
Dan, baru kali ini Alberto merasakan bahwa dirinya tidak bisa membuka rahasia kehidupan yang pernah terjadi padanya sendiri dan juga wanita yang ia cintai. Karena, selama ini Alberto begitu dikenal oleh sahabatnya sungguh pintar dalam mengatur strategi, walaupun begitu Alberto sendiri tidak mampu mengetahui rahasia yang besar dalam kehidupan cintanya. Dan, bahkan setelah mendapatkan Ziya kembali dalam hidupnya, Alberto masih saja bertindak keras pada Ziya yang kehidupannya sendiri sudah banyak mengalami goncangan penderitaan.
Setelah selesai mendengarkan semua penjelasan yang sangat panjang disampaikan oleh Axeloe dan juga Zavier, barulah Alberto mengerti bahwa selama ini seorang wanita yang baru bersama dengannya adalah seorang wanita yang patut untuk disayanginya, namun karena, terlalu banyak kecurigaan yang dimiliki oleh Alberto itu, sehingga dengan sikap Alberto sendiri juga yang telah memberikan banyak penekanan berat terhadap Ziya selama Ziya menjadi istri palsunya.
" Jika aku tahu siapa sebenarnya dirimu, tidak mungkin aku akan membuatmu menderita lagi sayangku, tidak mungkin aku akan menyiksamu seperti kemarin, maafkan aku Ziya," Gumam Alberto dalam hati yang masih menatap ke depan sambil mendengarkan penjelasan dari Axeloe.
" Aku akan berjanji untuk menikahkan kau lagi dan aku tidak akan pernah membuat hidupmu dalam penderitaan sayangku, Ziya,," Gumam Alberto lagi sambil meneteskan air matanya.
Padahal Ziya sendiri juga telah banyak mengalami penderitaan yang secara langsung dilakukan oleh Pamannya untuk mendapatkan keuntungan tersendiri. Namun, karena, kelicikan yang dilakukan oleh Pamannya itu membuat sistem memori ingatan Ziya sedikit menghilang, hingga menyebabkan diri Ziya sendiri tidak pernah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
" Kau baru menyadarinya setelah aku dan Zavier menunjukkan semua kejelasan tentangnya padamu,," Ucap Axeloe setelah selesai membicarakan semua penjelasan tentang istri dari kakaknya itu.
" Heemm, aku ingin segera pulang, aku ingin Ziya tahu bahwa Demian adalah putranya dan aku memang benar suaminya,," Ucap Alberto penuh semangat yang segera bangkit dari tempat duduknya.
Namun, hal itu dicegah oleh Axeloe, karena, Axeloe juga belum selesai menyampaikan sesuatu penjelasan yang begitu penting dan besar untuk Ziya supaya Ziya juga bisa mendapatkan penghargaan besar dari kakaknya ini.
" Tunggu Kak,," Bilang Axeloe yang sengaja menyentuh pundak Alberto dengan tujuan mencegah kepergian kakaknya itu.
" Ada apa ?" Tanya Alberto menoleh ke arah Axeloe.
" Karena, kau sudah mengetahui siapa sebenarnya istri aslimu, sebaiknya kau harus menikahinya, supaya dia tahu bahwa kau jelas-jelas memperdulikannya,," Bilang Axeloe dengan memberikan sebuah saran yang begitu baik untuk kakaknya itu.
" Sebenarnya dia memang istriku, karena, setelah peristiwa malam itu, aku sudah menikahinya, jadi sudah jelas kalau dia memang benar istri sah milikku." Ucap Alberto yang merasa lega bahwa memang benar setelah peristiwa itu, ia sudah menikahi Ziya.
Walaupun Alberto sudah menikahi Ziya saat peristiwa yang terjadi itu, namun bagi Axeloe pernikahan itu belum cukup sah untuk Ziya saat ini, karena, secara tidak langsung Alberto memang menikahi Ziya tapi, nama yang dinikahinya adalah Zoya. Oleh sebab itu, Axeloe kembali bertanya kepada kakaknya bahwa waktu itu kakaknya menikahi wanita yang bernama Ziya dan tidak menggunakan nama aslinya.
" Walaupun kau sudah menikahinya, tapi, secara hukum kau menikahi kembarannya yaitu Zoya, bukan dia. Dan, dia juga tidak pernah merasa bahwa kau sudah menikahinya, Kak,," Ucap Axeloe yang kembali membuat Alberto berpikir.
