Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 183 - Ungkapan



Setelah mendengarkan penjelasan dari Krystal, Ziya cukup memahami sepertinya kepala sekolah di tempat sekolah Krystal ini dengan sengaja ingin melakukan sesuatu hal yang memalukan pada Krystal sendiri.


" Heemmm sepertinya kepala sekolah di tempat sekolah Krystal ada maksud lain terhadap Krystal,," Gumam Ziya dalam hati sambil mencari strategi untuk menghadapi kepala sekolah itu besok.


Padahal kepala sekolah itu sendiri sudah mengetahui siapa sebenarnya yang salah dan siapa sebenarnya yang benar, namun dengan tutup mata kepala sekolah itu seolah tidak adil dan memihak teman sebaya Krystal tidak melakukan kesalahan, melainkan kesalahan ini hanya tertuju pada Krystal seorang. Ziya sungguh geram dengan perlakuan dari tindakan kepala sekolah yang tidak adil seperti ini.


" Sebagai seorang kepala sekolah harusnya dia bertindak adil kepada murid-muridnya, tapi ini dengan sengaja dia sendiri telah bersikap buruk dan mencoreng nama baiknya itu sebagai seorang pemimpin, baik aku ingin lihat bagaimana sebenarnya kepala sekolah Krystal yang tidak memiliki sedikit keadilan dalam memberikan sebuah hukuman terhadap anak muridnya." Bilang Ziya dalam hati sambil menyunggingkan senyumannya, karena, ia tahu harus melakukan apa ketika bertemu langsung dengan Kepala sekolah itu.


Setelah mendengarkan penjelasan yang diungkapkan oleh Krystal, dengan perlakuan lembut Ziya segera memberikan semangat untuk Krystal agar Krystal tidak merasa takut dan juga bersedih lagi. Ziya juga memberitahu pada Krystal bahwa masih ada dirinya orang yang begitu menyayanginya. Oleh sebab itu Krystal begitu bahagia ketika Ziya memberitahukan niatnya itu untuk Krystal.


" Mommy, mengerti sekarang, Krystal bukannya Mommy beranggapan buruk terhadap kepala sekolahmu, namun, sepertinya kepala sekolah itu sengaja telah menghukum muridnya secara tidak adil. Dan, hukuman itu ternyata menimpa dirimu sayang, Mommy tidak bisa menahan perlakuan yang tidak adil seperti ini padamu, nak, lebih baik Mommy akan segera menyelesaikan permasalahan ini supaya kau bisa sekolah lagi dengan tenang," Gumam Ziya sambil memikirkan rencananya itu.


" Tapi, Mom, apakah nanti Daddy tidak akan memarahi Krystal, jika Mommy datang ke sekolah untuk menyelesaikan masalah Krystal ini,," Bilang Krystal dengan wajah yang terlihat seperti khawatir sekali.


" Tenang sayang, Daddymu orang yang baik, tidak mungkin ia memarahimu, jika kau tidak melakukan kesalahan apapun, di dalam keterangan yang kau sampaikan ini, Mommy sudah mengetahuinya bahwa kesalahan yang kau lakukan itu bukanlah suatu kesalahan tapi pembelaan terhadap dirimu sendiri sayang, jadi, Daddymu tidak akan pernah memarahimu, percaya sama Mommy,," Bilang Ziya lagi yang memberikan sebuah keyakinan pada Krystal.


" Heemmm, semoga saja Daddy tidak memarahi Krystal, Mom,," Ucap Krystal dengan wajah cemasnya.


" Mommy yakin Daddymu tidak akan memarahimu, karena, ada Mommy yang akan membelamu sayang,," Gumam Ziya sambil meyakini hati Krystal.


" Terima kasih, Mommy, maafkan Krystal yang selama ini jahat," Ucap Krystal yang merasa malu akan kebaikan Ziya terhadap dirinya itu.


" Heemm sayang jika kau bisa melupakan masa lalu yang kelam, maka masa depan yang akan kita hadapi akan berlangsung dengan penuh kebahagiaan,," Bilang Ziya tersenyum menatap wajah Krystal.


" Sayang, Apakah Mommy boleh bertemu langsung dengan kepala sekolahmu itu ?" Tanya Ziya langsung pada Krystal.


" Heemm, Iya Mom, tapi, Krystal tetap tidak berani masuk ke sekolah, jika Mommy tidak pergi bersama Krystal." Jawab Krystal dengan wajah sendunya.


