Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 135 - Pertanyaan Christin



Ziya yang telah melangkahkan kakinya keluar dari gedung pesta, merasa kesal dengan kelakuan tamu-tamu pesta yang memang sengaja mempermalukan dirinya seperti kejadian tadi. Sebenarnya Ziya memaklumi wanita itu marah dengannya, karena, kemungkinan benar sekali yang dikatakan oleh wanita itu, bahwa Zoya dulunya pernah ingin merebut suaminya.


" Heh! walau bagaimanapun Zoya adalah saudaraku, apapun kesalahannya akan aku ubah semuanya sekarang, supaya tidak ada lagi yang berpikir bahwa kelakuan Zoya terlihat buruk." Ucap Ziya dalam hati sambil berpikir untuk merubah sikap dan kelakuan Zoya selama ini.


Tapi, Ziya saat ini tidak mudah percaya dengan ucapan wanita itu, Alberto saja yang kaya raya ditinggalkannya apalagi dengan suami wanita itu yang hanya bekerja menjadi karyawan Alberto, secara otomatis tidak mungkin Zoya terpikat.


" Heh!! enak saja dia menuduh Zoya merebut suaminya," Umpat Ziya kesal kepada tamu wanita yang telah menjambak rambutnya.


" Walaupun Zoya terlihat cantik, kemungkinan bukan Zoya yang merebut suaminya, tapi, suaminya sendiri yang terlihat genit terhadap Zoya. Dasar wanita tidak tahu malu,," Umpat Ziya semakin kesal dengan mempercepat langkahnya.


" Heh! Lihat saja dia, jika dia masih merundung Zoya dan menuduhnya aku tidak akan tinggal diam, walau bagaimanapun Zoya adalah saudaraku," Ucap Ziya lagi dengan wajah kesalnya.


" Kesalahpahaman ini harus segera aku atasi, supaya tidak ada lagi, wanita yang merasa bahwa suaminya telah direbut oleh Zoya." Ucap Ziya sangat kesal dengan suara yang cukup kuat, sehingga membuat Vena sedikit mendengarkannya.


" Ada apa, Nyonya ?" Tanya Vena yang berjalan tepat di belakang Ziya.


Karena, terlalu fokus memikirkan suatu hal tentang Zoya, sapaan dari Vena membuat Ziya kaget, sehingga Ziya segera menjawab sapaan Vena dan langsung menoleh serta menggelengkan kepalanya.


" Tidak apa-apa," Jawab Ziya menggelengkan kepalanya.


" Oohhh, baiklah,," Jawab Vena mengangguk.


Karena, sudah keluar dari ruangan pesta, dengan segera Vena bertanya kepada Ziya, saat ini mereka mau pergi kemana lagi.


" Maaf Nyonya, kita mau pergi kemana ?" Tanya Vena langsung pada Ziya.


Saat mendengarkan ucapan Vena yang bertanya mereka mau pergi kemana, Ziya ingin sekali pergi ke rumah orang tuanya.


" Aku ingin sekali pulang ke rumah bertemu dengan Mama dan Papa, tapi, itu tidak mungkin,," Gumam Ziya dalam hatinya yang sangat merindukan kedua orang tuanya.


Namun, saat ini ia tidak bisa kembali ke sana, walaupun Alberto sudah mengetahui dirinya, Ziya tidak mau semua orang tahu bahwa ia sedang pergi kesana. Lalu, Ziya berpikir pulang ke istana Alberto dan melakukan kegiatan untuk penemuannya saja.


Itu lebih menarik !!


" Lebih baik, aku kembali ke kediaman Alberto dan melakukan kegiatanku,," Ucap Ziya dalam hati sambil tersenyum senang, karena telah menemukan ide yang bagus untuk menenangkan rasa kesalnya saat ini.


" Eeemmm, kembali ke rumah, aku mau berisitirahat saja,," Ucap Ziya yang mengatakan suatu perintah pada Vena.


" Baik Nyonya,," Jawab Vena mengangguk.


Vena yang mendengarkan perintahan dari Ziya segera menyampaikan perintahan itu kepada semua pengawal yang mengikuti Ziya.


" Perintah dari Nyonya segera kembali ke kediaman." Ucap Vena yang mengatakan perintahan dari Ziya.


Semua pengawal mengangguk dan mengerti akan perintahan dari Nyonya Besar mereka dengan segera Ziya masuk ke dalam mobilnya. Begitu juga dengan semua pengawal, di dalam mobil Ziya hanya bisa memikirkan suatu hal yang berhubungan dengan penelitiannya itu.