" Ya, Dude, apa yang dikatakan Zavier sungguh benar, lebih baik kau menikahinya sekarang, ya, minimal kau berikan kebanggaan serta kebahagiaan tersendiri untuknya seperti melamarnya," Bilang Zavier yang menambah kekuatan dari perkataan Axeloe.
" Dan, supaya Ziya tahu bahwa kau begitu memperdulikannya,," Ucap Zavier lagi yang menyambungkan pembicaraannya.
" Heemmm, terima kasih, teman, yang terpenting saat ini adalah kita harus segera membalas perbuatan semua orang yang terlibat dalam rencana busuk Erwin karena, sudah terlalu banyak membuat istriku menderita." Bilang Alberto dengan penuh semangat dan tatapan mata yang begitu tajam.
" Itu sudah pasti,," Jawab Zavier menyetujui keinginan Alberto.
" Aku setuju,," Ucap Axeloe yang juga menyetujui tindakan kakaknya itu.
" Ya, setidaknya dengan cara licikmu ini, kau akhirnya bisa menekan Erwin untuk membawakan Ziya ke hadapanmu dan ternyata Ziya berhasil membuatmu jatuh cinta, Kak,," Bilang Axeloe sambil tertawa yang sengaja menggoda kakaknya.
" Bukan karena, dia yang bisa membuatku jatuh cinta Axeloe, tapi karena, aku sendirilah yang pertama kali jatuh cinta dengannya," Ucap Alberto yang berkata jujur tentang perasaannya.
" Saat pertama kali aku bertemu dengannya membantunya malam itu dan melihat pandangan matanya yang begitu indah, disaat itu juga aku mencintainya," Bilang Alberto lagi yang menjelaskan perasaannya.
" Namun, ketika Zoya yang menggantikan posisinya untuk menjadi istriku, aku merasa bahwa Zoya bukanlah wanita yang aku sentuh malam itu dan juga aku tidak pernah merasakan apa-apa terhadap Zoya. Ketika, Ziya datang menggantikan kekosongan posisi Zoya, barulah aku merasakan ada suatu hal yang berbeda dari Ziya. Saat aku menatap matanya, melihat kepolosan tingkahnya dan juga perkataannya yang begitu lembut barulah aku merasa bahwa sebelum ini mungkin aku pernah memiliki hubungan dengannya. Dan, ternyata jawabannya benar, dialah wanita yang selama ini aku cintai,," Bilang Alberto dengan jujur mengungkapkan perasaan yang ada dalam hatinya.
" Heh!! ternyata seorang mafia besar seperti kakakku ini, bisa juga lemah ketika mendapatkan sebuah cinta,," Bilang Axeloe yang sengaja menggoda kakaknya.
" Benar dan aku tidak menyangka bahwa orang sadis sepertimu Dude, bisa juga lemah terhadap perempuan,," Bilang Zavier yang menyambung perkataan Axeloe.
" Jangan salah, dia bukan wanita biasa tapi dialah wanita yang paling luar biasa,," Ucap Alberto sambil tersenyum senang merasa lega akan perasaannya itu.
Zavier dan Axeloe sedikit menyunggingkan senyumannya ketika mendengarkan perkataan Alberto yang sengaja memuji Ziya. Begitulah cinta apabila kita sendiri sudah mendapatkan perasaan Cinta yang tulus, maka rasa cinta itu tidak dapat diubah lagi oleh siapapun. Hanya Tuhan yang maha esa saja yang mampu melakukannya.
Karena, saat ini Axeloe telah selesai menjelaskan permasalahan tentang kebenaran Ziya yang sebenarnya pada Alberto. Barulah Zavier melaporkan informasi lain yang perlu ditinjau oleh Alberto pemimpinnya ini. Namun, sebelum Zavier membicarakan tentang informasi yang akan disampaikannya, Alberto lebih dahulu memberikan sebuah perintah kepada Zavier untuk segera menemukan tempat dimana selama ini Ziya disekap dan dibuat koma. Karena, Alberto begitu geram sekali dengan kelakuan semua orang yang terlibat dalam kasus penyekapan Ziya.
" Karena, perbuatan mereka sudah terlalu membuat istriku tersiksa, Zavier aku perintahkan kau untuk segera mendapatkan informasi dan tempat dimana selama ini mereka semua mengurung tubuh Ziya dan juga melakukan tindakan kejinya itu,," Bilang Alberto kepada Zavier dengan memberikan sebuah perintahan yang tidak terlalu sulit untuk saat ini.
" Oke Dude,," Jawab Zavier santai.
