
Zavier baru saja sampai di bandara lalu segera keluar dari bandara dan melintasi jalan hendak menuju ke arah mobilnya yang selama ini ia letakkan di parkiran bandara, saat Zavier ingin melangkahkan kakinya menuju ke parkiran mobilnya, Zavier tak sengaja melihat Alexa yang baru saja keluar dari bandara juga. Namun, saat itu Zavier melihat Alexa yang sedang sendirian sedang menunggu jemputan.
" Lexa,, darimana dia," Ucap Zavier yang melihat Alexa sedang berdiri di depan bandara.
Namun, Zavier tahu tidak mungkin Alexa hanya sendiri tanpa diketahui oleh Alberto sedikitpun tentang kepergiannya ini. Dan, saat ini terlihat Alexa bukannya pergi menaiki pesawat pribadi milik Alberto melainkan pesawat biasa bersama penumpang lainnya. Zavier merasa curiga pada kelakuan Alexa yang terlihat baru saja keluar dari bandara itu.
" Aku merasa curiga padanya, kenapa dia sendiri di bandara ini, tanpa ada pengawalan sedikitpun." Ucap Zavier yang meneliti pergerakan Alexa saat diluar bandara.
" Sebelum aku kembali, aku ingin lihat mau kemana dia pergi ?" Bilang Zavier yang sengaja memasang kamera perekam untuk mengintai pergerakan yang mencurigakan dari Alexa.
Sambil memperhatikan gerak-gerik Alexa, Zavier segera mengambil mobilnya dan masuk ke dalam mobilnya. Lalu, Zavier segera mengawasi Alexa dari dalam mobil. Terlihat, saat ini Alexa sedang menerima telepon dari seseorang. Zavier semakin meneliti apa yang sedang dilakukan Alexa itu.
" Sepertinya, aku harus memberitahu Alberto, apa yang telah dilakukan Alexa tanpa sepengetahuannya." Ucap Zavier dengan segera menghubungi Alberto.
Namun, saat Zavier ingin menghubungi Alberto, sesaat Zavier melihat Alexa sudah menaiki sebuah mobil yang penumpangnya perempuan semua, karena, melihat Alexa sudah pergi menaiki mobil yang terlihat mobil temannya itu, Zavier akhirnya mengurungkan niatnya untuk menelepon Alberto saat ini.
" Heh!! darimana dia, aku akan cari tahu," Ucap Zavier yang berniat ingin mencari tahu kemana arah tempat yang ditujukan oleh Alexa.
Sesaat, Zavier teringat untuk apa dia mencari tahu kegiatan Alexa.
" Tapi, untuk apa, aku mencari tahu tentang dirinya,," Bilang Zavier yang merasa heran dengan dirinya sendiri.
Dengan segera Zavier meluncurkan mobilnya keluar dari areal parkir bandara. Tujuannya ingin langsung ke kantor A milik Alberto.
Sedangkan, Alberto yang sedang berada di kantor sambil melihat kembali video rekaman yang dilakukan Ziya bersama Demian di taman. Lalu, Alberto mendapatkan berita terbaru dari Frengky dari acara kegiatan Ziya hari ini di sebuah peresmian kantor perusahaan milik anak perusahaan yang menjadi pengikut dalam perusahaannya itu.
Saat mendapatkan laporan berita dari asisten pribadi Alberto yang berada di kantornya ini dengan segera Frengky memberitahukan informasi ini kepada Alberto. Spontan, Alberto sedikit kaget mendengar berita yang disampaikan bahwa hari ini Ziya sudah diserang oleh wanita yang merupakan istri dari pengusaha terkenal juga dan memiliki kontrak kerja dengan perusahaan Alberto.
" Tuan, baru saja saya mendapatkan laporan,," Ucap Frengky dengan segera langsung mendekati Alberto dan melaporkan berita kepada Tuan Besarnya itu.
" Heemm,, laporan apa ?" Tanya Alberto yang masih fokus dengan layar ponselnya.
Sebenarnya saat ini Alberto sedang menonton ulang rekaman yang dibuat oleh Vena untuk merekam kegiatan Ziya dan Demian yang sedang main bersama.
" Ada laporan bahwa Nyonya Zoya hari ini diserang oleh seorang istri dari pengusaha terkenal di sebuah acara pesta perusahaan grup D, Tuan." Ucap Frengky yang menjelaskan keadaan hari ini yang terjadi pada Ziya.
