Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 96 - Rahasia Kehebatan Ziya



Langkah demi langkah kaki Alberto untuk menuju ke tempat tidur, akhirnya sampai juga. Dengan lembut Alberto meletakkan tubuh Ziya di atas tempat tidur, setelah meletakkan Ziya, Alberto menaiki tempat tidur lalu dengan sengaja melewati atas tubuh Ziya untuk menyeberangi tempat tidurnya. Dengan senyuman manisnya Alberto memposisikan lengannya untuk diletakkan kepala Ziya disana. Sambil mencium puncak kepala Ziya, Alberto mengajak Ziya untuk tidur bersama.


CUP !!


" Tidurlah yang nyenyak sayang,," Ucap Alberto sambil memeluk tubuh Ziya.


" He'em,," Jawab Ziya mengangguk.


Mendengarkan ucapan Alberto yang begitu halus di telinganya membuat Ziya mengukirkan senyuman indah di wajahnya. Tangannya pun segera bergerak untuk memeluk tangan Alberto, supaya Alberto semakin mempererat pelukan pada tubuhnya. Atas respon Ziya padanya itu, membuat Alberto semakin mengeratkan pelukannya.


" Tidurlah sayang, setelah kau tertidur, maafkan aku jika aku meneliti dirimu," Ucap Alberto yang memeluk tubuh Ziya dengan erat sambil mengecup lembut rambut Ziya.


Tidak menunggu waktu lama untuk Ziya tertidur pulas. Napasnya pun terdengar begitu teratur, Alberto yang sedari tadi belum tidur memikirkan tentang Ziya hal yang belum banyak diketahuinya dan baru saja terlihat olehnya.


" Sepertinya dia sudah tertidur pulas," Ucap Alberto dengan suara yang begitu lembut supaya tidak terdengar oleh Ziya.


Dengan perlahan Alberto mendongakkan kepalanya menatap wajah Ziya, memeriksa keadaan Ziya, apakah benar Ziya sudah tertidur pulas. Ternyata benar, dengan wajah penuh senyuman Ziya telah tertidur dengan pulasnya.


" Dia sudah tertidur pulas,, baik aku akan segera menghubungi Zavier dan Daniel,," Gumam Alberto sambil bangun dari baringnya dan mencium lembut kening Ziya.


Sambil mengusap lembut rambut Ziya, Alberto segera mengambil jubah yang ia letakkan di atas sofa, lalu melangkahkan kakinya keluar dari kamar pribadinya meninggalkan Ziya yang sudah tertidur pulas. Alberto segera melangkahkan kakinya menuju ke ruang kerja pribadi miliknya untuk segera menelepon Daniel.


Sesampainya di ruangannya Alberto mengambil ponselnya yang ia letakkan di dalam jubahnya, segera memeriksa nomor ponsel Daniel dan menghubunginya.


Tidak terlalu lama, bagi Alberto untuk menghubungi Daniel, karena, dalam keadaan apapun pasti Daniel akan mengangkat telepon darinya.


" Halo,," Suara Daniel terdengar menerima telepon darinya.


" Heemm,," Jawab Alberto dengan suara dinginnya.


" Aku belum mengganggumu saat ini, karena, aku tahu pasti kau sedang bersenang-senang,," Ucap Daniel yang terdengar seperti sedang terkekeh menggoda Alberto.


" Heh!! pasti kau tahu, siapa yang tidak tergoda dengan tubuh indah seperti tubuhnya,," Jawab Alberto yang tidak kalah menariknya dari Daniel.


" Dasar iblis,," Umpat Daniel yang mencibir ucapan dari Alberto.


" Hei,, jangan cuma mencibir aku, kau sudah lupa apa, bahwa kau juga iblis, Daniel,," Jawab Alberto juga mencibir Daniel dan cibirannya itu membuat Daniel yang mendengarkannya menjadi tertawa.


" Hahahaha, kau benar sekali, Dude, karena, kita sama-sama iblis,," Ucap Daniel yang membuat Alberto berdecih menggelengkan kepalanya.


" Heh! Dasar kau,," Ucap Alberto yang menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Daniel yang juga gila menurutnya itu.


" Ok, Dude kau menghubungiku, pasti ada yang ingin dibahas, tentang dia kah ?" Tanya Daniel yang mulai fokus ke tujuan Alberto meneleponnya.


" Heemm It's True,," Jawab Alberto singkat.


" Apa yang ingin kau bahas denganku,," Tanya Daniel yang juga penasaran tentang identitas Ziya.


