
Ziya yang segera keluar dari kamar Alberto langsung mengejar langkah kaki Melly yang telah menggendong Ziya. Ketika Ziya melihat Demian yang berada di gendongan Melly, rasanya Ziya tidak mau melihat putranya itu di gendong oleh Baby Sitter nya, oleh sebab itu Ziya segera menghentikan langkah kaki Melly untuk mengambil Demian.
" Melly, Tunggu,," Panggil Ziya pada Melly yang membawa Demian.
Saat Ziya memanggil Melly dengan segera Melly menghentikan langkah kakinya menghadap Ziya.
" Iya, Nyonya,," Jawab Melly menghadap Ziya.
" Demian sayang, mau di gendong Mommy atau Baby Sitter,," Tawar Ziya yang menatap wajah Demian dengan tatapan manisnya.
" Mau di gendong Mommy,," Jawab Demian dengan segera merentangkan tangannya.
Demian yang mendapatkan tawaran dari Ziya, dengan segera merentangkan tangannya supaya langsung digendong oleh Ziya. Dalam sekejap Ziya langsung mengambil tubuh Demian dari gendongan Melly.
" Eeemmm,, anak Mommy,," Ucap Ziya yang sudah menggendong tubuh Demian.
" Mommy, Demian mau main sambil makan es klim,," Ucap Demian yang meminta sesuatu pada Ziya.
" Baik sayang,," Jawab Ziya mengangguk kepada Demian.
Karena, Demian ingin makan sambil bermain. Dengan segera Ziya meminta kepada Melly untuk mengambil makanan dan beberapa es krim untuk Demian.
" Melly, ambilkan makan siang dan juga es krim untuk Demian," Ucap Ziya yang memerintah Melly untuk segera membawakan makanan untuk Demian.
" Baik, Nyonya,," Jawab Melly mengangguk.
Melly pun segera melangkahkan kakinya menuju ke arah dapur untuk menyiapkan makanan Demian, sementara, Ziya yang menggendong Demian segera melangkahkan kakinya ke lantai bawah.
" Demi, mau main dimana ?" Tanya Ziya pada Demian.
" Di taman kemarin atau,,," Tanya Ziya lagi.
" Eemmm,, Mom, Demi belum pelnah main di dekat danau belakang,," Ucap Demian yang membuat pikiran Ziya sedikit tertarik.
" Apa, Danau belakang,, apakah itu Danau yang aku lihat dari kamar,," Ungkap Ziya dalam hatinya yang memikirkan perkataan Demian.
" Demi mau main di danau belakang, baik kita akan kesana,," Ucap Ziya yang membuat Demian segera tersenyum.
Dalam seketika Demian berpikir dan segera bertanya lagi kepada Ziya. Apakah boleh mereka bermain di sekitar danau belakang istana ini.
" Tapi, Mom, apakah boleh Demi main disana,," Tanya Demian menatap serius wajah Ziya.
Ziya sedikit bingung atas ucapan Demian kali ini, kenapa, Demian menanyakan apakah boleh mereka bermain di sekitar danau belakang.
" Memangnya kenapa sayang,," Tanya Ziya balik pada Demian.
" Tidak apa-apa, Mom, cuma Demian tidak izin pada Daddy untuk belmain disana,," Bilang Demian pada Ziya.
" Benar juga yang diucapkan, Demi,," Pikir Ziya dalam hatinya.
Ziya berpikir benar juga yang dikatakan Demi, mereka tidak mendapatkan izin dari Alberto untuk bermain di belakang. Tapi, bukankah Alberto baru saja mengizinkan mereka untuk bermain diluar, jadi mereka bebas untuk bermain di mana saja.
" Demi, sayang bukankah tadi Daddy mengizinkan kita untuk bermain diluar, jadi kita bisa bebas mau main di mana saja,," Bilang Ziya yang menatap wajah Demian.
Terlihat di mata Ziya bahwa Demian seperti sedang berpikir.
" Eemmm, betul juga ya Mom,," Ucap Demian lucu.
Saat mendengarkan ucapan Demian terlihat Ziya seperti mengangguk dan mengedipkan matanya.
" Heemmm, berarti kita langsung segera kesana ya,," Ucap Ziya kepada Demian yang membuat Demian segera berteriak kegirangan.
" Holeee,, ok Mom,," Jawab Demi yang mengecup basah pipi Ziya.
