Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 192 - Ancaman Hebat



Ziya hanya bisa menggelengkan kepalanya saja ketika melihat amarah Krystal yang memuncak saat mendengarkan semua pernyataan dari siswa di sekolahnya Isabelle. Pantas saja selama ini Isabelle terlihat sedih sebelum menempel pada Ziya seperti saat ini. Karena, sebelum Isabelle sakit memang benar bahwa Isabelle sering diejek, dicibir oleh semua siswa di sekolahnya itu. Semua temannya yang berada di sekolah itu dengan sengaja menyatakan bahwa Isabelle bukanlah anak kandung dari Alberto Alexandre dan ternyata kenyataan itu memang benar adanya.


Namun, meskipun kenyataan itu benar adanya, Alberto sama sekali tidak pernah menyatakan bahwa Isabelle dan Krystal bukanlah anak kandungnya. Alberto hanya cuek dan bersikap dingin kepada anak-anaknya itu, supaya anak-anaknya itu tidak bersifat manja dan juga sombong. Karena, melihat kelakuan kedua putrinya ini selalu berkata ketus, oleh sebab itu Alberto sengaja tidak memperdulikan kehadiran putrinya ini di dalam kediamannya itu.


" Hati-hati ya sayang, belajar yang rajin agar bisa selalu menjadi kebanggaan Mommy and Daddy,," Ucap Ziya yang memberikan motivasi kepada Isabelle.


" Iya Mom, terima kasih,," Jawab Isabelle sambil tersenyum.


" Oh ya Belle, Kakak cuma berpesan kalau masih ada teman di sekolahmu ini yang berani menghinamu dan mengejekmu lagi, katakan saja pada Kakak biar nanti kakak balas balik perbuatan mereka,," Bilang Krystal yang terdengar begitu ketus sekali saat memberikan pesannya kepada Isabelle.


Ziya tercengang mendengar ucapan Krystal dengan suara yang begitu lantang sekali, sehingga membuat Ziya lagi-lagi memberikan nasehat pada Krystal.


" Krystal, Mommy sudah bilang, jangan buat masalah,," Ucap Ziya dengan suara lembutnya namun terlihat begitu jelas sekali.


" Bukannya membuat masalah Mom, tapi Krystal mendengarnya dengan jelas bahwa mereka yang lebih dulu sengaja membuat amarah Krystal naik, huuuhh,," Jawab Krystal masih dengan wajah cemberutnya.


Vena hanya bisa tersenyum dan membantu Ziya untuk menenangkan perasaan dan amarah Krystal yang sedang memuncak ini.


" Nona Kryst, memang benar tapi untuk amarahnya saat ini dipendam dulu, karena, kasihan Nona Isabelle yang selalu menahan perasaannya saat mendengar ucapan Nona Krystal sungguh berani ini. Bukannya Nona Krystal sendiri yang berjanji untuk tidak membuat masalah di sekolah ini,," Ungkap Vena yang terdengar begitu lembut sekali sehingga membuat Krystal hanya bisa terdiam sejenak.


" Oke, Krystal mengerti,," Jawab Krystal sambil terdiam sejenak.


" Bagus, putri Mommy memang pintar," Gumam Ziya dengan suara lembutnya.


" Mom, Belle masuk ke kelas dulu ya,," Ucap Isabelle yang memohon izin pada Ziya.


" Iya sayang hati-hati,," Bilang Ziya untuk Isabelle.


" Semoga masalah Kak Krystal cepat selesai ya Kak,," Bilang Isabelle sambil tersenyum menatap wajah Krystal.


" Terima kasih adikku,," Jawab Krystal sambil tersenyum balik menatap adiknya itu.


Isabelle segera melangkahkan kakinya menuju ke arah kelasnya dimana semua siswa tercengang saat mendengar perkataan Krystal yang begitu terdengar lantang sekali di telinga mereka. Karena, merasa cukup nyaman telah mengantarkan Isabelle masuk ke dalam sekolahnya itu, Ziya melangkah kembali ke arah mobilnya sambil merangkul pundak Krystal.


" Ayo sayang, sekarang kita ke sekolahmu,," Ajak Ziya langsung pada Krystal sambil merangkulnya.


" Oke Mom," Jawab Krystal dengan wajah yang begitu bahagia.


