Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 150 - Kunci Kotak Rahasia



Dengan tubuh yang sangat lemah akhirnya Martin sampai juga ke dalam kamarnya, Martin segera mengambil air putih dan meminumnya. Martin begitu merasakan lemah pada semua sistem syaraf dan juga sendi dalam tubuhnya. Martin merasa heran dengan serbuk yang disemburkan Ziya tepat di depan wajahnya. Saat itu Martin berpikir bahwa yang disemburkan Ziya adalah sebuah bahan seperti tepung atau bedak tabur. Tapi, kenapa setelah terhirup serbuk itu tubuhnya langsung terasa sangat lemah sekali.


" Apa yang telah digunakan Zoya untuk melawanku,," Ucap Martin setelah meminum air putih.


" Sepertinya aku tidak yakin kalau dia adalah Zoya, tapi, kenapa wajahnya sangat mirip dengan Zoya. Apakah saat ini Zoya telah lupa ingatan dan melupakanku,," Bilang Martin lagi yang berpikir lain terhadap Ziya.


" Tidak mungkin, jika dia lupa ingatan,," Ucap Martin lagi yang memikirkan sesuatu tentang Ziya.


" Kenapa tubuhku terasa sangat lemah seperti ini,," Bilang Martin yang tiba-tiba sudah tidak sadarkan diri di atas tempat tidurnya.


Setelah meminum air putihnya, tiba-tiba Martin merasakan lebih lemas lagi pada tubuhnya dibandingkan yang tadi, lalu tiba-tiba Martin tidak sadarkan diri dan pingsan di atas tempat tidurnya dengan posisi yang tidak karuan.


Pagi hari yang cerah, Demian lebih dahulu bangun dibandingkan kedua orang tuanya itu, dengan segera Demian membangunkan Mommynya dan mengganggu Daddynya yang juga ikut tidur bersama dengannya.


" Mommy, bangun Demian mau pelgi ke sekolah,," Ucap Demian yang menggoyang-goyangkan tubuhnya Ziya.


Sesaat Ziya sedikit terbangun karena, kelakuan Demian yang telah menggoyangkan tubuhnya dan membangunkan dirinya itu.


" Heemm,, ada apa Demi, sayang" Tanya Ziya yang setengah membuka matanya.


" Demi mau pelgi sekolah ya, Mom,," Ucap Demian yang membuat Ziya mengangguk.


" Heeemm iya sayang, hati-hati ya,," Bilang Ziya dengan perlahan menurunkan tubuhnya dari tempat tidur.


Saat Ziya turun dari tempat tidur, Demian segera mengganggu Daddynya yang masih tertidur pulas itu. Dengan segera Ziya mengajak Demian untuk keluar dari kamarnya supaya Alberto bisa tidur dengan nyenyak.


" Daddy, Demi pelgi sekolah dulu ya,," Ucap Demian sambil mencium pipi Alberto yang terlihat adanya rambut-rambut halus yang tertata rapi di wajahnya itu.


" Iiiihhhh geli,," Bilang Demian setelah menciumi Daddynya.


" Come sayang, jangan ganggu Daddy, Daddy baru saja tidur." Bilang Ziya dengan segera menggendong Demian.


Setelah itu, Ziya segera membuka pintu kamarnya dan terlihatlah wajah Melly sudah berada di depan kamarnya.


" Antar dan jaga Demian di sekolah,," Bilang Ziya yang memberikan Demian kepada Melly.


" Baik Nyonya,," Ucap Melly mengangguk.


" Daaahhh Mommy,," Bilang Demian yang digendong oleh Melly.


" Daaahhh sayang,," Ucap Ziya sambil melambaikan tangannya kepada Demian.


Setelah mengantar Demian ke depan pintu kamarnya, sambil menguap Ziya kembali masuk ke dalam kamarnya. Dan, tersenyum melihat Alberto yang masih tertidur pulas di tempat tidurnya itu. Karena, masih mengantuk akhirnya Ziya tertidur kembali di sebelah Alberto.


Sementara itu, Claire yang baru saja keluar dari kamar mandinya, baru saja melihat ada sebuah amplop yang diletakkan di atas meja kecil sudut kamarnya. Selama ini Claire tidak memperhatikan amplop kecil itu, lalu dengan segera Claire mengambil amplop kecil yang berada di atas meja dan membuka isi amplop itu.


" Itu amplop apa ?" Tanya Claire yang baru saja keluar dari kamar mandinya.


