
" Heemmm, Alberto kau ini ada-ada saja,," Gumam Ziya sambil menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Alberto saat ini memang berbeda dengan sikap dan kelakuannya dulu.
" Kau tidak suka, jika aku minum di gelas punyamu ini ?" Tanya Alberto seolah dirinya itu sedikit tersinggung padahal hanya sekedar ingin melihat reaksi wajah Ziya yang langsung merasa tidak enak dengan pertanyaan darinya.
" Akkh, bukan begitu, Alberto, aku tidak bermaksud seperti itu, aku merasa senang jika kamu bersedia makan dan minum dengan tempat yang sama bersama denganku seperti ini,," Jawab Ziya langsung dengan memperlihatkan keyakinan dari jawabannya itu pada Alberto.
Jelas saja Ziya langsung menjawab atas pertanyaan Alberto dengan reaksi wajahnya yang terlihat sedikit kaku dan juga tersinggung, padahal sebenarnya Alberto hanya ingin melihat reaksi Ziya. Apakah Ziya saat ini merasa tidak enak atau masih merasa takut dengan reaksinya yang seketika berubah atas pertanyaan darinya itu. Sambil tertawa senang Alberto menjawab ungkapan Ziya hingga membuat Ziya kesal dan spontan langsung mencubit tubuh Alberto.
" Hahahaha, ternyata istriku ini masih merasa takut denganku,," Sahut Alberto sambil tertawa melihat reaksi wajah Ziya yang merasa tidak enak dengan dirinya.
Tentu saja melihat Alberto yang juga langsung menjawab ungkapannya itu dengan gelak tawa membuat Ziya merasa bingung dan spontan langsung mencubit tubuh Alberto ketika mengetahui bahwa sebenarnya Alberto hanya ingin mempermainkan dirinya berpura-pura kesal serta tersinggung itu.
" Kenapa reaksi wajahmu seperti ini sayang ?" Tanya Alberto lagi masih dengan tawanya yang ceria sambil menye.ntil sedikit hidung Ziya yang masih menatapnya heran.
" Aku tidak apa-apa, sayang, aku sama sekali tidak tersinggung, aku hanya berpura-pura, karena, aku kangen dengan wajahmu ini yang merasa kesal dengan tindakanku,," Jawab Alberto lagi dengan panjang lebar hingga membuat wajah Ziya berubah menjadi geram dengan kelakuan Alberto yang disengaja untuk mempermainkan dirinya.
" Iiii-Iiihhh, Alberto, kau ini,," Seru Ziya mengubah reaksi wajahnya terlihat sangat geram dengan kelakuan Alberto yang sengaja mempermainkan dirinya itu.
" Aduh, Aduh, Aduh Sayang, geli,," Seru Alberto balik yang merasa geli karena cubit cubitan tangan Ziya tepat di bagian perutnya.
" Kau sengaja, mempermainkan aku, aku tidak akan menghentikan cubitan ini sebelum kau meminta maaf padaku,," Ucap Ziya sambil tetap mencubit perut Alberto dengan perasaannya yang masih geram terhadap kelakuan Alberto.
Karena, melihat Alberto tertawa kegelian dengan tindakan yang baru saja Ziya lakukan itu, hingga membuat Ziya merasa heran bukannya sakit karena, cubitan yang ia lakukan melainkan rasa geli yang dirasakan oleh Alberto saat ini. Dan sehingga membuat Ziya menghentikan tindakannya yang masih saja mencubit perutnya Alberto.
" Kau ini aneh, Alberto, bukannya terasa sakit di cubit oleh tanganku, malah membuat kau merasa geli,," Gerutu Ziya yang langsung menghentikan tindakannya itu.
" Hahahaha, tanganmu ini sayang bukan membuat rasa sakit di tubuhku melainkan rasa nikmat dan juga enak,," Jawab Alberto dengan tatapan matanya yang terlihat nakal.
" Sudahlah, kau pemenangnya, memang aku tidak bisa melakukan apapun pada tubuhmu ini,," Gerutu Ziya sambil memanyunkan bibirnya hingga membuat Alberto langsung mencium bibir Ziya yang sedang monyong itu.
Cuuupppp!!
Seruput Alberto dengan segera memberikan ciuman hangat nan lembut tepat di bibirnya Ziya yang sedang monyong itu.
" Eeehhmmm, Alberto kau ini,," Seru Ziya yang seketika kaget saat bibirnya dicium oleh Alberto.
" Supaya bibir ini tidak cemberut lagi,," Ucap Alberto sambil menyentuh lembut bibir Ziya dengan menggunakan jarinya.
" Heemmm, aku sama sekali tidak cemberut Alberto, aku hanya merasa bahagia jika kau, memperlakukan aku seperti ini,," Jawab Ziya dengan reaksi wajahnya yang terlihat begitu bahagia