Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 284



Meskipun terlihat sedikit sepi dari pengawasan para pengawal namun, Gladys masih saja tetap melangkahkan kakinya dengan begitu perlahan dan berhati-hati agar tidak terlalu dicurigai oleh pengawal Alberto yang saat ini mungkin sedang melihat dirinya dari kejauhan. Karena, Gladys tahu meskipun tidak ada pengawasan dari para pengawal namun, sistem alat pemantau ruangan utama ini begitu sangat ketat sehingga membuat seseorang pastinya begitu berhati-hati untuk memasukinya.


" Tumben, kenapa bisa sepi ?" Tanya Gladys dengan dirinya sendiri ketika melihat ruangan utama yang telah dimasukkan dirinya saat ini.


Memang benar saat ini di ruangan utama cukup sepi dari para pengawal yang tengah berdiri seperti biasa di setiap pilar dan sudut kediaman utama ini. Namun, walaupun sepi, Gladys masih saja melangkah dengan perlahan dan tidak terlihat bahwa ia sedang mencari tahu siapa sebenarnya Ziya yang serupa dengan Zoya namun memiliki kepribadian begitu berbeda.


" Heemmm, aku tahu sepertinya sedang ada sesuatu yang terjadi,," Gumam Gladys lagi dalam hatinya ketika ia melihat ruangan kediaman utama cukup sepi tidak seperti biasanya.


" Baiklah, aku akan segera mencari tahu siapa sebenarnya wanita itu,," Ucap Gladys sambil melangkah seperti biasanya.


" Dan apakah benar yang telah disampaikan oleh orang tua itu,," Ucap Gladys lagi yang masih penasaran dengan ucapan yang disampaikan oleh seseorang pada dirinya di dalam teleponnya tadi.


Meskipun saat ini sudah tidak ada lagi Claire yang selalu berada di sampingnya untuk melakukan tindakan apapun yang akan dilakukan oleh Gladys di dalam kediaman Alexandre ini. Dan untuk saat ini akhirnya Gladys melakukan tindakan apapun dengan dirinya sendiri. Tidak mungkin ia meminta putri tunggalnya tentang apa yang akan dilakukannya terhadap keluarga Alexandre.


Karena, Gladys tidak ingin jika niat dan rencananya itu diketahui oleh putri satu-satunya itu, sebab, kekuatan Gladys di dalam kediaman Alexandre ini dikarenakan ia telah memiliki seorang putri dari hasil pernikahannya kepada Vasco Alexandre. Sehingga hal itu membuat Gladys cukup berkuasa di dalam kediaman Alexandre ini.


" Heehh,, coba kalau ada Claire, tidak mungkin aku melakukan hal ini semua sendiri,," Gerutu Gladys yang masih tetap melangkah secara perlahan.


" Pastinya aku bisa meminta Claire untuk melakukan apapun yang kuinginkan, karena, keponakan kesayanganku itu memang cukup pintar dalam melakukan tindakan di dalam kediaman ini,," Ucap Gladys merasa bersalah dengan kelakuannya yang telah memberikan sebuah kekecewaan terhadap Claire.


" Kenapa juga aku melakukan hal bodoh, hingga membuat Claire keluar dari tempat ini,," Ucap Gladys lagi yang masih berhati-hati di dalam ruangan utama.


Memang benar atas apa yang telah menjadi penyesalan Gladys saat ini karena, pada siang itu, Gladys dengan tidak sengaja menyebutkan kepada seseorang di dalam teleponnya itu bahwa Claire hanyalah seseorang yang dibutuhkannya sebagai umpan, agar ia bisa melakukan rencananya dengan sempurna dan mengecohkan semua orang akan tindakan yang dilakukannya itu.


Sesaat Gladys mengingat Claire yang selalu setia dan melakukan apapun tugas yang telah diberikannya meskipun tindakan itu cukup membahayakan Claire. Sehingga membuat Gladys sedikit teringat akan keselamatan serta keberadaan Claire saat ini. Karena, dari semenjak kecil Claire telah diasuh oleh dirinya meskipun orang tua Claire sudah meninggal semuanya.


" Heemmm, dimana keberadaan keponakan tersayang ku itu,," Gumam Gladys yang seketika teringat akan keberadaan Claire.


" Apakah dia kembali ke apartemen milik ku, atau dia sekarang pergi kemana ?" Tanya Gladys sendiri di dalam pikirannya.


