Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 36 - Menemuinya !



Lalu, setelah memberikan peringatan kepada Claire, Alberto melepaskan tangannya dan menghempaskan tubuh Claire ke lantai. Claire memegang lehernya dan batuk karena, menarik nafasnya yang sangat sulit saat ini. Alberto segera keluar dari ruangan gelap itu. Sementara Claire kembali ditangkap oleh anak buah Frengky dan menutup kepalanya.


Sementara pengawal dan anak buah Alberto sedang membawa Claire keluar dari ruangan gelap pribadi milik Alberto. Alberto sendiri menuju ke kamarnya untuk melihat keadaan Ziya yang sudah selesai dijahit lukanya tadi.


Di dalam kamar pribadi Alberto tersebut terlihat beberapa orang disana yaitu Ziya, Demian, Vena, dan Melly. Saat Alberto masuk ke ruang pribadinya tersebut. Membuat semua pelayannya mengerti untuk pergi dari sana.


Vena dan Melly minta izin untuk keluar dari ruangan tersebut dengan menundukkan kepala dan melangkah mundur keluar dari kamar tersebut.


Alberto mendekatkan dirinya di tempat tidur dimana Ziya dan Demian sedang berada disana.


" Daddy, duduk sini,," Bilang Demian yang membuat Alberto segera mendekatinya.


" Bagaimana rasanya ?" Tanya Alberto yang cukup ramah untuk Ziya saat ini.


" Sedikit perih, mungkin efek biusnya sudah hampir habis,," Ucap Ziya yang menjelaskan keadaannya.


" Bius lokal yang dipakai oleh Daniel, hanya sementara selama waktu penjahitan." Jelas Alberto yang cukup mengerti pada dunia kesehatan.


" Oohh,," Jawab Ziya mengangguk.


" Apa nanti akan terasa sakit, apabila efek biusnya hilang ?" Tanya Ziya ingin tahu.


" Kemungkinan kecil kalau untuk terasa sakitnya itu, paling cuma nyeri saja dia area penjahitan." Jawab Alberto menjelaskan.


Demian yang mendengarkan percakapan orang tuanya ini membuat dirinya menyatakan sesuatu secara langsung kepada kedua orang tuanya ini.


" Demi besal nanti, mau jadi sepelti Daddy, yang bisa semuanya,," Ucap Demian dengan nada lucunya.


Karena, mendengar ucapan Demian seperti itu yang menyatakan apabila besar nanti ingin jadi seperti Daddy nya membuat Ziya tersenyum senang dan pastinya membuat Alberto segera memangku putranya itu.


" Demi, kalau besar nanti, jadi yang paling terhebat ya, dibandingkan Daddy,," Ucap Alberto yang membanggakan putranya.


" Yes Daddy,," Jawab Demian dengan suara lucunya.


Ziya hanya bisa tersenyum mendengarkan ucapan kedua orang yang berada di sisinya saat ini. Terlihat Alberto cukup mengesankan di matanya saat ini, walaupun Alberto kelihatannya sangat kasar, menakutkan dan menyeramkan. Tapi, nyatanya Ziya merasa bahwa sekarang Alberto sangat hangat untuk dirinya.


" Ternyata dia cukup hangat saat ini, buktinya dia tidak pernah memarahi aku, malah memperhatikan aku, kenapa Zoya tidak bisa tahan tinggal disini, apa karena tidak bisa bebas sehingga Zoya pergi meninggalkannya." Pikir Ziya yang sedang memperhatikan wajah dan gerakan tubuh Alberto terhadap Demian.


Sesaat Alberto melirik ke arah wajah Ziya yang tersenyum melihatnya.


" Ada apa,?" Tanya Alberto yang membuat Ziya sedikit kaget.


" Hah! Tidak," Ucap Ziya kaget.


" Aku lihat kau melirikku, ada apa,?" Tanya Alberto yang membuat Ziya kaku dan menelan air liurnya sendiri.


" Tidak, aku bukan melirik kau, tapi,,," Ucap Ziya yang terbata-bata.


" Tapi, apa ?" Tanya Alberto yang membuat Ziya semakin kaku.


" Aku hanya melihat Demian dan bukan kau,," Ucap Ziya yang mengelak akan sikapnya yang ketahuan.


" Benarkah ?" Tanya Alberto yang mendekatkan wajahnya pada wajah Ziya.


Secara spontan Ziya memundurkan wajahnya walaupun sedang berbaring. Alberto menatap cantik wajah Ziya dengan sangat lekat.


" Benar, yang diucapkan oleh Daniel, dia lebih cantik dibandingkan Zoya,," Ucap Alberto yang sedikit menyunggingkan senyumannya pada wajah Ziya.


Ziya yang menatap dekat wajah Alberto hanya bisa terdiam kaku, dan untung saja saat itu ada Demian yang memecahkan kekakuan yang terjadi di antara mereka.


" Daddy, Mommy lagi sakit, jangan ganggu, kasihan," Bilang Demian yang mengagetkan Alberto.


Tentu saja Ziya tersenyum senang atas pembelaan dari Demian untuk dirinya. Otomatis Alberto langsung menjauhkan wajahnya dari wajah Ziya saat itu karena, mendengar ucapan Demian yang melarang dia untuk mengganggu Ziya saat ini.


" Demian kamu sangat pintar sayang,," Bilang Ziya dalam hati sambil tersenyum menang.


Karena, merasa diingatkan oleh Demian Alberto memberi pesan bahwa untuk selamanya Ziya boleh berada di kamarnya ini.