" Haah!!" Suara yang keluar dari mulutnya karena, merasa kaget mendengar ucapan yang disampaikan oleh Frengky.
Saat mendengarkan laporan yang disampaikan oleh Frengky, jelas sekali Alberto terkejut, karena, dalam isi laporan tersebut menjelaskan bahwa Ziya hari ini baru saja mendapatkan penyerangan dari seorang wanita yang merupakan istri dari pebisnis terkenal di negaranya ini juga. Namun, Alberto tidak mengetahui kenapa Ziya mendapatkan penyerangan hari ini.
" Diserang, maksudnya ?" Tanya Alberto yang langsung menoleh ke arah Frengky.
Karena, mendengarkan Ziya mendapatkan penyerangan, dengan segera Alberto ingin melihat bagaimana penyerangan itu bisa terjadi. Apa penyebabnya dan apa saja yang telah terjadi pada dirinya, tidak mungkin wanita baik seperti Ziya bisa mendapatkan penyerangan dari seorang wanita yang memang sengaja menyerangnya.
" Ini Tuan, rekaman jelasnya,," Ucap Frengky yang memberikan sebuah video rekaman bagaimana Ziya diserang tadi saat di sebuah pesta perusahaan.
Dengan segera Alberto mengambil sebuah video rekaman yang merekam bagaimana kejadian penyerangan yang telah terjadi pada Ziya. Saat memutar video rekamannya, Alberto segera meningkatkan volume suaranya, hingga jelaslah apa yang dikatakan wanita itu dan apa saja jawaban yang diucapkan oleh Ziya.
Saat Alberto mendengar semua ucapan Ziya. Alberto merasa bahwa Ziya sangat berani melawan wanita yang sengaja mempermalukan dirinya itu, Alberto bangga mendengar semua ungkapan yang diucapkan oleh Ziya.
" Bagus sayang, itu yang membuatku semakin menyukaimu,," Gumam Alberto dalam hati yang tersenyum mendengar ucapan Ziya saat melawan wanita yang sengaja mempermalukan dirinya itu.
Dengan penuh percaya diri dan meniru gaya angkuh dari Zoya, Ziya berani mengatasnamakan Alberto untuk membuktikannya kebenaran dari ucapannya itu. Karena, mendengarkan ucapan Ziya yang menyatakan bahwa Alberto sangat mencintai dirinya dan sangatlah menyayanginya, dengan segera Alberto mewujudkan semua ucapan yang dikatakan Ziya pada semua tamu undangan disana yang telah sengaja menertawakannya.
" Baik sayang, siapapun orang yang berani menyerang dan mempermalukanmu seperti ini, aku tidak akan tinggal diam, aku akan menyerang balik perbuatan mereka ini sampai mereka menangis darah dan bersujud di kakimu untuk meminta maaf." Ucap Alberto sangat jelas sekali terdengar oleh Frengky yang sedang berdiri di sampingnya.
Bagi, Alberto apabila mereka menyerang Zoya, kemungkinan Zoya tidak akan memperdulikan perlakuan mereka yang menyerangnya, namun, tidak dengan wanita yang sangat dicintainya ini, secara langsung Alberto pasti akan membalaskan semua perbuatan yang dilakukan oleh wanita itu yang telah berani mempermalukan istrinya di depan umum.
" Frengky, panggil Kepala Bagian Bisnis antar perusahaan, aku ingin tahu, siapa suaminya dan aku ingin lihat, bagaimana wajahnya setelah aku putuskan kontrak kerja pada mereka semua." Ucap Alberto segera memerintahkan Frengky untuk memanggil Kepala Bagian Bisnis di perusahaannya itu.
" Baik, Tuan." Jawab Frengky dengan segera melangkahkan kakinya keluar dari ruang kantor milik Alberto.
Frengky dengan segera keluar dari ruangan dan memerintahkan asisten pribadi Alberto yang telah dikhususkan untuk bekerja di kantornya ini untuk memanggil Kepala Bagian Bisnis sesuai perintah dari Tuan Besarnya itu.
Tak lama kemudian, Kepala Bagian Bisnis antar perusahaan datang dengan
tergesa-gesa dengan wajah yang sedikit khawatir dan takut. Saat masuk ke dalam ruangan Alberto, Kepala Bagian Bisnis itu berdiri sambil menundukkan kepalanya tidak berani menatap wajah Alberto yang terlihat sangat menakutkan.
