Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 62 - Aneh !!



Memang benar Zoya tidak mengenali siapa saja yang menjadi pelayan di mansion ini. Karena, bagi Zoya pelayan di mansion ini cukup mentaati perintah darinya dan keinginannya itu, itu sudah cukup bagi Zoya. Tapi, sebenarnya Zoya memiliki seorang pelayan perempuan yang begitu ia percaya dan dari awal juga pelayan perempuan itulah yang selalu tahu apa yang menjadi keinginan Zoya selama ia menjadi pelayannya. Dan tak lama kemudian datanglah seorang pelayan menghadap Zoya dan membungkukkan tubuhnya memberikan hormat pada Zoya.


" Yes, Madam, ada yang bisa dibantu,," Ucap pelayan tersebut kepada Zoya.


Zoya melihat bahwa pelayan perempuan itu baru dan selama dua bulan lebih dia tinggal di tempat ini, belum ada sosok pelayan baru ini di hadapannya.


" Kamu pelayan baru ?" Tanya Zoya menyelidiki pelayan baru itu.


" Betul, Madam,," Jawab pelayan baru itu sambil mengangguk.


Karena, adanya pelayan baru di dalam mansion ini, tentu saja Zoya merasa tidak yakin akan adanya pelayan baru di mansion Jimmy itu. Zoya merasa kemungkinan pelayan baru itu adalah mata-mata dari Alberto atau mata-mata dari Papinya Erwin.


Sementara itu di sisi lain,


Untuk seketika Alberto tercengang disaat mendengar suara teriakan ketakutan Ziya, tentu saja dengan segera Alberto memberikan perintah kepada supir pribadinya untuk melajukan mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi. Dan lagian, kalau mau ngebut juga bisa sekali di jalan pekarangan istana Alexandre ini, karena, tidak ada lawan di jalan depannya.


" Lebih cepat lagi,," Teriak Alberto yang merasa kesal saat itu.


Meskipun merasa kesal dengan kelakuannya sendiri yang telah sengaja mengajak Ziya untuk beradu argumen tapi Alberto masih tetap saja mendengar suara jeritan dan teriakan Ziya saat ini melalui speaker bluetooth perekam suara yang ia letakkan di kamarnya itu.


" AAARRRGGHHHH LEPASKAN,," Teriakan Ziya yang terdengar dari suara speaker yang terpasang di telinga Alberto.


Alberto semakin cemas dan panik saat mendengar suara jeritan Ziya yang tengah memberikan perlawanan untuk segera dilepaskan. Karena, merasa begitu khawatir Alberto pun segera membentak supirnya, supaya bisa mengemudi dengan kecepatan tinggi lagi


" Aku katakan cepat,," Bentak Alberto kepada supirnya.


Tanpa menjawab ucapan dari Alberto dengan kecepatan tinggi laju mobil itupun yang begitu tinggi sehingga membuat Alberto di dalam mobil itu begitu sangat ingin untuk segera tiba di dalam kamarnya. Karena, Alberto merasa penasaran dengan apa yang sedang terjadi saat ini dan Kenapa, Ziya selalu berteriak disaat dirinya sedang membenci Ziya.


" Oh God lindungi dia,," Ucap Alberto yang begitu panik saat ini.


Tanpa disadari yang awalnya Alberto begitu membenci Ziya namun di dalam hatinya tergerak untuk segera menolong Ziya itu sungguh luar biasa. Sehingga membuat Alberto sendiri merasa suhu tubuhnya saat ini, tidak karuan panas dingin bercampur aduk. Ingin sekali rasanya Alberto berlari dari pekarangan rumahnya melesat langsung menuju ke rumahnya saat ini.


" Semoga dia tidak apa-apa,," Ucap Alberto yang merasa cemas di dalam mobil.


" Aku mohon lindungi dia,," Ucap Alberto yang masih mendeteksi suara Ziya di balik speaker bluetooth nya itu.


" Jangan terjadi apa-apa pada dirinya,," Ucap Alberto yang merasa keringat bercucuran di keningnya saat ini.


Tapi, sangat disayangkan sekali, jarak dari pekarangan rumah hingga menuju ke rumahnya itu cukup jauh.


" AAARRRGGHHHH,, SAKIT,," Suara teriakan Ziya lagi-lagi terdengar di telinga Alberto saat ini.


" CEPAT,," Teriak Alberto lagi pada supir yang tidak menyahut ucapan Alberto, hanya melajukan kecepatan mobilnya saat ini.


Karena, mendapatkan perintah dari Tuan besar Alberto untuk cepat, dalam hitungan detik akhirnya sang supir pribadi mobil telah berhasil membawa mobilnya tiba dengan cepat tepat di depan rumah Alberto.


CIIITTTT!!!


Dengan bunyi decitan yang cukup kuat pada ban mobil, menyebabkan mobil Alberto tepat sampai di depan rumahnya. Tentu saja dengan segera Alberto membuka pintu mobil dan berlari ke tangga menuju ke kamar pribadinya.


" Semoga kau tidak apa-apa," Ucap Alberto yang segera turun dari mobilnya.


Alberto pun berlari dengan secepat mungkin naik ke tangga dan menuju ke kamarnya.