" Heemmm,, semua bahan sudah kudapatkan, bagaimana kalau hari ini aku akan mencoba membuat racun yang belum pernah aku lakukan,," Ucap Ziya dalam hati sambil fokus memikirkan suatu hal yang bersangkutan dengan teori racun yang selama ini ia pelajari dari Mamanya.


Mobil segera meluncur kembali ke kediaman. Di dalam mobil Ziya hanya bisa terdiam saja, tanpa berkata apapun. Karena, baginya lebih baik diam memikirkan suatu hal yang berhubungan dengan keseriusannya membuat racun.


" Sepertinya, aku harus fokus membuat racun itu, karena, aku merasa saat ini waktunya paling tepat untuk membuat racun itu." Ucap Ziya dalam hati sambil memandang ke samping kaca mobil sambil melihat pemandangan yang terlewatkan.


Sementara itu, di dalam kediaman Alexandre di dalam kamarnya Christin, asisten pribadi Christin yang selama ini bekerja menjadi asisten pengintainya sedang berjalan menuju ke kamar majikannya itu. Entah apa yang ingin dilaporkannya kepada Grandma Christin yang sedang menunggu di kamarnya itu.


" Sebenarnya, siapa dia ?" Ucap Christin yang berada di kamar sambil memikirkan sikap Ziya.


" Aku harus mencari tahu, siapa sebenarnya Zoya saat ini, kenapa aku mencurigai sifatnya itu." Ucap Christin yang memandang ke arah luar kaca.


Christin merasakan hal asing dari sikap Zoya pada mereka dalam satu bulan ini, karena, selama Ziya yang telah kembali menjadi Zoya, memang sangatlah berbeda. Zoya yang beberapa tahun telah tinggal disini tidak pernah sedikitpun menegur dirinya seperti hari ini.


" Zoya yang selama ini, aku kenal tidak pernah memiliki sifat perduli terhadapku,," Ucap Christin yang berpikir terhadap kelakuan Ziya.


" Tapi, kali ini, semenjak dia kembali, kenapa sifatnya berbeda." Bilang Christin lagi yang mengingat sikap Ziya padanya.


" Apakah dia bukanlah Zoya." Ucap Christin yang menerka tentang Ziya.


Bunyi ketukan pintu dari luar, sehingga membuat Christin segera menyuruh orang yang berada di luar untuk masuk ke dalam.


" Masuk,," Ucap Christin dari dalam.


Karena, mendengar perintahan dari Christin dengan segera asisten pribadinya itu masuk ke dalam kamar. Asisten pribadi itu melihat bahwa Christin sedang berdiri tepat di dekat jendela kamar.


" Bagaimana perkembangannya beberapa hari ini, selama saya pergi ?" Tanya Christin kepada asisten pribadinya.


Setelah menutup pintu dengan rapat, asisten kepercayaan Christin segera melangkah mendekati Christin. Sambil tersenyum asisten itu, menundukkan tubuhnya sambil memberikan hormat kepada sang majikan.


" Lapor Nyonya, begitu banyak sekali kejadian yang terjadi saat Nyonya pergi." Ucap asistennya itu sambil melangkah mendekati dirinya kepada Christin.


" Heemm, saya sudah tahu itu, karena, saya sudah lihat sendiri dimana saat saya akan pergi, saya melihat cucu saya Alberto berlari ke lantai atas," Ucap Grandma Christin yang menjelaskan sedikit pengetahuannya sebelum ia pergi keluar negeri hari itu.


Memang benar saat kejadian yang mengenaskan itu, Christin melihat dengan jelas apa yang telah terjadi pada Alberto dan Christin tidak tahu sebenarnya apa yang telah terjadi. Saat itu, Christin ingin sekali mengetahui kejadian yang terjadi, namun waktu terbangnya untuk pergi keluar negeri sudah ditetapkan, sehingga membuatnya tidak bisa menunda lagi kepergiannya itu.


Tapi, saat dia kembali terlihat bahwa di rumah dalam keadaan biasa-biasa saja, namun sungguh terlihat sekali dari wajahnya Alberto yang terlihat sangat bahagia menyambut kedatangannya itu. Sama seperti keadaan Ziya yang seakan mengubah sikapnya yang terlihat peduli dengan dirinya tidak seperti selama ini yang seakan acuh terhadapnya.