Dengan segera Ziya dan Krystal menaiki mobilnya kembali dan mobil itu langsung meluncur ke jalanan menuju arah sekolahnya Krystal. Sesampainya di depan pintu gerbang sekolah, Ziya memberikan semangat terlebih dahulu untuk Krystal.


" Ayo sayang kita turun dan kita akan selesaikan masalah ini dengan segera. Supaya Krystal bisa kembali sekolah dan belajar dengan baik,," Ucap Ziya yang memberikan semangat kepada Krystal.


" Baik Mom,," Jawab Krystal mengangguk.


Krystal terlebih dahulu menuruni mobil yang pintunya sudah dibukakan oleh beberapa pengawal yang memberikan penjagaan khusus untuk Ziya. Setelah, Krystal turun barulah Ziya turun dari pintu sebelahnya yang juga sudah dibuka oleh pengawal lainnya.


Krystal melangkahkan kakinya terlebih dahulu menuju ke arah gerbang sekolah dan berbicara dengan penjaga sekolah bahwa ia telah membawa orang tuanya untuk mengurus semua permasalahan yang telah ia lakukan di sekolah ini.


" Permisi Pak, saya Krystal murid angkatan semester akhir dan saya meminta izin untuk masuk ke dalam kelas saya,," Ucap Krystal yang mulai membuka pembicaraannya kepada penjaga sekolah.


" Maaf, bukannya saya tidak bisa memberikan anda izin untuk masuk ke dalam kelas anda sendiri, Krystal, karena, sudah tertulis jelas di dalam surat pemanggilan orang tua yang sudah saya berikan kepada asisten pribadi orang tua anda, bahwa anda tidak akan bisa masuk ke dalam kelas sebelum orang tua anda datang ke sekolah untuk menyelesaikan semua permasalahan yang ada lakukan di sekolah ini,," Jawab penjaga sekolah itu dengan begitu jelas.


Ziya yang sudah lama datang dan mendengarkan semua perkataan dari penjaga sekolah itu, sambil tersenyum menatap wajah penjaga sekolah, dengan gaya anggunnya Ziya memperkenalkan dirinya. Sehingga membuat penjaga sekolah itu sedikit terdiam dan tercengang mendengar perkataan bijaksana dari Ziya.


" Maaf sebelumnya Pak Penjaga sekolah, perkenalkan saya adalah orang tua dari Krystal Alexandre dan saya sengaja datang kesini untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi terhadap anak saya,," Ucap Ziya dengan ucapan yang terdengar begitu berwibawa dan membuat Penjaga sekolah tercengang ketika melihat penampilan seorang model atau entertainment terkenal di negaranya ini.


Betapa tercengangnya penjaga sekolah itu saat melihat keadaan asli seorang model terkenal yang begitu cantik dan berwibawa cara penyampaian dalam berbicara. Penjaga sekolah itu seolah tersihir ketika mendengarkan perkenalan diri Ziya pagi ini di depan pintu gerbang sekolah.


" Oohh Madam Zoya, silahkan masuk Madam dan tunggu sebentar saya akan memberikan informasi langsung pada kepala sekolah." Bilang Penjaga sekolah itu yang terdengar begitu ramah pada Ziya, karena, begitu terpikat dengan kecantikan dan juga penampilan Ziya.


Dengan segera penjaga sekolah itu langsung saja menghubungi pihak staf yang ada di dalam ruangan kepala sekolah. Sedangkan, Ziya sendiri menunggu sejenak bersama Krystal.


" Sepertinya, mereka sedang membuat suatu rencana,," Gumam Ziya yang terdengar dengan suara kecilnya, namun Krystal bisa mendengarkan sedikit suara Ziya yang sedang bergumam itu.


" Heemm, maksudnya, Mom ?" Tanya Krystal yang sedikit mendengarkan suara Ziya.


" Hah! tidak ada sayang," Jawab Ziya sambil tersenyum menoleh ke arah Krystal.


Saat ini penjaga sekolah itu terlihat sedang menghubungi staf bagian yang bekerja di ruangan kepala sekolah. Dan, Ziya sendiri telah mendengarkan ucapan yang sedang dibicarakan oleh penjaga sekolah itu kepada staf bagian ruangan kepala sekolah.


" Halo, Madam,," Ucap penjaga sekolah itu yang terdengar jelas di telinga Ziya.


