kehangatan dari tubuhmu, namun, setiap hari juga kau selalu menyiapkan secangkir air putih yang diberikan obat halusinasi olehmu, Baby," Gumam Jimmy sambil mengingatkan semua tentang kelakuan Zoya selama ini.
" Sebenarnya setiap hari juga aku memang meminumkan air yang telah kau sediakan," Gumam Jimmy mengingatkan semua tindakannya itu pada Zoya.
" Tapi, apakah kau tahu Baby, bahwa selama ini aku juga sama sekali tidak pernah jatuh dalam efek obat berhalusinasi itu." Bilang Jimmy yang memberitahukan kebenarannya.
" Karena, aku juga ingin tahu bagaimana cara Zoya sebenarnya saat menghadapi semua pria selama ini," Bilang Jimmy lagi yang menyambungkan pembicaraannya itu.
" Dan, ternyata kau seorang wanita yang begitu bersih, kau sama sekali tidak pernah menyerahkan bagian inti milikmu kepada semua pria dan itu juga termasuk aku," Ucap Jimmy yang membuat Zoya memejamkan matanya.
" Terima kasih karena, kau selama ini memberikan pelayanan padaku, pelayanan yang indah tapi pelayanan itu merupakan suatu cara yang terbaik darimu, Baby, jika kita masih bisa dipertemukan kembali, aku akan memberikan sebuah ucapan kagum padamu, karena, kau adalah seorang wanita yang terhormat dan seorang wanita yang bersih sama sekali tidak bisa disentuh oleh pria manapun." Gumam Jimmy lagi yang semakin membuat Zoya menangis sejadi-jadinya.
" Aku kagum padamu Baby, kau menggunakan cara yang begitu hebat untuk mempertahankan harga dirimu begitu sempurna ini, Zoya,," Ucap Jimmy terakhir dari ceritanya yang begitu panjang sekali.
Betapa terkejutnya Zoya ketika mengetahui kebenaran secara langsung dari mulut Jimmy yang selama ini memang terlihat begitu mesra dan indah saat melakukan hubungan inti pada Zoya, tapi, nyatanya Jimmy sendiri bisa mengetahui apa yang selama ini Zoya lakukan untuk menghadapi semua pria yang ingin tidur dengannya itu.
" Maafkan aku Jimmy, bukannya aku bermaksud untuk tidak memberitahumu, tapi, aku,," Gumam Zoya dengan wajah sedihnya karena merasa bersalah telah membohongi Jimmy atas kelakuannya itu.
" Shhhuuuttt, jangan pernah berpikir kalau tindakan yang kau lakukan ini salah, menurutku tindakan yang kau lakukan ini benar, sebagai seorang wanita yang memiliki harga diri tinggi tidak akan mudah memberikan sebuah kehormatan kepada pria manapun, dengan caramu ini kau merupakan wanita yang terhebat Zoya." Ucap Jimmy sambil tersenyum menatap wajah Zoya.
" Aku merasa bersalah padamu Jim, maafkan aku yang telah membohongimu selama ini,," Ucap Zoya sambil menangis sesenggukan di hadapan Jimmy.
" Shuut jangan menangis, sayang, kau tidak bersalah, kau sama sekali tidak membohongiku, kau merupakan wanita yang terpintar selama ini aku temui. Kau hebat Zoya, kau hebat,," Ucap Jimmy memuji kepandaian Zoya dalam membuat strategi.
" Tapi, aku baru menyadari bahwa tidak ada pria yang baik di dunia ini selain kau Jim, jangan pernah tinggalkan aku,," Ucap Zoya masih dengan tangisannya.
Ketika Zoya baru menyadari perasaannya terhadap Jimmy saat ini, namun, sudah terlambat bagi Zoya untuk meminta Jimmy agar bisa selalu bersama dengannya, karena, Jimmy sendiri sudah merasa bahwa nyawanya itu tidak akan lama lagi untuk bertahan luka tembakan yang ada di bagian punggungnya itu.
" Kau jangan bersedih Baby, masih ada yang akan membuatmu bahagia, dia adalah orang yang selama ini kau cari dan kau tunggu, Zoya, percayalah bahwa dia juga sedang mencarimu Zoya,," Gumam Jimmy sambil menahan sakitnya.