" Besok kita akan pergi bersama dan kita harus membuat suatu rencana yang sempurna, supaya kepala sekolah Krystal tahu, apa itu keadilan kepada murid-muridnya." Bilang Ziya lembut yang membuat Krystal menatapnya serius.


" Rencana, rencana apa, Mom ?" Tanya Krystal yang mengerutkan dahinya penasaran akan rencana yang akan dilakukan Ziya.


" Sebuah rencana yang akan membuat kepala sekolah Krystal bisa memahami saran dan masukan dari Mommy,," Bilang Ziya jelas pada Krystal.


" Heemm, baik Mom, bagaimana cara Krystal untuk melakukan rencana itu,," Gumam Krystal yang masih penasaran dengan rencana Ziya.


" Begini sayang, besok kita pergi bersama dan Krystal masuk saja terlebih dahulu ke dalam sekolah, jika penjaga sekolah melarang Krystal untuk masuk, nanti, Mommy akan segera datang menghampiri Krystal, apakah rencana ini bagus untuk dijalankan,," Bilang Ziya yang menjelaskan rencananya kepada Krystal.


Setelah Ziya menyelesaikan perkataannya tentang rencananya itu, terlihat saat ini Krystal mengangguk memahami maksud dan pemikiran dari Ziya akan rencananya itu.


" Eemmm baik Mom, tapi, jika nantinya Krystal diusir lagi dari sekolah bagaimana Mom,," Gumam Krystal kepada Ziya secar tidak langsung membuat Ziya mengerti bahwa selama beberapa hari ini Krystal selalu diusir dari sekolahnya.


" Diusir!!" Ucap Ziya kaget ketika mendengarkan pernyataan dari Krystal.


" Heemm ya Mom, setiap hari Krystal pergi ke sekolah dan ingin masuk ke sekolah, tapi tetap saja Krystal selalu diusir oleh penjaga sekolah atas perintahan dari Kepala sekolah." Jawab Krystal yang memberitahukan keadaannya selama ini.


" Oh God separah itu sayang,," Ucap Ziya kaget mendengar cerita Krystal.


" Yah Mom, makanya Krystal selalu menghabiskan waktu setiap hari di tempat ini,," Jawab Krystal sedih.


" Ya ampun, nak, kenapa tidak pulang ke rumah dan langsung ceritakan semuanya pada Mommy, jika Mommy tahu tidak mungkin kau selama satu minggu ini menahan rasa takut dan kesedihan sendiri." Bilang Ziya merasa sedih melihat kondisi Krystal ternyata menyedihkan juga saat menahan sebuah masalahnya sendiri.


" Krystal takut jika kembali ke rumah dan masalah Krystal diketahui oleh Daddy," Jawab Krystal lagi sambil menahan tangisnya.


Ziya memahami rasa takut yang dialami oleh Krystal saat ini, karena, Ziya sudah tahu akan sifat Alberto yang begitu keras terhadap putrinya ini. Oleh sebab itu, Ziya memberikan keyakinan pada Krystal bahwa Alberto tidak seganas itu kepada anak-anaknya supaya Krystal tidak merasa ketakutan lagi jika sedang mendapatkan suatu masalah.


" Sayang, Mulai hari ini jangan lagu memendam masalah sendiri dan jangan merasa takut pada Daddy. Jika Krystal menghormati dan menyayangi Daddy dengan setulus hati, maka perasaan takut itu akan hilang dengan sendirinya, karena, adanya rasa hormat dan rasa sayang di dalam hati Krystal. Jadi, mulai sekarang apapun yang sedang Krystal hadapi segera ceritakan pada Mommy, supaya Mommy bisa membantu Krystal ya,," Ucap Ziya sambil merapikan rambut Krystal yang begitu panjang.


" Baik Mom, Krystal akan menjadi anak yang berbakti untuk Daddy dan juga Mommy," Bilang Krystal sambil menganggukkan kepalanya.


" Bagus sayang dan jangan lupa berikan kebanggaan terbesar pada Daddy dan juga Mommy yang sudah melahirkan Krystal." Ucap Ziya yang mengingatkan Krystal untuk mengingat Mommynya sendiri.


" Heemmm ya Mom,," Jawab Krystal mengangguk lagi.


" Ya sudah, lebih baik kita pulang sekarang," Ucap Ziya sambil mengajak Krystal untuk kembali ke rumah.