Saat penjaga sekolah itu menyapa langsung kepala sekolah dengan panggilan Madam itu, Ziya baru mengetahui bahwa kepala sekolah di sekolahnya Krystal ini adalah perempuan, karena, sedari kemarin Ziya sama sekali tidak tahu bahwa kepala sekolah di sekolah ini adalah perempuan.


" Madam, berarti kepala sekolah disini adalah seorang wanita," Gumam Ziya lagi dalam hatinya sambil tetap mendengar perkataan yang diucapkan oleh penjaga sekolah itu kepada teleponnya.


" Saya mau melaporkan bahwa disini ada orang tua dari siswa yang bernama Krystal," Bilang penjaga sekolah itu yang suaranya masih terdengar oleh Ziya.


Cukup lama penjaga sekolah itu terdiam dan sekitar beberapa menit kemudian baru terdengar lagi suaranya yang sedang menelepon bagian staf di ruangan kepala sekolah.


" Oh baik Madam, akan saya sampaikan." Bilang Penjaga sekolah itu sambil meletakkan teleponnya ke tempatnya.


Setelah selesai menghubungi bagian kepala sekolah barulah penjaga sekolah itu menyampaikan informasi yang didapatkannya dari bagian staf kepala sekolah. Dengan gaya khas yang sering dilakukan oleh Zoya yaitu keangkuhan nan mempesona, membuat Ziya seolah harus melakukan hal seperti itu, karena, kebanyakan khalayak umum mengetahui bahwa istrinya Alberto Alexandre adalah Zoya Andricha.


Oleh sebab itu, Ziya harus berpura-pura tetap menjadi seperti Zoya saudari kembarnya, supaya khalayak umum tidak mengetahui bahwa ia adalah kembarannya Zoya, sebab selama ini semua orang di negaranya ini sama sekali tidak mengetahui bahwa Zoya memiliki saudara kembar.


" Baik Madam Zoya, menurut pembicaraan yang disampaikan oleh kepala sekolah, bahwa Madam Zoya dipersilahkan untuk masuk ke dalam bersama Krystal sekarang juga,," Ucap penjaga sekolah itu dengan wajah yang terlihat ramah.


" Oh terima kasih,," Jawab Ziya dengan gaya anggunnya.


" Ayo sayang, kita masuk ke dalam,," Ucap Ziya yang mengajak Krystal untuk segera masuk ke dalam sekolahnya itu.


Ketika, Ziya melangkahkan kakinya ke dalam sekolah, pastinya Vena dan beberapa pengawal ikut masuk ke dalam, namun, seketika penjaga sekolah itu sengaja melarang Vena dan beberapa pengawal untuk ikut masuk ke dalam sekolah dengan alasan bahwa sekolah tidak menerima tamu yang membawa pengawal pribadi seperti keluarga Alexandre ini.


" Maaf, Madam, jika Madam berkenan untuk masuk ke dalam sekolah, saya harap semua pengawal Madam ini cukup menunggu Madam disini saja, karena, disini sekolah bukan tempat umum dimana seorang majikan harus diawasi oleh pengawal pribadinya." Ucap penjaga sekolah itu yang sengaja melarang semua pengawal Ziya untuk masuk ke dalam.


" Heemm benar yang kupikirkan, ternyata mereka sedang melakukan suatu rencana terhadap Krystal dan aku,," Gumam Ziya dalam hatinya sambil tersenyum sinis menoleh ke arah tempat penjaga sekolah.


" Begitukah, berarti semua pengawal saya tidak boleh mengikuti saya untuk masuk ke dalam ?" Tanya Ziya kembali pada penjaga sekolah dengan wajah dinginnya.


" Betul Madam, harap dipatuhi aturan di sekolah kami,," Ucap penjaga sekolah itu lagi dengan gaya santainya.


" Baik, akan saya patuhi aturan di sekolah ini," Ungkap Ziya lagi masih dengan wajah dinginnya dan terlihat sedikit geram.


Dengan segera Ziya memutarkan tubuhnya berbicara langsung kepada Vena dan kepala pengawal yang mengiringinya itu. Dengan tegas Ziya menyampaikan pesan atau aturan yang baru saja disampaikan oleh penjaga sekolah itu.