Grandma Christin yang sekilas melihat Alberto dari luar rumah berlari cepat menuju tangga membuatnya merasa khawatir dengan cucunya itu.


Di dalam kamar, walaupun keadaan Ziya masih terasa lemah dan kepalanya terasa begitu sakit, dengan sedikit kekuatan yang ada pada tubuhnya, Ziya dengan cepat mengambil benda apa saja yang bisa digapai oleh tangannya saat ini.


" EEERRGGHHH,, lepaskan aku,," Teriak Ziya yang menepis tubuh pria itu dengan sangat kuat.


Dengan kondisinya yang saat ini masih lemah meskipun tangan satunya bisa digunakan untuk menepis wajah pria itu yang ingin menggapai bibirnya, namun tangan satunya lagi segera ingin mencapai benda yang bisa membuat orang itu menjadi sedikit lemah.


Tanpa, mengeluarkan suaranya, laki-laki itu segera menarik sendiri kancing resleting pakaiannya dan mengeluarkan suatu benda miliknya saat ini yang telah bereaksi lama untuk menggapai tujuannya yaitu sebuah keindahan semata dan pastinya supaya bisa cepat masuk ke dalam miliknya Ziya.


Ziya merasakan bahwa laki-laki itu telah membuka dan berhasil menarik pakaiannya pada bagian luar dan sekarang tubuhnya masih tertutup dan memakai segitiga pengaman penutup bagian dalam miliknya. Serta pria itu pastinya dengan cara cepat serta memaksakan ingin membuka kedua kaki Ziya yang tertutup rapat menutupi bagian bawahnya membuat dirinya sedikit kesulitan untuk mendapatkan bagian keindahan dari tubuhnya Ziya.


Karena, Ziya merasakan bahwa pria itu cukup sulit untuk membuka kakinya, membuat Ziya dengan sangat kuat menerjang kaki laki-laki itu agar laki-laki itu tidak bisa membuka segitiga pengaman penutup bagian bawah miliknya


" Iiirrggghh,," Suara Ziya yang keluar seketika disaat Ziya tengah memberikan sebuah terjangan tepatnya pada bagian kaki pria itu.


" AARRGGHH,, ZOYA KAU MENERJANGKU,," Teriak pria itu yang merasa sedikit sakit pada bagian kakinya.


" Lepaskan aku,," Teriak Ziya saat ia mendengar seperti sedikit mengenali suara pria itu.


Ziya tidak mau berpikir siapa pria itu, baginya saat ini hanyalah sebuah perlawanan yang harus ia lakukan terus menerus serta memberontak dan memberi pukulan pada pria yang telah berani-beraninya melakukan tindakan yang tidak diinginkan oleh dirinya saat ini.


Akhirnya tangan juga berhasil menggapai suatu benda yang cukup kuat untuk memberikan suatu hukuman pada pria yang telah bertindak seenaknya saja pada dirinya itu. Karena, telah merasa berhasil menggapai suatu benda yang cukup kuat untuk mem -ukul kepala pria itu dengan segera Ziya melakukannya.


DAN


BRUUKKK


PRAANNGG


Akhirnya dengan sekuat tenaganya Ziya berhasil mem -ukul kepala pria tersebut. Dan, pria tersebut merasa sedikit sakit terhadap puk -ulan benda yang merupakan tempat minum kristal yang ada di meja samping tempat tidur Ziya saat ini. Benda itu pun pecah tepat di kepala pria itu dan menyebabkan kepala pria itu sedikit mengeluarkan dar -ah. Karena, saat ini pria itu mengira yang ada di hadapannya ini adalah Zoya yang telah berani melawan dirinya tanpa berpasrah diri dengan keinginannya itu.


ENAK SAJA BERPASRAH DIRI !!!


Enak bagi pria itu yang bisa mendapatkan kepuasan dengan cara merebut secara paksa seperti saat ini.


" AAARRRGGHHHH,, KAU MELAWANKU ZOYA,," Teriak pria itu dengan suara sangat kuat.


Karena, merasa bahwa saat ini Zoya yang ada di dalam pikirannya telah berani memberikan perlawanan akhirnya dengan semua tenaganya pria itu memu-kul wajah Ziya dengan tam-paran begitu keras di bagian pipi kiri maupun pipi kanannya Ziya.


PLAAKK,,


Pukul an keras tepatnya pada bagian pipi kiri Ziya sehingga bibir Ziya di sebelah kiri mengeluarkan dar-ah segar.


Lalu,,


PLAAKK,, Pukul-an selanjutnya pada pipi kanan Ziya, sehingga lengkap sudah warna kemerahan dan kebiruan di wajah Ziya saat ini.


" AAARRRGGHHHH,, LEPASKAN AKU,," Suara pemberontakan dari Ziya yang merasa sakit atas puk-ulan yang baru saja ia dapatkan tepat pada bagian wajahnya itu.


Karena, merasa tubuh Ziya saat ini semakin kuat melawan dirinya pria itu dengan sangat kuat menggigit bagian dada Ziya dengan sekuat tenaganya, sehingga menyebabkan luka yang cukup besar dan warna kebiruan pada bagian dada Ziya.


****