Jelas sekali tidak terlalu sulit, karena, sasaran Zavier adalah Zoya sendiri, jika, Zavier bisa mendapatkan informasi itu dari Zoya, maka semua rahasia tentang peristiwa yang dilakukan Erwin dalam menyembunyikan Ziya enam tahun yang lalu, akan terbongkar semuanya.
" Oke, aku percayakan tugas ini padamu, Zavier," Ucap Alberto sambil menepuk pundak temannya ini.
" Siap,," Jawab Zavier mengangguk.
" Terima kasih buat semuanya, karena, sudah selesai aku akan segera pulang menemui istriku,," Ucap Alberto sambil melangkahkan kakinya.
Saat kaki Alberto segera melangkah akan keluar dari ruangan pribadinya itu, tindakannya segera dicegah oleh Zavier, karena, Zavier ingin segera memberitahukan suatu informasi yang jelas ia dapatkan dari pengintaiannya yang sedang mengintai jejak Zoya di Australia.
" Tunggu sebentar, Dude,," Bilang Zavier pada Alberto.
" Ada apa ?" Tanya Alberto serius.
" Menurut pengintai yang sedang memantau pergerakan Erwin dan juga Zoya. Ada informasi terbaru yang ingin ku sampaikan padamu,," Bilang Zavier serius dengan pembicaraannya.
" Apa itu, Katakan ?" Tanya Alberto dengan wajah yang menyelidik.
Dan, Axeloe juga ikut merasa penasaran ketika mendengar Zavier berkata seperti itu pada Alberto. Dari wajah Zavier terlihat seperti begitu serius dan sangat meyakinkan. Oleh sebab itu, Axeloe juga ikut mendengarkan penyampaian informasi yang akan dikatakan oleh Zavier. Dengan segera Zavier membicarakan informasi yang ia dapatkan dari pengintaiannya itu.
" Menurut informasi yang disampaikan oleh pengintaiku, bahwa saat ini Erwin sudah mengetahui dimana keberadaan Zoya, dan ia kembali berencana untuk melakukan sesuatu padamu Alberto dan pengintaiku itu berkata bahwa Erwin akan membawa Zoya kembali ke Perancis dan menukarkan Ziya dengan Zoya kembali ke kediamanmu, Dude,," Bilang Zavier yang menyampaikan informasi langsung dari pengintaiannya pada Alberto.
Betapa terkejutnya Alberto ketika mendengarkan informasi yang disampaikan oleh Zavier saat ini, bahwa Erwin dengan sengaja akan membawa Zoya kembali lagi ke Perancis dan menjadi alatnya lagi untuk ditukarkan kembali dengan Ziya. Dan, Ziya sendiri akan disembunyikan atau dibunuh secara langsung oleh Erwin, karena, Erwin merasa bahwa Ziya pasti akan ketahuan kalau dia bukanlah Zoya.
" Maksudmu, Erwin akan melakukan rencana ini padaku ?" Tanya Alberto yang langsung menoleh ke arah Zavier.
" It's True, karena, Erwin juga sudah mengirimkan beberapa pengintai untuk mengawasi pergerakan Zoya di Australia,," Jawab Zavier dengan jelas.
" Dan, karena, Erwin merasa takut pada Ziya yang identitasnya selama ini diketahui olehmu, oleh sebab itu, Erwin berencana untuk kembali mengambil Ziya dan menukarnya dengan Zoya." Bilang Zavier lagi pada Alberto.
" Kurang ajar, perbuatan Erwin sungguh biadab, ini tidak bisa dibiarkan,," Bilang Alberto kesal dengan wajah yang sangat marah.
" Oleh sebab itu, aku segera menyampaikan informasi ini padamu, karena, sepertinya Erwin sudah mengetahui kelemahanmu, Dude,," Bilang Zavier lagi yang menyambungkan perkataannya.
Sedangkan, Axeloe sendiri merasa penasaran apa yang sebenarnya, diinginkan oleh Erwin dari kakaknya ini, kalau hanya sekedar menginginkan kekayaan bukannya selama ini, harta kekayaan Alexandre selalu mengalir padanya. Dan, jika Erwin menginginkan kedudukan yang dimiliki Alberto, maka itu jelas tidak akan mungkin terjadi, karena, Erwin tidak sebanding dengan pemikiran dan juga strategi yang dimiliki oleh Alberto.
Oleh sebab itu, Axeloe juga ingin melakukan sesuatu hal lain untuk mengetahui apakah sebenarnya yang dicari dan dituntut oleh Erwin dari kakaknya ini.