Claire melihat kop surat tertulis nama perusahaan Alberto. Karena, merasa itu hanyalah surat biasa jadi Claire tidak membaca surat tersebut. Padahal surat itu sangat penting, apabila Claire membacanya maka Claire akan teriak segera melabrak Ziya bahwa dirinya sudah dipecat dari perusahaan Alberto.


" Oohh mungkin surat dari kantor yang terbawa olehku,," Ucap Claire setelah melihat kop surat yang ada di amplop.


Rencana Claire hari ini adalah ingin menghasut putrinya Alberto yang bernama Isabelle bahwa hanya Isabelle saja yang tidak mengetahui bahwa dirinya bukanlah putri kandung dari Alberto.


" Hari ini aku harus melakukan rencana bagus untuk putrinya Alberto, bahwa hanya Isabelle yang tidak mengetahui kalau dirinya bukanlah anak kandung Alberto." Bilang Claire yang masih memakai handuk di dalam kamarnya itu.


" Karena, sore kemarin dengan sengaja wanita ular itu mau merayu kedua putri Alberto, namun sayangnya kedua putri Alberto sudah tidak menyukainya,, hahahahah kasihan sekali." Ucap Claire yang merasa senang melihat adegan yang diawasinya kemarin.


Claire dengan sengaja selalu mendengar dan mengawasi gerak-gerik Ziya saat, Ziya berada di luar. Dan, seperti kemarin Claire mendengarkan semua ucapan yang dikatakan oleh Ziya untuk mendekati Isabelle yang baru saja pulang dari sekolah.


Setelah selesai mengganti pakaiannya dengan segera Claire keluar dari kamarnya dan pergi ke istana kedua dimana di istana itu dikuasai oleh tiga perempuan penting bagi Alberto. Dengan senyuman sinisnya Claire melangkah menuju ke kamar Isabelle, terlihatlah Isabelle masih tertidur di atas tempat tidurnya.


" Heemmm sepertinya dia tidak sekolah,," Ucap Claire yang melihat Isabelle masih tertidur di atas tempat tidurnya.


" Belle,," Panggil Claire pada Isabelle yang masih tertidur dengan menutupi tubuhnya.


" Heemmm, ada apa Aunty," Jawab Isabelle yang sudah sangat mengenal suara Claire.


" Kenapa kau tidak pergi ke sekolah ?" Tanya Claire pada Isabelle.


" Heeemm, hari ini memang libur, Aunty," Ucap Isabelle yang berbohong kepada Claire.


Sebenarnya Isabelle merasakan tubuhnya sedang tidak enak. Oleh sebab itu, ia memilih tidak pergi ke sekolah hari ini, namun, Isabelle sama sekali tidak memberitahu kepada siapapun tentang dirinya itu yang sedang sakit.


" Oohhh,, Aunty cuma mau menyampaikan sesuatu padamu dan kau harus ingat bahwa cuma Aunty yang memperdulikan dirimu,," Bilang Claire yang masih saja berdiri sedikit jauh dari Isabelle.


Dulunya Claire selalu merayu kedua putri Alberto ini untuk mendapatkan perhatian dari Alberto, namun, semenjak Claire mengetahui bahwa kedua putri ini bukanlah putri kandung Alberto. Oleh sebab itu, Claire tidak lagi memperdulikan kedua putri Alberto ini, melainkan sol terlihat perduli padahal sebenarnya ingin sekali Claire membuang kedua wanita kecil yang tidak berguna ini. Claire pikir dengan caranya yang memperhatikan kedua putri Alberto ini, Alberto akan menyukainya, namun itu semua adalah nol. Claire sama sekali tidak mendapatkan perhatian sedikitpun dari Alberto.


" Ya, Aunty, Belle tahu kalau di rumah ini cuma Aunty yang memperhatikan Belle,," Ucap Isabelle sambil duduk di atas tempat tidurnya.


" Heemmm kalau begitu bagus jika kau masih mengingatnya. Aunty cuma mau kasih tahu padamu, kenapa, Daddymu tidak pernah memperhatikan dan memperdulikan dirimu, Belle,," Bilang Claire yang baru saja mulai membuka pembicaraannya itu.


" Ya, memangnya ada apa, Aunty ?" Tanya Isabelle menatap serius wajah Claire.