Dengan segera Ziya memerintahkan kepada pengawalnya Demian untuk mengantar mereka berdua pergi ke taman yang berada di sekitar danau buatan di belakang istana Alexandre ini.
" Antarkan kami berdua ke taman di dekat danau belakang." Ucap Ziya yang memerintah beberapa pengawal untuk segera mengambil mobil.
" Baik Nyonya,," Jawab beberapa pengawal yang segera melangkahkan kakinya untuk mengambil mobil menuruti perintahan dari Ziya.
Karena, posisi tempatnya cukup jauh, oleh sebab itu, Ziya memerintahkan beberapa pengawal untuk mengambil mobil dan mengantarkan mereka menuju ke tempat itu.
Sementara itu, Ziya teringat pada Melly yang sedang menyiapkan makanan untuk Demian oleh sebab itu Ziya meminta satu pengawal untuk memberikan pesannya kepada Melly, supaya Melly bisa menyusul mereka yang pergi kesana.
" Dan kau segera sampaikan pada Melly, apabila dia sudah selesai menyiapkan makanan untuk Demian. Segera pergi ke taman dekat danau belakang." Ucap Ziya yang memerintahkan kepada salah satu pengawal Demian.
" Baik Nyonya,," Jawab pengawal itu dengan segera melangkahkan kakinya kembali ke dalam istana Alexandre.
" Baik sayang, kita tunggu mobilnya dulu, baru setelah itu kita bermain di sana,," Ucap Ziya yang sedang menunggu tepat di depan istana, sedangkan Demian hanya mengangguk saja sambil tersenyum senang.
Tak lama dari penungguan Ziya dan Demi, akhirnya beberapa mobil tiba tepat di hadapan mereka. Terlihat beberapa pengawal turun dan mempersilahkan Ziya untuk segera menaiki mobilnya.
" Naiklah Nyonya dan Tuan Muda,," Ucap salah satu pengawal itu yang mempersilahkan Ziya untuk masuk ke dalam mobil.
" Heemmm,, terima kasih,," Jawab Ziya dengan ramahnya.
Ziya segera memasukkan terlebih dahulu Demian dan mendudukkannya di posisi yang tepat. Setelah melihat Demian duduk barulah Ziya masuk ke dalam mobil dan juga duduk di samping Demi.
" Holeee, akhilnya Demi bisa main ke Danau,," Teriak Demian riang saat dirinya baru saja naik mobil.
Belum saja sampai ke arah tujuannya, Demi malah terlihat bahagia sekali di dalam mobil. Ziya juga merasa heran dengan keadaan danau buatan itu. Terlihat sangat indah sekali dari kejauhan dan juga ia lihat dengan jelas bahwa sepertinya danau itu banyak sekali tanaman yang hanya dimengerti oleh dirinya yang ahli akan tentang pembuatan racun.
" Hehehehe,, ternyata anakku yang paling cerdas ini akhirnya membawakan aku ke tempat tujuan niatku sebenarnya,," Ucap Ziya dalam hati sambil tersenyum senang sambil mencium puncak kepala Demian.
Dengan segera Ziya memerintahkan kepada supirnya untuk pergi ke tujuannya itu, yaitu sebuah danau yang terlihat begitu indah di bagian belakang rumah Alberto ini.
" Jalan,," Ucap Ziya yang segera memerintahkan kepada supirnya.
Mendengarkan ucapan Ziya yang memerintahkannya untuk segera berangkat menuju ke tujuan yang di tuju, supir itupun dengan segera menghidupkan melajukan mobilnya ke arah belakang Istana.
Tak lama kemudian akhirnya mobil pun sampai di dekat danau bagian belakang rumah, kalau pergi ke sana menggunakan kaki maka akan terasa sekali kram otot di bagian betis. Cukup jauh jarak yang ditempuh oleh mobil ini untuk menuju ke taman bagian belakang.
Karena, sudah sampai turunlah Ziya dan Demian di dalam mobil. Mata Ziya terbelalak saat melihat keindahan alam yang ada di dekat danau ini, sungguh benar-benar indah. Walaupun hanya sekedar danau buatan tapi terlihat begitu asli dan terpampang nyata keindahannya.
" Waahhhhh ternyata bagus sekali,," Ucap Ziya tak sadarkan mulutnya mengeluarkan ucapan seperti itu.
Demi yang mendengar ucapan Ziya merasa lucu akan sikap Ziya yang takjub dengan keindahan yang ada di sekitar danau.
" Bagaimana Mommy indah bukan,," Tanya Demian pada Ziya yang begitu terlihat penasaran akan keindahan danau ini.