" Tapi, Mom,," Jawab Krystal sedikit menggelengkan kepalanya.


" Jangan khawatir ada Mommy,," Jawab Ziya berani untuk meyakinkan Krystal.


Akhirnya Krystal juga mau pulang bersama dengan Ziya karena sudah dibujuk dan diberikan sebuah keyakinan. Dan, juga Krystal merasa sedikit lega karena, sudah menceritakan semua permasalahannya kepada Ziya. Walaupun awalnya Krystal tidak mau membagikan masalahnya itu kepada siapapun, namun, saat Ziya mendekati Krystal dan begitu meyakinkan Krystal akhirnya, Krystal juga luluh dan bersedia menerima Ziya menjadi Ibu sekaligus teman curhatnya.


Vena hanya bisa tersenyum puas ketika melihat wajah Krystal dan Ziya yang terlihat sudah akur dan juga akrab itu, membuat Vena begitu kagum pada Ziya yang bisa meluluhkan hati seseorang ketika diberikan suatu kelembutan yang begitu tulus seperti halnya dengan perlakuan Ziya terhadap orang-orang yang begitu tidak menyukainya.


Sementara itu Zoya kembaran Ziya yang masih berada di negara Australia, saat ini sedang bersantai bersama Jimmy sambil memancing di sebuah danau yang letaknya tidak terlalu jauh dari Villa tempat mereka tinggal. Karena, Zoya sendiri tidak mengetahui bahwa anting yang sedang digunakannya itu adalah sebuah anting yang sudah dirakit oleh Zavier.


Jadi, anting yang sudah dirakit oleh Zavier sendiri merupakan sebuah anting yang sudah terpasang alat pendeteksi dimana keberadaan Zoya saat ini. Sungguh sangat mudah bagi seorang pengintai yang sudah diberikan kepercayaan oleh Zavier untuk mengetahui dimana keberadaan Zoya.


Sementara pengintai yang sudah dikirim oleh masing-masing pihak untuk mengetahui dimana keberadaan Zoya, untuk saat ini sudah kehilangan jejak keberadaan Zoya. Zoya sungguh pintar mencari akal agar bisa kabur dari semua pengintai yang sengaja ada di dalam mansionnya Jimmy.


Zoya tertawa senang ketika melihat alat pancing yang sudah dipasangnya di sebuah tepi danau seperti bergerak dan sungguh jelas sekali terlihat bahwa umpan di pancingnya itu pasti sudah dimakan dan ditarik oleh ikan.


" Waaaahhh, pancingku bergerak,," Gumam Zoya yang tersadar melihat alat pancingnya bergerak sendiri.


Dengan segera Zoya menarik alat pancingnya, namun hal itu membuatnya sangat kesulitan karena, cukup berat alat pancing itu saat ditariknya. Lalu, Zoya meletakkan kembali alat pancingnya di tempatnya semula, dengan penuh semangat Zoya segera berteriak memanggil Jimmy yang posisinya sendiri cukup jauh dari tempatnya Zoya.


" Jim, bantu aku,," Teriak Zoya penuh semangat karena ia sedang termenung sendiri sambil memancing dan tiba-tiba tersadar ketika alat pancingnya bergerak.


Saat ini Jimmy sedang berada cukup jauh dari Zoya, karena, Zoya tidak mau berdekatan dengan Jimmy ketika sedang memancing, pasti ikan akan dengan secepat mungkin melahap umpan pancing yang sudah dipasang oleh Jimmy sendiri. Saat mendengar teriakkan dari Zoya, Jimmy yang sedang berkonsentrasi menunggu ikan melahap umpan di kail pancingnya seketika terkejut dengan suara teriakan Zoya yang begitu semangat sehingga dengan segera Jimmy berlari ke tempat Zoya.


" Oke tunggu,," Bilang Jimmy memberikan kode pada Ziya sambil meletakkan jari telunjuknya di mulut dia sendiri.


" Baby, jangan berisik nanti ikannya bergerak dan tali pancingnya putus,," Bilang Jimmy sambil berlari kecil ke tempat Zoya.


" Hah! oke,," Jawab Zoya mengangguk.


Saat Jimmy sudah sampai di tempatnya Zoya, dengan perlahan-lahan Jimmy menarik ke atas alat pancing yang terlihat bergerak sendiri dan cukup berat bagi Jimmy. Pantas saja Zoya tidak bisa menariknya, karena, alat pancing itu cukup berat ditarik oleh Jimmy.


