
Karena, telah mendapatkan informasi yang menarik sehingga membuat asisten pribadinya Madam Christin segera pergi ke ruangan dimana majikannya sedang berada. Setelah sampai di ruangan majikannya itu, sang asisten perlahan mendekati majikannya yang sedang merapikan suatu benda.
" Maaf, Nyonya jika saya mengganggu,," Bilang asisten Madam Christin yang melangkah mendekatinya.
" Heemm, tidak apa-apa, ada apa ?" Tanya Madam Christin pada asistennya.
" Ketika, saya sedang mengawasi kegiatan yang dilakukan oleh Nyonya Zoya bersama Nona Isabelle, dan terlihat mereka berdua sedang menuju ke arah dapur, oleh sebab itu saya langsung mendapatkan informasi bahwa hari ini Tuan Besar akan kedatangan orang yang paling penting,," Ucap asisten Madam Christin yang menjelaskan kegiatannya dengan sangat jelas.
Saat mendengar laporan dari asistennya Madam Christin sedikit penasaran, karena terlihat dari ekspresi wajahnya seketika bertanya siapa orang yang akan datang dan paling penting bagi Alberto.
" Memangnya siapa ?" Tanya Madam Christin pada asistennya.
" Tidak tahu Nyonya, karena, dengan sengaja Nyonya Zoya yang telah menyiapkan semua persiapan untuk menyambut kedatangan orang penting itu,," Jawab asisten Madam Christin.
" Benarkah ?" Tanya Madam Christin lagi.
" Ya, Nyonya,," Jawab asisten pribadi Madam Christin begitu yakin.
Sesaat Madam Christin memikirkan tentang seseorang yang akan datang dan merupakan orang penting. Sementara itu, saat ini Ziya sedang menyiapkan semua persiapan penting untuk menyambut kedatangan orang penting itu.
" Heemm, siapa orang yang akan datang itu, hingga Zoya sendiri yang menyiapkan semua persiapannya,," Gumam Madam Christin dalam hatinya.
" Lanjutkan tugasmu dan laporkan padaku jika ada informasi yang terbaru,," Bilang Madam Christin yang memberikan perintah kepada asistennya itu.
" Baik, Nyonya,," Ucap asistennya.
Sementara itu, di bagian dapur Ziya yang sedang sibuk mempersiapkan semua hal yang telah diperintahkan oleh suaminya itu dengan hembusan nafas kelegaan dan kepuasan, Ziya masih tetap mengawasi semua pelayan dalam menata ruang makan untuk malam nanti.
" Uuuhhh,, akhirnya pekerjaan kita selesai juga sayang,," Ucap Ziya yang merangkul pundak Isabelle.
" Betul sekali Nyonya, jadi mulai sekarang, Nyonya harus bersiap-siap untuk menyambut kedatangan Tuan Besar dan juga adiknya,," Ucap Vena yang mulutnya segera ditutup oleh tangan Ziya.
" Vena,," Bilang Ziya sambil menutup mulutnya Vena.
" Ini surprise yang sengaja dibuat Alberto untuk Grandma, jadi jangan terlalu keras suaranya,," Bilang Ziya yang mengingatkan Vena.
" Oh iya maaf Nyonya,," Gumam Vena sambil tersenyum meminta maaf.
" Tidak apa-apa,," Jawab Ziya.
" Oh ya sayang, sekarang kamu juga bersiap, karena malam nanti kita akan makan malam bersama,," Bilang Ziya kepada Isabelle.
" Oke Mom,," Ucap Isabelle yang berlalu pergi meninggalkan Ziya.
" Ayo Nyonya, Nyonya harus bersiap-siap," Ucap Vena kepada Ziya.
Seketika Ziya baru ingat bahwa ia harus mengantisipasi ruang makan malam ini dengan dititipkan pada seseorang yang dipercaya, karena, ia tidak mau adanya sebuah kesalahan yang terjadi, ketika ia diminta mempersiapkan semua hal untuk menyambut kepulangan adiknya Alberto.
Ziya tahu jika di dalam kediaman ini masih banyak orang yang memiliki sifat jahat seperti Gladys dan juga Claire, oleh sebab itu, Ziya lebih dahulu untuk mencegahnya daripada harus menyelesaikan masalah yang terjadi.
" Sebentar, aku harus menitipkan ruangan ini pada,,," Ucap Ziya seketika mengelilingi pandangan matanya terhadap semua pelayan.
Saat Ziya sedang mengedarkan pandangannya ke sekeliling arah, saat itu juga Ziya mendapatkan seseorang yang tepat baginya untuk menjaga ruangan yang sudah disiapkannya ini.
