
Terlihat bahwa saat ini Alberto sedang menceritakan bagaimana kehidupan keluarganya dahulu saat ia masih kecil, sehingga membuat Alberto mengingat akan hal itu hanya bisa mengeluarkan air matanya tanpa mengetahui siapa saja orang yang kejam dibalik kehancuran rumah tangga orang tuanya itu.
Oleh sebab itu, Alberto dan Axeloe sangat bertekad dengan kuat bahwa mereka berdua harus berhasil mendapatkan sebuah jawaban dari semua rahasia yang selama ini telah hilang. Karena, pastinya semua orang yang sudah melakukan pembunu.han terhadap Mommynya itu ada maksud lain yang ingin dicapai oleh kelompok mereka.
Dan peristiwa misterius ini sama sekali belum terbongkar karena, orang-orang dibalik peristiwa itu selalu menganggap Alberto hanya anak kecil yang masih berusia sebelas tahun serta Axeloe yang masih berusia balita. Pastinya orang-orang yang ada dibalik peristiwa ini semua telah menganggap bahwa Alberto dan juga Axeloe tidak akan berhasil menemukan jejak mereka.
" Jika, aku tahu bahwa kepergian Mommy saat itu adalah hari terakhirnya di atas dunia ini, mungkin hal itu tidak akan terjadi, apabila aku bersama dengan Mommy," Ucap Alberto lagi yang terlihat mengalirkan air mata dengan cukup deras.
" Alberto, maafkan aku, jika aku membuatmu untuk mengingat kembali peristiwa dulu, aku tidak bermaksud untuk mengingatkan kau tentang hal ini, aku hanya,," Bilang Ziya sambil merangkul tubuh Alberto untuk masuk ke dalam pelukannya.
" Hiks,, hiks,, Ziya ini bukan salahmu, kau tidak memiliki salah apapun,," Ucap Alberto dalam pelukan Ziya yang terdengar sedang menangis.
Dengan begitu sigap dan lembut, Ziya sengaja mengelus punggung Alberto yang sedang memeluknya dengan maksud memberikan sebuah kenyamanan terhadap suaminya ini. Dan Ziya kembali terpikir akan suatu hal yang disebutkan oleh Alberto bahwa disaat Mommynya pergi dari rumah ini sambil membawa Axeloe, Ziya berpikir bahwa Axeloe sepertinya mengetahui siapa saja orang yang terlibat dalam peristiwa tersebut.
" Jangan menangis lagi Alberto, aku tidak ingin rasa sedih ini bisa menyurutkan semangatmu untuk bisa mendapatkan siapa saja orang yang terlibat dalam peristiwa itu,," Ucap Ziya lembut dengan ucapannya bermakna sekali bagi Alberto.
" Heemm, terima kasih sayang, kau benar, jika, aku bersedih seperti ini, maka, semua orang yang terlibat dalam peristiwa itu akan merasa senang dan merasa kuat bahwa aku tetap dianggap hanyalah seorang anak kecil yang hanya bisa menangisi kepergian Mommy,," Jawab Alberto yang membenarkan perkataan Ziya untuknya.
" Kau benar, Alberto, aku ingin kau tidak boleh terlihat lemah, karena, aku juga sangat ingin agar kau bisa mendapatkan semua orang yang telah terlibat dalam kepergian Mommy,," Bilang Ziya lagi yang masih tetap memberikan sebuah semangat pada suaminya.
" Terima kasih sayang, kau lah bidadari yang selama ini aku harapkan untuk selalu bersama denganku selamanya,," Ucap Alberto lembut sambil memberikan kecupan manis tepat di kening Ziya.
Setelah mendapatkan kecupan manis dari suaminya itu dan Ziya juga merasakan bahwa saat ini Alberto telah melepaskan ciumannya barulah Ziya membuka matanya serta kembali bertanya lagi pada Alberto tentang apa yang masih mengganjal di hatinya.
" Alberto, aku ingin setelah kau menceritakan hal ini padaku, kau jangan pernah lagi menyimpan apapun yang ada di dalam hatimu, karena, aku tidak ingin jika kau sendiri yang menahan rasa sakit beban dalam hidupmu, suamiku,," Ucap Ziya lembut yang telah memberikan sebuah motivasi pada Alberto.
" Heemm ya sayang, karena, aku mempercayaimu bahkan rasa percaya itu melebihi rasa percaya terhadap diriku sendiri,," Jawab Alberto lagi yang membuat Ziya mengulas senyuman lembutnya.
Setelah memberikan sebuah ketenangan dan kenyamanan kepada suaminya dan saat ini Alberto juga terlihat sedikit merasa lega. Barulah Ziya kembali membuka pertanyaan baru kepada Alberto dan masih tetap membahas tentang peristiwa kepergian dari Mommy Friska.
" Alberto, apakah aku boleh bertanya kembali ?" Tanya Ziya dengan suaranya yang lembut dan tatapan mata yang terlihat begitu indah.
" Ya sayang, katakan saja,," Jawab Alberto lembut sambil mengelus wajah Ziya.
" Aku tidak ingin jika kau memendam semua rasa penasaran di dalam hatimu ini,," Ucap Alberto lagi sambil menunjuk ke arah dada Ziya.
Sehingga hal yang dilakukan oleh Alberto membuat Ziya tersenyum lembut karena, kebaikan dan juga kelembutan sifat suaminya ini terasa begitu nikmat sekali. Dan hal itu membuat Ziya tidak bisa melepaskan perlakuan lembut apapun yang dilakukan Alberto pada dirinya.
****