" Aku harus mencari tahu tentang hal yang direncanakan Erwin pada Kakakku,," Gumam Axeloe diam dalam hatinya.
Saat ini, Axeloe memang terlihat sedang memperhatikan pembicaraan yang disampaikan oleh Zavier, namun dalam pikirannya sendiri memikirkan suatu hal lain yang juga ikut berencana dalam mengetahui kehendak yang dicari oleh Erwin dari Kakaknya ini.
" Heh!! bagus Zavier, oleh sebab itu aku hanya mempercayaimu dalam melakukan semua ini," Bilang Alberto sambil tersenyum sinis.
Karena, sungguh terlihat dari wajah Alberto bahwa ia sudah mendapatkan sebuah rencana untuk menggagalkan usaha yang dilakukan oleh Erwin terhadap dirinya.
" Erwin tidak akan bisa menyentuh istriku walau hanya secuil saja, karena, sebelum dia melakukan rencananya ini, maka, kita harus mengubah rencana baru lagi untuk mendapatkan Zoya sekarang juga,," Bilang Alberto dengan tatapan mata yang begitu tajam.
" Aku tahu kalau kau adalah pemimpin yang memiliki pemikiran paling mulus dan handal, Dude,," Ucap Zavier dengan sengaja memuji kepintaran akan strategi yang dimiliki oleh Alberto.
" Karena, kau sudah mengerti segera laksanakan,," Bilang Alberto yang memberikan perintah kepada temannya ini.
" Siap segera dilaksanakan,," Jawab Zavier dengan tersenyum simpul.
Dan, Axeloe juga berpikir bahwa ia harus melakukan sesuatu terhadap rencana yang ingin dilakukan oleh Kakaknya terhadap Zoya dan juga Erwin. Oleh sebab itu, Axeloe juga meminta izin dari Kakaknya untuk ikut serta dalam menjalankan misi yang telah diberikan Alberto kepada Zavier.
" Kak, bagaimana kalau aku juga ikut dalam rencana ini,," Ucap Axeloe ketika keadaan di dalam ruangan sedang hening.
Alberto sedikit terkejut ketika mendengarkan perkataan yang disampaikan oleh Axeloe untuk meminta izin darinya dalam mengikuti misi yang diserahkan kepada Zavier. Namun, Alberto sendiri juga sudah memiliki sebuah rencana pada adiknya ini untuk menyelesaikan tugas mereka dalam membuka rahasia yang selama ini dipendam oleh Gladys tentang kematian Ibunya. Tapi, Alberto melihat, keseriusan yang ada di balik wajah Axeloe, oleh sebab itu, Alberto juga merasa bimbang apakah ia harus memberikan izin kepada Zavier atau tidak.
" Sebenarnya, aku sudah memiliki tugas tersendiri untuk kau lakukan Axeloe, namun, jika kau ingin melakukan suatu rencana terhadap Erwin, silahkan kau kerjakan, tapi, kau harus ingat jangan pernah ceroboh sedikitpun,," Bilang Alberto kepada Axeloe sambil memberikan pesan pada adiknya ini.
" Memangnya aku dirimu Kak, yang pernah melakukan kecerobohan,," Ucap Axeloe yang sengaja mencibir kakaknya ini.
" Yeah, aku tahu itu,," Bilang Alberto sambil melangkahkan kakinya menuju ke arah luar ruangan ini.
Axeloe dan Zavier sedikit terkekeh geli ketika melihat ekspresi wajah Alberto, seketika berubah menjadi dingin saat Axeloe mencibirnya dengan perkataan yang begitu membuatnya seakan terasa begitu dalam. Sehingga karena, adanya perasaan seperti itu, Alberto sendiri saat ini selalu berhati-hati dalam melakukan tindakan apapun.
Alberto, Axeloe dan juga Zavier segera menaiki pesawat pribadi yang sudah ada di bandara pulau ini, dengan segera pesawat tersebut kembali ke kota menurut perintahan dari sang Tuan Besar Alberto.
Di sisi lain, saat ini Ziya baru saja terbangun dari tidurnya yang telah mengalami mimpi yang begitu terlihat nyata. Oleh karena itu, saat ini kondisi tubuh Ziya begitu terlihat seperti orang yang ketakutan dan juga menarik napasnya dengan terengah-engah, bahwa tubuhnya sendiri merasa begitu kelelahan akan mimpi yang datang dalam tidurnya ini.