" Kau juga ingin mengetahui tentang dirinya bukan,," Jawab Alberto yang membuat Daniel semakin penasaran.


" Tentu, Dude, aku juga ingin mengetahui tentang dirinya, yang ingin kau tanyakan itu, sebab aku tak sepintar Zavier yang serba cepat mengetahui apa saja tentang orang yang sedang jadi penelitiannya." Ucap Daniel yang menjelaskan dirinya dan mengagumi kehebatan Zavier.


" Heemm, ternyata kau mengakui kehebatan Zavier, Daniel,," Bilang Alberto yang benar menurut Daniel.


" Ya, tentu saja, betapa pintarnya Zavier dengan cepat mengetahui orang yang akan menjadi sasarannya." Jawab Daniel yang memuji kehebatan Zavier.


" Tidak seperti kau, seakan lemah dan kurang untuk mengetahui identitas kebenaran istrimu,," Ucap Daniel lagi-lagi mencela Alberto.


" Heh! Awas saja kau,," Umpat Alberto yang kesal atas celaan Daniel untuknya.


" Ok Dude, katakan apa yang ingin kau tanya denganku,," Tanya Daniel yang mulai serius untuk membahas identitas dan kepintaran Ziya yang baru saja diketahui oleh Alberto.


Alberto dengan segera menyampaikan unek-uneknya membahas kehebatan Ziya dalam mengetahui efek dan reaksi racun, apakah dulu Ziya mempelajari tentang efek dan reaksi dari racun.


" Aku mau tahu, apakah kau tahu dia pintar dalam hal apa,," Tanya Alberto yang mulai membuka pertanyaannya untuk Daniel.


Daniel yang memang tidak terlalu fokus akan diri Ziya dalam menghadapi Vena pagi tadi, membuat Daniel tidak mengerti maksud perkataan dari Alberto.


" Maksudnya, aku tidak mengerti, Dude,," Tanya Daniel yang terdengar memang tidak mengerti maksud dari ucapan Alberto.


Saat mendengar ucapan Daniel yang tidak mengerti maksud dari Alberto, Alberto mengetahui bahwa Daniel sepertinya tidak tahu bahwa Ziya pintar dalam hal racun.


" Ternyata benar, dia juga tidak mengetahuinya." Gumam Alberto dalam hati saat mendengarkan ucapan Daniel.


" Kau tidak membohongiku, kalau kau tidak mengetahui kepintarannya," Tanya Alberto serius pada Daniel.


" Yes, Dude, untuk apa aku balik bertanya, kalau aku mengetahuinya,," Jawab Daniel jujur yang begitu terdengar yakin di pikiran Alberto.


" Sepertinya, Daniel benar-benar tidak mengetahuinya,," Ucap Alberto dalam hatinya, karena, memang benar Daniel tidak mengetahui maksud dari perkataan Alberto.


" Baik, aku akan menceritakannya padamu, kau tahu dia sama seperti dirimu dan Axeloe,," Ucap Alberto yang membuat Daniel sedikit diam karena, terkejut akan ucapan Alberto yang menyamai Ziya dengan dirinya dan juga Axeloe.


" Hah! maksudmu, Dude, sama seperti denganku dan Axeloe apa,," Tanya Daniel yang begitu penasaran.


" Ya,, aku jelaskan padamu, dia sama sepertimu dan Axeloe sangat pintar dalam mengetahui efek dan reaksi racun." Jawab Alberto yang membuat Daniel semakin tercengang dan penasaran.


" Benarkah ?" Tanya Daniel singkat pada Alberto.


Daniel sesaat terdiam dan seperti terdengar sedang memikirkan sesuatu yang dimaksudkan oleh Alberto padanya.


" Heemmm,, tunggu sebentar Dude, aku ingin mengingatnya lagi,," Jawab Daniel yang meminta waktu sementara pada Alberto, mengenai Ziya yang membantu Vena dalam tadi.


" Yah,," Jawab Alberto singkat mempersilahkan Daniel untuk berpikir.


Tak lama kemudian Daniel berbicara mengenai tindakan Ziya siang tadi.


" Yes Dude,, benar juga yang kau katakan, kenapa aku tidak menyadarinya bahwa dia juga mengetahui bagaimana cara membantu orang dalam keracunan." Jawab Daniel yang baru saja mengerti akan kepintaran Ziya yang baru saja diketahuinya.


