Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 146 - Isi Hati Alexa



Jimmy yang telah menyetujui keinginan Zoya untuk pergi ke suatu tempat dan tinggal bersama hanya berdua saja, membuat Jimmy dengan segera mencari tempat yang aman dan nyaman bagi Zoya. Saat ini Jimmy sedang sibuk di sebuah sofa sambil menatap layar laptopnya, akhirnya Jimmy menemukan tempat yang terbaik untuk Zoya yaitu di sebuah Villa yang terletak di kawasan hutan dan danau, mungkin di tempat seperti itu akan membuat Zoya merasa tenang dan nyaman.


" Heemmm,, mungkin di tempat ini, akan membuat Zoya menjadi nyaman." Gumam Jimmy setelah mendapatkan suatu tempat yang berada cukup jauh dari hiruk pikuk kehidupan kota.


Karena, sudah mendapatkan tempat yang nyaman untuk kekasih tercinta yaitu Zoya, dengan segera Jimmy memanggil Zoya untuk meminta pendapatnya, apakah menyetujui tempat yang telah dipilihnya itu.


" Baby, come here,," Panggil Jimmy terhadap Zoya.


" Heemm,," Jawab Zoya yang sedang mendandani wajahnya di depan meja rias.


" Ada apa ?" Tanya Zoya menoleh ke arah Jimmy sambil tersenyum.


" Come, ada yang ingin ku tunjukkan padamu," Bilang Jimmy sambil melambaikan tangannya pada Zoya.


" Heemmm,, baiklah," Jawab Zoya segera berdiri dan mendekati Jimmy.


Zoya segera melangkahkan kakinya menuju ke tempat dimana Jimmy sedang berada saat ini, Jimmy sedang duduk santai di atas sofa dan menatap layar laptop di hadapannya.


" Look, are you like it ?" Tanya Jimmy langsung menunjukkan layar laptop pada Zoya.


Zoya segera melihat layar laptop yang telah ditunjukkan Jimmy padanya. Zoya melihat di dalam laptop itu sedang memperlihatkan sebuah Villa yang terletak di kawasan yang sangat nyaman seperti kawasan hutan dan danau. Zoya segera bertanya pada Jimmy tentang suatu hal yang telah ditunjukkan Jimmy padanya itu.


" Maksudnya apa Jimm ?" Tanya Zoya yang tidak mengerti akan suatu hal yang ditunjukkan Jimmy.


" Baby, kau pernah berkata bahwa kau ingin mengajakku untuk tinggal di sebuah tempat yang nyaman, dimana tempat itu hanya ada kita berdua saja,," Bilang Jimmy yang mengingatkan Zoya atas ucapannya selama ini.


Zoya seketika tersenyum karena, baru saja mengingat suatu hal yang telah diinginkannya saat ia terbangun dari pingsannya itu.


" Oohh iya, ternyata kau ingat Jimmy,, thank you,," Bilang Zoya yang memeluk erat leher Jimmy.


" Heemmm,," Jawab Jimmy.


" Apakah kita akan pergi kesini ?" Tanya Zoya langsung pada Jimmy.


" Ya, jika itu maumu, kita akan pergi kesini,," Jawab Jimmy yang membuat Zoya tersenyum senang.


" Aakkhh benarkah ?" Tanya Zoya lagi pada Jimmy.


" Yeah, of course baby,," Jawab Jimmy mengangguk dan memeluk erat pinggang Zoya.


" Thank you, Jimmy,," Bilang Zoya kembali memeluk erat leher Jimmy.


Saat ini Zoya sedang duduk di atas pangkuan Jimmy, sehingga sangat mudah bagi Jimmy untuk memeluk tubuh Zoya dengan erat. Dan Zoya juga memberikan pelukan hangat untuk Jimmy, karena, bagi Zoya baru kali ini ia dapatkan kasih sayang yang begitu berlimpah dari orang yang tidak dikenalnya selama ini yaitu Jimmy.


Jimmy memang sangat baik dengan Zoya, bagi Jimmy ketulusan untuk menyayangi Zoya adalah hal utama prioritas dari dirinya, karena, Zoya merupakan perempuan yang telah lama ia idamkan sewaktu dirinya masih kuliah dulu.