" Kenapa mimpi itu terasa nyata dan kenapa sepertinya aku pernah mengalami hal itu," Gumam Ziya lagi dengan wajah yang penuh keringat dan kecemasan.
Sesaat Ziya menatap ke depan dan kembali ingin mengingatkan mimpi yang terjadi pada tidurnya itu, sehingga membuat Ziya merasa tidak percaya akan mimpinya yang jelas sekali terlihat bahwa ada seorang pria yang melakukan sebuah tindakan pelece.han pada dirinya dan pria itu jelas sekali terlihat adalah seorang pria yang selalu bersama dengannya saat ini. Seorang pria yang selalu membuatnya canggung ketika saling bertatapan mata, Seorang pria yang bisa membuatnya merasakan apa arti Cinta. Dan, seorang pria yang telah membuatnya tidak bisa menahan berbagai macam perasaannya terhadap pria itu.
" Alberto, kenapa di dalam mimpi itu wajahnya sungguh mirip dengan wajahmu, apakah aku pernah bertemu denganmu sebelum ini,," Gumam Ziya yang mulai meluruhkan air matanya ketika mengingat wajah Alberto dalam mimpinya itu.
Ziya merasakan kesedihan yang begitu mendalam, karena, ia sendiri juga bingung dengan arti mimpinya itu, seperti terlihat bahwa ia bukan mengalami sebuah mimpi melainkan sebuah ingatan yang baru saja kembali masuk dalam ingatannya.
" Ya Tuhan, apa maksud dari mimpi itu, jika benar itu pernah terjadi, kenapa aku tidak bisa mengingatnya," Bilang Ziya sambil menangis terenyuh saat menelaah mimpinya sendiri.
" Sebenarnya apa yang telah terjadi padaku,," Gumam Ziya menangisi dirinya sendiri.
Saat Ziya sedang menangisi mimpi yang baru saja ia alami, tiba-tiba Ziya mendengar suara rengekan khas dari Demian baru saja bangun tidur. Dengan segera Ziya menghapus air matanya dan bergerak mendekati Demian, sambil membujuk lembut putranya itu dan menciumi wajah Demian. Demian segera terbangun dari tidurnya sambil menangis sama seperti Ziya. Ziya juga bingung kenapa Demian bangun tidur langsung menangis seperti ini.
" Demi sayang kenapa menangis ?" Tanya Ziya lembut sambil menciumi kening Demian.
" Demi mimpi Mommy pelgi meninggalkan Demi sendilian," Bilang Demian yang menceritakan keadaan mimpinya.
Betapa terkejutnya Ziya ketika mendengarkan ucapan Demian yang menyatakan bahwa Mommy yang dimaksudkannya itu apakah dirinya atau kembarannya Zoya. Namun, Ziya tidak ingin bertanya pada Demian siapa Mommy yang dimaksudkannya itu. Dan, dengan lembutnya Ziya hanya memberikan bujukan kepada putranya itu.
" Sayang, Mommy sudah pernah berjanji bahwa Mommy tidak akan pernah pergi meninggalkan Demian." Bilang Ziya dengan suara lembutnya sambil membujuk perasaan takut yang dialami Demian saat ini.
" Tapi, Mommy dulu pelnah pelgi meninggalkan Demian sendilian,," Ucap Demian yang membuat Ziya semakin bingung dan penasaran.
Ziya semakin bingung ketika mendengarkan pernyataan Demian, bahwa ia dulu pernah pergi meninggalkan Demian. Memangnya kapan Ziya meninggalkan Demian sendiri, padahal selama Ziya tinggal di kediaman Alexandre, Ziya sama sekali tidak pernah meninggalkan Demian sendiri. Tapi, kenapa Demian berkata seperti itu, sehingga membuat Ziya semakin bingung dan penasaran.
" Apa maksud perkataan Demian ?" Tanya Ziya dalam hati yang bingung akan perkataan Demian.
Walaupun saat ini Ziya sedang bingung, tapi, dengan sengaja Ziya menutupi kebingungannya itu dan langsung membujuk Demian kembali.
" Ssshhhuuttt sayang, itu hanya mimpi dan hanya sekedar bunga tidur, jadi, jangan takut. Mommy tidak akan pernah meninggalkan Demian." Ucap Ziya sambil memikirkan perkataan Demian.
" Heemmm, Mommy halus beljanji bahwa selamanya tidak akan pelnah pelgi meninggalkan Demian,," Bilang Demian sambil mendongakkan wajahnya menatap Ziya.