" Ayo tarik terus Jim," Gumam Zoya yang memberikan dukungan pada Jimmy.


Wajah Zoya di belakang Jimmy begitu mengharapkan agar ikan yang memakan umpan dari pancingnya itu tanpa lepas sedikitpun. Dan, dengan perjuangan yang begitu besar akhirnya Jimmy berhasil mendapatkan ikan danau yang terlihat sangat besar sekali, sehingga membuat Zoya tertawa girang bahagia.


" Yeeeyyy, akhirnya dapat juga, Jimmy berhasil,," Teriak Zoya melompat senang ketika melihat ikan di pancingnya itu berhasil ditarik ke atas danau.


" Hahahaha, kau begitu bahagia, Baby,," Ucap Jimmy sambil tersenyum ketika menoleh melihat wajah Zoya yang terlihat begitu bahagia sekali.


" Yes, Of Course, and finally aku berhasil mendapatkan ikan yang paling besar,, hihihi,," Ucap Zoya sambil tertawa senang.


" Yes, Baby, ikannya mau makan umpan pancing yang kau berikan karena, ikannya tahu bahwa yang sedang memancing bidadari cantik,," Bilang Jimmy sambil melepaskan kail dari mulut ikan yang terbuka lebar.


" Hihihi, tentu saja, lebih baik kita kembali sekarang, Jim, aku ingin segera mencoba ikan ini untuk dimasak,," Bilang Zoya gemes pada ikan yang telah berhasil dipancingnya itu.


" Tapi, aku belum mendapatkan satupun Zoya," Ucap Jimmy terlihat seperti belum puas karena ia sendiri belum mendapatkan satu ikan pun.


" Hihihi, besok kita memancing lagi, oke. Dan, lagipula ikan sebesar ini berlebihan jika hanya untuk kita berdua." Bilang Zoya yang menenangkan perasaan Jimmy.


" Oke, berarti kita kembali ke Villa sekarang,," Jawab Jimmy sambil membawa ikan yang telah ditariknya itu.


Tak lupa Jimmy mengambil semua alat pancing yang sudah diletakkannya di tepi danau tempatnya memancing tadi dan Zoya sendiri sedang menunggu Jimmy sambil tersenyum senang ketika melihat punggung Jimmy sedang memanggul seekor ikan yang begitu besar sekali.


" Ayo kita kembali,," Bilang Jimmy terhadap Zoya yang sedang menunggunya itu.


" Oke,," Jawab Zoya mengangguk sambil menggandeng tangan Jimmy Zoya segera mengikuti langkah Jimmy menuju ke tempat mobilnya.


Zoya dan Jimmy segera menaiki mobilnya dan danau ini memang tidak terlalu jauh letaknya dari villanya itu sehingga setiap hari pun Zoya dan Jimmy bisa datang ke danau ini untuk menghilangkan penat dan kegelisahan. Oleh sebab itu, Jimmy selalu membawa Zoya ke sebuah tempat yang bisa menghilangkan rasa penatnya di tempat seperti ini.


Namun, karena, danau ini merupakan sebuah danau yang indah, pastinya akan ada saja orang lain yang datang untuk berisitirahat sejenak sekedar melewati tempat ini. Ketika mobil Jimmy melewati jalan untuk keluar dari tempat danau itu, terlintas mobil seseorang yang sengaja memang melewati danau itu.


Saat berpapasan dengan mobil itu, tanpa sengaja Zoya melihat ada seseorang di dalam mobil itu yang sengaja memang berhenti dan sedang mengintai keberadaannya. Oleh sebab itu dengan segera Zoya memakai sebuah topi dan juga kacamata supaya tidak terlihat bahwa ia adalah Zoya.


" Kenapa mobil itu sengaja berhenti dan sangat lama sekali disana." Gumam Zoya dalam hati merasa heran dengan tindakan yang sedang dilakukan oleh seseorang di dalam mobil itu.


" Sepertinya itu bukan orang di dekat sini, itu pasti orang yang telah dikirim untuk memantau keberadaanku," Ucap Zoya dalam hati dengan sangat yakin atas perbuatan orang yang sedang berada di dalam mobil yang berhenti tepat di tepi danau.