Sementara itu, saat ini Alexa sedang keluar bersama ketiga temannya, dimana dari salah satu temannya itu ada seorang laki-laki yang terlihat seperti perempuan. Hahahah itulah teman Alexa ada yang terlihat seperti laki-laki padahal perempuan dan ada juga yang terlihat seperti perempuan padahal laki-laki. Saat ini mereka berempat sedang bersantai ria di sebuah cafe, dimana sekarang Alexa dan ketiga temannya itu sedang membicarakan seorang laki-laki yang menurut mereka sangat pantas bagi Alexa.


Salah satu temannya itu bertanya kepada Alexa menanyakan suatu hal yang membuat Alexa harus memilih apa yang sesuai dengan keinginannya.


" Hahaha,, Alexa kau adalah seorang putri dari Vasco Alexandre dan bahkan kau adalah adik perempuan satu-satunya dari Alberto Alexandre, apakah kau nantinya akan dijodohkan dengan seseorang ?" Tanya salah satu teman perempuannya pada Alexa secara langsung.


Ketika mendengarkan ucapan salah satu temannya itu, dengan senyuman manisnya Alexa menoleh dan menjawab pertanyaan dari temannya itu.


" Heemmm, kalau menurut kehendak dan keinginanku, aku tidak mau jika dijodohkan, karena, aku ingin menjadi seperti My Brother yang terkenal akan dua pekerjaan yaitu Pebisnis hebat dan seorang Mafia,," Ucap Alexa yang terdengar sangat membanggakan kedua kakaknya itu.


" Hahaha, kau ini, bagaimana kau tidak mau dijodohkan, jika suatu hari nanti Kakakmu Alberto atau Axeloe menjodohkanmu dengan seseorang yang kau tidak mau." Bilang salah satu teman perempuannya lagi pada Alexa.


" Kakakku tidak sejahat itu, walaupun kakakku sangat protektif terhadapku, kalau masalah jodoh pastinya kakakku akan menyetujui keinginanku,," Jawab Alexa atas pertanyaan temannya itu.


" Heemm,, termasuk denganku Alexa ?" Tanya salah satu teman laki-laki Alexa yang terlihat seperti perempuan.


" Heh!! kau ini, kau itu sudah ku anggap seperti saudaraku sendiri tidak mungkin kau menyukaiku,," Bilang Alexa kepada teman laki-lakinya itu.


" Hahahaha, aku cuma bercanda Alexa, siapa yang berani akan menjadi suamimu, melihat kakakmu saja aku takut,," Ucap salah satu temannya lagi yang sedikit bergidik ngeri apabila mengingat wajah Alberto.


" Yupz betul sekali, apalagi jika bertemu dengan kakakmu satunya lagi, Axeloe, Iiiihhhh,, menatapnya saja aku ngeri,," Bilang teman perempuan Alexa yang merasa takut jika melihat kakak Alexa satunya lagi.


" Begitulah kakakku yang memiliki sifat sangat baik dan terbaik bagiku,," Ucap Alexa yang membanggakan kedua kakaknya.


" Ya, walaupun aku sudah pernah ditampar oleh Kak Alberto gara-gara aku membela Kak Martin,, itu juga karena kesalahan Kak Martin, yang suka mengganggu istri orang,," Gumam Alexa dalam hati saat mengingat kejadian dimana hari itu wajahnya ditampar langsung oleh Alberto.


" Bodohnya aku,," Ucap Alexa lagi yang menyadari kesalahannya.


Sebenarnya, Alberto dan Axeloe sangat menyayangi adik perempuannya ini, namun, jika rasa sayang darinya itu dibalas perlawanan dari adiknya ini, tidak akan salah jika Alberto memberikan pelajaran bagi adiknya ini, supaya bisa mengetahui mana yang benar dan mana yang salah.


" Oh iya, bagaimana kabar Kakakmu yang satunya lagi ?" Tanya teman lelaki Alexa.


" Satunya lagi, maksudmu Kak Martin ?" Tanya Alexa balik kepada temannya itu.


" Siapa lagi kalau bukan itu,," Jawab teman perempuan Alexa yang terlihat dari wajahnya kurang menyukai sifat Martin.


" Ya, begitulah,," Bilang Alexa singkat.


Ketika mendengarkan pertanyaan dari temannya itu, membuat Alexa sedikit mengerutkan dahinya karena, merasa gagal atas pencariannya itu.


" Heemm tentu saja tidak, aku terlambat ternyata dia sudah pergi, makanya aku kembali,," Jawab Alexa langsung mengenai suatu hal yang telah dilakukannya waktu saat ia di bandara.


" Oohhh,, jadi kau sama sekali tidak menemuinya ?" Tanya teman perempuannya itu lagi.