" Iya sayang,, begitu indah sekali,," Jawab Ziya mengangguk sambil tersenyum.
" Ok Mom,, Come,," Ajak Demian yang tersenyum senang pada Ziya.
Tanpa berpikir panjang lagi, Demian segera menganggukkan kepalanya untuk mengikuti arahan dari Ziya.
Sementara Ziya sedang melangkahkan kakinya asyik ke danau yang cukup jauh dari rumahnya itu, membuat seseorang menatapnya dan memperhatikannya dari jendela akan sikap dan kelakuan Ziya yang ternyata mengajak Demian bermain disana.
Ziya yang sedang asyik bermain bersama Demian, di tepi danau buatan itu, membuatnya merasakan betapa indahnya hidup bebas seperti saat ini, walaupun masih berada di kawasan istana Alexandre, Ziya tetap merasa bebas, apalagi saat ini posisi dirinya sedang bermain bersama Demian.
Dan, tidak ada yang bisa mengganggu kesenangan di antara ibu dan anak ini.
" Mommy, terima ini,," Teriak Demian sambil melempar bola ke arah Ziya.
Ziya dengan tertawa senang menangkap bola yang dilemparkan oleh Demian padanya.
" Iya sayang,, Mommy tangkap,," Ucap Ziya yang juga berteriak karena, jarak mereka sedikit jauh di antara masing-masing.
" Ini Mom,," Teriak Demian sambil melemparkan bola di tangannya.
" Haaappp,, Mommy tangkap,," Ucap Ziya ketika mendapatkan bola yang dilempar oleh Demian.
" Yeee,,,, Mommy hebat,," Ucap Demian sambil loncat-loncat gembira.
" Siapa dulu Mommy,," Bilang Ziya yang membanggakan dirinya.
Tak lama kemudian, datanglah beberapa mobil lagi ke tempat mereka. Demian segera berlari menuju ke arah tempat Ziya berdiri. Sementara itu, Ziya juga berlari kecil mendekatkan dirinya pada Demian.
" Sini sayang,, Mommy gendong,," Ucap Ziya yang segera mengambil tubuh Demi dan menggendongnya.
Demi segera melompat ke gendongan Ziya. Dan saat ini kedua mata ibu dan anak ini memperhatikan jelas arah mobil yang datang kesini.
" Mommy, Demi takut,," Ucap Demian seraya di gendongan Ziya.
" Jangan takut sayang, pengawal banyak, ada Mommy juga,," Bilang Ziya yang menenangkan perasaan Demian.
Karena, merasa aneh dan heran dengan mobil yang datang mendekati tempat mereka. Seketika mobil yang menuju ke arah mereka akhirnya berhenti tepat di parkiran yang ada. Terlihatlah kepala Melly yang keluar dari dalam mobil.
" Uuuuhhhhhhh,, aku kira tadi siapa ?" Gumam Ziya merasa lega saat melihat Melly yang datang ke tempat mereka.
Bukanlah sosok Alberto yang marah karena, mereka sengaja bermain di tempat yang cukup jauh. Ziya berpikir tadi kemungkinan Alberto yang datang dan sengaja memarahi mereka yang sedang bermain di taman itu.
" Nyonya, Melly pikir Nyonya main di taman sekitar istana,," Ucap Melly yang selalu berani dan merasa santai bila berbicara dengan Ziya.
Tidak seperti Melly dulu yang takut berbicara dengan Zoya, menatap Ziya saja Melly takut apalagi berbicara. Sementara itu, Nyonya mereka kali ini berbeda sungguh ramah, baik dan juga menjunjung tinggi setiap orang yang berada di kediaman Alexandre ini.
Sangat berbeda dengan keadaan yang dahulu dan juga dengan keadaan sekarang. Semua pelayan merasa bahwa Nyonya besar sang pemilik rumah sungguhlah baik hati. Entah kenapa Nyonya yang baru saja kembali lagi ini begitu baik, ramah dan sopan. Tutur katanya berbeda dengan sikap dari Nyonya-Nyonya lainnya.
Gayanya seperti gedongan tapi ternyata kehidupannya cuma biasa saja. Berbeda dengan sikap dan karakter dari Ziya yang begitu dikagumi oleh para pelayan-pelayan di tempatnya ini. Oleh sebab itu banyak sekali pelayan yang lebih menghormati Ziya dengan kekaguman bukan menghormati dengan perasaan takut di depan tapi di belakang sama sekali tidak takut.