" Benar bukan, sepertinya, kau juga tidak mengetahui kalau dia memahami akan efek dan reaksi dari penawar racun yang berikan padanya." Ucap Alberto lagi pada Daniel.


" Betul,, aku tidak melihatnya bagaimana reaksi tubuh Vena saat setelah minum penawar racun yang kau dapatkan,," Tanya Daniel penasaran.


" Heeemm,, sepertinya kau juga akan memuji kepintarannya juga Daniel,," Ucap Alberto yang sengaja memuji kehebatan Ziya.


" Hahaha, sepertinya kau harus mencari tahu tentang dirinya lebih dalam lagi dari Zavier dan Axeloe," Bilang Daniel yang mengingatkan Alberto untuk segera mencari tahu tentang Ziya pada Zavier dan Axeloe.


" Kalau kau bilang dia sama seperti Axeloe dan diriku yang mengetahui reaksi dari penawar racun maka adikmu Axeloe lebih mengenal dirinya dan juga mengetahui identitas dia selama ini,," Ucap Daniel yang membuat Alberto berpikir benar sekali akan ucapannya itu.


" Betul juga yang Daniel katakan," Gumam Alberto dalam hati.


" Aku akan menghubungimu lagi, kalau ada sesuatu yang akan dibahas bersamamu,," Ucap Alberto kepada Daniel dan segera mematikan teleponnya.


Setelah memutuskan teleponnya dari Daniel, dengan segera Alberto menghubungi Zavier yang masih berada di Australia.


Sementara itu,,


Di kediaman Daniel, Daniel sendiri yang masih berada di dalam ruang laboratorium miliknya itu, segera menghentikan pekerjaan yang sedang ia lakukan.


Apalagi kalau bukan melakukan penelitian yang menjadi hobi dan hiburan bagi Daniel untuk menghilangkan rasa penatnya.


" Apa yang dikatakan oleh Alberto,," Ucap Daniel yang menghentikan pekerjaannya.


" Ternyata dia memahami akan efek dan reaksi penawar racun dalam tubuh seseorang," Pikir Daniel lagi.


" Tapi, kenapa aku tidak menyelidiki kelakuannya,," Ucap Daniel lagi yang memikirkan kejadian saat kondisi Vena yang sedang terkena racun.


Daniel segera melangkahkan kakinya keluar menaiki tangga menuju ke kamarnya. Setelah sampai di kamarnya, kembali Daniel mengingatkan ucapan yang dikatakan oleh Alberto padanya.


" Apakah dia gadis di malam itu yang sengaja berkelahi dengan semua laki-laki yang ingin memper-kosa kembarannya." Pikir Daniel yang menatap wajahnya di depan kaca.


" Dan apakah dia gadis yang sengaja datang untuk menolong kembarannya dan jika benar berarti dia di malam itu yang diper,,," Ucap Daniel yang mengingatkan kejadian dulu.


Daniel teringat disaat Ziya dan Zoya masih berusia tujuh belas tahun, kebetulan saat itu Daniel sedang mengikuti langkah kaki semua laki-laki yang sedang membawa Zoya ke suatu tempat supaya bisa diper-kosa secara bergilir, Daniel yang begitu mengenal wajah Zoya sang artis muda yang begitu terpancar akan kecantikannya.


Oleh sebab itu, Daniel mengikuti langkah kaki laki-laki yang berjumlah lima orang sedang menggendong Zoya menuju tempat yang cukup sepi, supaya bisa memper-kosanya secara bergilir, sungguh biadab perbuatan kelima laki-laki itu, sebelum laki-laki itu menyentuh tubuh Zoya, Daniel melihat dengan jelas wajah yang sama dengan dandanan yang berbeda sengaja mengikuti jejak kelima laki-laki itu.


Daniel sempat melihat bahwa disaat remajanya Ziya dengan beraninya bertarung melawan semua laki-laki yang ingin memper-kosa Zoya. Sedangkan disaat Zoya bisa lepas dari penahanan semua laki-laki itu, Zoya segera berlari kemanapun arah kakinya. Dan, Daniel masih saja melihat bagaimana hebatnya Ziya melawan kelima laki-laki itu, disaat itu Daniel juga lupa apakah dia membantu Ziya untuk berkelahi dengan kelima laki-laki itu, karena, dia juga dalam keadaan mabuk.


Antara samar-samar ia melihat kejadian itu dan juga antara samar-samar pula Daniel mendengar suara Ziya berteriak menyuruh Zoya untuk segera pergi.