" Oh God, jangan sampai aku ketahuan, kalau aku berada disini,," Gumam Zoya lagi dalam hatinya yang terlihat bahwa wajahnya saat ini dipenuhi dengan kecemasan dan ketakutan yang ada.


Sedangkan Jimmy tidak sama sekali tidak tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Zoya saat ini, sehingga ketika Jimmy menanyakan sesuatu hal kepada Zoya, Zoya terlihat sama sekali tidak mendengarkan pertanyaan dari Jimmy dan juga wajah Zoya itu begitu jelas menampakkan suatu ketakutan dalam dirinya. Sehingga membuat Jimmy langsung bertanya kepada Zoya tentang keadaannya itu saat ini.


" Baby bagaimana kalau besok kita kembali lagi ke danau ini untuk memancing, aku belum puas jika belum mendapatkan satu ekor ikan yang besar seperti hasil pancingan yang Baby lakukan hari ini,," Bilang Jimmy yang berbicara sendiri di dalam mobil tanpa terdengar sedikitpun oleh Zoya.


Karena, saat ini Zoya masih fokus dengan pikirannya yang senantiasa terpikir akan kejadian baru saja ia alami. Zoya berpikir dengan jelas sepertinya orang yang berada di dalam mobil itu sengaja mengintai keberadaannya, karena, selama ini saat ia dan Jimmy sengaja memancing di danau tempatnya ini, tidak pernah ia temukan mobil seseorang yang begitu terlihat jelas bahwa mereka sedang mengintai keberadaan Zoya.


" Tidak mungkin mereka pengunjung lain yang hanya sekedar berisitirahat di tepian danau, jika memang benar mereka adalah pengunjung, pastinya mereka segera turun dan menikmati keindahan danau ini, tapi, kelakuan mereka begitu mencurigakan,,* Gumam Zoya yang masih berkutat di dalam pikirannya sendiri.


Karena, melihat Zoya tanpa menjawabkan pertanyaan darinya itu, sambil menoleh ke arah Zoya Jimmy menjahili Zoya dengan menyentuh hidung Zoya yang sedang melamun.


" Baby,," Sapa Jimmy terhadap Zoya.


" Aaahh ya,," Jawab Zoya yang spontan kaget karena hidungnya terasa disentuh oleh sesuatu.


Dengan segera Zoya menoleh ke arah Jimmy dan terlihat benar dari wajahnya bahwa memang benar ia sedang memikirkan sesuatu.


" Ada apa ?" Tanya Zoya langsung pada Jimmy.


" Heemmm, sedang memikirkan apa, Baby ?" Tanya Jimmy balik pada Zoya.


Saat Jimmy menanyakan kepada Zoya apa yang sedang dipikirkannya itu, sebenarnya Zoya ingin memberitahukan kepada Jimmy bahwa ia merasa saat ini posisi keberadaanya sudah diketahui oleh beberapa orang yang sengaja telah mengintainya itu.


" Apa aku harus menceritakan pikiranku saat ini pada Jimmy,," Gumam Zoya dalam hati sambil menimbang pikirannya sendiri.


Namun hal itu tidak jadi Zoya utarakan karena, Zoya meras belum begitu yakin akan kecurigaannya terhadap orang yang berada di dalam mobil dan begitu terlihat jelas bahwa orang itu sengaja menatap wajahnya dengan begitu teliti.


" Aaahh, tidak, tidak, lebih baik aku selidiki dulu dengan jelas, apakah orang itu pengintai yang sengaja dikirim untuk mengawasiku atau bukan,," Gumam Zoya lagi dalam hatinya.


Lalu, sambil tersenyum Zoya mengalihkan pembicaraannya kepada Jimmy dengan suatu hal yang lain. Sebenarnya Zoya ingin memberitahukan sesuatu yang begitu penting pada Jimmy, tapi, hal itu diurungkannya karena ia belum merasa yakin akan pemikirannya itu.


" Bukan pikiran apa-apa, Jim, aku hanya merasa sedih ketika melihat wajahnu kalah dariku,," Jawab Zoya sambil tertawa sengaja meledek Jimmy.


" Heemm, aku pikir, Baby sedang memikirkan suatu hal yang membuat Baby khawatir,," Bilang Jimmy yang terlihat serius mengkhawatirkan keadaan Zoya.


Karena, begitu terlihat jelas bahwa di wajah Zoya tadinya begitu cemas dan juga khawatir, namun ketika, Jimmy kembali menanyakan tentang pikirannya itu dengan sengaja Zoya mengalihkan pembicaraannya kepada Jimmy.


