
Setelah mendengarkan jawaban dari Martin mengenai apa yang tengah dilakukannya itu barulah Claire mengerti dan mengangguk secara perlahan. Karena, perkiraan Claire memang benar bahwa di dalam kediaman Martin ini pastinya ada beberapa orang yang melakukan tindakan memata-matai apa yang telah dilakukan oleh Martin selama ini.
" Oh,," Jawab Claire singkat kepada Martin sambil menggulungkan handuk pada rambutnya.
Setelah selesai melakukan apa yang harus dilakukannya sebelum berbicara barulah Martin duduk di kursi sofa yang ada di dalam ruangan kamar baru Claire itu. Dan Claire sendiri telah selesai menutup rambutnya serta masih memakai handuk kimono di tubuhnya. Lalu, Claire duduk di atas tempat tidur tepat di hadapan Martin.
" Baiklah, apa yang ingin kau katakan ?" Tanya Claire setelah semua aktivitas yang ia lakukan selesai.
" Sengaja aku ingin berbicara di dalam ruangan kamar yang telah ku sediakan untuk kau ini, hanya karena, supaya aku dan kau tidak ketahuan sedang membicarakan apa dan serta melakukan rencana apa untuk ke depannya,," Jawab Martin langsung kepada Claire dengan sangat jelas.
" Maksudnya ?" Tanya Claire lagi dengan wajah sedikit merasa heran dan juga bingung dengan apa yang disampaikan barusan oleh Martin.
Kali ini memang terlihat Claire seolah belum mengerti tentang apa yang telah dilakukan oleh Martin dan juga penjelasan Martin walaupun hanya singkat dan belum sedetail mungkin. Oleh sebab itu setelah selesai semuanya barulah Martin menjelaskan perihal mengenai apa yang tengah ia lakukan di dalam kamar Claire itu.
" Claire, aku memang sengaja memberikan kamar ini untuk kau tempati,," Jawab Martin langsung ketika melihat reaksi wajah Claire yang masih tetap bingung dengan pekerjaannya yang tengah ia lakukan itu.
" Supaya aku bisa melakukan suatu rencana dan membicarakan rencana besarku itu hanya pada kau saja, karena, kita adalah saudara,," Bilang Martin lagi kepada Claire sambil menjelaskan bahwa mereka memiliki sebuah ikatan yaitu ikatan persaudaraan.
Hingga perlakuan yang dilakukan oleh Martin itu membuat Claire merasa begitu kecewa dan juga sangat kesal, karena bisa dilihat dengan kejadian yang telah terjadi Martin lebih membela para pelayannya dibandingkan harus membela keinginan Claire yang ingin memberikan pelajaran kepada para pelayan itu.
" Hahahah, apa ?" Tanya Claire sambil mengeluarkan sedikit tawanya ketika mendengarkan ucapan dari Martin yang menyatakan bahwa mereka adalah saudara.
" Saudara kau bilang,," Ucap Claire lagi dengan nada suara yang terdengar tengah meledek ucapan Martin.
" Ya, memang benar itu, kita memang bersaudara bukan ?" Tanya Martin pada Claire dengan reaksi wajahnya sedikit menekan reaksi wajah Claire.
" Heehh,, saudara,," Ucap Claire dengan nada suara yang masih saja meledek ucapan Martin.
" Ya, memang kita saudara tapi kau lebih membela orang lain dibandingkan aku yang kau bilang adalah saudara,," Sambung Claire lagi menjawab pernyataan dari Martin.
Karena, terdengar jelas bahwa Claire sekali lagi mengingatkan Martin mengenai apa yang telah ia lakukan saat mereka sedang beradu di area kolam renang, dengan secara langsung Martin menghentikan perkataan yang terus menerus disampaikan oleh Claire sedari tadi memojokkan posisi Martin yang memang jelas sekali terlihat bahwa memang benar ia telah membela para pelayan di dalam kediamannya itu.