" Aku mempercayaimu dalam menjaga ruangan ini untukku,," Bilang Ziya kepada asisten pribadi Madam Christin.
Asisten itu dengan spontan terbelalak mendengar ucapan Ziya. Yang mempercayai dirinya untuk menjaga ruang makan saat ini. Karena, Ziya tahu asisten ini merupakan orang yang sangat jujur, oleh sebab itu, Ziya lebih memilih dirinya dibandingkan asisten lain.
" Eemmm, maaf Nyonya saya masih banyak pekerjaan,," Ucap asisten Madam Christin sedikit menolak halus permintaan Ziya.
" Heemmm, pekerjaanmu yang lain tolong ditunda dulu, aku hanya ingin kau bisa membantuku untuk menjaga ruangan ini." Ucap Ziya sambil tersenyum manis.
" Tapi, Nyonya,," Bilang asisten pribadi Madam Christin yang masih mengelak permintaan Ziya padanya.
" Aku minta bantuan darimu, karena, kau pelayan pribadi Grandma, jadi jangan beritahukan kabar ini pada Grandma bahwa persiapan yang aku lakukan ini adalah sebuah persiapan penyambutan seseorang yang penting dan hal yang paling utama dari sebuah persiapan ini adalah kejutan yang dilakukan oleh Alberto untuk Grandma." Ucap Ziya dengan suara lembut pada asistennya Madam Christin.
" Oohhh, ternyata Nyonya Zoya, sengaja membuat persiapan ini untuk menyambut kedatangan orang penting yang merupakan kejutan khusus untuk Nyonya Christin." Gumam asisten Madam Christin dalam hati yang baru mengerti akan tindakan Ziya melakukan persiapan ini.
Asisten pribadi Madam Christin baru mengetahui bahwa persiapan yang sedang dilakukan oleh Ziya ini adalah permintaan khusus dari Alberto untuk memberikan kejutan pada majikannya.
" Baiklah Nyonya, saya akan melakukan tugas yang telah diperintahkan oleh Nyonya,," Jawab asisten itu.
" Terima kasih," Bilang Ziya tersenyum.
Setelah mempercayakan ruangan makan malam ini pada asistennya Madam Christin, Zoya dan Vena segera melangkahkan kakinya menuju ke lantai atas, segera melakukan persiapan sebelum Alberto pulang nanti.
Saat ini Gladys baru saja masuk ke dalam istana utama, setelah selesai melakukan pekerjaannya di dalam ruangan pribadinya yang berada di bagian belakang istana. Ketika melewati ruang makan, Gladys merasa heran dan penasaran dengan suasana ruang makan saat ini, karena, ia tidak mengetahui akan ada seseorang yang kembali ke kediaman ini.
" Memangnya ada acara apa ?" Tanya Gladys dalam hatinya yang merasa penasaran dengan suasana ruang makan.
Lalu, Gladys segera mendekati ruangan itu dan bertanya dengan pelayan yang sedang berada di ruangan itu.
" Memangnya ada acara apa ?" Tanya Gladys kepada asistennya Madam Christin.
" Tuan Besar akan kedatangan orang yang paling penting, Nyonya,," Jawab asisten pribadi Christin dengan jelas.
Gladys malah semakin penasaran dengan maksud perkataan dari asisten Christin itu. Sehingga ia berpura-pura mengerti dan mengangguk meninggalkan ruangan ini.
" Oohhh,," Jawab Gladys singkat.
Sebenarnya, Gladys sedang mencari dimana keberadaan Claire saat ini, karena, sejak perginya Martin pagi tadi dari kediaman, Claire juga tidak terlihat di kediaman Alexandre saat ini. Karena, sedari tadi Gladys mencari di kamarnya, Claire juga tidak ada. Karena, merasa penasaran dengan orang penting yang akan datang itu, membuat Gladys melupakan tujuannya untuk mencari Claire.
" Memangnya siapa yang akan datang ?" Tanya Gladys dengan dirinya sendiri.
Setelah melihat Gladys melangkah jauh dari ruangan ini, asisten Madam Christin segera menghubungi majikannya untuk memberitahukan bahwa persiapan yang sengaja dilakukan oleh Ziya adalah persiapan kejutan khusus untuk majikannya.
" Pasti Nyonya Christin akan senang jika ia tahu, bahwa persiapan yang dilakukan oleh Nyonya Zoya saat ini adalah sebuah kejutan khusus permintaan dari Tuan Besar untuk Nyonya." Gumam asisten Christin sambil meletakkan ponsel di telinganya.