" Selamat sore, Tuan Alberto,," Ucap Kepala Bagian Bisnis saat memasuki ruangan Alberto langsung memberikan salam kepada sang tuan besar itu
Dengan hati yang cemas dan rasa takut menghampiri, Doni sang kepala bagian bisnis itupun duduk tepat di hadapan Alberto. Alberto tahu akan kecemasan yang dirasakan oleh karyawannya ini.
Oleh sebab itu, dengan kecemasannya ini Alberto segera memberikan perintah kepadanya untuk melakukan sebuah pekerjaan yang tidak lain adalah segera memecat suami dari wanita yang telah mempermalukan istrinya Ziya atau apabila mereka bukan karyawan dari perusahaan ini, Alberto menginginkan untuk mengambil semua aset yang telah diberikan kepada mereka yang selama ini menjalin kerjasama pada perusahaannya.
" Apakah kau tahu, kenapa aku memanggilmu ?" Tanya Alberto yang membuka pembicaraan di antara mereka.
" Tidak Tuan, ada apa, Tuan ?" Jawab Doni sambil menggelengkan kepala dan kembali bertanya balik pada Alberto.
" Kalau kamu tidak tahu, kenapa alasanku memanggilmu, apakah kau tahu ini istri siapa ?" Tanya Alberto yang membuat karyawan itu semakin bingung sambil melihat kembali video rekaman yang memperlihatkan rekaman dari kejadian yang terjadi pada Ziya.
" Maksud Tuan,," Tanya Doni yang bingung dan penasaran.
" Aku ingin kau mencari tahu tentang wanita ini, apakah kau tahu wanita ini istri siapa ?" Tanya Alberto yang memberikan gambar seorang wanita kepada Doni.
" Sebentar Tuan, saya periksa dulu." Jawab Doni yang sedikit lega mendengar ucapan Alberto yang hanya menanyakannya gambar seorang wanita.
Sesaat Doni mengetahui bahwa wanita itu adalah seorang istri dari pebisnis terkenal yang memiliki kontrak kerja dengan perusahaan mereka baru sekitar satu minggu yang lalu.
" Tuan, ini istri dari Tuan Fredi yang baru saja mengikat kontrak dengan perusahaan Tuan sekitar satu minggu yang lalu." Ucap Doni yang mengingat wajah istri Fredi seorang pebisnis memiliki kontrak kerja di kantor perusahaan Tuan Besarnya ini.
" Bagus kalau kau mengenalnya, baik aku segera perintahkan kau untuk memutuskan kontrak kerja secara langsung dengan perusahaannya Pak Fredi saat ini juga,," Ucap Alberto yang memerintahkan Doni untuk segera membuat laporan pemutusan kontrak terhadap perusahaan Fredi.
Mendengar perintah langsung dari Alberto itu, membuat Doni karyawannya ini cukup bingung dan heran.
" Tapi Tuan, kita baru saja mengikat kontrak dengan perusahaan mereka." Bilang Doni lagi yang masih memberikan Alberto untuk berpikir kembali.
" Heh!! tidak masalah bagiku, yang penting sekarang juga kau buatkan laporan untuk memutuskan kontrak kerja dengan mereka, besok sore laporan itu sudah ada di meja kerjaku,," Ucap Alberto yang segera memerintahkan kepada Doni untuk segera melakukan perintahnya itu.
" Baik Tuan, tapi apakah memutuskan kontrak kerjanya itu tidak akan menimbulkan dampak negatif,," Ucap Doni yang kembali memberikan masukkan kepada Alberto.
" Hehehe, tenang saja dampak negatif akan terjadi pada mereka dan tidak ada kerugian yang terjadi pada perusahaan kita,," Jawab Alberto dengan penuh percaya diri.
" Baik, Tuan segera saya laksanakan, namun, apakah saya boleh tahu Tuan. karena, apa kontrak kerja ini diputuskan padahal selama ini hubungan perusahaan Tuan dengan perusahaan Pak Fredi baik-baik saja ?" Tanya Doni yang ingin mengetahui apa penyebabnya dari pemutusan kontrak kerja ini.
" Heh! Kau pasti tahu tentang laporan yang baru saja aku dapatkan, Istri dari Fredi telah berani mengganggu istriku,," Ucap Alberto yang menjelaskan kebenaran yang telah terjadi.