" Sepertinya telah terjadi sesuatu, apakah kau tahu, memangnya apa yang telah terjadi ?" Tanya Grandma Christin kepada asistennya itu tentang kejadian selam ini yang terjadi.


" Memang benar Nyonya, sudah banyak yang terjadi saat Nyonya pergi keluar negeri," Jawab asistennya itu dengan jujur dan benar.


Christin sudah menduga dengan pikirannya itu, pasti sudah banyak yang telah terjadi beberapa waktu ini. Christin segera meminta semua laporan dari asistennya itu tentang apa sajakah yang telah terjadi di dalam kediaman cucunya selama ini.


" Katakan, apa saja yang telah terjadi selama ini ?" Tanya Christin pada asisten kepercayaannya.


" Baik, Nyonya, saya akan menceritakan apa saja yang telah terjadi selama ini, begini Nyonya,," Ucap asisten pribadi Christin yang memulai menceritakan semua kejadian yang telah terjadi.


Satu persatu asisten itu menceritakan kejadian yang telah terjadi selama ini, dimulai dari insiden kejadian yang terjadi di kamar pribadi Alberto, bahwa ada seseorang yang telah diketahui sengaja masuk ke dalam kamar Alberto dan berniat untuk melakukan suatu hal pada Alberto, namun karena, melihat Ziya yang tertidur, akhirnya orang itu berniat memper-kosa isterinya. Saat asistennya Christin menjelaskan awal kejadian, Christin yang mendengarkannya itu kaget dan terkejut dengan kejadian yang telah terjadi di hari pertama dia berangkat kemarin.


" Hah!! Apa,, apakah benar itu terjadi ?" Tanya Christin dengan wajahnya yang begitu penasaran.


" Betul, Nyonya, itu semua benar terjadi, sebenarnya pelaku ingin merusak semua sistem keamanan di kamar Tuan Besar, namun karena, pelaku melihat Nyonya sedang tertidur pulas di kamar Tuan, akhirnya pelaku mengambil kesempatan dalam keuntungan yaitu ingin memper-kosa isterinya Tuan Besar Nyonya Zoya. Namun, untunglah saat itu, Tuan Besar cepat kembali dan akhirnya bisa menolong Nyonya Zoya." Jawab asisten pribadi Christin yang menjelaskan keadaan peristiwa secara detail.


Saat asistennya menjelaskan keadaan peristiwa ini, Christin teringat akan Alberto yang segera berlari menuju kamarnya itu, ternyata Alberto hendak menolong istrinya.


" Ya, aku ingat akan hal itu, tapi, aku tidak tahu kenapa Alberto berlari tergesa-gesa ke lantai atas, ternyata saat itu, di kamarnya sedang terjadi kejadian yang mengenaskan menimpa Zoya." Bilang Christin yang kembali bertanya kepada asistennya.


" Ya, betul sekali Nyonya." Jawab asisten Christin dengan menganggukkan kepalanya.


" Apakah waktu itu, Alberto mendapatkan pelakunya ?" Tanya Christin lagi yang begitu penasaran.


" Begini Nyonya, disaat kejadian semua pengawal ikut masuk ke dalam kamar pribadi Tuan, saat itu, Tuan sudah menembak titik lemah pelaku, namun peluru dari pistol Tuan Alberto sama sekali tidak menembus titik kelemahan orang itu, sehingga orang itu langsung saja melompat dari jendela kamar Tuan hingga ke bawah. Jadi, saat itu Tuan sama sekali tidak mendapatkan pelakunya." Ucap asisten Christin yang membuat Christin ternganga.


" Bagaimana bisa, cucuku tidak bisa menangkapnya, sedangkan dia sangat handal dalam menangkap musuh-musuhnya selama ini,," Bilang Christin yang tidak mempercayai keadaan saat kejadian itu bahwa Alberto tidak bisa menangkap sang pelaku.


" Heemm,, tenang Nyonya, begini kelanjutannya, di hari yang sama juga sekitar beberapa menit kemudian saya melihat Tuan Daniel datang dan keluar dari kamarnya. Tak lama kemudian, Tuan Alberto juga keluar dari kamarnya, setelah itu langsung menuju ke ruangan dimana Tuan Martin berada, disaat itu saya melihat bahwa Tuan Alberto menangkap Tuan Martin. Namun, saya lihat dengan jelas Nona Alexa melarang Tuan Alberto menangkap Tuan Martin." Ucap asisten pribadi Christin yang menjelaskan kejadian sebenarnya.