Bagaikan disambar petir yang sangat kuat, ketika Isabelle mengetahui bahwa dirinya bukanlah anak kandung dari Alberto Alexandre. Isabelle teringat bagaimana sikap Daddynya selama ini, memang sangat terlihat bahwa Alberto tidak pernah memperdulikan dirinya dan juga Krystal.


" Apa,, Aunty tidak bohong dengan ucapan yang disampaikan Aunty tentang diriku,," Bilang Isabelle yang sungguh terlihat wajahnya begitu terkejut saat mengetahui kebenarannya dari mulut Claire.


" Heh!! Belle, Belle, untuk apa aku berbohong, jika saat usiamu lima belas tahun nanti kau akan mengetahuinya juga, seperti saudaramu itu Krystal yang mengetahui kebenarannya satu tahun yang lalu,," Bilang Claire yang membuat Isabelle merasa sedih akan kenyataan yang ada.


" Jika benar aku bukanlah putri Daddy, untuk apa aku tinggal disini,," Ucap Isabelle yang mulai menitikkan air matanya.


" Heemmm, tidak mungkin kau bisa lepas dari hak asuh Alberto, karena, saat kau lahir, Mommy mu melakukan kesalahan, dia telah berselingkuh dengan laki-laki lain sehingga membuat Mommy mu diceraikan oleh Alberto dan hak asuh terhadap dirimu, semuanya diambil oleh Alberto." Ucap Claire yang menambah kesedihan pada Isabelle.


" Kalau kau sudah mengetahui hal ini semua, aku ingin agar kau menuruti perintah dariku, karena, hanya akulah orang yang memperhatikan dirimu Isabelle,," Ucap Claire langsung pada Isabelle.


" Memangnya Aunty mau apa dari Belle ?" Tanya Isabelle yang menghapus air matanya.


Ketika mendengarkan ucapan yang dikatakan oleh Isabelle yang mau untuk mengikuti kehendaknya itu, dengan segera Claire tersenyum dan melangkahkan kakinya untuk lebih dekat lagi dengan Isabelle.


" Baik, jika kau hanya ingin mendapatkan perhatian dariku, kau harus menjauhi Demian dan juga Mommynya Demian, jika dia ingin mendekatimu berarti dia hanya ingin membuatmu merasa iri dengan aktivitas yang dilakukannya bersama. Dan juga dia ingin menunjukkan bahwa hanya Demian saja yang merupakan keturunan kandung dari Alberto Alexandre bukan kau Belle," Ucap Claire yang memberikan suatu racun di dalam otak Isabelle.


" Baik, Aunty,," Jawab Isabelle menuruti semua perkataan Claire.


" Bagus," Ucap Claire sedikit tersenyum dan segera melangkahkan kakinya keluar dari kamar Isabelle.


Setelah selesai meracuni pikiran Putri kedua Alberto dengan segera Claire melangkahkan kakinya menuju ruangan Auntynya.


" Dasar anak bodoh, sama seperti Ibunya yang mau disuap pakai uang untuk berselingkuh dengan orang lain." Ucap Claire tersenyum puas ketika kakinya sudah berada diluar dari kamar Isabelle.


" Lebih baik, aku langsung segera ke tempat Aunty,," Ucap Claire yang segera pergi ke tempat Gladys.


Setelah sampai disana, Claire melihat Aunty Gladys sudah tidak ada di ruangannya itu.


" Kemana Aunty ?" Tanya Claire yang melihat ruangan Auntynya sudah kosong.


" Heeemm sepertinya Aunty sedang ke tempat Martin,," Ucap Claire yang sudah mengetahui tempat kepergian Gladys.


Dengan segera Claire pergi ke tempat Martin, setelah sampai di tempatnya Martin yang tidak terlalu jauh dari ruangan Auntynya ini. Terlihatlah Gladys yang masih berdiri di luar pintu kamar pribadinya Martin.


" Aunty, Claire cari kemana-mana ternyata Aunty masih disini," Bilang Claire setelah sampai di tempat Gladys.


" Heemmm iya, Aunty merasa curiga sepertinya sedang terjadi sesuatu pada Martin." Ucap Gladys yang segera langsung menjawab perkataan Claire.


" Memangnya ada apa Aunty ?" Tanya Claire yang penasaran pada Gladys.


" Karena, semalam Aunty menemukan kunci ini yang tercecer dari lantai tempat Alberto bagian luar,," Bilang Gladys yang menunjukkan sesuatu benda seperti kunci kecil.