" Heemmm, tidak ada Jim, terima kasih karena sudah perhatian padaku,," Gumam Zoya sambil meletakkan kepalanya di pundak Jimmy.


" Heemm, ya Baby," Ucap Jimmy dengan tangan kirinya mengelus lembut wajah Zoya.


Setelah Zoya tertawa sendiri mengalihkan pembicaraannya itu terhadap Jimmy. Jimmy sendiri merasa aneh apa yang sedang terjadi pada Zoya. Karena, tidak mungkin Zoya mengalihkan pembicaraannya tanpa ada masalah yang baru saja dihadapinya itu.


" Ada apa dengan Zoya, apa yang sedang dipikirkannya ?" Tanya Jimmy sendiri dalam hatinya.


Sebenarnya, Jimmy sungguh mengharapkan agar Zoya selalu bisa untuk berbicara jujur tentang apa saja yang sedang dialaminya itu, namun sampai saat ini Zoya belum pernah merasa yakin dan percaya kepada Jimmy yang selalu memberikan dirinya perhatian itu. Entah kenapa Zoya begitu mampu menyimpan semua rahasia ataupun masalah yang sedang dihadapinya sendiri. Bagi, Zoya lebih baik dirinya sendiri yang menghadapi masalah sebesar apapun tanpa harus ada seseorang dapat membantunya.


Karena, bagi Zoya kesendiriannya itulah yang menyebabkan dirinya bagaikan seorang perempuan yang tidak memiliki kepedulian terhadap siapapun. Sewaktu Zoya masih berada di kediaman Alexandre, Zoya begitu angkuh dan juga cuek terhadap siapapun. Oleh sebab itu, semua putri Alberto sendiri merasa bahwa Zoya sama sekali tidak memperdulikan kehadiran mereka. Karena, sifat Zoya yang memang tergolong dalam kategori tertutup, maka dari itu Zoya tidak pernah mau untuk mendekatkan dirinya dengan siapapun.


Dan, baru dengan Jimmy saja, Zoya terlihat begitu akrab dan juga ceria. Karena, baru Jimmy saja orang yang mampu membuatnya selalu tertawa dan juga memberikan kenyamanan kepada dirinya.


Sementara, Zoya dan Jimmy kembali ke villanya yang berada tidak terlalu jauh dari danau, orang yang telah dicurigai oleh Zoya memang benar seorang pengintai yang sengaja dikirim oleh seseorang kepadanya.


Terlihat orang yang berada di dalam mobil itu sedang menghubungi seseorang yang tidak lain adalah seorang pemimpin dari misi dan tugasnya ini.


" Halo, Tuan, akhirnya karena, alat yang sudah diberikan Tuan itu, dengan begitu mudah kita sudah berhasil mendapatkan keberadaan Nyonya Zoya di sebuah tempat yang begitu terpencil sekali." Ucap pengintai itu kepada pemimpinnya.


" Bagus,," Jawab pemimpin pengintai yang tidak lain adalah Zavier orang suruhan dari Alberto sendiri.


" Jangan sampai ketahuan oleh pengintai lain, bahwa sasaran sedang berada di sana,," Bilang Zavier kepada pengintainya untuk tetap selalu menjaga dirinya dan juga keberadaan Zoya agar tidak diketahui oleh orang lain.


" Siap Tuan, aku akan bisa untuk selalu menjaga Nyonya Zoya dengan baik, agar keberadaannya tidak ketahuan oleh pengintai lain,," Jawab pengintai itu kepada Zavier.


" Baik, hari ini aku akan segera kesana, karena, Tuan Alberto ingin segera mendapatkan Zoya untuk kembali ke genggamannya,," Ucap Zavier memberitahukan tugas dan misi baru yang segera akan dilakukan.


" Siap, Tuan, segera akan aku hubungi Tuan kembali, jika ada sesuatu yang mencurigakan,," Bilang pengintai yang telah dipercaya oleh Zavier.


" Heemm,," Jawab Zavier.


Setelah selesai menelepon pemimpinnya itu, barulah pengintai itu memutarkan mobilnya yang sedang terparkir di pinggiran danau menuju ke tempat lain yang tidak dicurigai oleh Zoya. Namun, saat mobil pengintai itu sedang mengalihkan pandangannya ke arah jalan lain, pengintai itu sendiri melihat bahwa ada sebuah mobil yang juga sengaja sedang mengintai keberadaan Zoya.