" Ada apa ?" Tanya Madam Christin selepas mengangkat teleponnya.
" Nyonya, ternyata Nyonya Zoya sengaja membuat persiapan ini khusus permintaan dari Tuan Besar bahwa orang penting yang datang itu adalah kejutan untuk Nyonya,," Ucap asistennya yang terdengar dari ponselnya.
" Oh ya kah ?" Tanya Madam Christin dengan wajah yang terlihat ceria.
" Iya Nyonya, karena, Nyonya Zoya sendiri yang mempercayakan saya untuk menjaga ruang makan saat ini,," Bilang asisten pribadi Christin lagi.
" Heemm, baiklah terima kasih sudah memberitahuku,," Gumam Madam Christin kepada asistennya.
Setelah menyelesaikan teleponnya pada asistennya itu, Madam Christin yang tadinya tidak mengetahui kelakuan Ziya itu dan sekarang karena, asistennya itu segera memberitahu berita ini pada majikannya. Akhirnya Madam Christin tahu apa yang sedang dilakukan Ziya saat ini. Namun, Madam Christin juga masih memikirkan memangnya siapa yang akan datang hingga Alberto cucunya itu sengaja memberikan kejutan untuk dirinya.
" Siapa yang akan datang,," Gumam Madam Christin sambil memikirkan orang yang akan datang ke kediamannya.
" Apakah Axeloe kembali,," Bilang Madam Christin lagi yang menerka akan kedatangan cucunya itu.
" Ya, sepertinya cucu kelinciku itu sudah kembali,," Ucap Christin lagi yang menerka sambil tersenyum.
Karena, merasa bahwa orang yang akan datang adalah cucunya sendiri. Dan, sudah lama tidak kembali ke kediamannya itu, membuat Madam Christin segera menyiapkan dirinya untuk menyambut kedatangan cucunya itu.
Saat ini, Alberto dan Axeloe sudah berada di dalam satu mobil. Axeloe tersenyum ketika melihat jalanan mobil sekarang sudah memasuki wilayah pekarangan kediaman milik Alexandre. Karena, sudah lama tidak kembali Axeloe merasa bahagia ketika melihat pekarangan kediaman milik Alexandre ini tetap seperti yang lama.
" Brother, apakah kebun tanaman merah Mommy saat ini masih dirawat ?" Tanya Axeloe pada Alberto yang duduk di sampingnya.
Saat Axeloe menanyakan kebun tanaman merah milik Mommynya itu dalam seketika membuat pikirannya teringat akan kehobian Ziya terhadap kebun itu.
" Yeah, tentu saja,," Jawab Alberto dengan yakin.
" Apakah kau tahu bahwa kakak iparmu saat ini menyukai kebun itu,," Ucap Alberto dengan memberitahu keadaan Ziya yang menyukai kebun tanaman merah.
" Benarkah ?" Tanya Axeloe sambil menolehkan kepalanya.
" Heemmm,, pastinya kau penasaran bukan, bahwa kakak iparmu sekarang kenapa menyukai kebun tanaman merah itu,," Bilang Alberto yang membuat Axeloe mengangguk.
" Tentu saja,," Jawab Axeloe mengangguk.
" Dia sama sepertimu dan juga Daniel, dimana keahliannya mampu membuat racun dari hasil penelitian sendiri." Bilang Alberto yang membuat Axeloe tercengang.
Selama berada di luar negeri Axeloe memang mengetahui jika Alberto sudah mendapatkan Istri yang sebenarnya dan Axeloe tidak mengetahui jika istri dari kakaknya saat ini mampu membuat penelitian yang sungguh hebat seperti racun.
Sebenarnya, Axeloe ingin membuat racun, cuma Axeloe belum terlalu mampu seperti Ziya, karena, ada suatu hal yang tidak diketahuinya. Oleh sebab itu, Axeloe sedikit terkejut ketika mengetahui bahwa Ziya istri dari kakaknya itu merupakan orang yang mampu membuat sebuah penelitian yang selama ini sangat diidamkannya.
" Benarkah dia mampu membuat racun sendiri ?" Tanya Axeloe serius pada kakaknya.
" Heemm, kau boleh lihat sendiri nanti,, asal kau jangan pernah menggodanya,," Bilang Alberto yang membuat Axeloe terkekeh.
" Siapa yang tidak menyukai seorang perempuan yang berbeda dari lainnya seperti dia, bro,," Ucap Axeloe yang membuat Alberto menatapnya tajam.