" Tidak, percuma saja aku mencarinya dan mengejarnya jika dia tidak bisa ku dapatkan,," Bilang Alexa dengan wajah murungnya.


" Hehehe, jangan khawatir, aku yakin kau pasti bisa menaklukkan hatinya,," Bilang temannya lagi sambil memberikan dukungan kepada Alexa.


" Ya, yah semoga saja aku bisa mendapatkannya, karena dia merupakan orang yang sangat pintar sama seperti kakakku, jadi, begitu sulit bagiku untuk menaklukkan hatinya." Jawab Alexa yang masih terlihat murung di wajahnya.


" Hahaha seorang Alexa mengharapkan seseorang laki-laki yang tidak bisa didapatkannya, tapi, orang itu malah tidak mengetahuinya dan bahkan orang lain lebih banyak menyukaimu Alexa, tapi, sayang kau tidak mau dengan mereka, malah kau lebih memilih orang yang telah ada di dalam hatimu itu,," Bilang teman lelaki Alexa sambil tertawa sedikit membuat Alexa kesal atas ucapannya itu.


" Heh!! kau ini, sampai sekarang aku tetap menyayanginya, walaupun dia cuek dengan siapapun, tapi tidak denganku, oleh sebab itu aku sangat menyukainya,," Jawab Alexa yang masih membela perasaan di hatinya terhadap seseorang yang begitu sangat penting dalam hidupnya.


" Ya, ya, ya, kami kalah, kenapa kau tidak berbicara langsung kepada Kakakmu bahwa kau menyukainya." Ucap teman lelakinya itu sambil memberi usulan pada Alexa.


" Hal ini yang membuatku takut, saat ini masih banyak masalah yang harus dihadapi oleh Kakakku, jadi, aku belum berani mengatakannya langsung pada kedua kakakku itu,," Ucap Alexa yang memperlihatkan wajah cemberutnya.


" Ya sudah yang penting kau tahu dia sudah kembali lagi bukan," Bilang teman perempuan Alexa yang menepuk pundaknya.


" Heemm," Jawab Alexa mengangguk.


Ketika Alexa yang sedang duduk bersantai ria bersama ketiga temannya itu, seorang laki-laki pengintai yang telah dikirimkan Zavier sudah lama duduk di belakang Alexa, namun, Alexa tidak mengetahui bahwa dirinya telah diintai diam-diam oleh suruhan dari Kakaknya sendiri yaitu Alberto.


Setelah selesai mengobrol bersama dengan ketiga temannya itu, Alexa segera pamit dari ketiga temannya untuk kembali lagi ke rumah. Dan, pengawal yang telah mengintai Alexa itu segera mengikuti langkah perginya Alexa.


Semua hasil rekaman yang dilakukannya itu, langsung saja ia kirim ke ponsel majikannya yaitu Zavier. Dan, saat ini Zavier sedang berada di markas besar Alexandre. Dimana di ruangan itu sedang berkumpul ketiga orang penting ya siapa lagi kalau bukan Alberto, Daniel, dan Samuel.


Mereka berempat sedang berada di ruangan ini, karena ingin membahas suatu masalah bisnis yang dilakukan oleh Alberto dan Samuel dimana bisnisnya itu dengan sengaja telah diselundupkan oleh kelompok mafia lain dengan barang-barang yang bukan milik dari perusahaannya, sehingga membuat Alberto sangat marah besar atas apa yang telah terjadi.


" Bisnis senjata api yang telah bertahun-tahun kulakukan itu, baru kali ini dengan berani-beraninya ada penyelundupan barang yang disengaja ikut masuk ke dalam kontainerku, aku ingin tahu siapa otak dibalik ini semua," Ucap Alberto yang mulai membuka pembicaraannya.


Samuel sedikit terkejut ketika Alberto mengatakan bahwa bisnis senjata api miliknya itu, baru kali ini ada orang yang telah berani bermain licik di belakang mereka. Karena, bisnis senjata api ini merupakan gabungan saham dari Samuel juga, sehingga Samuel juga harus turun tangan untuk memegang peranan penting dalam bisnis ini.


" Hah!! maksudmu, Dude, bisnis senjata api yang telah kita lakukan sepuluh tahun lalu, diselundupkan oleh kelompok lain dengan memasukkan barang-barangnya ?" Tanya Samuel yang kaget ketika Alberto menyebutkan bisnis senjata api dimana bisnis itu berkaitan dengannya.