Karena, terlihat begitu jelas dengan gelagat mencurigakan yang ditimbulkan oleh seseorang yang sedang berada di dalam mobil.


" Sepertinya, mobil itu juga sedang mengintai sasaran Tuan Zavier,," Gumam pengintai itu saat melihat sebuah mobil yang baru saja berpapasan dengan mobil yang dikendarai oleh Jimmy.


Dan sungguh jelas dari penglihatan pengintai itu bahwa orang yang sedang berada di dalam mobil sungguh terlihat sedang memotret Zoya yang sedang berada di dalam mobil Jimmy.


" Jangan-jangan dia juga pengintai lainnya." Ucap pengintai itu lagi.


" Segera aku ikuti, jika dia berani melakukan sesuatu terhadap misi yang sedang kulakukan ini, maka nyawanya sendiri yang akan menjadi taruhannya,," Gumam pengintai itu dengan wajah tersenyum sinis.


Ketika pengintai itu melihat mobil yang digunakan oleh pengintai lain sedang mengiringi mobilnya Jimmy, dengan segera pengintai yang dipercaya oleh Zavier juga mengiringi mobil itu.


Dan di dalam mobil pengintai lainnya itu yang sudah jelas dalam pikiran Zoya bahwa dia adalah seorang pengintai, dengan wajah tersenyum puas yang sudah berhasil melakukan pekerjaannya untuk membantu keluarganya sendiri itupun juga menghubungi langsung keluarganya yang juga ingin mengetahui dimana keberadaan Zoya saat ini.


" Halo, Kak pekerjaanku berhasil, ternyata selama ini wanita ja-lang itu sengaja kabur dari mansion kekasihnya ke sebuah Villa yang begitu terpencil." Bilang pengintai itu yang jelas terlihat seorang perempuan.


Wanita itu sengaja mengintai Zoya, karena, ia begitu membenci Zoya yang sudah berhasil mendapatkan keberuntungan saat menikah dengan Alberto. Sehingga walaupun Zoya sengaja kabur dari kediaman Alberto Alexandre, membuatnya begitu mudah untuk menyingkirkan Zoya selamanya dari dunia ini. Agar Zoya tidak lagi kembali ke pelukan Alberto jika ia merasa puas dengan kelakuannya yang begitu liar saat diluar ini.


" Benarkah ?" Tanya orang yang sedang dihubunginya dengan suara perempuan juga.


" Heemm, sengaja aku bekerja di mansion itu hanya karena, agar aku bisa melihat kegiatan apa saja yang sedang dilakukannya." Bilang perempuan itu yang selama ini menjadi pelayan baru di mansion Jimmy.


" Heh! bagus, aku tidak salah jika memilih kecerdasanmu untuk mengintai keberadaannya." Gumam wanita di dalam ponselnya sambil tertawa kecil dan memberikan pujian terhadap wanita pengintai ini.


" Tenang saja sekali ini aku tidak akan lagi melepaskan dirinya dari genggamanku,," Bilang pengintai perempuan itu sambil tersenyum sinis ketika melihat mobil Jimmy yang berada di depan pengiringan mobilnya.


Ketika ia sedang asyik menelepon keluarganya yang sudah jelas sekali terlihat bahwa mereka tidak menyukai adanya Zoya di dunia ini, membuat mobil pengintai yang dikirim oleh Zavier dengan mudah mengecoh mobilnya itu. Dan, karena, terkecoh akhirnya mobil Jimmy sudah terlewat jauh dari pandangannya.


" Kurang ajar, beraninya kau,," Umpat wanita itu dengan segera ketika ia merasa mobilnya sengaja dipepet oleh mobil pengintai dari Zavier.


" Ada apa ?" Tanya suara perempuan yang ada di dalam ponselnya.


" Sebentar, nanti aku hubungi kembali,," Bilang wanita itu dengan segera mematikan ponselnya.


Setelah selesai mematikan ponselnya dengan segera wanita itu menghentikan mobilnya ke pinggir jalan dan memeriksakan apa saja kerusakan yang disebabkan oleh mobil pengintaiannya Zavier.


" Kurang ajar, mobil ini lecet,," Ucap wanita itu dengan wajah kaget ketika melihat mobil sampingnya sedikit lecet.