Terlihat dari wajah Ziya yang merasa lega saat melihat kedatangan Melly melangkah kakinya menuju ke tempatnya itu.
" Maaf Nyonya, kalau Melly terlambat,," Ucap Melly yang melangkah mendekati Ziya.
" Tidak apa-apa Melly,," Bilang Ziya pada Melly sambil tersenyum.
" Sudah dibawa semua makanan pesanan Demian,," Tanya Ziya saat melihat tangan Melly kosong tidak membawa apapun.
Melly tersenyum dan mengangguk lalu menjawab semua pertanyaan Ziya.
" Sudah semua Nyonya, masih di dalam mobil, Melly siapkan semuanya dulu Nyonya,," Jawab Melly sambil membungkukkan sedikit tubuhnya dan segera pergi dari tempat Ziya.
" Permisi dulu Nyonya,," Bilang Melly lagi.
" Oh ya silahkan,," Jawab Ziya.
Setelah Melly pergi dari tempat Ziya dengan segera Ziya melangkahkan kakinya menuju ke tempat mereka bermain tadi.
" Kita main lagi ya sayang, setelah makanannya siap, baru Demi makan,," Ucap Ziya yang menatap wajah Demian.
" Ok, Mom,," Jawab Demi mengangguk senang.
" Tapi, Demi tidak mau main bola lagi,,," Ucap Demi pada Ziya.
" Tapi, Demi mau main apa ?" Tanya Ziya pada Demian.
" Demi mau main air danau,," Ucap Demian yang sangat senang melihat kesejukan air danau.
Ketika mendengar ucapan Demian yang ingin main air danau, Ziya merasa sedikit takut akan keadaan air danau. Ziya merasa bahwa air danau itu pasti banyak isinya dan Ziya takut ada apa-apa dengan Demi.
" Eeemmm Demi sayang,, tidak usah main air danau ya,, Mommy takut ada apa-apa nanti di dalam airnya," Ucap Ziya yang membujuk Demian agar tidak bermain-main di atas air danau.
Demian terlihat sedang berpikir ucapan dari Ziya. Dan, disaat Demian sedang berpikir itu, Ziya segera mengucapkan permainan lain pada Demi, supaya Demian tidak merasa putus asa akan keputusan dari Ziya yang melarangnya untuk bermain-main di atas air danau.
" Bagaimana kalau kita main melempar batu ke dalam danau, siapa batunya paling jauh dia pemenangnya,," Ucap Ziya yang segera membujuk Demian.
Begitu terlihat dari wajah Demian menyetujui permainan yang diusulkan Ziya itu.
" Ok, Demi mau Mom,," Ucap Demian mengangguk dan menyetujui usulan dari Ziya.
" Bagus,,, ayo kita mulai,," Bilang Ziya yang segera menurunkan tubuh Demian dari gendongannya.
" Ok Mom,," Jawab Demian yang turun dari gendongannya Ziya.
Terlihat Ziya dan Demian sedang mengambil beberapa batu kerikil di dekat danau untuk digunakan sebagai alat permainannya itu. Seketika Ziya segera memposisikan tubuhnya sedikit jauh dari bibir danau, begitu juga dengan Demian yang posisi tubuhnya setara dengan Ziya.
" Sayang, apakah bisa dimulai,," Tanya Ziya yang menoleh ke bawah menatap Demian.
" He'eh, mulai Mom,," Jawab Demian.
" Silahkan putra Mommy dulu yang melempar batunya, sejauh mana lemparan Demi,," Ucap Ziya yang menyuruh Demian terlebih dahulu memulai permainannya.
" Selius,, Demian dulu Mom,," Ucap Demi yang menatap wajah Ziya.
" He'eh, Nak,," Ucap Ziya yang mengelus lembut rambut Demian.
" Ok,," Jawab Demi dengan segera melempar batu ke arah danau.
Demi tidak tahu bagaimana trik dan cara melemparkan batu ke arah danau supaya terlihat sangat jauh terlempar, sehingga terlihat Demi melempar hanya tidak jauh dari bibir danau. Ingin sekali Ziya tertawa melihat batas lemparan batu dari Demian. Namun sikap itu Ziya tutup, karena, Ziya tidak mau membuat Demian menjadi kecewa dan putus asa. Jadi Ziya hanya bisa tersenyum sambil memberikan jempol pada Demian untuk memuji kehebatan Demian saat ini.
****