" Ya, kau benar Sam,, saat ini ada orang yang telah berani bermain di belakang kita,," Jawab Alberto mengangguk dengan menjelaskan kejadian secara detail.


" Sehingga menyebabkan semua pengawal dan orang-orang kita tertangkap pasukan Intel saat itu, untung saja aku cepat mengetahuinya dan segera menyelesaikan permasalahan ini dengan pasukan Intel itu." Bilang Alberto lagi sambil menjelaskan kejadian yang sebenarnya pada pasukannya itu.


" Huuuhh,, beruntunglah kalau begitu,," Ucap Samuel yang bernapas lega.


" Kau bisa bernapas lega, apakah kau tahu bagaimana Alberto menghadapi mereka," Ucap Daniel sedikit mengejek temannya itu.


" Yeah, sorry, karena masalah di pemerintahan membuatku sibuk,," Bilang Samuel kepada Daniel.


Namun, saat itu hanya Zavier yang tidak berbicara karena, tidak ada suatu hal yang harus dibicarakannya. Karena, Alberto harus mengirim seseorang ke daerah yang telah dibicarakannya hari ini, oleh sebab itu, Alberto lebih memilih teman detektif handalnya yang selalu digunakan pada kondisi yang sangat penting.


" Aku ingin kau memeriksa orang yang telah melakukan dibalik ini semua, Zavier,," Bilang Alberto yang membuat Zavier hilang fokusnya terhadap ponselnya.


" Hah!! aku,," Ucap Zavier yang menunjuk dirinya sendiri.


" Ya, siapa lagi kalau bukan kau, karena, kau dulunya adalah mantan interpol bukan, jadi, kau lebih memahami akan hal pendeteksian seperti ini,," Ucap Daniel yang memuji Zavier temannya itu.


" Ya, betul sekali yang dikatakan Daniel hanya kau yang bisa kami percaya untuk melakukan semua ini Zavier,," Bilang Samuel yang mendukung perkataan Daniel untuk Zavier.


" Yah,, baiklah,," Jawab Zavier mengangguk.


" Tapi, tunggu Zavier, kau tidak mungkin melakukan suatu hal sekecil ini, lebih baik aku akan memerintahkan Frengky untuk menuntaskan masalah ini,," Ucap Alberto yang menarik kembali perintahnya itu.


" Yaaahhh,, bukannya tadi kau telah memerintahkan aku untuk menyelesaikan masalah ini," Bilang Zavier yang terlihat seperti hilang akan semangatnya.


" Oh,, Come on Dude, biarkan aku saja yang menyelesaikan misi ini, karena, aku sudah lama tidak menggunakan ini,," Ucap Zavier yang memohon kepada Alberto sambil menunjukkan pistol di pinggangnya dan pisau di sepatunya.


Dalam sekejap dua temannya itu tertawa melihat kelakuan Zavier yang sangat ingin membunuh semua orang yang telah mengganggu ketenangan dan kenyamanan bisnis yang dilakukan oleh Alberto temannya ini.


" Heemm, karena kau sudah lama tidak mengasah kemampuanmu itu, oleh sebab itu, aku tidak mengizinkanmu untuk menyelesaikan masalah ini, lebih baik kau tetap disini dan akan aku perintahkan Frengky untuk menyelesaikan semua permasalahan yang telah terjadi di daerah sana." Ucap Alberto yang sedikit menyunggingkan senyumannya melihat kelakuan Zavier.


" Oh ya Dude, berapa hari lagi Axeloe kembali," Tanya Samuel pada Alberto.


" Besok dia sudah ada disini," Jawab Alberto yang sebenarnya sudah mengetahui bahwa Axeloe sudah ada di negaranya ini.


" Bagus, duplikat Alberto telah kembali, namun, duplikat Alberto yang satu ini lebih menggunakan kecepatan dibandingkan dirimu Dude yang masih berpikir untuk melakukan sesuatu,," Ucap Daniel yang sengaja mengejek Alberto.


" Hahahaha,, kau benar sekali, Daniel." Bilang Samuel yang mendukung pernyataan Daniel.


Alberto hanya bisa tersenyum sinis mendengar ucapan dan ejekan yang dilakukan oleh kedua temannya ini. Sebenarnya, Alberto memang kejam namun, Alberto masih menggunakan pikirannya untuk menghukum seseorang yang telah berkhianat darinya, berbeda dengan Axeloe yang menghukum seseorang. Axeloe langsung saja memberikan kematian pada orang yang telah mengkhianati dirinya.


***