Alberto melirik dan menatap adiknya dengan tajam ketika mendengarkan candaan dari adiknya itu dan menandakan bahwa ia sangatlah menyayangi istrinya.
" Hahahaha, oke brother, aku hanya bercanda dan aku ingin lihat bagaimana cara kakak iparku itu membuat racunnya,," Bilang Axeloe terlihat penasaran dengan racun yang dibuat oleh Ziya.
Setelah selesai melakukan persiapan semuanya, saat ini Ziya dan Vena segera keluar dari kamarnya dan menuju ke arah tangga. Ziya melihat suasana di bawah bahwa saat ini Madam Christin sudah terlebih dahulu menunggu kehadiran orang penting itu akan datang.
" Sepertinya Grandma sudah mengetahui siapa yang akan datang,," Gumam Ziya saat menuruni tangga.
Saat Ziya menuruni tangga dan melangkahkan kakinya mendekati Madam Christin sambil tersenyum, Ziya memberi hormat pada Neneknya ini.
" Selamat malam Grandma,," Ucap Ziya lembut sambil tersenyum.
" Kau sengaja tidak memberitahukan padaku, jika kau mendapatkan sesuatu hal yang berhubungan denganku,," Ucap Madam Christin pada Ziya.
Ziya sedikit tercengang dengan pertanyaan yang disampaikan oleh Madam Christin padanya. Namun, Ziya menanggapi pertanyaan ini dengan senyuman.
" Maafkan Zoya Grandma, karena, ini,," Ucap Ziya terputus ketika Madam Christin tersenyum menatap wajahnya.
" Sudahlah, tidak perlu dipikirkan, Grandma tahu, kau melakukan ini karena kau talah diperintah oleh Alberto bukan,," Bilang Madam Christin yang membuat Ziya tersenyum.
Sementara itu, dari kejauhan Gladys sedikit penasaran dengan kelakuan Ziya yang saat ini terlihat bisa dekat dan akrab dengan mertuanya yaitu Madam Christin.
" Apa yang sedang mereka bicarakan,," Gumam Gladys dari kejauhan.
Saat Gladys sedang penasaran dengan kelakuan Ziya yang sedang berbicara dengan Madam Christin, tiba-tiba bunyi suara klakson mobil terdengar dari arah luar. Saat ini mobil yang dinaiki oleh Alberto dan juga Axeloe telah sampai tepat di depan pintu kediaman Alexandre. Axeloe tersenyum ketika melihat wajah Neneknya yang telah menunggu kepulangannya itu.
" Kelihatannya, Grandma sudah tahu jika kau kembali, adikku,," Ucap Alberto yang melihat wajah Madam Christin sudah ada di depan pintu kediamannya.
" Heemmm, sepertinya,," Bilang Axeloe tersenyum.
Semua pengawal Alberto sudah turun dari mobil dan segera membukakan pintu untuk kedua Tuan Besarnya ini. Setelah dibukakan pintu mobilnya, Alberto keluar dari mobil dan juga Axeloe. Betapa bahagianya Christin saat melihat wajah Axeloe yang keluar dari mobil saat ini.
" Axeloe,," Gumam Madam Christin yang terlihat bahagia melihat cucunya kembali.
Setelah turun dari mobil, Axeloe segera melangkahkan kakinya mendekati Grandma yang sudah begitu ia rindukan. Axeloe segera memeluk Neneknya yang masih terlihat cantik walaupun sudah sangat tua.
" Apa kabar My Mom,," Ucap Axeloe yang sengaja menggoda Neneknya.
Ketika Axeloe menggodanya itu, membuat Christin seketika mencubit lengan Axeloe yang berada di dalam pelukannya.
" Heemm, kau ini," Umpat Christin dengan wajah cerianya.
" Ya, memang benar bukan, kau lebih cocok menjadi My Mommy dibandingkan My Grandma, karena kau masih terlihat sangat cantik sayangku,," Ucap Axeloe yang sengaja mengangkat dagu Christin.
Saat Axeloe yang sengaja menggoda Neneknya itu, membuat Alberto tertawa terbahak-bahak, mendengar ucapan dan kelakuan yang dilakukan oleh adiknya saat ini. Seketika, Ziya tersenyum melihat wajah dan tingkah Axeloe yang terlihat sangat menyenangkan apabila sedang berhadapan dengan Neneknya. Namun, di sisi lain wajah ketakutan dan kecemasan terjadi pada Gladys yang terkejut melihat Axeloe telah kembali.
****