" Baik, mulai saat ini kamu tetap di kamarku untuk beristirahat, sampai kapanpun." Ucap Alberto serius memberikan kepercayaan pada Ziya.


" Jadi, aku tidak akan kembali ke kamarku ?" Tanya Ziya pada Alberto.


" Tidak perlu, kamu akan tinggal disini, selamanya, mengerti,," Ucap Alberto yang membuat Ziya mengangguk.


Karena, Alberto ingin keluar sebentar untuk menyelesaikan masalahnya kepada Zavier. Alberto memerintahkan untuk Demian kembali ke kamarnya dan tidak mengganggu istirahat Ziya saat ini.


" Demi, kamu kembali ke kamarmu, karena Mommy mau istirahat,," Bilang Alberto yang mengingatkan Demian.


" Demi tidak mau,, Demi mau disini menjaga Mommy,," Ucap Demian dengan mulut cemberutnya.


" Demi jangan disuruh keluar, Demi disini saja, menemaniku,," Ucap Ziya memohon kepada Alberto.


" Tidak, Demi harus kembali ke kamar, karena, dia akan mengganggu istirahatmu,," Ucap Alberto sangat memerintah.


" Demi, Tidak menggangguku, aku mohon biarkan Demi disini bersamaku,," Ucap Ziya yang sangat memohon agar Demi tetap bersamanya.


" Yes Dad, Demi mau disini sama Mommy, Demi tidak mau kembali ke kamal dan sendilian di kamal,," Ucap Demi yang juga memohon.


Karena, dua orang yang telah memohon kepada Alberto, akhirnya Alberto mengalah dan mengizinkan Demian untuk tetap berada di kamar saat ini bersama Ziya.


" Baiklah Demi, kamu boleh tetap berada disini menemani your Mommy," Bilang Alberto yang membuat Demian bersorak gembira.


" Holee,,, Benal Dad,," Jawab Demian yang teriak gembira.


" Asal jangan ganggu Mommy istirahat,," Pesan Alberto terhadap Demian.


" Yes Dad,," Jawab Demian.


" Terima kasih,," Ucap Ziya yang tersenyum kepada Alberto saat ini.


Ketika Alberto melihat Ziya mengucapkan kata terima kasih hal itu membuat Alberto tidak bisa menahan dirinya untuk mendekati Ziya karena senyumannya itu. Tapi, Alberto masih bisa mengontrol dirinya, karena dia tahu bahwa Ziya belum bisa diajak kompromi sekarang. Karena, kondisi kepalanya masih terluka.


" Holeee,,, Thank you, Dad,," Ucap Demian yang bersorak sambil menciumi pipi Alberto.


" Ya sayang,," Jawab Alberto yang menerima kiss dari bibir basah Demian.


Sesaat Alberto berdiri dari tempat duduknya dan mengingatkan sesuatu kepada Ziya saat ini.


" Jangan keluar dari kamar ini, tanpa izin dariku,," Ucap Alberto yang mengingatkan pesan bahwa Ziya tidak boleh kemanapun saat ini.


" Baik," Jawab Ziya mengangguk.


Saat Alberto melangkahkan kakinya menuju keluar kamar, Demian mengingatkan janjinya tadi pagi.


" Dad,, Daddy tidak lupa kalau malam nanti akan tidul belsama Demi and Mommy," Ucap Demian yang mengingatkan Daddy nya.


Ziya melongo ketika mendengar ucapan Demian yang tidak lupa bahwa janji Daddy nya akan tidur bersama mereka. Alberto teringat akan sesuatu bahwa ia malam nanti akan tidur bersama keluarga kecilnya ini di kamar pribadinya ini.


" Ooohhh, Daddy hampir lupa,," Ucap Alberto yang kembali menoleh ke arah Ziya.


Lalu, Alberto pun melangkahkan kakinya kembali menuju ke arah tempat tidurnya.


" Malam nanti, Daddy akan tidur bersama kalian berdua." Ucap Alberto yang membuat Ziya berdebar.


Karena, Ziya memikirkan hal tidur itu mengingatkan dirinya pagi tadi yang sengaja membujuk Demian untuk tidak mengajak Daddy nya tidur bersama. Tapi malah sekarang Demian teringat kembali atas ucapannya pagi tadi.


Percuma saja dirinya terluka, dan dijahit kembali kalau Alberto kembali mengingat sesuatu yang diucapkan dan diinginkan Demian pagi tadi.


" Jangan lupa ,ya Dad,," Bilang Demian mengingatkan Alberto.


" Daddy tidak lupa sayang, jaga Mommy Daddy akan pulang sebelum kalian bobo,," Ucap Alberto yang mencium kening Demian.


Demian tersenyum senang dan kembali mengingatkan Alberto untuk menciumi kening Mommy nya juga.


" Dad jangan pelgi dulu,, Daddy tidak cium Mommy,," Ucap Demian yang membuat mata Ziya terbelalak.


" Oh iya, Makasih sayang sudah mengingatkan Daddy,," Ucap Alberto kembali senang dan segera menciumi Ziya.


Saat itu Ziya yang tidak bisa menolak untuk dicium Alberto, hanya bisa pasrah merasakan bibir Alberto yang mendarat ke arah keningnya.


" Untung saja kening,," Ucap Ziya yang terpejam karena hanya merasakan bagian kening yang dikecup oleh Alberto.


Ziya bisa lega ketika Alberto menciumi keningnya karena, Ya, pastinya Alberto tahu tempat ya, masa Cium bibir di depan anaknya yang masih kecil. Berarti menandakan contoh yang tidak baik untuk mata anak-anak dan pastinya untuk sistem pikirannya anaknya nanti.


****