" Ya, Nyonya betul sekali," Jawab asistennya dengan jelas.


" Tapi, kenapa bisa Martin ?" Tanya Christin yang semakin penasaran.


" Sedikit saya mendengar ucapan Tuan Alberto, Tuan Martin sengaja ingin memper-kosa Nyonya Zoya dan sengaja ingin meretas sistem keamanan di kamarnya itu." Jawab asisten itu dengan jelas.


Mendengar penjelasan dari asistennya itu, barulah Christin sedikit mengerti dengan kejadian yang ada.


" Oohh,, berarti benar, Martin adalah pelakunya. Tapi, kenapa aku baru saja melihat Gladys dan Claire menuju ke kamar Martin, berarti Martin tidak ditangkap oleh Alberto." Ucap Christin lagi pada asistennya.


" Bukan tidak ditangkap Nyonya, melainkan sudah ditangkap oleh Tuan Alberto dan sudah juga disiksa, namun ada insiden lagi setelah penangkapan Tuan Martin." Jawab asisten Christin sambil menjelaskan kejadian selanjutnya.


" Insiden lain, Maksudnya ?" Tanya Christin yang mulai lagi penasaran.


" Insiden lainnya adalah Nona Alexa yang mengetahui dan melarang Tuan Alberto menangkap Tuan Martin dengan segera memberitahukan kejadiannya dengan Nyonya Gladys, sehingga Nyonya Gladys sangat marah dan melakukan rencana lain terhadap Tuan Alberto, Nyonya." Bilang asisten pribadi Christin yang membuat Christin ternganga mendengarkannya.


" Hah!! Apa Gladys berniat jahat terhadap cucuku ?" Tanya Christin dengan mata yang menyelidik.


" Ya, betul sekali Nyonya,," Jawab asisten pribadi Christin yang menjelaskan secara benar.


" Heh!! ternyata wanita itu yang sangat kupercayai menjadi menantuku, ternyata dia ingin berniat jahat kepada cucuku, kurang ajar,," Gumam Christin dengan wajah yang sangat marah kepada Gladys.


" Aku ingin menemuinya dan segera mengusirnya," Bilang Christin yang segera bangkit dari duduknya.


Ketika Christin mendengarkan ucapan dari asistennya yang menceritakan tentang keadaan yang sebenarnya, bahwa Gladys berniat jahat pada Alberto. Membuat Christin ingin segera mengusir Gladys dari kediaman cucunya ini. Namun, asistennya itu, segera mencegah tindakan Christin karena, penjelasannya belum selesai.


" Tunggu Nyonya, saya belum selesai menjelaskan semua laporan ini,," Ucap asisten Christin yang mencegah pergerakan Christin untuk menemui Gladys.


" Apalagi, yang ingin kau jelaskan, sudah jelas bahwa Gladys berniat jahat pada cucuku,," Ucap Christin yang sangat marah pada Gladys.


" Dengarkan dulu Nyonya, begini, ceritanya,," Ucap asisten Christin yang membuat Christin duduk lagi untuk mendengarkan semua penjelasan dari asistennya.


" Baiklah katakan semuanya,," Ucap Christin yang memerintahkan asistennya untuk menceritakan semuanya.


" Baik, Nyonya begini, setelah Nona Alexa memberitahu tentang keadaan Tuan Martin yang ditangkap Nyonya Gladys segera melakukan rencana buruk kepada Nyonya Zoya. Dengan bantuan Nona Claire, Nyonya Gladys dengan sengaja memanggil Vena untuk datang ke ruangannya. Entah apa yang mereka lakukan pada Vena di dalam ruangan itu, sehingga saya lihat saat Vena keluar dari ruangan itu, dalam keadaan yang mengenaskan." Ucap asisten Christin dengan detail sehingga membuat Christin semakin penasaran.


" Maksudmu mengenaskan ?" Tanya Christin lagi.


