Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 259 - Kecemasan Vena



Karena melihat jejak Vena sudah tidak ada lagi di bagian koridor kamarnya itu. Sehingga membuat Axeloe merasa heran dengan kelincahan Vena yang sungguh cepat sekali melangkah pergi meninggalkan ruangannya itu. Sambil menaikkan ujung alisnya karena, terheran-heran dengan kecepatan Vena yang pergi dari tempatnya itu. Lalu, Axeloe berpikir bahwa sepertinya ia akan meneruskan penelitian yang penting baginya.


" Ketika sudah keluar dari kamar ini, cepat sekali wanita itu menghilang,," Gumam Axeloe sedikit terperangah dengan kelakuan Vena yang cepat sekali menghilang dari koridor kamarnya itu.


" Heemmm lebih baik aku menyelesaikan penelitian yang belum aku selesaikan di ruangan penelitian,," Gumam Axeloe langsung melangkah meninggalkan kamarnya.


Sambil mengeluarkan ponsel dari dalam saku jasnya, Axeloe sengaja melangkahkan kaki keluar dari kamar dan segera menutup kembali pintu kamarnya itu yang memiliki kode akses pribadi dari jarinya sendiri. Lalu, setelah selesai memberikan kode akses untuk menutup pintu kamarnya barulah Axeloe melangkah pergi menuju ke ruangan penelitiannya.


" Aku tidak habis pikir, kenapa wanita itu cepat sekali ingin keluar dari kamarku ini dan pastinya menjauh dariku," Gumam Axeloe sambil terus melangkah menuju ke arah ruangan penelitiannya.


" Sedangkan, wanita lain, selalu saling memperebutkan aku ini, bagaikan seorang dewa bagi wanita lainnya, tapi, kenapa dengan wanita seperti dia sama sekali tidak memiliki rasa penasaran dengan tubuhku ini,," Ucap Axeloe yang seolah terdengar bahwa dirinya adalah seorang pria yang begitu sempurna bagi semua wanita, namun tidak untuk Vena.


" Apakah aku ini tidak terlihat tampan baginya atau aku ini tidak membuatnya berhasrat untuk bernafsu padaku,," Ucap Axeloe lagi yang tetap membicarakan tentang dirinya sendiri dan reaksi pikiran Vena mengenai dirinya itu.


" Heemm, entahlah, kau tidak akan lepas dariku, Vena,," Gumam Axeloe sambil menaikkan sedikit ujung bibirnya.


Saat ini Axeloe melangkahkan kakinya menuju ke ruangan khusus penelitian miliknya itu dan saat ini Axeloe sedang melewati balkon kediaman yang memperlihatkan suasana keadaan di lantai bawah. Saat itu juga Axeloe bisa melihat bahwa Vena sedang melangkah dengan begitu cepat melewati ruangan lantai bawah.


" Heemm,, ternyata dia sudah di lantai bawah,," Ucap Axeloe ketika melihat Vena yang baru saja melewati lantai bawah dan akan menuju ke tempat dimana ruangan kamar Axeloe.


Sambil menghentikan langkahnya sementara, Axeloe bersantai menatap gerak-gerik Vena dari balkon atas dan Vena sama sekali tidak mengetahui apa yang sedang dilakukan oleh Axeloe. Setelah, Vena menghilang dari ruangan lantai bawah itu barulah Axeloe kembali melangkahkan kakinya menuju ruangan penelitiannya yang tidak jauh dari balkon tempat dirinya barusan berhenti.


Sedangkan, Vena saat ini tetap melangkah dengan cepat agar ia tidak terlambat menuju ke ruangan kamar Ziya dan tidak lagi dimarahi oleh Alberto karena, cukup lama dirinya pergi ke ruangannya Axeloe dan juga dipermainkan Axeloe di dalam kamarnya itu.


" Aduuuhhh, bagaimana ini, sepertinya, Tuan Besar akan memarahiku,," Ucap Vena dengan rasa cemas dan masih tetap melangkah dengan cepat menuju ke ruangannya Ziya.


Di dalam hati Vena saat ini memang sedang kebingungan dan juga kekhawatiran yang begitu pekat, karena, setelah ia menyadari bahwa Vena sudah lama pergi dari ruangan majikannya dan membantu Axeloe dalam menggantikan perban lukanya.


" Semoga saja Tuan Besar tidak marah padaku dan semoga saja Nyonya baik-baik saja,," Gumam Vena yang memiliki harapan besar bahwa keadaan saat ini dengan kedua majikannya itu baik-baik saja.