" Iya sayang, Mommy janji," Jawab Ziya sambil tersenyum manis dan menciumi kening Demian serta menghapus lembut air mata Demian yang mengalir di pipi lembutnya.
" Ayo bangun, karena, Demian harus pergi ke sekolah,," Bilang Ziya sambil mengangkat lembut tubuh putra kecil yang begitu manja padanya itu.
Sebenarnya, ungkapan Demian merupakan sebuah rahasia yang juga pernah dialami oleh Ziya. Dan, perkataan yang disampaikan oleh Demian ketika menceritakan mimpinya itu, merupakan salah satu petunjuk untuk mengungkapkan kejadian yang pernah dialami oleh Ziya.
Dengan segera Ziya membawa Demian ke dalam kamar mandi, Demian begitu bahagia ketika mandi bersama dengan Ziya saat ini, karena, hanya Ziya saja yang bisa membuat Demian selalu tertawa. Oleh sebab itu, Ziya sungguh lengket dengan keponakannya ini, walau saat ini Ziya hanya mengetahui bahwa Demian adalah keponakannya, namun, Ziya selalu berharap bahwa Demian adalah putra kandungnya sendiri.
" Jika, kau dilahirkan oleh Mommy, Mommy tidak akan pernah seperti Zoya yang tega meninggalkanmu sendiri sayang,," Gumam Ziya dalam hati sambil tersenyum menatap wajah lucu Demian.
Ketika sampai di bandara pribadi miliknya, dengan segera Alberto, Axeloe dan juga Zavier turun dari pesawat pribadinya. Dan, Zavier segera menuju ke arah mobilnya sendiri, sementara itu, Alberto bersama Axeloe segera menaiki mobilnya sendiri. Sebelum berpisah Alberto memberikan sebuah peringatan yang harus selalu dijaga oleh Zavier dalam melakukan misinya itu.
" Oke Dude, aku segera berangkat,," Ucap Zavier singkat.
" Aku mempercayaimu dan jangan lupa untuk selalu menjaga misi dan tujuan kita," Bilang Alberto yang memberikan sebuah pesan kepada Zavier.
" Siap, aku akan selalu mengingatnya,," Bilang Zavier dengan segera masuk ke dalam mobilnya.
Sambil memberikan salam persahabatan kepada Axeloe dengan segera mobil Zavier meluncur meninggalkan Alberto dan juga Axeloe. Alberto dan Axeloe juga masuk ke dalam mobilnya sendiri. Dan saat di dalam mobil, Alberto segera menanyakan kepada Axeloe suatu hal yang selalu terjadi pada Ziya ketika Ziya mengalami suatu peristiwa yang begitu memberatkan pikirannya. Sebenarnya, Alberto sudah lama ingin menanyakan kondisi tubuh Ziya yang sering mengalami sakit di kepalanya ketika ia sedang menangis dan juga memikirkan suatu hal yang berat kepada Daniel, namun hal itu tidak bisa ia tanyakan kepada Daniel. Karena, waktu yang begitu sempit dan penuh dengan kesibukan yang membuat Alberto tidak bisa mengatakan hal itu pada Daniel.
" Aku ingin menanyakan suatu hal padamu ?" Tanya Alberto yang memecahkan keheningan di antara mereka berdua.
" Apa itu ?" Tanya Axeloe balik pada kakaknya.
" Aku ingin bertanya tentang kondisi Ziya padamu, karena, aku mempercayaimu yang begitu pintar dalam dunia kedokteran," Bilang Alberto langsung pada Axeloe.
" Ya, katakan saja," Bilang Axeloe dengan wajah penasaran.
" Aku sering melihat Ziya mengalami rasa sakit yang begitu luar biasa di kepalanya ketika ia mengalami sebuah kejadian yang memberatkan pikirannya dan juga rasa sakitnya itu, tiba-tiba membuatnya pingsan,," Bilang Alberto yang menjelaskan keadaan Ziya ketika sedang mengalami rasa sakit di kepalanya.
Saat mendengar ucapan Alberto, Axeloe sedikit mengerutkan dahinya dan terlihat sedang memikirkan penyakit Ziya yang diceritakan oleh Alberto.
" Sejak kapan Ziya mulai mengalami hal itu ?" Tanya Axeloe menyelidiki kasus dari pernyataan Alberto.
