
Dengan sangat perlahan Vena mencari alasan dan juga kata-kata yang lembut agar jawabannya itu sama sekali tidak menyinggung perasaan Axeloe. Sehingga membuat Vena harus merangkai kata-kata terlebih dahulu sesuai dengan keadaan yang ada, agar jawabannya itu bukanlah sebuah alasan saja.
" Heemm benar juga yang kau katakan,," Ucap Axeloe yang masih memegang pergelangan tangan Vena dan tentu saja hal itu membuat Vena begitu senang ketika mendengar ucapan Axeloe yang ternyata membenarkan ucapannya.
" Heemmm, Ya Tuan,," Jawab Vena sambil menganggukkan kepalanya dengan lembut dan wajahnya yang terlihat sedikit kebingungan.
Disaat mendengar ucapan Vena seperti sebuah alasan yang memang benar sekali dengan kondisi yang ada, dengan memberikan sebuah alasan pula Axeloe membenarkan ucapan dari Vena. Hingga ucapan Axeloe itu membuat Vena langsung merasa bahagia dan juga lega. Karena, tidak menyangka kali ini Axeloe akhirnya menerima alasannya itu dengan baik.
Tapi, nyatanya pemikiran Vena salah, malah sebaliknya dari pemikirannya itu bahwa sebenarnya Axeloe memiliki alasan lain agar membuat Vena merasa lebih kaget lagi dan juga cemas dengan ucapannya barusan. Karena, terdengar seolah sedang membuat alasan yang bisa diterima langsung oleh Axeloe.
" Tapi, siapa yang mengatakan kalau kau duduk di atas tempat tidur ini mengganggu tidurku,," Ucap Axeloe dengan suaranya terdengar kecil namun cukup membuat Vena kaget dan hatinya berdegup dengan kencang.
DEEEGGG!!
Betapa kagetnya Vena ketika mendengar celetukan Axeloe yang menanyakan bahwa siapa orang yang merasa terganggu jika Vena tutup duduk di atas tempat tidur sambil menemani dirinya yang sedang tidur nyenyak itu.
" Eemmm dan kau mau turun dari tempat tidur ini, memangnya kau mau pergi kemana ?" Tanya Axeloe lagi dengan suaranya yang terdengar begitu jelas sekali bagi Vena.
Karena, mendengar pernyataan Vena yang terdengar seperti orang sudah kehabisan akal untuk membuat sebuah jawaban yang benar, akhirnya dengan sangat gampang Axeloe memenangkan tindakannya yang telah memberi sebuah perkataan telak kepada Vena.
" Tapi sayangnya kau tidak bisa pergi kemanapun,," Ucap Axeloe lagi dengan sengaja membanjiri pertanyaan serta ungkapan yang begitu banyak untuk Vena.
" Aduuuhhh, kenapa jadi begini,," Gumam Vena dalam hatinya dengan kondisi wajahnya yang terlihat sedang memejamkan matanya walaupun hanya sekejap saja.
Dengan sengaja Axeloe membanjiri pertanyaan-pertanyaan yang membuat Vena semakin terdiam dan mematung duduk di tempat tidur Axeloe sambil membelakangi Axeloe yang sedang berada di tempat tidur. Saat ini posisi tubuh Axeloe dengan sengaja dimiringkan agar ia bisa melihat dengan sempurna bagaimana reaksi Vena dari belakang tubuhnya itu.
" Dan, aku tahu kenapa kau ingin pergi dari tempat tidur ini, karena, kau ingin segera mencari cara supaya kau bisa keluar dari kamarku ini bukan ?" Tanya Axeloe dengan kebenaran yang ada dari isi hati serta niat Vena sendiri.
" Aduuuhhh mati aku, bagaimana ini, kenapa, dia bisa tahu niat dan rencana yang ingin aku lakukan,," Gumam Vena dalam hati merasa cemas sekali karena mendengarkan semua perkataan dari Axeloe yang begitu banyak sekali dan membuat Vena jadi terdiam lemas.
Karena, melihat Vena terduduk lemas di tepi tempat tidurnya itu dan terlihat bahwa saat ini Vena sedang memejamkan matanya sejenak begitu jelas sekali bahwa Vena sedang memikirkan suatu hal dalam pikirannya itu.