Saat Alberto menjelaskan kepada Doni, tentang alasan kenapa Alberto ingin memutuskan kontrak secara sepihak itu membuat Doni terperangah mendengarkannya, ternyata apa yang menjadi rumor selama ini adalah salah.
Banyak orang yang menyatakan bahwa Alberto sama sekali tidak pernah memperdulikan Zoya istrinya itu, namun sama sekali tidak sama dengan pernyataan yang didapatkan oleh Doni saat ini. Alberto akan marah besar apabila ada yang berani mengganggu istrinya itu.
" Baik Tuan, saya segera akan memberikan informasi kepada perusahaan Pak Fredi untuk membatalkan kontrak kerja sama dengan perusahaan Tuan." Bilang Doni yang segera berdiri dan memundurkan langkahnya.
" Bagus, kerjakan,, aku ingin lihat apa yang dilakukan Fredi, setelah mengetahui pemutusan kontrak dari perusahaanku,," Ucap Alberto dengan senyuman sinisnya.
Sebenarnya, Alberto sudah lama ingin memutuskan kontrak kerja sama dengan perusahaan Fredi, karena, baginya kontrak kerja sama yang terjadi itu, sama sekali tidak ada untung bagi perusahaannya itu. Namun, selama ini Alberto tidak memiliki alasan apapun untuk memutuskan kontrak tersebut. Tapi, kali ini Alberto memegang puncak peranan penting dalam alasannya untuk memutuskan kontrak kerja sama itu. Oleh sebab itu, Alberto sangat bangga memiliki istri seperti Ziya, seorang wanita tangguh, berani melawan siapapun yang hendak menginjak harga dirinya.
" Baik, hanya itu saja yang ingin saya bahas dengan anda Pak Doni, kerjakan,," Bilang Alberto yang segera menyuruh Doni untuk melakukan pekerjaannya itu.
" Permisi Tuan,," Bilang Doni segera membungkukkan tubuhnya memberi hormat pada Alberto.
Terlihat Doni bernapas lega saat keluar dari ruangan kantor Alberto. Karena, ia berpikir Alberto akan memecat dirinya dari posisinya itu, namun nyatanya Alberto hanya memerintahkan dia untuk melakukan pekerjaan yang cukup besar yaitu membuat laporan pemutusan kontrak kerja sama pada perusahaan Fredi yang sudah lama memang berhubungan baik dengan perusahaan Alberto ini. Namun, karena, perintah Doni hanya melakukan apa saja yang telah diperintahkan oleh Tuannya itu. Apapun konsekuensinya sebuah perintah harus dijalankan.
Setelah Fredi keluar dari ruangannya itu, Alberto kembali membuka video rekaman yang sedang merekam kegiatan Ziya bermain bersama Demian di sebuah taman miliknya. Alberto kembali tersenyum melihat tingkah laku Ziya sangat bahagia sekali saat bermain dengan Demian seperti ini.
" Oh God, ternyata dia sungguh pandai mengikat hatiku, kenapa aku sungguh menyayanginya." Ucap Alberto yang kembali mengulang video rekaman Ziya bermain bersama Demian.
Sesaat Frengky kembali lagi masuk ke dalam ruangan, karena, hari sudah semakin gelap dan saatnya Alberto untuk pergi ke markasnya dimana malam nanti seperti biasa Alberto dan ketiga temannya ingin membahas suatu masalah yang perlu mereka susun untuk menggebrak masalah yang telah terjadi itu.
" Tuan, apakah sekarang kita sudah bisa pergi ke markas Alexandre," Ucap Frengky yang mengingatkan Alberto tentang rencana kegiatannya malam ini.
" Oh ya Frengky, siapkan semuanya,," Bilang Alberto yang memerintahkan Frengky untuk segera menyiapkan semua peralatan yang diperlukan.
" Baik Tuan." Jawab Frengky dengan segera melaksanakan perintah dari Alberto.
Alberto segera keluar dari ruangannya untuk pergi menuju ke markas Alexandre malam ini, sebenarnya Alberto ingin membahas semua rencananya itu kepada tiga temannya di rumahnya, namun, Alberto lebih memilih membahas masalah ini di markasnya. Oleh sebab itu, Alberto segera melangkahkan kakinya masuk ke dalam mobil untuk segera meluncur ke jalan.
****