Sambil memberikan sebuah instruksi bahwa mobil yang sengaja memepet mobilnya itu untuk bertanggung jawab akan tindakan yang telah disengaja ini.


" Hei, berhenti,," Teriak wanita itu kepada pemilik mobil yang sengaja memepet mobilnya.


Namun, sambil menampakkan wajah yang diacuhkan dan seolah tidak tahu itu, dengan segera pengintai yang dikirim Zavier melajukan dengan cepat mobilnya sendiri, baginya ia hanya melakukan suatu hal yang harus dilakukannya. Karena, sudah berhasil memberikan sebuah tipuan kepada wanita yang juga menjadi pengintai itu, sambil tersenyum puas pengintai dari Zavier meninggalkan wanita itu sendiri di jalan.


" Heh! siapa juga yang mau bertanggung jawab,," Umpat pengintai Zavier terhadap wanita pengintai yang dikirimkan dari pihak lainnya.


" Salah sendiri karena, sudah ikut-ikutan dalam misi yang sudah direncanakan oleh Tuan Besar Alberto." Gumam pengintai itu dengan bahagia.


Sementara itu pengintai wanita yang sengaja sedang berhenti di jalanan merasa begitu kesal dengan perbuatan dari pengintai Zavier, karena, sasarannya yang sudah lama berhasil ia dapatkan itu, saat ini telah kembali lolos dari pengintaiannya.


" Kurang ajar, awas kau,," Umpat wanita itu terhadap pengintai Zavier.


" Oh God wanita ja-lang itu lepas, ini semua karena, orang itu," Ungkap wanita itu dengan kesal akan perlakuan yang dilakukan oleh pengintai Zavier.


" Awas kau jika aku bertemu denganmu, maka, jantungmu akan menjadi sasaran peluruku ini,," Gumamnya geram dengan pengintai yang baru saja melewati mobilnya tanpa bertanggung jawab.


Lalu, dengan wajah kesal wanita itu kembali masuk ke dalam mobilnya dan berpikir bahwa sepertinya mobil yang sengaja menyerempet mobilnya itu terlihat seperti seseorang yang memang sengaja mengelabui pengintaiannya.


" Jangan-jangan orang itu memang sengaja untuk mengelabuiku supaya aku terkecoh dan,,," Ucap wanita itu kesal dengan kelakuan pengintai Zavier yang sengaja mengelabuinya.


" Dasar kurang ajar,," Umpatnya kesal dan sengaja memukul kemudi mobilnya sendiri.


Sambil mengemudi mobil dengan kecepatan yang tinggi, wanita pengintai itu memeriksa kembali ponselnya untuk melihat nomor plat mobil yang dikendarai oleh Jimmy saat pergi ke danau tadi.


Saat ini wanita pengintai itu harus kembali lagi dari awal untuk mencari keberadaan Zoya, padahal sebenarnya ia sudah mendapatkan mangsanya itu dengan begitu mudah dan tinggal menjalankan tugasnya untuk membunuh Zoya, namun hal itu berhasil digagalkan oleh pengintai yang sudah dipercayakan Zavier untuk melakukan tugas ini. Oleh sebab itu, ia sangat kesal sekali dengan kelakuannya sendiri yang sengaja sudah dikelabui oleh seseorang.


Saat ini, Ziya dan Krystal duduk berdua di kursi belakang, sementara itu, Vena sendiri duduk di kursi bagian depan. Dan, Ziya segera memberikan perintah kepada supir pribadinya untuk kembali ke kediaman.


" Kembali ke kediaman," Bilang Ziya yang memberikan perintah kepada supirnya.


" Baik Nyonya,," Jawab supir pribadi Demian.


Setelah memberikan perintahnya itu, Ziya kembali mengajak Krystal untuk berbicara. Supaya kesedihan yang dirasakan oleh Krystal perlahan bisa menghilang dengan sendirinya. Disaat Ziya ingin menanyakan sesuatu kepada Krystal tentang kesukaannya itu, Ziya teringat pada kelakuan Krystal saat bangun dari tidurnya dan baunya tercium aroma alkohol yang begitu kental sekali. Karena, Ziya merasa saat ini ia harus memberikan sebuah pengajaran yang tepat bagi Krystal, pengajaran darinya itu haruslah dimulai dari kelakuan buruk yang selama ini sering dilakukan oleh Krystal tanpa sepengetahuan Alberto sebagai orang tuanya.


****