" Setelah saya awasi lagi ternyata dengan sengaja Nyonya Gladys dan Nona Claire menyuruh Vena untuk meracuni Nyonya Zoya dan karena, Vena tidak mau akhirnya Vena yang diracuni dan meminta timbal balik pada Nyonya Zoya, apabila Nyonya Zoya ingin menyelamatkan Vena dari racun, ada persyaratannya yaitu bebaskan Martin dari penahanan Tuan Alberto. Namun, tepat di hari itu juga Tuan Alberto baru saja kembali dari luar negeri dan Nyonya Zoya baru saja sembuh dari kondisinya yang mengenaskan sehingga membuat Alberto langsung berkomitmen untuk membantu Vena. Tapi, setelah ditelusuri bukannya Nyonya Gladys menang dari rencananya itu, malah Nyonya Gladys dan Nona Claire dijebloskan ke penjara milik Tuan Alberto." Ucap asisten Christin menjelaskan dengan keadaan dengan sempurna.


" Tapi, kenapa saat ini kedua wanita itu sudah berkeliaran kembali di rumah ini ?" Tanya Christin lagi yang sudah muak terhadap Gladys dan Claire.


" Sudah dibebaskan beberapa hari yang lalu oleh Tuan Alberto Nyonya dan bahkan Tuan Martin juga sudah dibebaskan, namun saat ini Tuan Martin masih dalam keadaan yang terluka parah karena tubuhnya banyak bekas siksaan." Jawab asistennya itu dengan jelas.


Saat mendengar ucapan asistennya itu yang menjelaskan perihal pembebasan Martin, Gladys dan Claire, sungguh tidak masuk akal sekali bagi Christin. Sedangkan sangat jelas sekali mereka bertiga melakukan kesalahan.


" Kenapa dibebaskan oleh cucuku, padahal mereka sudah jelas melakukan kesalahan." Bilang Christin yang penasaran dengan penjelasan asistennya.


" Menurut pengawasan saya, sepertinya Nyonya Gladys merupakan salah satu pelaku dari orang yang telah membunuh Nyonya Friska dulu, Nyonya,," Jawab asistennya itu yang membuat Christin ternganga mendengarkannya.


" Hah!! kau tau darimana bahwa Gladys ?" Tanya Christin yang ucapannya terputus karena, asistennya segera membisikkan sesuatu kepada Christin.


" Yang saya dapatkan dari pengawal, sebenarnya Tuan Alberto tidak mau melepaskan ketiga orang yang telah ditangkapnya itu, namun Tuan Alberto sendiri yang mengatakan mereka bertiga dibebaskan karena, atas kehendak dari Nyonya Zoya. Nyonya Zoya ingin mereka bebas supaya Tuan Alberto bisa menjalankan misi rencananya selama ini." Jawab asistennya itu yang menambah bumbu penasaran bagi Christin.


" Dan, apakah Nyonya tahu bahwa selama Nyonya Zoya kembali ke kediaman ini, sifat dan sikap Nyonya Zoya sangat berbeda jauh dari sikapnya yang terdahulu." Ucap asistennya itu yang membuat Christin mengangguk benar atas pemikirannya itu.


" Benar sekali yang kau katakan, saya juga merasa ada perbedaan dari sikap Zoya terdahulu dengan sikapnya yang sekarang. Apakah dia berbeda orang ?" Tanya Christin pada asistennya.


Secara langsung asistennya mengangguk membenarkan ucapan yang dikatakan oleh Madam Christin padanya.


" Benar sekali Nyonya, saya juga merasa sepertinya Nyonya Zoya bukan orang yang dulu, melainkan orang lain yang baik dan wajahnya mirip sekali dengan Nyonya Zoya." Ucap asisten Christin membenarkan pikiran majikannya itu.


" Dan, apakah Nyonya sudah mengetahui bahwa Nyonya Zoya memiliki kehobian yang sama seperti Nyonya Friska dahulu." Ucap asisten Christin tambah membuat Christin semakin penasaran.


" Maksudmu, hobi seperti Friska, apa ?" Tanya Christin penasaran.


" Sudah beberapa hari yang lalu saya melihat bahwa Nyonya Zoya pergi ke taman dekat danau belakang bersama Demian, lalu mendekati semua tanaman yang telah ditanam oleh Nyonya Friska. Namun, saat itu saya tidak terlalu mencurigainya Nyonya, karena, itu baru pertama kalinya Nyonya Zoya bersama Demian main di dekat danau, namun sekitar beberapa hari yang lalu, Tuan Alberto dengan sengaja membawa Nyonya Zoya kembali ke taman itu Nyonya,," Bilang asisten Christin yang menambah bumbu penasaran untuk Christin.


" Maksudmu, Alberto dengan sengaja mengajak Zoya ke taman milik Friska." Ucap Christin yang sedikit memicingkan matanya.