Namun, terlihat Friek sebagai pemimpin dari pengawalan untuk melindungi istri Tuan Besarnya itu, terlihat menolak perintah Ziya yang tidak menyuruhnya untuk masuk ke dalam area sekolah. Karena, sebagai pemimpin pengawalan Ziya, Friek harus selalu berada di samping majikannya ini. Sebagaimana tugas yang selama ini ia lakukan, ia harus selalu melindungi keamanan dan keselamatan majikannya ini, namun, karena, perintah dari sekolahnya Krystal membuat Friek melakukan tindakan lain terhadap penjaga sekolah itu yang sengaja mencegah dirinya mengikuti Ziya.


" Tapi, Nyonya, kami melakukan tugas ini karena perintah dari Tuan Alberto," Jawab Friek yang terlihat wajahnya keberatan untuk membiarkan Ziya seorang diri masuk ke area sekolah.


" Heemm, Suamiku Alberto akan mengerti maksud dari ini semua,," Ucap Ziya yang sedikit membuat penjaga sekolah itu bergidik ngeri ketika mendengar nama Alberto.


" Dan, kau Vena kau tidak perlu mengikutiku dan kau mengerti akan tugasmu jika tidak bersama denganku,," Bilang Ziya terhadap Vena seakan sedang memberitahukan sebuah tugas yang harus dilakukan Vena ketika berjauhan dengan Ziya.


" Tapi, Nyonya, saya tidak bisa untuk berjauhan dengan Nyonya,," Ucap Vena dengan suara yang menekan.


" Kerjakan saja apa yang telah menjadi tugas kalian dari suamiku,," Ucap Ziya lagi seperti terdengar memberikan sebuah isyarat kepada para pengawalnya dan juga asistennya itu.


Dan, karena, merasa sudah cukup menyelesaikan tugasnya untuk memberikan perintah kepada pengawalnya itu, Ziya segera melanjutkan pekerjaannya untuk menyelesaikan masalah yang telah terjadi pada Krystal. Namun, ketika Ziya beralih ke arah Krystal, Friek pemimpin dari pengawalan untuknya itu seperti sedang mengeluarkan sesuatu untuk menakut-nakuti penjaga sekolah, supaya penjaga sekolah itu mengalah dan membiarkan semua pengawal masuk ke dalam area sekolah.


" Hati-hati Nyonya," Ucap Friek sambil mengeluarkan ponselnya berpura-pura sedang menelepon Tuan Besarnya Alberto.


" Halo Tuan, sekarang, Nyonya bersama Nona Krystal sedang masuk ke dalam sekolahnya dan kami sebagai pengawal Nyonya Zoya tidak diperbolehkan masuk ke dalam area sekolah untuk selalu menjaga Nyonya karena, penjaga sekolah disini berkata bahwa Nyonya Zoya tidak diperbolehkan membawa masuk para pengawalnya." Ucap Friek yang berpura-pura menelepon Alberto.


Sementara suara Friek sedang berpura-pura menelepon Alberto itu, Vena segera menolehkan kepalanya mendengarkan ucapan Friek yang sedang berpura-pura menelepon Alberto. Memang kegiatan yang dilakukan oleh Friek itu terlihat seperti benar adanya. Namun, nyatanya adalah suatu hal kepura-puraan saja.


" Oohh begitu Tuan, baik, terima kasih, Tuan,," Ucap Friek yang masih terlihat berpura-pura itu.


Setelah selesai berpura-pura menelepon Friek langsung memanggil Vena dan memberikan sebuah perintahan palsu dari Alberto, padahal sebenarnya perintahan itu adalah sebuah perintah yang dibuatnya sendiri, supaya ada seseorang yang bisa menemani majikannya masuk ke dalam sekolah.


" Vena, Tuan Alberto sendiri berkata, Nyonya Zoya dilarang pergi sendiri, jika tidak dikawal oleh satu asisten pribadinya, jadi, kau harus masuk menemani Nyonya Zoya sekarang juga,," Ucap Friek dengan wajah beraninya dan terlihat sama sekali tidak memperdulikan penjaga sekolah yang terlihat sok berani itu.


" Baik, Pak, Vena akan segera mengejar Nyonya,," Bilang Vena sambil mengangguk dan langsung mengejar langkah kaki Ziya yang cukup jauh dari tempat mereka sedang berdiri saat ini.


Ketika, Vena akan berlari mengejar langkah kaki majikannya itu, terlihat penjaga sekolah itu masih saja mencegat langkah Vena dan dengan sigap Friek langsung saja menepis tangan penjaga sekolah itu yang sengaja berani mencegah tindakan Vena untuk mengejar majikannya.