Ketika mendengarkan pertanyaan dari Axeloe yang menanyakan semenjak kapan Ziya mulai mengalami hal seperti itu, barulah sekarang terlihat Alberto juga sedang memikirkan suatu hal yang berkaitan dengan mulainya penyakit yang dialami Ziya. Alberto kembali mengingatkan kapan ia pertama kali melihat Ziya menampakkan gejala penyakitnya itu. Dan, Alberto teringat saat itu juga pertama kali Alberto menyentuh Ziya dan menganggap Ziya seorang wanita rendahan yang tidak memiliki mahkota padahal masih gadis.
" Ya, kira-kira sekitar beberapa Minggu Ziya datang ke kediaman dan sebelumnya itu memang ia pernah mengalami luka berat di kepalanya,," Ucap Alberto yang teringat akan suatu hal terjadi pada Ziya.
" Apakah sebelum ia datang ke rumah ia sudah pernah mengalami hal tersebut ?" Tanya Axeloe lagi yang begitu serius menanggapi pertanyaan kakaknya ini.
" Eeemmm, sejauh yang kuingat dia tidak pernah mengalami hal seperti itu dan ia baru saja mengalami hal seperti itu ketika kepalanya dipukul oleh Gladys menggunakan suatu benda yang membuat kepalanya terluka,," Bilang Alberto yang menjelaskan keadaan Ziya disaat Ziya sedang bertengkar dengan Gladys.
" Ooohhh, berarti sakit kepalanya itu akan terus terjadi, karena, ia mengalami benturan yang keras di kepalanya." Gumam Axeloe sambil menelaah tentang penyakit yang dialami Ziya.
Betapa terkejutnya Alberto ketika mendengarkan perkataan Axeloe yang menyatakan bahwa penyakit Ziya akan terus berlanjut ketika Ziya mengalami suatu kejadian yang begitu membuatnya trauma.
" Maksudmu, penyakit Ziya tidak bisa disembuhkan atau,, ?" Tanya Alberto lagi dengan wajah paniknya.
" Bukan begitu Kak, maksudku, karena, Ziya mengalami benturan keras di kepalanya hingga menyebabkan luka, berarti rasa sakit yang sering timbul dan terjadi itu merupakan suatu hal yang sering terjadi pada seseorang yang pernah mengalami kehilangan sementara memori kehidupannya terdahulu." Jawab Axeloe pada Alberto dengan sangat jelas.
" Tapi, apakah Ziya masih bisa mengingat kembali masa lalunya yang pernah hilang ?" Tanya Alberto dengan wajah yang begitu mengharapkan agar Ziya bisa kembali teringat masa lalunya.
" Tentu saja, karena, secara perlahan rasa sakit yang pernah ia rasakan itu pasti bisa membuatnya kembali mengingat masa lalunya yang pernah hilang, Kak, namun, ia akan terus mengalami rasa sakit itu, jika ia belum bisa mendapatkan semua memori yang hilang dalam kehidupannya itu." Bilang Axeloe dengan begitu jelas.
" Aku sangat berharap jika ingatan Ziya bisa kembali seperti semula,," Gumam Alberto dengan wajah penuh harap.
" Aku sudah menjelaskannya padamu, bahwa secara disengaja tim dokter yang menangani Ziya disaat tubuhnya mengalami reaksi bius yang begitu tinggi, semua tim dokter itu telah berhasil memberikan suntikan obat yang berdosis tinggi hingga menyebabkan Ziya kehilangan memori trauma yang pernah terjadi padanya. Tapi, aku yakin bahwa ingatannya bisa kembali normal dan mengingat semua hal yang pernah terjadi padanya ketika obat suntikan itu tidak ads lagi dalam tubuhnya." Ucap Axeloe yang menjelaskan keadaan Ziya.
" Bagaimana cara menghilangkan obat itu ?" Tanya Alberto dengan tatapan yang begitu serius.
" Ada satu cara agar bisa menghilangkan obat itu dalam tubuhnya, yaitu menyuntikkan kembali obat yang berlawanan dengan obat berdosis tinggi itu agar obat yang berdosis tinggi itu bisa menghilangkan reaksinya selama ini,," Jawab Axeloe dengan suara yang jelas.
Ketika Alberto mendengarkan ucapan Axeloe untuk memasukkan kembali sebuah obat dalam tubuh Ziya, Alberto merasa sedikit khawatir akan keselamatan Ziya setelah dimasukkan obat lagi ke dalam tubuhnya. Alberto tidak ingin lagi melihat Ziya mengalami penderitaan yang begitu banyak, karena, cukup sudah bagi Alberto untuk melihat Ziya mengalami penderitaannya.