" Tapi, jika dia kembali ke apartemen maka itu cukup baik untuknya, meskipun apartemen itu tidak terlalu mewah,," Gumam Gladys yang sedikit merasa menyesal akan tindakannya yang diketahui oleh Claire secara tidak langsung.


" Setelah rasa penasaran yang saat ini sedang mengganggu ku telah selesai, maka aku akan mencari dimana keberadaan Claire di luar kediaman ini,," Ucap Gladys yang telah memiliki niat dan rencana untuk mencari tahu dimana keberadaan Claire keponakannya itu.


Meskipun, Gladys tahu bahwa Claire bisa untuk tinggal di apartemennya yang tidak terlalu mewah, namun, Gladys masih juga tetap terpikirkan akan keadaan Claire di luaran sana. Karena, selama ini Claire tidak pernah terlepas dari pengawasan Gladys dan juga Claire begitu manja dengan bibi satu-satunya ini.


Oleh sebab itu, Gladys merasa sedikit cemas dan bersalah dengan kekecewaan yang dirasakan oleh keponakannya itu. Memang Claire merupakan keponakan Gladys satu-satunya namun, Gladys menganggap Claire lebih dari sekedar keponakannya saja. Karena, sedari kecil telah diasuh oleh dirinya sendiri sehingga Claire bukan saja sebagai keponakannya melainkan putrinya sendiri.


Gladys sama sekali tidak mengetahui bagaimana keadaan Claire di luaran sana saat ini. Karena, Gladys pasti berpikir bahwa Claire pasti telah kembali ke apartemen miliknya yang memang sedikit tersembunyi dari keluarga Alexandre. Tapi dalam keadaan yang nyata bahwa saat ini Claire sudah berada di sebuah rumah mewah milik Martin yaitu putranya sendiri.


Semenjak pergi dari kediaman Alexandre, karena, saat itu Martin telah terbuai akan rayuan Ziya untuk memberitahukan mengenai rahasia sebenarnya apa yang selama ini telah disimpan oleh ibunya itu, hal itu membuat Martin begitu ketakutan akan kema-tian. Sehingga sejak saat itu juga Martin pergi dari kediaman Alexandre meninggalkan Ibunya sendiri bersama dengan adiknya yaitu Alexa.


Dan disaat Martin keluar dari keluarga Alexandre, cukup lama Martin hidup dengan kesendirian di dalam apartemen rahasia serta pribadi milik Gladys dan hal itu membuat Martin bisa memiliki rumah mewah semewah yang saat ini sedang dinikmati oleh saudara sepupunya yaitu Claire.


Terlihat di dalam sebuah kolam renang mewah kediaman Martin di luaran sana Claire sedang berenang sendiri sambil melepaskan keresahan hatinya terhadap tantenya sendiri yaitu Gladys.


" Lebih baik, aku berenang dulu menenangkan pikiranku yang sedang kacau ini,," Gumam Claire sambil membuka handuknya dan tengah berdiri di pinggiran kolam renang.


Dan


Claire masuk ke dalam kolam renang, sambil berliuk-liuk berenang kesana kemari untuk menghilangkan rasa penat yang ada dalam dirinya serta menghilangkan kekesalan yang ia dapatkan dari Gladys tantenya sendiri.


Walaupun Claire saat ini tengah berenang di dalam kolam renang yang begitu mewah dan sejuk. Namun air yang sejuk itu sama sekali tidak mampu mendinginkan suhu tubuh Claire yang cukup memanas akan tingkah tindakan yang dilakukan oleh tantenya. Lalu, tindakan yang dilakukan oleh Axeloe disaat dirinya keluar dari kediaman Alexandre tanpa bisa membawa barang-barang berharga apapun, meskipun barang itu miliknya sendiri selama ia tinggal di kediaman Alexandre itu.


" Ini semua gara-gara Tante Gladys, jika Tante Gladys tidak mengecewakan aku, tidak mungkin aku bisa disini,," Gerutu Claire saat separuh tubuhnya keluar dari kolam renang.


Dan setelah menggerutu sejenak terhadap Gladys tantenya sendiri itu, lalu, Claire kembali memasukkan tubuhnya ke dalam air kolam renang dan berenang kembali seperti semula. Setelah sampai di ujung kolam dari hasil renangnya itu Claire kembali menggerutu akan tindakan Axeloe yang sengaja menyuruh para pengawal di luar gerbang untuk mencegahnya membawa truk barang-barang berharga miliknya itu.