" Betul sekali Nyonya,," Jawab asisten pribadi Christin dengan yakin.


" Berarti cucuku sudah mempercayakan istrinya sendiri untuk membantu masalah yang tenggelam beberapa tahun lalu." Gumam Christin dalam hati yang memikirkan sikap Alberto terhadap Zoya.


" Baik, kau awasi apa yang sebenarnya telah terjadi dengan cucuku dan istrinya, jangan lupa untuk mengawasi dua wanita jahat yang sudah memiliki rencana busuk terhadap keluargaku,," Ucap Christin yang memerintahkan kepada asistennya untuk selalu mengawasi keadaan Ziya dan Alberto dan juga tetap mengawasi kelakuan Gladys dan Claire.


" Baik Nyonya akan saya lakukan,," Jawab asisten Christin saat ingin beranjak pergi dari ruang kamar majikannya.


Namun, asisten pribadi Christin kembali lagi ke tempatnya semula karena terlihat seperti sedang ada yang ingin disampaikannya lagi pada majikannya ini.


" Maaf, Nyonya masih ada yang ingin disampaikan,," Ucap asisten Christin yang kembali lagi mendekati tempat duduk majikannya itu.


" Baik, katakan,," Bilang Christin yang menyuruh asistennya untuk menyampaikan informasi yang belum terselesaikan.


" Apakah Nyonya sudah mengetahui bahwa Tuan Alberto bersikap mesra terhadap Nyonya Zoya akhir-akhir ini ?" Tanya asisten Christin kepada majikannya itu.


" Tidak,," Jawab Christin sambil menyipitkan matanya.


" Maksudmu bersikap mesra ?" Tanya Christin kepada asistennya.


Sambil tersenyum asisten itu segera melangkahkan kakinya lebih mendekatkan dirinya dengan majikannya itu.


" Tuan Alberto selalu menggendong tubuh Nyonya Zoya kemanapun mereka mau pergi dan terlihat kemarin Tuan Alberto secara terang-terangan menciumi Nyonya Zoya di depan semua orang. Padahal selama ini tidak pernah Tuan lakukan terhadap istrinya itu, Nyonya,," Bilang asisten Christin sambil tersenyum yang menjelaskan keadaan selama ini terjadi terhadap Alberto dan Ziya.


" Haah!! Apakah benar seperti itu ?" Tanya Christin lagi pada asistennya.


" Yah, Nyonya benar sekali. Bahkan banyak pelayan dan pengawal yang memuji sikap dari Nyonya Zoya saat ini, pelayan dan pengawal selalu mengatakan bahwa Nyonya Zoya saat ini sudah berubah seratus persen, sikapnya tidak seperti dahulu yang selalu angkuh dan sombong, tapi, sikapnya kali ini bagaikan seorang Nyonya besar yang berwibawa, keibuan dan juga ramah. Itu yang selalu saya dengar dari pembicaraan semua pengawal dan pelayan. Tidak ada satu pengawal dan satu pelayanpun yang tidak menyukai Nyonya Zoya, semuanya sangat menyukai sosok keibuan dari Nyonya Zoya saat ini, Nyonya." Ucap asisten Christin kembali yang juga terdengar bahwa ia sedang memuji sikap dari Ziya.


" Heemm,, sepertinya pemikiran ku selama ini benar,," Gumam Christin dalam hati saat mendengarkan penjelasan dari asistennya.


" Benarkah seperti itu, bahwa semua pelayan dan pengawal memuji sikap dari Zoya yang selama ini terkenal angkuh,," Bilang Christin yang terlihat sedang menyelidiki ucapan asistennya.


" Yah benar sekali Nyonya, silahkan Nyonya dengarkan saja ungkapan yang dikeluarkan dari semua pengawal dan pelayan,," Jawab asisten Christin sambil memberikan keyakinan dan bukti dari pendapat orang lain.


" Baiklah, aku mempercayaimu, tapi, ingat tetap selalu mengawasinya dan mengawasi kedua wanita keji itu,," Ucap Christin yang terdengar memberi perintah kepada asistennya.


" Baik, Nyonya, segera akan aku laksanakan." Jawab asisten pribadi Christin yang segera beranjak pergi dari ruangan ini.


Namun, Christin teringat akan sesuatu kepada cicit kesayangannya yaitu Demian. Sehingga membuat Christin segera menanyakan bagaimana keadaan Demian saat ini, setelah banyak mendengarkan kejadian yang ada.


****