" Tidak Axeloe, aku tidak ingin membuat Ziya kembali mengalami penderitaan lagi, sudah cukup baginya telah mengalami penderitaan beberapa tahun yang lalu,," Bilang Alberto yang tidak mengizinkan Axeloe untuk memasukkan obat lagi ke dalam tubuh Ziya.
Axeloe tersenyum ketika melihat wajah Alberto yang tidak menyetujui tindakan yang disarankannya itu, Axeloe begitu memahami akan pikiran dari kakaknya ini, karena, Alberto tidak mau lagi kehilangan orang yang begitu sangat ia cintai ini.
" Ya, aku mengerti jika kau sangat menyayanginya, namun, serum itu tidak akan membahayakan tubuhnya, jika dimasukkan secara perlahan dan bertahap, jika, dosis yang dimasukkan tepat ke dalam tubuh Ziya, maka, rasa sakit yang sering dialami Ziya tidak akan pernah terjadi lagi, namun, hanya terjadi satu kali saja rasa sakit itu yang lebih besar dan sakit daripada biasanya. Setelah mengalami rasa sakit yang begitu luar biasa maka ingatan Ziya akan kembali normal seperti semula, Kak,," Jelas Axeloe kepada kakaknya tentang obat yang akan dimasukkan oleh Axeloe dalam tubuh Ziya.
" Tapi, aku takut terjadi apa-apa lagi dengannya,," Ucap Alberto yang masih saja merasa takut kehilangan Ziya.
" Aku berjanji tidak akan terjadi apa-apa pada Ziya,," Jawab Axeloe yang begitu meyakinkan kakaknya.
Ketika, Axeloe mengeluarkan kata-kata yang begitu meyakinkan Alberto, akhirnya walaupun terpaksa, Alberto mengizinkan Axeloe untuk melakukan tindakan itu terhadap Ziya.
" Aku mempercayaimu, tapi, apakah kau akan menjaminkan keselamatannya ?" Tanya Alberto serius yang begitu menekankan adiknya.
" Heh! aku jamin dengan nyawaku sendiri, Kak,," Jawab Axeloe begitu yakin.
" Baiklah, lakukanlah,," Gumam Alberto yang mengizinkan Axeloe untuk melakukan tindakan usulannya itu.
" Dan ingat, jangan pernah menyakiti dirinya ketika kau memasukkan obat itu ke dalam tubuhnya." Bilang Alberto lagi yang sengaja memberikan peringatan tajam pada adiknya sendiri.
" Tenang saja, aku tidak akan menyakitinya," Jawab Axeloe sambil tersenyum simpul.
Saat Axeloe mengetahui informasi dari Zavier, bahwa selama ini Ziya telah disembunyikan oleh Erwin dan sengaja diberikan obat yang bisa menghilangkan memori pikirannya. Sebenarnya, Axeloe ingin segera memberikan Ziya obat lain yang bisa menghilangkan reaksi obat berdosis tinggi itu, namun, ketika Axeloe kembali, Axeloe belum pernah melihat disaat penyakit Ziya itu kambuh. Oleh sebab itu, Axeloe belum bisa melakukan tindakannya itu pada Ziya.
Dan, saat ini Alberto sendiri yang menceritakan bagaimana reaksi tubuh Ziya ketika penyakitnya itu sedang kambuh. Oleh sebab itu, sudah jelas sekali bahwa Axeloe bisa untuk membantu Ziya agar terlepas dari reaksi obat yang begitu membuatnya menderita.
" Semoga saja dia bisa mengingat disaat pertama kali kami bertemu di malam itu,," Gumam Alberto sambil menatap ke depan.
Di dalam pikiran Alberto saat ini ia begitu berharap besar agar ingatan Ziya bisa kembali normal dan bisa mengingatkan tentang dirinya. Walaupun Alberto merasa bahwa Ziya pasti sangat membenci perbuatannya itu, namun, Alberto yakin bahwa ia akan bisa membuat Ziya tetap bersama dengannya. Karena, ia tahu Ziya merupakan seorang perempuan yang memiliki hati begitu lembut dan pemaaf, kemungkinan besar kesalahan yang pernah dilakukan oleh Alberto bisa dimaafkan oleh Ziya. Dan, saat ini bagi Alberto adalah bisa menghilangkan rasa sakit yang sering dialami oleh Ziya, serta bisa membuat Ziya berhasil mendapatkan kembali ingatannya yang lalu.
****