Sehingga hal itu semakin membuat Claire merasa geram dan menggerutu sejadi-jadinya hingga membuat salah satu pelayan di dalam kediaman Martin langsung berlari kecil menghampiri Claire yang tengah teriak sendiri di dalam kolam renang.


" Aaakkkhh,, ini semua gara-gara pria baji-ngan itu, jika tidak ada dia, aku pasti bisa membawa barang-barang berharga milikku,," Gerutu Claire ketika teringat akan barang-barang berharga miliknya yang sama sekali tidak bisa dibawanya dan harus tinggal di dalam kediaman Alexandre.


" Iiihhhh ini semua gara-gara dia,," Teriak Claire yang suaranya cukup kuat sehingga membuat para pelayan berlarian kecil mendekatinya.


" Ada apa dengan Nona ?" Tanya pelayan yang berada di dalam dapur dan mendengar suara Claire berteriak cukup keras.


" Lihat saja kau, jika aku bisa bertemu dirinya, maka aku akan membalas perbuatannya itu,," Ucap Claire yang masih menggerutu sejadi-jadinya memarahi dan memaki Axeloe meskipun Axeloe sama sekali tidak mendengar ucapannya.


Jika, Axeloe mendengar ucapannya itu maka kemungkinan besar bukannya Claire yang berani melakukan tindakan pembalasan terhadap apa yang telah dilakukan oleh Axeloe pada dirinya. Melainkan sebaliknya, Axeloe yang bisa melakukan tindakan apapun terhadap Claire bahkan lebih dari tindakan ke.jam seperti apa yang selama ini Axeloe lakukan terhadap musuhnya.


Tidak lupa setelah mengingat kembali kejadian yang telah terjadi pada dirinya di hari ini, Claire juga teringat akan kelakuan menjengkelkan dari Krystal yang dengan sengaja mengejeknya saat ia keluar dari kediaman Alexandre tanpa menggunakan kendaraan apapun. Sehingga hal itu membuat Claire menggerutu sejadi-jadinya.


" Dan putri sia-lan itu, lihat saja nanti jika aku berhasil menyusun rencana untuk melakukan pembalasan dendam ku ini padanya, putri si,al itu tidak akan bisa terlepas dari genggaman ku,," Gerutu Claire dengan wajahnya yang sedikit memerah karena begitu marah besar dengan kelakuan Krystal yang dengan sengaja mengejek dirinya saat ia keluar dari kediaman Alexandre.


" Lihat saja kalian semua, aku akan membalas perbuatan kalian padaku hari ini,," Teriak Claire sendiri dengan suara yang cukup keras dan kekesalannya itu cukup terpuaskan setelah berteriak sendiri di dalam kolam renang yang cukup luas ini.


" Aaakkkhhhh dasar kalian semua,," Teriak Claire yang terakhir kalinya di dalam kolam sambil menepuk kacau air kolam renang.


Sehingga membuat para pelayan yang berada di dekat kolam renang itu berlarian kecil menghampiri Claire yang tengah teriak sendiri dan juga marah-marah sendiri di dalam kolam renang. Semua pelayan berlarian kecil karena, takut terjadi apa-apa dengan Claire seperti suatu hal yang membahayakan Claire.


" Nona, Nona apa yang terjadi ?" Tanya beberapa pelayan kepada Claire yang tengah di dalam kolam renang sendirian dengan kekesalannya itu.


" Tidak ada yang terjadi, aku tidak apa-apa,," Umpat Claire merasa kesal dengan kelakuan para pelayan yang mendekatinya itu.


" Maaf Nona, saya mengira ada sesuatu yang terjadi pada Nona,," Ucap salah satu pelayan lagi.


" Tidak ada yang terjadi memangnya kalian mengira saya apa hah !!" Jawab Claire dengan nada suara yang begitu kesal dan terlihat selalu bahwa ia begitu jengkel dengan kelakuan para pelayan itu.


Ketika semua pelayan yang mendengar suara teriakan Claire itu dan langsung berlari kecil menuju ke arah kolam renang, hal itu membuat Claire sedikit merasa kesal akan kelakuan pelayan yang berprasangka bahwa dirinya sedang mengalami depresi itu. Sehingga hal yang dilakukan oleh pelayan dengan maksud yang baik bukannya membuat Claire menjadi senang malah membuat Claire sebaliknya yaitu memarahi para pelayan yang memberikan sebuah pertanyaan apa yang telah terjadi pada dirinya.


****