Pagi tadi saat Gladys sedang berada di luar tepatnya di sebuah taman dekat kamarnya Alberto. Gladys menemukan sebuah kunci kecil yang merupakan kunci kotak rahasia miliknya. Karena, selama ini kotak itu masih terletak di rumahnya yang telah lama ditinggalkannya itu. Dan, ternyata selama ini Martin telah membawa kunci kotak kecil itu ke istana Alexandre ini, sehingga membuat Gladys sangat cemas akan sikap Martin yang telah membongkar kotak rahasianya itu.


" Maksud, Aunty ini kunci yang digunakan untuk apa ?" Tanya Claire yang penasaran dengan kunci kecil di tangan Gladys saat ini.


" Heemmm,, kau tidak tahu kalau ini kunci kotak rahasia milik Aunty,," Bilang Gladys lagi pada Claire.


" Kunci kotak rahasia,," Bilang Claire yang menatap kunci itu.


Dan Claire melihat bahwa kunci kecil itu sama sekali tidak memiliki keistimewaan sedikitpun. Walaupun terlihat seperti itu, Claire masih tetap penasaran dengan maksud yang dikatakan oleh Auntynya ini.


" Maksud Aunty, kunci ini sengaja di ambil oleh Martin untuk mengetahui isi kotak rahasia milik Aunty." Bilang Claire yang menerka pikiran Gladys.


" Kau benar sekali Claire. Sepertinya, Martin memang sengaja untuk membuka kotak rahasia itu dan ingin mengetahui rahasia yang selama ini aku simpan berpuluh-puluh tahun lamanya." Ucap Gladys yang merasa khawatir akan kelakuan Martin.


Gladys merasa cemas jika Martin memberitahu kepada seseorang bahwa ia adalah salah satu pelaku dari pembunuhan yang terjadi pada Friska. Dan, Gladys sangat ketakutan jika salah satu dari putranya Vasco ini mengetahui tindakannya selama ini. Pasti, nyawa Gladys tidak akan bisa terselamatkan jika kelakuannya sekitar enam belas tahun yang lalu adalah seorang wanita yang telah berkoordinasi dengan mafia kecil lainnya untuk membunuh Friska.


" Tapi, Aunty, Aunty jangan mencurigai Martin, tidak mungkin Martin sampai membocorkan rahasia Aunty selam ini kepada orang-orangnya Alberto. Sedangkan, Martin dan Alberto saja bermusuhan,," Ucap Claire lagi yang berniat untuk menenangkan perasaan Auntynya ini.


" Ya, kau bisa berkata seperti itu, karena, kau tidak tahu bahwa Alberto orangnya sangat pintar, bisa jadi selama Martin disekap olehnya itu, Alberto telah mencuci otak dari Martin. Sehingga apapun keinginan dari Alberto dengan segera Martin pasti akan mengikutinya." Bilang Gladys yang menjelaskan kepada Claire tentang betapa pintarnya Putra dari Friska musuhnya itu.


Saat mendengarkan ucapan Auntynya yang menjelaskan betapa pintar dan liciknya sifat dari Alberto, Claire, merasa sedikit takut akan nyawanya saat ini.


" Aakkhh Aunty itu tidak akan mungkin, jika Martin telah membongkar semua rahasia Aunty, otomatis hari ini juga kita sudah di keek,," Ucap Claire pada Gladys sambil menunjukkan lehernya yang akan dipancung oleh Alberto.


" Kau benar, Walaupun Martin telah membongkarnya, Alberto tidak akan menemukan bukti asli dari perbuatan yang kulakukan selama ini,," Bilang Gladys sambil tersenyum sinis.


" Dan pastinya Uncle Vasco tidak akan menghukum Aunty, karena, Aunty adalah Mommy kandung dari Putrinya sendiri," Ucap Claire yang membuat Gladys merasa sedikit lega.


" Kau benar Claire, saat ini aku sangat beruntung, karena, aku telah memiliki seorang Putri dari Vasco, sehingga dari Putriku itu, aku akan terbebas dari hukuman apapun yang akan dilakukan oleh Alberto." Bilang Gladys yang tersenyum puas akan kepemilikannya itu.


Ya, saat ini Gladys bisa tersenyum puas. Namun, jika Alberto dan Ziya sudah menemui bukti yang kuat dan bukti saksi mata di saat itu ialah Zalina maka, nyawa Gladys sudah tidak berada lagi di dalam raganya.


****


Oke Readers sudah tiga bab ya hari ini 🥰🥰🥳🥳