" Kalau kau masih berani menentang Vena asisten pribadi Istri dari Tuan Besar Alberto, apa kau sanggup untuk tidak melihat dunia lagi dan seluruh keluargamu akan hidup dalam kesengsaraan !!" Ucap Friek yang terdengar begitu tajam dan juga menakutkan.


Bukan hanya Vena saja yang terkejut mendengar ucapan Friek yang begitu berani mengancam penjaga sekolah ini. Penjaga sekolah itupun bergidik ngeri ketika mendengar perkataan pengawal Ziya yang begitu terdengar menakutkan. Namun, karena, perintahan dari kepala sekolah yang menyuruhnya tidak memperbolehkan Ziya masuk membawa pengawalnya itu, sehingga ia masih saja memberanikan diri untuk melawan ancaman dari pengawal Ziya ini.


" Kau, tidak berhak untuk mengancamku, karena, aku bekerja di sekolah ini dan tidak ada hubungannya dengan Tuan besarmu itu," Jawab penjaga sekolah itu terdengar sekali bahwa ia berpura-pura memberanikan dirinya untuk tetap mencegah Vena mengikuti majikannya itu.


Ketika mendengar jawaban dari penjaga sekolah itu membuat Friek seketika tersenyum sinis dan kembali memberikan peringatan yang begitu besar terhadap penjaga sekolah yang begitu besar nyalinya ini.


" Heh!! apa kau katakan, karena, kau bekerja di sekolah ini kau bilang pekerjaanmu tidak ada hubungannya kepada Tuan Alberto, dengarkan baik-baik penjelasan dariku,," Ucap Friek yang masih berani membuat perkataan yang begitu benar dan membuat nyali penjaga sekolah itu ciut.


" Kau tahu siapa orang yang telah menyokong semua biaya administrasi terbesar untuk membangun sekolah ini, kau mengenal orang ini !" Ungkap Friek sambil memberikan sebuah foto yang menampakkan wajah Alberto.


" Jika kau tahu orang ini, jangan berani untuk melawan perintahnya, aku sudah pernah berkata, jika kau masih menginginkan nyawamu ini, maka, jangan pernah untuk mencegah tindakannya," Ucap Friek yang terdengar begitu menyeramkan, sehingga membuat Vena sendiri baru tahu bahwa Alberto adalah orang yang paling banyak membantu sistem pembiayaan di sekolah Krystal ini.


" Tapi, saya hanya mengerjakan tugas yang telah di perintahkan oleh kepala sekolah untuk melarang semua pengawal masuk ke dalam," Bilang penjaga sekolah itu dengan ucapan yang bergetar ketika mengetahui bahwa Alberto adalah orang yang begitu besar kepemilikannya di sekolah ini.


" Heh!! ternyata kau takut dengan pemimpinmu sendiri, baik, aku akan segera melaporkan tindakan ini semua kepada Tuan Alberto bahwa kalian semua yang berada di sekolah ini telah bersekongkol untuk melakukan sesuatu tindakan bahaya terhadap istri dari Tuan Alberto." Ucap Friek lagi yang terdengar begitu berwibawa.


" Baik Tuan, Baik Tuan, silahkan masuk ke dalam tapi, hanya untuk asisten pribadinya saja dan semua pengawal untuk tetap menunggu disini,," Jawab penjaga sekolah itu dengan wajah yang takut.


" Heemm, tidak apa-apa, jika kami semua menunggu disini, Vena kau segera masuk,," Ucap Friek yang menyuruh Vena untuk segera mengejar Ziya.


" Hah!! baik Pak,," Jawab Vena dengan mulut tercengang dan langsung berlari mengejar Ziya yang langkahnya sudah tidak terlihat lagi.


Ketika, Vena berlari masuk ke dalam area sekolah, sungguh terlihat bahwa saat ini Friek bisa bernapas lega, karena, sudah berhasil mengelabui petugas penjaga sekolah disini. Dan, wajah penjaga sekolah itu sendiri terlihat begitu ketakutan karena, tertekan atas perkataan yang disampaikan oleh kepala sekolah sebagai pemimpinnya di sekolah ini, serta sebuah ancaman yang dilakukan oleh Friek untuk mengelabuinya.


" Hehe, yang penting Vena sudah masuk ke dalam untuk menjaga Nyonya Zoya," Gumam Friek sambil tersenyum senang.