" Darimana kau bisa mengetahui semuanya, Jim padahal aku tidak tahu siapa orangnya ?" Tanya Zoya yang semakin penasaran dengan ungkapan Jimmy padanya itu.
" Maafkan aku sayang, aku sangat mencintaimu, tapi karena, pertama kali kau bertemu dengannya dan dia yang telah merusak hidupmu, jadi, aku berpikir untuk menebus kesalahannya padamu, karena, sebenarnya aku adalah saudara kandung dari orang yang selama ini membuat hidupmu menderita," Ucap Jimmy sambil menahan sakitnya.
Betapa tercengangnya Zoya ketika mengetahui kebenaran dari mulutnya Jimmy bahwa orang yang telah memper-kosa Zoya di masa remaja dulu adalah adik dari orang yang telah menolongnya ini.
" Apa ??" Tanya Zoya dengan mulutnya yang tercengang.
" Apa, Jim, ternyata kau, kau adalah,," Gumam Zoya dengan ekspresi wajah yang terlihat begitu tercengang di hadapan Jimmy.
" Iya sayangku, aku adalah saudara kandung dari pria yang telah memper-kosamu di masa kecilmu dulu dan saudara kandungku itu juga begitu mencintaimu," Gumam Jimmy sambil menahan rasa sakitnya.
" Dan, saudara kandungku itu selama ini telah mencarikan keberadaanmu Zoya, selama kau menjadi istri dari Alberto, saudara kandungku itu berniat ingin membunuh Alberto, tapi, niatnya itu diurungkan, karena, saudaraku itu sepertinya melihat sebuah kesalahan di antara pernikahan yang terjadi padamu dan Alberto." Jelas Jimmy sambil menatap wajah Zoya dengan tatapan sayang.
" Oleh sebab itu, saudara kandungku masih meneliti dan menelusuri siapa wanita yang sebenarnya diperk.osa olehnya waktu malam itu." Ucap Jimmy lagi yang menjelaskan semua ceritanya itu.
" Karena, saat saudaraku memper-kosamu di malam itu ia juga sedang dalam pengaruh sebuah obat dan kau juga sedang dalam pengaruh sebuah obat,," Sambung Jimmy lagi dalam penjelasannya itu.
" Dan, sampai saat ini saudara kandungku, tidak tahu bahwa kaulah yang telah diper-kosanya, Zoya,," Jelas Jimmy pada Zoya dan membuat Zoya semakin menangis akan cerita Jimmy ini.
Zoya tidak bisa lagi untuk membendung air matanya karena, ternyata Jimmy selam ini mengetahui apa yang telah terjadi pada Zoya saat Zoya di usia remajanya. Seperti apa yang dikatakan Jimmy, jika saat itu dia adalah orang yang pertama ditemui oleh Zoya, kemungkinan saat ini mereka bisa hidup bersama dengan bahagia. Tapi, Zoya sama sekali tidak mengharapkan Jimmy di dalam hatinya itu, melainkan saudara Jimmy orang yang telah memper-kosanya itu.
" Karena, aku sangat mencintaimu dan bahkan melebihi cintamu padanya, aku rela berkorban agar bisa mendapatkanmu, sayang." Gumam Jimmy yang mengungkapkan semua perasaannya itu kepada Zoya.
" Tapi, harapanku hanya sebatas ini saja, sebatas pertemanan yang terjadi dibantara kita berdua." Gumam Jimmy lagi hingga membuat Zoya semakin menyesali sikapnya selama ini terhadap Jimmy yang begitu besar mencintai dirinya.
" Setelah kepergianku ini aku harap kau bisa bahagia bersama dengannya." Ucap Jimmy terakhir sebelum menghembuskan napasnya yang terakhir saat menahan luka tembakan yang ada di dalam tubuhnya itu.
Saat terakhir Jimmy mengharapkan kebahagiaan untuk Zoya, sambil menangis dengan keras Zoya baru sadar bahwa orang sebenarnya yang harus diharapkannya itu adalah Jimmy. Seorang pria yang benar-benar telah mencintainya dari sejak ia kecil dulu, dengan spontan Zoya mencium bibir Jimmy hingga membuat Jimmy terlelap tidak sadarkan diri dan membuat Zoya berteriak tidak bisa menerima kenyataan yang ada.
CUUPP!!!