Saat ini Vena sudah keluar dari kediaman khusus milik Axeloe dan akan melangkah menuju tempat dimana kediaman yang ditujukannya adalah kediaman khusus milik Alberto. Masih dengan langkah kakinya yang begitu cepat akhirnya Vena telah sampai juga di tempat kediamannya Alberto dan kebetulan Vena saat itu bertemu dengan pengawal Friek yang telah dikhususkan Alberto untuk menjaga Ziya.


" Vena,," Panggil pengawal Friek kepada Vena dan Vena yang mendengarkan panggilannya itu otomatis langsung menghentikan langkahnya.


Saat Vena mau melangkah menuju ke tempat dimana kediaman khusus milik Alberto dan melewati taman yang cukup luas. Dari kejauhan Friek telah melihat Vena yang baru saja keluar dari tempatnya Axeloe dan dengan segera Friek memberitahukan suatu hal kepada Vena bahwa ia tidak bisa menghubungi Alberto yang saat ini sedang sibuk di dalam kamarnya Ziya.


" Kau mau kembali ke ruangan Tuan Besar ?" Tanya Friek kepada Vena dengan wajah serius.


" Benar,," Jawab Vena singkat dan menganggukkan kepalanya.


" Ada apa ?" Tanya Vena lagi kepada Friek.


" Sebenarnya, aku ingin melaporkan sesuatu hal yang penting pada Tuan Alberto, tapi, panggilan dariku sama sekali tidak dijawab,," Ucap Friek dengan serius dan tatapan matanya terlihat sedang memperhatikan keadaan suasana di sekitarnya.


Karena, kelakuan sikap Friek saat ini terlihat dengan jelas seperti sedang memperhatikan keadaan di sekitarnya dengan begitu seksama. Oleh sebab itu, dengan suara yang terdengar kecil Vena bertanya kepada Friek bahwa sepertinya Friek telah melihat sesuatu sehingga membuat Friek dan yang lainnya di sekitaran taman saat ini sedang berwaspada.


" Kenapa, sepertinya kau sedang melihat sesuatu ?" Tanya Vena dengan suaranya yang terdengar begitu kecil seperti sedang berbisik kepada Friek.


" Heemm, kau benar,," Jawab Friek sambil menganggukkan kepalanya dengan singkat dan tatapan matanya masih tetap waspada.


" Dan jika kau sudah kembali ke ruangan Nyonya Zoya serta bertemu dengan Tuan Besar, katakan bahwa Friek mau melapor,," Ucap Friek singkat namun padat dan juga jelas kepada Vena.


" Heemmm, baik, akan segera aku sampaikan,," Jawab Vena mengangguk.


" Permisi,," Sambung Vena lagi kepada Friek dan langsung melangkahkan kakinya meninggalkan tempat Friek yang masih tetap waspada di luar ruangan.


Setelah mengucapkan kata permisi kepada Friek dan mengerti akan apa saja pesan Friek untuk Tuan Besar mereka, dengan segera Vena melangkahkan kakinya meninggalkan tempat Friek berada saat ini dan langsung menuju ke dalam ruangan kediaman khusus milik Alberto. Sesampainya di sana barulah Vena bisa menghirup udara segar dan juga rasa khawatir bercampur aduk dengan rasa cemasnya itu sedikit luntur dari dalam hatinya karena, ia sudah sampai ke dalam ruangan khusus milik Alberto.


" Huuuuuuhhhh,, akhirnya sampai juga,," Gumam Vena setelah memasuki kediaman Alberto.


Dan pastinya tanpa aba-aba lagi Vena langsung saja melangkah menaiki tangga karena, ruangan kamar semua majikannya itu terletak di lantai dua. Oleh sebab itu sesampainya di lantai atas sambil mengatur nafasnya Vena langsung menuju ke kamar majikannya yaitu Ziya.


" Masih ada pengawal Frengky, berarti Tuan Besar masih tetap ada di dalam,," Gumam Vena dalam hatinya sambil melangkahkan kakinya dengan segera dan langsung menuju ke ruangan kamar Ziya.


Dan di depan pintu kamar itu seperti biasa asisten khusus serta pengawalnya Alberto siaga selalu untuk tetap di tempat ruangan majikannya. Sehingga hal itu memudahkan Vena untuk mengetahui bahwa Tuan Besarnya Alberto masih ada di dalam ruangan majikannya.


****