Ketika, penjaga sekolah itu melihat Vena berlari masuk ke dalam, penjaga sekolah itu langsung kembali masuk ke dalam ruangannya. Sedangkan, Vena berlari dengan cepat mengejar langkah kaki Ziya, semua siswa di sekolah itu melihat Krystal datang ke sekolah bersama dengan Ziya yang terlihat seperti Zoya. Sehingga, membuat semua siswa tercengang ketika melihat Krystal yang datang bersama Ziya itu.


" Heemm, Mom, sepertinya semua siswa sedang tercengang melihat kedatangan, Mommy !" Gumam Krystal dengan suaranya yang terdengar sedang memuji Ziya.


Namun, Ziya seperti biasa saja, ketika sedang diperlihatkan oleh semua siswa dengan wajah yang tercengang itu, sungguh berbeda sekali dengan kelakuan Krystal yang terkekeh geli melihat semua siswa yang tercengang melihat kedatangannya bersama seorang Mommy yang terkenal di negaranya ini. Dan, tiba-tiba saja Vena menghampiri Ziya juga Krystal hingga membuat Ziya kaget ketika, melihat Vena datang.


" Nyonya,," Panggil Vena dengan napas yang memburu.


" Vena, kenapa kau bisa masuk ke dalam ?" Tanya Ziya langsung kepada Vena.


" Heemm, Pak Friek berkata bahwa Tuan Besar sendiri yang menyuruh Vena untuk menemani Nyonya,," Jawab Vena masih dengan napas yang terengah-engah.


" Heemm, Alberto, benarkah ?" Tanya Ziya heran.


" Iya Nyonya, Pak Friek sendiri berkata seperti itu," Jawab Vena meyakinkan majikannya.


" Ooohh, ya sudah kalau begitu, mari Vena,," Jawab Ziya mengangguk tapi merasa heran dengan perkataan Vena.


Setelah melihat napas Vena sudah kembali normal, barulah Ziya mengajak Vena untuk mengikutinya masuk ke dalam sekolah dan melangkahkan kakinya menuju ke ruangan kepala sekolah, ketika sampai di ruangan kepala sekolah, Krystal sendiri masih berada di luar ruangan dan Ziya bersama Vena melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan itu.


" Mom, Krystal bisa menunggu disini, jika Krystal dipanggil ke dalam, Krystal baru masuk ya Mom," Ucap Krystal yang menghentikan langkahnya tepat di depan ruangan kepala sekolah.


" Iya sayang,," Jawab Ziya.


Dan, Ziya langsung saja masuk ke dalam ruangan bersama Vena, ketika sampai di dalam ruangan, Ziya melihat ada seorang guru perempuan yang sedang duduk di mejanya.


" Selamat Pagi, saya orang tua dari murid yang bernama Krystal Alexandre," Ucap Ziya yang memperkenalkan dirinya kepada guru yang sedang duduk di tempat kerjanya itu.


" Oh selamat pagi, Madam, silahkan duduk, ada apa Madam ?" Tanya guru itu pada Ziya dan mempersilahkan Ziya untuk duduk.


Ziya langsung saja duduk di hadapan guru itu, lalu, Ziya kembali menyampaikan sesuatu hal yang sedang diuruskannya itu.


" Saya adalah orang tua dari Krystal Alexandre, saya datang kesini atas surat pemberitahuan yang telah dikirim oleh pihak sekolah untuk anak saya. Bahwa anak saya telah melakukan kesalahan di sekolah ini, saya datang kesini untuk menyelesaikan masalah yang telah dilakukan oleh anak saya." Ucap Ziya menjelaskan kedatangannya itu kepada guru yang sedang duduk di meja kerjanya itu.


" Oh baik Bu, tunggu sebentar saya akan memberitahu kepala sekolah terlebih dahulu." Bilang guru itu kepada Ziya.


" Maaf, Bu, orang tua dari siswa yang bernama siapa ?" Tanya guru itu yang masih belum mengerti dengan nama Krystal.


" Krystal Alexandre,," Jawab Ziya langsung.


Ketika Ziya menjawab namanya Krystal dengan lengkap dan terlihat bahwa guru itu sepertinya tidak terlalu mengenali nama Krystal yang menggunakan nama belakangnya Alexandre. Dan, Vena sedikit menyenggol lengan Ziya memberitahukan bahwa selama di sekolah Krystal tidak pernah menggunakan nama lengkapnya yang dibelakangnya ada nama Alexandre.


****