Spontanitas Zoya menciumi bibirnya Jimmy, hingga Jimmy terakhir kalinya menghembuskan napasnya dan membuat Zoya berteriak keras tidak menerima kenyataan yang ada di depan matanya.
" Jim, Jim, Jimmy,," Panggil Zoya kepada Jimmy yang tidak lagi bernapas.
Ketika melihat Jimmy sama sekali tidak merespon itu, akhirnya Zoya berteriak dengan keras dalam memanggil nama Jimmy. Hingga semua pengawal yang sedang berada diluar langsung masuk ke dalam ruangan itu dan melihat kejadian yang ada.
" Jimmy,,,,!!!!" Teriak Zoya terakhir dengan sekuat tenaga tidak menerima kenyataan yang ada.
" Jimmy jangan tinggalkan aku, aku sangat mencintaimu,," Ucap Zoya dengan menangis sejadi-jadinya.
Saat mendengarkan suara teriakan Zoya yang begitu menyayat hati nan pilu membuat semua pengawal yang sedang berada diluar spontan langsung masuk ke dalam ruangan dan melihat kejadian yang ada.
BRAAKK !?
Pintu terbuka dan hal itu membuat Zoya kaget, namun, Zoya sama sekali tidak menghiraukan bunyi pintu itu. Zoya sama sekali tidak bisa melepaskan pelukannya terhadap Jimmy, ketika semua pengawal sedang menarik tubuh Zoya dari tubuhnya Jimmy yang sudah pergi untuk selama-lamanya.
" Jangan tarik aku, aku tidak mau berpisah dengannya, aku mohon,," Ucap Zoya saat tubuhnya terlepas dari tubuhnya Jimmy.
" Jimmy, aku telah bersalah padamu, tidak seharusnya aku membawamu masuk dalam masalah ini, maafkan aku,," Gumam Zoya sambil meratapi kepergian Jimmy.
" Jangan, jangan, jangan aku mohon, jangan bawa dia pergi, jika kalian membawanya pergi lebih baik bu.nuh aku juga,," Pinta Zoya yang tetap menangis sesenggukan sambil memeluk erat tubuh Jimmy.
Dan, disaat semua pengawal hendak membawa Jimmy keluar dari ruangan itu begitu sulit sekali terpisahkan dari pelukan erat Zoya. Dan, dari salah satu pengawal itu berinisiatif untuk menendang tubuh Zoya supaya pelukan yang dilakukan oleh Zoya bisa terlepas.
" Jika dia tidak mau melepaskannya langsung tendangan saja,," Ucap sala satu pengawal itu kepada anak buahnya.
" Baik Tuan,," Jawab pengawal itu dengan segera menendang perutnya Zoya.
BRUUKKK !?!
" Aaakkkhh !!!" Teriak Zoya histeris namun masih tetap kuat menahan tubuh Jimmy.
BRUUKKK !?! tendangan sekali lagi dilakukan oleh sepatu pengawal yang begitu kuat terhadap Zoya.
" Aaakkkhh, jangan lakukan lagi, sakit,," Teriak Zoya histeris dengan satu tangan menahan tubuh Jimmy dan satunya lagi menahan perutnya sendiri.
Dan, setelah berulang kali semua pengawal itu menendang tubuh Zoya barulah pelukan Zoya bisa terlepas dari tubuhnya Jimmy. Dan, betapa pilunya teriakan Zoya seolah tidak menerima bahwa kenyataan di depan matanya ini begitu nyata. Padahal baru saja pagi tadi dirinya bercanda ria dengan Jimmy, tapi siang ini Jimmy sudah tidak bernapas lagi.
" Jimmy,,,!!" Teriak Zoya ketika tubuhnya terasa lemah dan terhuyung ke atas lantai.
Disaat Jimmy akan dibawa keluar dari ruangan itu barulah pengawal yang sengaja dikirimkan oleh sahabatnya Alberto itu berlari mendatangi ruangan Zoya. Karena, baru saat Zoya berteriak kesakitan yang begitu keras pengawal itu baru menyadari dan mendengarkannya. Disaat tiba di depan ruangan tempat penahanan Zoya barulah pengawal itu bisa melihat apa yang sedang terjadi saat ini. Hingga membuatnya tercengang dan secara spontan langsung memukuli semua pengawal lain yang sengaja telah menyiksa tubuh Zoya hingga terhuyung lemah seperti itu.
****