" Aduuhhh kenapa aku tidak bisa mengingatnya, bagaimana dia dulu setelah kejadian itu,, apakah setelah itu dia yang diper-kosa oleh kelima orang itu,," Ucap Daniel yang sedikit memukul kepalanya berpikir tentang kejadian di masa lalu.


" Dan benar orang yang berada di rumah Alberto saat ini adalah memang benar-benar kembaran Zoya,," Ucap Daniel yang masih memikirkan tentang identitas Ziya.


" Tapi, kenapa dia seperti tidak mengenal wajahku padahal di malam itu, aaakkkhh bodoh-bodoh kenapa aku tidak bisa mengingatnya, apakah aku membantunya atau tidak. Ayolah Daniel fokuskan pikiranmu,," Ucap Daniel yang memaki dirinya sendiri.


" Sepertinya aku harus segera memberitahu Alberto bahwa dia memang hebat dan,," Ucap Daniel yang terputus seperti sedang mendapatkan sesuatu dari pemikirannya.


" Ooohh ya aku baru ingat,, bagaimana cara dia melumpuhkan semua orang yang berhadapan dengannya itu." Ucap Daniel lagi saat pikirannya sedikit mengingat bagaimana tindakan Ziya melumpuhkan semua lawannya.


Daniel teringat dimana saat Ziya sedang melumpuhkan kelima lawannya itu yaitu dengan menyemburkan berupa serbuk yang Daniel sendiri tidak mengetahui itu serbuk apa. Dengan menggunakan itu Ziya semakin mudah melawan kelima orang yang sengaja ingin memper-kosa Zoya.


" Ya,, benar yang dikatakan Alberto di malam itu dia menggunakan seperti serbuk,," Ucap Daniel sedikit mengingat bagaimana cara Ziya melawan kelima laki-laki yang tidak dikenalnya itu.


" Apakah itu serbuk racun yang sengaja digunakan oleh Ziya untuk melumpuhkan semua lawannya,," Pikir Daniel atas kejadian Ziya di masa lalu.


" Dan jika benar dia adalah orang yang seperti dikatakan Alberto mengetahui efek racun, berarti dia adalah putri dari,," Ucap Daniel sedikit demi sedikit mengetahui siapa sebenarnya orang tua Ziya dan Zoya.


Ziya dan Zoya adalah Putri kembar yang telah dilahirkan oleh Zalina, dimana saat Zalina masih muda, Zalina terkenal akan penemuan yang ia dapatkan, tentunya penemuan yang begitu hebat yaitu racun. Tapi, berhubung orang tua Daniel sudah meninggal dunia dan juga Daniel masih berusia tidak jauh dari umur Ziya dan Zoya, Daniel cuma mengetahui dari pembicaraan orang banyak, yaitu tentang Zalina seorang perempuan hebat yang mampu menemukan berbagai macam racun dan juga penawarnya.


Tapi, disaat Daniel ingin mengetahui dimana keberadaan Zalina, sampai saat ini keberadaan Zalina sama sekali tertutup oleh semua masyarakat. Kemungkinan saat ini Zalina dengan sengaja telah mengubah namanya supaya kehebatannya terdahulu tidak banyak diketahui orang.


" Oh My God jika benar dia adalah putri dari Zalina berarti Zoya bukanlah putri dari Erwin melainkan putri dari Zalina." Ucap Daniel yang tidak mengetahui siapa orang tua sebenarnya dari Ziya dan Zoya.


Menurut kenyataannya selama ini, Zoya adalah putri dari Erwin Andricha dan saat ini Daniel juga mengetahui bahwa Zoya dan Zoya merupakan saudara kembar, tapi kenapa selama ini hanya Zoya saja yang diperkenalkan oleh Erwin sebagai putrinya itu. Sedangkan keberadaan Ziya di negara ini sama sekali orang tidak mengetahuinya dan mengenalnya.


" Aku akan segera menghubungi Alberto, apakah Alberto juga mengetahui dan mengenali siapa orang tua Zoya dan kembarannya itu adalah Zalina. Maka jika Alberto mengetahui itu, semakin mudah juga Alberto mengetahui kisah kehidupannya di masa lalu." Ucap Daniel segera mungkin mengambil ponselnya dan menghubungi Alberto.


Secepat mungkin Daniel menyambar ponselnya yang ia letakkan di atas meja dan mencari nomor ponsel Alberto. Dengan segera Daniel menghubunginya.


****