Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag.



Saat ini Erwin dan beberapa anak buahnya itu sedang melangkah mendekati tempat tidur Ziya. Ternyata Erwin juga melarang beberapa anak buah lainnya untuk melangkah mendekati Ziya. Hanya dirinya saja yang bisa melangkahkan kakinya menuju ke tempat tidur Ziya dan memeriksa keadaan tubuh Ziya saat ini.


" Kalian semua, cukup disini,," Ucap Erwin yang memberikan arahan kepada beberapa pengawalnya.


" Baik Tuan,," Jawab semua pengawal Erwin.


Dengan segera Erwin melangkahkan kakinya mendekati tempat tidur Ziya dan melihat kondisi tubuh Ziya yang terlihat begitu jelas bahwa saat ini Ziya sedang tertidur dengan pulasnya dan terlihat bahwa tubuh Ziya masih dalam pengaruh obat bius yang sudah diberikan oleh beberapa pengawal lainnya.


" Heemm, ternyata putri cantikku ini masih tertidur dengan pulas,," Gumam Erwin setelah memastikan keadaan Ziya yang masih tertidur dengan pulasnya.


" Bagus, jika putri cantikku ini masih tertidur, maka akan aku lakukan rencana ini dengan mudah,," Bilang Erwin lagi sambil tersenyum dengan puas yang masih tetap memandang keadaan tubuh Ziya.


Ziya bisa mendengar dengan jelas apa yang telah diucapkan oleh Erwin akan dirinya itu, sehingga membuat Ziya ingin sekali memberontak dan membuka matanya, namun hal itu membuat Ziya lagi-lagi mengurungkan niatnya untuk melakukan sebuah tindakan kepada pamannya, karena, Ziya tidak tahu apa yang ingin dilakukan oleh pamannya yang sebenarnya.


" Apa ? ternyata benar dugaanku, ternyata memang benar ini Paman Erwin,," Ucap Ziya lagi dalam hatinya yang merasa sedikit cemas akan ucapan Erwin saat memeriksa keadaan tubuhnya.


Karena, sudah memeriksa keadaan tubuh Ziya yang masih tertidur pulas karena pengaruh obat bius, pastinya Erwin tidak mau mengulur waktu lagi dalam melakukan rencananya ini. Dengan segera Erwin memanggil beberapa orang dari pengawalnya itu untuk memberikan Ziya sesuatu hal agar rencana besar yang selama ini sudah ada di dalam pikirannya terlaksanakan.


" Kau, segera lakukan sesuai dengan perintahku,," Ucap Erwin yang memberikan perintah kepada pengawalnya.


" Baik Tuan," Jawab beberapa pengawal yang berada di bagian sebelah kanan sambil membawa tas yang berisikan peralatan keperluannya.


Karena, sudah mendapatkan perintah dari Erwin dengan segera beberapa orang yang membawa tas berisi peralatan itu melangkah mendekati tempat tidur Ziya dan segera membuka tas yang dibawanya itu. Saat ini, beberapa orang itu telah mengeluarkan beberapa jarum suntik dan segera memasukkan obat ke dalam jarum tersebut. Tapi, karena, Ziya sudah memasang hidungnya dengan jelas maka Ziya sangat mengetahui aroma dari obat yang sedang digunakan oleh beberapa orang tersebut.


" Oh My God, kenapa sepertinya bau obat, apakah mereka mau melakukan sesuatu padaku ?" Tanya Ziya dalam hatinya yang mengetahui aroma obat saat ini.


" Sudah selesai Tuan,," Ucap pemimpin dari beberapa orang yang tengah memegang jarum suntik itu.


" Segera lakukan,," Ucap Erwin yang memberikan arahan kepada beberapa orang tersebut.


Sambil menganggukkan kepalanya dengan segera beberapa orang tersebut akan memasukkan obat ke dalam tubuh Ziya. Namun, semua orang malah dikejutkan oleh tindakan Ziya yang segera melompat dari tempat tidurnya itu.


" Tidak,,,,,, jangan lakukan ini,," Teriak Ziya dengan spontan melompat dari tempat tidur dan sudah berdiri di atas lantai kamar tersebut.


" Ziya,," Seru Erwin seketika kaget melihat tindakan Ziya yang spontan melompat dari tempat tidur.


" Ya ini aku Paman, Ziya bukan Zoya,," Ucap Ziya dengan sorot mata yang terlihat begitu marah pada kelakuan Pamannya.


Karena, Ziya dengan spontan terbangun dari tempat tidurnya dan melompat turun dari tempat tidur menuju ke lantai hingga hal itu membuat Erwin sedikit kaget dan juga membuat Erwin memberikan sebuah kode kepada para pengawalnya untuk segera menjatuhkan Ziya kembali.


****


Karena, Ziya dengan spontan terbangun dari tempat tidurnya dan melompat turun dari tempat tidur menuju ke lantai hingga hal itu membuat Erwin sedikit kaget dan juga membuat Erwin memberikan sebuah kode kepada para pengawalnya untuk segera menjatuhkan Ziya kembali.